Modul ajar SKI MTs kelas VII materi Sejarah Nabi Muhammad Periode Makkah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui secara umum bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT dan lahir di Makkah.
Pemahaman bermakna: Memahami perjuangan Nabi Muhammad SAW di periode Makkah akan menumbuhkan keteladanan dalam berdakwah, kesabaran, dan keteguhan iman, serta menginspirasi kita untuk menghadapi tantangan hidup dengan optimisme.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW di Makkah dapat menginspirasi kita untuk tetap sabar dan teguh dalam menghadapi kesulitan di era modern ini?
Tujuan: Mengidentifikasi kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam secara faktual dan menganalisis proses dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak berdoa, mengecek kehadiran, kemudian melakukan apersepsi dengan bertanya 'Apa yang kalian ketahui tentang kota Makkah?' dilanjutkan dengan pertanyaan pemantik dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta tahapan kegiatan yang akan dilakukan agar peserta didik sadar akan proses belajarnya.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi informasi dari berbagai sumber (buku, video pendek) tentang kondisi sosial, ekonomi, politik, dan agama masyarakat Makkah sebelum Islam, serta awal mula dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-sembunyi, lalu mengaitkannya dengan realitas kehidupan saat ini (misalnya, pentingnya toleransi).
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana yang merangkum hasil penemuan mereka tentang kondisi Makkah dan dakwah sembunyi-sembunyi Nabi, kemudian mempresentasikan di depan kelas.
Merefleksi: Peserta didik saling memberikan umpan balik atas presentasi kelompok lain, guru menguatkan materi dan meluruskan miskonsepsi, serta memotivasi untuk terus mencari ilmu, dilanjutkan dengan pemberian tugas individu untuk mencari tahu alasan dakwah Nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan materi untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam, menciptakan suasana yang menggembirakan.
Tujuan: Menganalisis proses dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan di Makkah dan menjelaskan bentuk-bentuk tantangan serta rintangan dakwah tersebut.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, mengulas kembali materi sebelumnya, dan mengajukan pertanyaan 'Mengapa Nabi Muhammad SAW beralih dari dakwah sembunyi-sembunyi ke terang-terangan?' untuk mengaitkan dengan materi baru, menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan agar peserta didik memahami arah belajarnya.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus-kasus atau peristiwa kunci dalam dakwah terang-terangan Nabi Muhammad SAW di Makkah, seperti dakwah di Bukit Shafa, reaksi kaum Quraisy, dan berbagai bentuk penolakan serta siksaan yang dialami kaum Muslimin, dengan mencari relevansi nilai kesabaran dalam menghadapi masalah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mendiskusikan dan menyusun tabel berisi 'Tantangan Dakwah' dan 'Sikap Nabi/Sahabat' serta 'Hikmah' dari setiap peristiwa, kemudian mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas.
Merefleksi: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, guru memberikan penguatan tentang keteladanan Nabi dalam menghadapi rintangan, serta mendorong peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut, dilanjutkan dengan penugasan individu untuk mencatat 3 hikmah terpenting dari dakwah terang-terangan.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting pembelajaran, memberikan pujian atas kerja keras peserta didik, mengingatkan untuk mempersiapkan proyek akhir, dan menutup dengan doa serta salam, membangun suasana yang positif dan memotivasi.
Tujuan: Menyimpulkan hikmah dari perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW periode Makkah, menceritakan kembali kisah keteladanan Nabi dengan bahasa sendiri, dan membuat poster digital tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW di periode Makkah.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik merefleksikan kembali pelajaran sebelumnya tentang tantangan dakwah Nabi, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyimpulkan hikmah dan membuat proyek, serta menjelaskan tahapan proyek yang akan dikerjakan untuk memastikan peserta didik siap belajar.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan meninjau kembali semua materi yang telah dipelajari (kondisi Makkah, dakwah sembunyi-sembunyi, dakwah terang-terangan, tantangan) untuk mengidentifikasi dan menyimpulkan hikmah-hikmah besar dari perjuangan Nabi Muhammad SAW di periode Makkah, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat poster digital sederhana menggunakan aplikasi daring (misalnya Canva) yang berisi rangkuman kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW di periode Makkah, dilengkapi dengan pesan-pesan inspiratif dan hikmah yang diperoleh, kemudian mempresentasikannya di depan kelas.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan poster digital mereka, saling memberikan apresiasi dan masukan konstruktif, guru memberikan umpan balik terhadap hasil karya dan presentasi, serta menguatkan pemahaman tentang pentingnya meneladani perjuangan Nabi dalam kehidupan modern, dilanjutkan dengan evaluasi akhir.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan akhir tentang seluruh materi periode Makkah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan partisipasi, mengingatkan untuk terus mengamalkan nilai-nilai keteladanan Nabi, dan menutup dengan doa serta salam dalam suasana yang penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil peta pikiran/infografis dan tabel analisis.
Akhir (sumatif): Penilaian poster digital tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW dan tes tulis esai untuk mengukur pemahaman konsep.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam | Kondisi sosial, ekonomi, politik, dan agama masyarakat Makkah | 2 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis proses dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah | Dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, tantangan dakwah | 2 JP | kolaborasi |
| Menyimpulkan hikmah dan membuat karya keteladanan Nabi | Hikmah dakwah periode Makkah, kisah keteladanan Nabi | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
Sejarah Nabi Muhammad SAW periode Makkah adalah fase awal perjuangan dakwah Islam yang penuh tantangan dan pengorbanan. Periode ini membentuk fondasi keimanan dan mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keteguhan, serta strategi dakwah yang relevan hingga saat ini. Mempelajari kisah ini akan menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.
Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Makkah dikenal dengan sebutan zaman Jahiliyah, bukan berarti bodoh dalam ilmu pengetahuan, melainkan bodoh dalam hal akidah dan moral. Mereka menyembah berhala (sekitar 360 berhala di sekitar Ka'bah), melakukan praktik riba, perbudakan, dan kebiasaan buruk lainnya. Namun, mereka juga memiliki tradisi mulia seperti menghormati tamu dan menjaga persaudaraan suku. Kota Makkah sendiri adalah pusat perdagangan dan keagamaan penting di Jazirah Arab, dengan Ka'bah sebagai pusat ibadah yang kala itu telah diselewengkan.
Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun Gajah (sekitar 571 M) di Makkah dari pasangan Abdullah dan Aminah. Beliau yatim sejak dalam kandungan dan piatu saat berusia enam tahun. Diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, kemudian pamannya, Abu Thalib. Sejak kecil, Muhammad dikenal dengan sifat jujur dan amanah, sehingga mendapat gelar Al-Amin (orang yang terpercaya) dari penduduk Makkah. Kehidupan masa kecilnya yang penuh kesederhanaan membentuk pribadi yang tangguh dan mandiri.
Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira (QS. Al-Alaq: 1-5), Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi selama kurang lebih tiga tahun. Beliau berdakwah kepada orang-orang terdekat, seperti istrinya Khadijah, sahabat Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah. Tujuan dakwah sembunyi-sembunyi adalah membentuk inti kekuatan Muslim yang solid dan menghindari konflik terbuka dengan kaum Quraisy yang masih kuat. Jumlah pengikut Islam saat itu masih sedikit dan mereka beribadah secara rahasia.
Setelah turunnya wahyu QS. Al-Hijr: 94 yang memerintahkan dakwah secara terang-terangan, Nabi Muhammad SAW mulai menyerukan Islam secara terbuka. Beliau mengundang kerabatnya di Bukit Shafa dan menyampaikan risalah Allah. Reaksi kaum Quraisy sangat keras, menolak, mengejek, menyiksa, hingga memboikot kaum Muslimin. Namun, Nabi tetap teguh dan sabar dalam menyampaikan ajaran tauhid. Periode ini menunjukkan keberanian Nabi dan para sahabat dalam menghadapi penindasan demi mempertahankan keimanan.
Tantangan dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah sangat beragam. Kaum Quraisy melakukan penolakan keras, mulai dari ejekan, fitnah, intimidasi fisik, hingga pemboikotan ekonomi dan sosial terhadap Bani Hasyim. Contohnya adalah penyiksaan terhadap Bilal bin Rabah, keluarga Yasir, dan sahabat lainnya. Nabi sendiri pernah dilempari kotoran dan diancam. Namun, Nabi dan para sahabat tetap sabar dan teguh, bahkan ada yang memilih hijrah ke Habasyah untuk menghindari kekejaman Quraisy.
Selain dakwah, ada beberapa peristiwa penting lain di periode Makkah, seperti Isra' Mi'raj, perjalanan malam Nabi dari Makkah ke Baitul Maqdis lalu naik ke langit ketujuh, di mana beliau menerima perintah shalat lima waktu. Ada pula Bai'at Aqabah I dan II, yang menjadi cikal bakal hijrahnya Nabi ke Madinah. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah dan persiapan strategis untuk keberlanjutan dakwah Islam di masa mendatang.
Dari perjuangan Nabi Muhammad SAW di Makkah, kita bisa mengambil banyak hikmah. Pertama, pentingnya kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Kedua, keberanian dalam menyampaikan kebenaran meskipun berat. Ketiga, strategi dakwah yang bertahap dan bijaksana. Keempat, pentingnya persatuan dan solidaritas umat. Kelima, bahwa kebenaran akan selalu menang pada akhirnya, asalkan kita tetap istiqamah dalam perjuangan. Semua ini menjadi teladan bagi kita dalam menjalani kehidupan dan berdakwah di zaman modern.
Rangkuman: Periode Makkah adalah masa dakwah Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun yang penuh perjuangan. Dimulai dari dakwah sembunyi-sembunyi, lalu terang-terangan, menghadapi penolakan dan siksaan kaum Quraisy. Namun, Nabi tetap sabar dan teguh, membentuk fondasi keimanan umat Islam. Hikmah dari periode ini mengajarkan kita tentang keteladanan, kesabaran, dan strategi dakwah yang relevan untuk kehidupan masa kini.
Tujuan: Menganalisis peristiwa penting dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan menyimpulkan hikmahnya.
Alat & bahan: Buku paket SKI, alat tulis, kertas A3/karton, spidol warna, lembar kerja.
| Jahiliyah | Masa kebodohan dalam akidah dan moral masyarakat Arab sebelum Islam. |
| Al-Amin | Gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW yang berarti 'orang yang terpercaya'. |
| Sirriyah | Dakwah secara sembunyi-sembunyi. |
| Jahr | Dakwah secara terang-terangan. |
| Hijrah | Migrasi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. |
| Isra' Mi'raj | Perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Baitul Maqdis lalu naik ke langit. |
| Bai'at Aqabah | Perjanjian setia antara Nabi Muhammad SAW dengan penduduk Yatsrib (Madinah). |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.