Modul ajar Kemuhammadiyahan SD kelas V materi sejarah berdirinya Muhammadiyah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa ada organisasi Islam yang bernama Muhammadiyah dan mengenal nama KH Ahmad Dahlan.
Pemahaman bermakna: Memahami sejarah berdirinya Muhammadiyah membantu kita mengetahui akar perjuangan dan tujuan mulia organisasi ini, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Pertanyaan pemantik: Mengapa KH Ahmad Dahlan merasa perlu mendirikan sebuah organisasi Islam bernama Muhammadiyah pada waktu itu?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi latar belakang sosial dan keagamaan yang mendorong berdirinya Muhammadiyah serta peran KH Ahmad Dahlan.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa sesuai HPT Muhammadiyah, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi tentang nama Muhammadiyah, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian ketahui tentang Kiai Haji Ahmad Dahlan dan mengapa beliau mendirikan Muhammadiyah?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar atau video singkat tentang kondisi masyarakat Indonesia di awal abad ke-20 dan kehidupan KH Ahmad Dahlan, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi masalah-masalah keagamaan dan sosial yang ada.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasi mereka tentang latar belakang dan peran awal KH Ahmad Dahlan pada lembar kerja, lalu membandingkan dengan kelompok lain untuk menemukan kesamaan dan perbedaan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang pentingnya pembaruan Islam, dan memotivasi peserta didik untuk meneladani semangat KH Ahmad Dahlan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang latar belakang dan peran KH Ahmad Dahlan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya dengan semangat dan motivasi.
Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan waktu dan tempat berdirinya Muhammadiyah dengan benar dan menguraikan tujuan awal berdirinya Muhammadiyah.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulang sedikit materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan memberikan sebuah 'masalah' berupa potongan informasi yang belum lengkap tentang tanggal dan tujuan Muhammadiyah.
Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok, menerima 'masalah' tersebut, dan diberikan beberapa sumber (teks singkat, kartu informasi) untuk mencari tahu waktu, tempat, dan tujuan berdirinya Muhammadiyah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok berkolaborasi untuk melengkapi informasi yang hilang, menyusunnya menjadi sebuah narasi singkat, dan mendiskusikan mengapa tujuan tersebut penting bagi umat Islam saat itu.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan narasi mereka. Guru mengoreksi jika ada kekeliruan, menguatkan pemahaman tentang tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H (18 November 1912 M) di Yogyakarta dan tujuan Muhammadiyah (memurnikan ajaran Islam dan memajukan umat).
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman singkat tentang kapan, di mana, dan untuk apa Muhammadiyah didirikan, memberikan pujian atas kerja sama, dan menginformasikan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat infografis sederhana tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah dan menunjukkan semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran untuk membuat proyek infografis, dan memotivasi peserta didik untuk berkreasi.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan desain infografis mereka tentang sejarah Muhammadiyah, mencakup tokoh, waktu, tempat, dan tujuan, dengan panduan dari guru.
Mengaplikasi: Peserta didik membuat infografis sederhana menggunakan alat dan bahan yang tersedia (kertas, spidol, pensil warna, gambar-gambar relevan) atau aplikasi digital sederhana, dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan infografis mereka di kelas (galeri berjalan) dan saling memberikan komentar positif. Guru memberikan apresiasi, menguatkan nilai-nilai perjuangan KH Ahmad Dahlan, dan mengaitkan dengan semangat Profil Pelajar Berkemajuan.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran, mengapresiasi semua karya, memberikan motivasi untuk terus belajar dan berjuang seperti KH Ahmad Dahlan, lalu menutup dengan doa dan ucapan terima kasih atas semangat yang ditunjukkan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan proses pembuatan infografis.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya infografis dan jawaban esai singkat tentang sejarah Muhammadiyah.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi latar belakang sosial dan keagamaan | Kondisi masyarakat dan agama sebelum Muhammadiyah | 1 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menjelaskan peran KH Ahmad Dahlan dan tujuan Muhammadiyah | Peran KH Ahmad Dahlan, waktu, tempat, dan tujuan pendirian | 1 JP | kewargaan |
| Membuat infografis dan menunjukkan semangat perjuangan | Infografis sejarah Muhammadiyah, nilai-nilai perjuangan | 1 JP | kolaborasi |
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia. Organisasi ini didirikan oleh seorang ulama besar yang memiliki semangat pembaruan. Mari kita telusuri bersama kisah berdirinya Muhammadiyah, agar kita semakin memahami akar perjuangan dan tujuan mulia yang dibawa oleh organisasi ini.
Pada awal abad ke-20, masyarakat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Kondisi keagamaan umat Islam saat itu banyak dipengaruhi oleh praktik-praktik yang kurang sesuai dengan ajaran Islam murni. Banyak ditemukan takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC) yang bercampur dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, umat Islam juga tertinggal dalam bidang pendidikan dan sosial, banyak yang belum mendapatkan akses pendidikan modern.
Di tengah kondisi tersebut, muncul seorang ulama muda bernama Muhammad Darwis, yang kemudian dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan. Beliau lahir di Yogyakarta pada tahun 1868. Beliau adalah seorang yang sangat peduli terhadap kondisi umat Islam. Setelah menunaikan ibadah haji dan belajar di Makkah, KH Ahmad Dahlan mendapatkan banyak ilmu tentang pemikiran Islam modern dan pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah secara murni. Beliau melihat bahwa umat Islam perlu bangkit dari keterbelakangan.
Salah satu ayat Al-Qur'an yang sangat menginspirasi KH Ahmad Dahlan adalah Surah Ali Imran ayat 104: وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (Wal takum minkum ummatun yad'una ilal khairi wa ya'muruna bil ma'rufi wa yanhauna anil munkari wa ulaika humul muflihun). Artinya: 'Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.' Ayat ini mendorong beliau untuk membentuk sebuah gerakan terorganisir untuk menyeru kebaikan.
Dengan semangat pembaruan dan dorongan dari ayat Al-Qur'an tersebut, KH Ahmad Dahlan kemudian mendirikan sebuah organisasi. Muhammadiyah secara resmi berdiri pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah, yang bertepatan dengan 18 November 1912 Masehi. Organisasi ini didirikan di kota Yogyakarta, tepatnya di kediaman beliau di Kauman. Penamaan 'Muhammadiyah' bertujuan untuk menisbatkan atau mengaitkan diri dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagai teladan utama dalam segala aspek kehidupan.
Tujuan utama KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah untuk mengembalikan ajaran Islam sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, membersihkan praktik-praktik keagamaan dari TBC, serta memajukan kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, dan kesehatan. Beliau ingin agar umat Islam tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga aktif dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Pada awalnya, KH Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah menghadapi banyak tantangan dan penolakan. Namun, dengan kesabaran, kegigihan, dan dakwah yang bijaksana, Muhammadiyah terus berkembang. Beliau mendirikan sekolah-sekolah modern yang mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha lain. Semua ini dilakukan untuk mewujudkan Islam yang berkemajuan, yaitu Islam yang membawa kemajuan bagi umat dan bangsa.
Rangkuman: Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta. Latar belakangnya adalah kondisi umat Islam yang perlu pembaruan dari takhayul dan keterbelakangan. Tujuan utamanya adalah mengembalikan ajaran Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah, serta memajukan umat dalam pendidikan, sosial, dan kesehatan. Semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan menjadi teladan bagi kita semua untuk terus berkemajuan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menyusun informasi kunci tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, pulpen, spidol warna, gunting, lem, gambar-gambar terkait (opsional)
| Muhammadiyah | Organisasi Islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. |
| KH Ahmad Dahlan | Pendiri organisasi Muhammadiyah. |
| Takhayul | Keyakinan pada hal-hal gaib yang tidak berdasar ajaran Islam. |
| Bid'ah | Amalan baru dalam agama yang tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad. |
| Khurafat | Cerita bohong atau tidak masuk akal yang diyakini kebenarannya. |
| Al-Qur'an | Kitab suci umat Islam, firman Allah SWT. |
| Sunnah | Perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. |
| Berkemajuan | Bersifat maju, memiliki semangat untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kemuhammadiyahan kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.