Kurikulum Merdeka menetapkan capaian pembelajaran per fase, bukan per kelas. Satu fase mencakup satu sampai tiga tahun, sehingga guru punya rentang waktu lebih longgar untuk mengantar murid sampai capaiannya. Yang paling sering ditanyakan: kelas yang saya ajar masuk fase apa?
Fase itu satu baris di modulnya
Lihat baris bertanda di lembar ini: Fase / Kelas terisi sendiri dari jenjang dan kelas yang Anda pilih — tidak perlu dicari atau diketik. Contoh di sini kebetulan modul Sasis Sepeda Motor; mapel dan kelas lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.
11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan
✍️ Buat untuk Kelas Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

PROFIL LULUSAN
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | TEKNIK SEPEDA MOTOR |
| Fase / Kelasfase Anda → | F / XI |
| Materi Pokok | Sasis Sepeda Motor |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (8 JP: 4 JP × 45 menit = 180 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang komponen-komponen sepeda motor secara umum dan prinsip kerja sistem mekanik. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis permasalahan pada sistem sasis sepeda motor, merencanakan perbaikan, dan melaksanakan prosedur perbaikan sasis sesuai standar operasional prosedur (SOP) bengkel. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sasis sepeda motor adalah kerangka utama yang menopang seluruh komponen sepeda motor, seperti mesin, transmisi, roda, dan sistem kemudi. |
| Konseptual | Konsep utama sasis sepeda motor meliputi jenis konstruksi, material, geometri, dan fungsinya dalam menopang beban serta menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari mencakup identifikasi jenis sasis, pemeriksaan komponen sasis, serta langkah-langkah perbaikan atau penggantian komponen sasis yang rusak. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya pemahaman mendalam tentang sasis untuk keselamatan berkendara dan bagaimana menganalisis masalah sasis secara sistematis. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati berbagai jenis sasis sepeda motor, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis sasis sepeda motor dengan tepat.
- Melalui demonstrasi dan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis fungsi utama komponen sasis sepeda motor dan dampaknya terhadap stabilitas dengan benar.
- Dengan menggunakan panduan prosedur, peserta didik dapat melakukan pemeriksaan visual dan fungsional komponen sasis sepeda motor sesuai SOP bengkel secara runtut.
- Setelah berdiskusi kelompok, peserta didik dapat merencanakan langkah-langkah perbaikan sederhana pada komponen sasis yang mengalami kerusakan dengan logis.
- Melalui praktik bengkel, peserta didik dapat melakukan penggantian komponen sasis seperti bushing arm atau bearing roda belakang sesuai SOP dengan aman dan presisi.
PEMBELAJARAN
Pemahaman bermakna: Memahami sasis sepeda motor tidak hanya tentang mengenali komponen, tetapi juga bagaimana setiap bagian bekerja sama untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan performa sepeda motor, serta dampaknya pada pengalaman berkendara sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa desain sasis pada sepeda motor balap berbeda dengan sepeda motor touring, dan apa pengaruhnya terhadap handling serta kenyamanan berkendara?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Fisika: Mempelajari prinsip gaya, momen, dan keseimbangan pada struktur sasis sepeda motor. Matematika: Menghitung dimensi, sudut, dan toleransi pada komponen sasis. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan praktik dan prosedur kerja perbaikan sasis yang jelas dan runtut. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi mengenai pentingnya perawatan sasis sepeda motor untuk keselamatan berkendara anak mereka, serta komunitas bengkel lokal dapat diundang sebagai narasumber atau tempat kunjungan industri. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan bengkel praktik yang bersih, tertata, dan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai serta akses internet untuk mencari referensi digital akan mendukung pembelajaran yang aman dan nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial perbaikan sasis dari platform YouTube, simulasi 3D komponen sasis, dan aplikasi katalog suku cadang digital untuk identifikasi komponen akan memperkaya pengalaman belajar peserta didik. |
3 PENGALAMAN
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati berbagai jenis sasis sepeda motor, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis sasis sepeda motor dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
3 PENGALAMAN
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui praktik bengkel, peserta didik dapat melakukan penggantian komponen sasis seperti bushing arm atau bearing roda belakang sesuai SOP dengan aman dan presisi. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 55 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis sasis sepeda motor dan komponen utamanya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Sasis sepeda motor adalah tulang punggung kendaraan yang menopang semua komponen penting, mulai dari mesin hingga roda. Pemahaman yang kuat tentang sasis sangat krusial bagi teknisi sepeda motor untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kenyamanan berkendara.
Alat & bahan: Modul ajar, pensil, penghapus, penggaris
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 yang menampilkan berbagai jenis sasis sepeda motor.
Gambar 1. Peta pikiran - Identifikasi nama setiap jenis sasis dan tuliskan pada kolom yang sesuai di tabel.
- Diskusikan dalam kelompok, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis sasis.
- Catat komponen-komponen utama yang membentuk sasis pada setiap jenis di kolom yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sasis sepeda motor?
- Sebutkan beberapa komponen yang termasuk dalam sistem sasis!
- Menurutmu, mengapa sasis sangat penting bagi sepeda motor?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat berdiskusi dan melakukan praktik, serta penilaian lembar kerja peserta didik.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan keterampilan identifikasi serta analisis masalah sasis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Setelah mengamati berbagai jenis sasis sepeda motor, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis sasis sepeda motor dengan tepat. | Jenis-jenis sasis sepeda motor | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melalui demonstrasi dan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis fungsi utama komponen sasis sepeda motor dan dampaknya terhadap stabilitas dengan benar. | Fungsi komponen sasis | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Dengan menggunakan panduan prosedur, peserta didik dapat melakukan pemeriksaan visual dan fungsional komponen sasis sepeda motor sesuai SOP bengkel secara runtut. | Pemeriksaan sasis | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Melalui praktik bengkel, peserta didik dapat melakukan penggantian komponen sasis seperti bushing arm atau bearing roda belakang sesuai SOP dengan aman dan presisi. | Penggantian komponen sasis | 2 JP | kreativitas |
Sasis sepeda motor adalah tulang punggung kendaraan yang menopang semua komponen penting, mulai dari mesin hingga roda. Pemahaman yang kuat tentang sasis sangat krusial bagi teknisi sepeda motor untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kenyamanan berkendara. Modul ini akan membimbing kamu mengenali berbagai jenis sasis, memahami fungsinya, serta melakukan pemeriksaan dan perbaikan dasar pada komponen sasis.
1. Jenis-jenis Sasis Sepeda Motor
Ada beberapa jenis sasis yang umum digunakan pada sepeda motor, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulannya. Sasis diamond (atau berlian) banyak dipakai pada motor bebek dan sport ringan, menawarkan bobot ringan dan biaya produksi rendah. Sasis twin-spar (atau deltabox) sering ditemukan pada motor sport performa tinggi, dikenal karena kekakuan dan kemampuannya menahan torsi besar. Sasis backbone, seperti namanya, memiliki tulang punggung tunggal dan umum pada motor bebek atau skuter. Sementara itu, sasis monocoque, yang jarang ditemukan, mengintegrasikan bodi dan sasis menjadi satu kesatuan, memberikan kekakuan ekstrem namun sulit diperbaiki jika rusak.
2. Fungsi dan Komponen Utama Sasis
Fungsi utama sasis adalah menopang berat seluruh komponen dan pengendara, serta menjaga stabilitas dan handling sepeda motor. Komponen utama sasis meliputi rangka utama, lengan ayun (swingarm), sistem suspensi (depan dan belakang), roda, serta sistem kemudi. Rangka utama memberikan kekuatan struktural, lengan ayun memungkinkan pergerakan roda belakang dan menahan gaya tarik rantai, suspensi meredam guncangan, roda memungkinkan pergerakan, dan sistem kemudi mengarahkan sepeda motor. Setiap komponen bekerja sama untuk memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.
3. Pemeriksaan Visual dan Fungsional Sasis
Pemeriksaan sasis penting dilakukan secara berkala. Pemeriksaan visual meliputi pengecekan retakan pada rangka, karat, kebocoran oli pada shockbreaker, dan kondisi fisik lengan ayun. Pemeriksaan fungsional melibatkan pengecekan kelonggaran pada bearing roda, bushing lengan ayun, dan komstir. Goyangkan roda belakang secara lateral untuk merasakan kelonggaran pada bearing roda atau bushing arm. Tekan bagian depan dan belakang motor untuk memeriksa kerja suspensi. Perhatikan juga keselarasan roda depan dan belakang. Gejala seperti handling yang tidak stabil, bunyi aneh, atau keausan ban tidak merata bisa menjadi indikasi masalah sasis.
4. Prosedur Perbaikan Komponen Sasis
Perbaikan sasis umumnya melibatkan penggantian komponen yang rusak atau aus. Contoh perbaikan umum adalah penggantian bushing arm dan bearing roda. Penggantian bushing arm memerlukan pelepasan lengan ayun, penggunaan tracker khusus untuk melepas bushing lama, dan pemasangan bushing baru dengan hati-hati. Sementara itu, penggantian bearing roda melibatkan pelepasan roda, pencongkelan bearing lama, dan pemasangan bearing baru dengan alat penekan yang tepat. Selalu ikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, gunakan alat yang sesuai, dan perhatikan aspek keselamatan kerja (K3) untuk mencegah cedera atau kerusakan lebih lanjut.
Rangkuman: Sasis sepeda motor adalah struktur krusial yang menopang dan menjaga stabilitas. Berbagai jenis sasis seperti diamond, twin-spar, dan backbone memiliki karakteristik unik. Komponen utama sasis meliputi rangka, lengan ayun, suspensi, roda, dan sistem kemudi, yang semuanya bekerja sama untuk performa dan keamanan. Pemeriksaan visual dan fungsional sasis secara berkala sangat penting untuk mendeteksi kerusakan. Perbaikan sasis, seperti penggantian bushing arm atau bearing roda, harus dilakukan sesuai SOP dan memperhatikan keselamatan kerja.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sasis | Kerangka utama sepeda motor yang menopang seluruh komponen |
| Lengan Ayun (Swingarm) | Komponen penghubung roda belakang dengan rangka, memungkinkan pergerakan naik turun |
| Bushing Arm | Komponen berbentuk silinder yang menjadi bantalan pada titik pivot lengan ayun |
| Bearing Roda | Bantalan yang memungkinkan roda berputar bebas pada porosnya |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sasis Sepeda Motor" mata pelajaran TEKNIK SEPEDA MOTOR Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Tabel lengkap fase per jenjang dan kelas
Daftar di bawah dihitung dari pemetaan yang sama dengan yang menandai setiap modul di situs ini, jadi apa yang Anda baca di sini persis yang tercetak di modulnya.
Fase Fondasi9 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| PAUD | Kelompok Bermain |
| PAUD | Kelompok A |
| PAUD | Kelompok B |
| TK | Kelompok A |
| TK | Kelompok B |
| RA | Kelompok A |
| RA | Kelompok B |
| TKLB | Kelompok A |
| TKLB | Kelompok B |
Fase A8 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SD | I |
| SD | II |
| MI | I |
| MI | II |
| Paket A | I |
| Paket A | II |
| SDLB | I |
| SDLB | II |
Fase B8 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SD | III |
| SD | IV |
| MI | III |
| MI | IV |
| Paket A | III |
| Paket A | IV |
| SDLB | III |
| SDLB | IV |
Fase C8 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SD | V |
| SD | VI |
| MI | V |
| MI | VI |
| Paket A | V |
| Paket A | VI |
| SDLB | V |
| SDLB | VI |
Fase D12 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SMP | VII |
| SMP | VIII |
| SMP | IX |
| MTs | VII |
| MTs | VIII |
| MTs | IX |
| Paket B | VII |
| Paket B | VIII |
| Paket B | IX |
| SMPLB | VII |
| SMPLB | VIII |
| SMPLB | IX |
Fase E5 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SMA | X |
| MA | X |
| SMK | X |
| Paket C | X |
| SMALB | X |
Fase F10 kelas
| Jenjang | Kelas |
|---|---|
| SMA | XI |
| SMA | XII |
| MA | XI |
| MA | XII |
| SMK | XI |
| SMK | XII |
| Paket C | XI |
| Paket C | XII |
| SMALB | XI |
| SMALB | XII |
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa capaian pembelajaran ditetapkan per fase, bukan per kelas?
Agar guru punya rentang waktu lebih panjang untuk mengantar murid mencapainya. Murid yang belum tuntas di kelas awal sebuah fase masih punya kesempatan di kelas berikutnya dalam fase yang sama.
Apakah PAUD dan TK punya fase sendiri?
Ya, keduanya berada di Fase Fondasi — termasuk RA dan TKLB.
Bagaimana dengan sekolah luar biasa dan pendidikan kesetaraan?
SDLB, SMPLB, dan SMALB mengikuti fase jenjang setaranya, begitu juga Paket A, B, dan C. Lihat tabel di atas untuk rinciannya per kelas.
Apakah fase perlu ditulis di modul ajar?
Ya. Fase termasuk identitas modul dan tercetak di lembar identitasnya. Modul yang disusun di situs ini mengisinya otomatis dari jenjang dan kelas yang Anda pilih.