Modul ajar SKI MTs kelas VII materi Misi Dakwah Nabi di Makkah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis dan merefleksikan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW di Makkah, serta mengambil ibrah dan nilai-nilai keteladanan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami kondisi masyarakat Arab pra-Islam dan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pemahaman bermakna: Misi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah adalah fondasi utama penyebaran Islam, mengajarkan kita tentang keteguhan, kesabaran, dan strategi bijak dalam menyeru kebaikan.
Pertanyaan pemantik: Mengapa Nabi Muhammad SAW harus berdakwah secara sembunyi-sembunyi terlebih dahulu, padahal beliau adalah utusan Allah?
Tujuan: Menganalisis tahapan dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dengan tepat.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang kondisi Makkah pra-Islam dan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang Makkah saat Nabi mulai berdakwah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami tahapan dakwah Nabi di Makkah, agar peserta didik sadar arah belajarnya.
Memahami: Peserta didik dibagi kelompok, masing-masing kelompok diberikan bahan bacaan tentang dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Mereka berdiskusi mengidentifikasi ciri-ciri, tokoh yang terlibat, dan peristiwa penting pada setiap tahapan, mengaitkannya dengan pentingnya pondasi dakwah yang kuat.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau infografis sederhana yang menggambarkan tahapan dakwah Nabi di Makkah, dari awal menerima wahyu hingga dakwah terang-terangan, dengan menyoroti perbedaan strategi di tiap fase.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan konsep yang kurang tepat, menekankan bahwa dakwah adalah proses bertahap.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang tahapan dakwah Nabi di Makkah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan pengantar materi untuk pertemuan berikutnya yaitu tantangan dakwah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam, menciptakan suasana semangat untuk belajar lebih lanjut.
Tujuan: Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam berdakwah di Makkah dengan benar.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang tahapan dakwah. Guru menampilkan kasus atau cerita pendek tentang salah satu tantangan yang dihadapi Nabi (misal: penganiayaan terhadap Bilal bin Rabah) dan bertanya, 'Bagaimana perasaan kalian melihat peristiwa ini? Tantangan apa lagi yang mungkin dihadapi Nabi?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi tantangan dakwah, agar peserta didik siap menghadapi masalah dalam sejarah.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis berbagai tantangan dakwah Nabi di Makkah seperti penolakan kaum Quraisy, penganiayaan, boikot, dan upaya pembunuhan. Mereka mencari tahu akar masalah dan dampak dari setiap tantangan, serta bagaimana tantangan tersebut membentuk karakter para sahabat.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar tantangan utama yang dihadapi Nabi dan sahabat, kemudian menganalisis mengapa kaum Quraisy menolak dakwah Nabi. Mereka juga diminta untuk mencari contoh-contoh kesabaran dan keteguhan para sahabat dalam menghadapi tantangan tersebut.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang tantangan dakwah. Guru memfasilitasi diskusi tentang pelajaran apa yang bisa diambil dari keteguhan Nabi dan sahabat. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, menegaskan bahwa kesabaran adalah kunci keberhasilan dakwah.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum tantangan-tantangan dakwah Nabi di Makkah dan pentingnya kesabaran. Guru memberikan apresiasi atas diskusi yang hidup dan menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya yaitu strategi dakwah Nabi. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam, meninggalkan kesan positif dan inspiratif.
Tujuan: Menyimpulkan nilai-nilai keteladanan dari misi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah untuk kehidupan sehari-hari dan mempresentasikan simulasi strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dengan kreatif dan percaya diri.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan guru mengecek kesiapan. Guru mengingatkan kembali materi tantangan dakwah dan bertanya, 'Setelah tahu tantangannya, kira-kira strategi apa yang Nabi gunakan untuk mengatasinya?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyimpulkan keteladanan dan melakukan simulasi strategi dakwah Nabi, agar peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman sejarah.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan berbagai strategi dakwah Nabi di Makkah (misalnya: kesabaran, hikmah, mauizah hasanah, debat yang baik, hijrah ke Habasyah) dan bagaimana strategi tersebut relevan dengan tantangan yang ada. Mereka juga mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan dari setiap strategi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merancang sebuah simulasi singkat (drama/role play) yang menggambarkan salah satu strategi dakwah Nabi di Makkah dalam menghadapi tantangan tertentu. Mereka harus menyertakan nilai-nilai keteladanan yang ingin ditonjolkan. Simulasi ini dipersiapkan untuk dipresentasikan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan simulasi mereka di depan kelas. Setelah setiap simulasi, guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif tentang strategi yang ditampilkan dan nilai keteladanan yang berhasil disampaikan. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya strategi dan keteladanan Nabi.
Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan nilai-nilai keteladanan dari misi dakwah Nabi di Makkah dan relevansinya di masa kini. Guru memberikan apresiasi yang tinggi atas kreativitas dan partisipasi aktif seluruh peserta didik. Guru memberikan tugas refleksi mandiri dan doa penutup, menciptakan suasana yang menggembirakan dan memotivasi untuk terus meneladani Nabi.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan simulasi, serta penilaian hasil LKPD.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis, serta penilaian produk simulasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis tahapan dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah | Tahapan dakwah Nabi: sembunyi-sembunyi dan terang-terangan | 2 JP | penalaran kritis |
| Mengidentifikasi tantangan dan strategi dakwah Nabi di Makkah | Tantangan dakwah dan strategi Nabi | 2 JP | kolaborasi |
| Menyimpulkan nilai keteladanan dan simulasi strategi dakwah | Nilai keteladanan dan implementasi strategi dakwah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
Misi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah adalah fase krusial dalam sejarah Islam, fondasi awal penyebaran risalah tauhid. Periode ini penuh dengan perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan hati Nabi serta para sahabat dalam menghadapi berbagai tantangan. Memahami misi dakwah ini akan memberikan kita inspirasi dan teladan berharga.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, Surah Al-Alaq ayat 1-5, menandai pengangkatan beliau sebagai rasul. Setelah itu, turunlah wahyu kedua, Surah Al-Muddatstsir ayat 1-7, yang memerintahkan beliau untuk berdakwah. Pada awalnya, dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahun. Orang-orang yang pertama kali masuk Islam (As-Sabiqunal Awwalun) antara lain Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Mereka berkumpul di rumah Arqam bin Abil Arqam untuk belajar Islam. Strategi ini bertujuan membangun basis kekuatan awal dan menghindari konflik besar di awal perjuangan.
Setelah turun wahyu QS. Al-Hijr ayat 94, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan. Beliau memulai dengan menyeru kaum kerabat di Bukit Shafa, kemudian seluruh masyarakat Makkah. Respons kaum Quraisy sangat keras. Mereka menolak dakwah Nabi karena beberapa alasan: takut kehilangan kekuasaan dan pengaruh, khawatir terhadap perubahan tatanan sosial, dan terikat pada tradisi nenek moyang mereka yang menyembah berhala. Penolakan ini menandai dimulainya fase perjuangan yang lebih berat bagi Nabi dan para sahabat.
Misi dakwah Nabi di Makkah menghadapi berbagai tantangan berat. Kaum Quraisy melakukan intimidasi, cemoohan, dan penganiayaan terhadap Nabi dan para sahabat. Contohnya, Bilal bin Rabah disiksa, keluarga Yasir disiksa hingga syahid. Mereka juga melakukan boikot ekonomi dan sosial terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib selama tiga tahun. Puncak tantangan adalah upaya pembunuhan Nabi. Namun, Nabi dan para sahabat tetap teguh dan sabar dalam menghadapi segala ujian, menunjukkan keteguhan iman dan keyakinan pada janji Allah.
Dalam menghadapi tantangan, Nabi Muhammad SAW menerapkan berbagai strategi dakwah yang bijaksana. Beliau berdakwah dengan hikmah (kebijaksanaan), mauizah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah billati hiya ahsan (berbantah-bantahan dengan cara yang lebih baik) sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl: 125. Nabi juga mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan persatuan kepada para sahabat. Selain itu, beliau mengutus sebagian sahabat untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia) untuk mencari perlindungan. Keteladanan Nabi dalam kesabaran, keikhlasan, dan keberanian menjadi inspirasi abadi bagi umat Islam.
Rangkuman: Misi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dimulai secara sembunyi-sembunyi, lalu terang-terangan, menghadapi penolakan dan tantangan berat dari kaum Quraisy. Dengan strategi yang bijaksana, kesabaran, dan keteguhan, Nabi berhasil membangun fondasi Islam yang kuat. Peristiwa-peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya keteguhan iman, kesabaran, dan strategi yang tepat dalam menyeru kebaikan, serta menjadi teladan bagi kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Menganalisis tantangan dan strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah serta nilai keteladanan yang terkandung.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, alat tulis, buku SKI kelas VII, sumber digital (opsional)
| Wahyu | Firman atau ajaran Allah yang disampaikan kepada para nabi dan rasul. |
| As-Sabiqunal Awwalun | Orang-orang yang pertama kali masuk Islam. |
| Tauhid | Konsep keesaan Allah dalam Islam. |
| Hikmah | Kebijaksanaan, pengetahuan yang mendalam. |
| Mauizah Hasanah | Nasihat yang baik. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.