tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDKoding dan Kecerdasan Artifisial › Pengenalan Berpikir Komputasional
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V
Pengenalan Berpikir Komputasional

Modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SD kelas V materi Pengenalan Berpikir Komputasional lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V materi Pengenalan Berpikir Komputasional
Ringkasan: Berpikir komputasional adalah cara memecahkan masalah seperti komputer, melalui empat langkah utama: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada yang penting), dan algoritma (membuat langkah-langkah jelas). Keterampilan ini sangat bermanfaat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari secara lebih terstruktur dan efisien.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISKoding dan Kecerdasan Artifisial · Pengenalan Berpikir Komputasional · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki kemampuan dasar memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa berpikir komputasional adalah alat penting untuk memecahkan masalah secara sistematis dan kreatif, tidak hanya dalam dunia komputer tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi masalah kompleks dan memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekomposisi) serta mengenali pola atau kesamaan dalam berbagai masalah untuk menemukan solusi yang efisien (pengenalan pola).

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan cerita tentang kesulitan merapikan kamar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar cara memecah masalah besar menjadi kecil dan mencari pola di dalamnya, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah yang rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah?'.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati contoh kasus nyata (misalnya, merencanakan pesta ulang tahun atau membersihkan kelas) dan mendiskusikan bagaimana memecah tugas-tugas besar tersebut menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan menemukan kegiatan yang berulang.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengerjakan LKPD untuk mempraktikkan dekomposisi dan pengenalan pola pada skenario yang diberikan, seperti menyusun jadwal harian atau membuat resep makanan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi dan pola yang mereka temukan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya memecah masalah dan mencari pola untuk memudahkan penyelesaian.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep dekomposisi dan pengenalan pola. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menyaring informasi penting dan mengabaikan detail yang kurang relevan (abstraksi) serta merancang urutan langkah-langkah yang jelas dan logis untuk menyelesaikan masalah (algoritma).

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi hari ini tentang bagaimana menyederhanakan masalah dan membuat langkah-langkah penyelesaiannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa membuat instruksi yang sangat jelas agar teman kita bisa melakukan sesuatu tanpa bingung?'.

Memahami: Peserta didik diajak menganalisis sebuah cerita atau situasi (misalnya, mencari jalan pulang dari sekolah atau membuat robot sederhana) dan mengidentifikasi informasi yang paling penting (abstraksi) serta merumuskan langkah-langkah penyelesaian masalah secara berurutan.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan, seperti membuat instruksi untuk menanam pohon atau menyusun mainan Lego, dengan fokus pada abstraksi dan urutan langkah yang logis.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan algoritma yang mereka buat dan mencoba 'menjalankan' algoritma kelompok lain. Guru memberikan masukan dan menguatkan konsep abstraksi dan algoritma sebagai dasar berpikir sistematis.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum pentingnya abstraksi dan algoritma. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk membuat 'proyek' kecil di pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Menerapkan konsep berpikir komputasional untuk membuat rencana penyelesaian masalah sederhana.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas seluruh konsep berpikir komputasional yang telah dipelajari dan mengaitkannya dengan pembuatan proyek. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menerapkan semua konsep untuk membuat rencana penyelesaian masalah yang nyata, serta pertanyaan pemantik 'Bisakah kita menggunakan semua yang sudah kita pelajari untuk membuat solusi nyata dari masalah di sekitar kita?'.

Memahami: Peserta didik diajak mengidentifikasi masalah sederhana di lingkungan sekolah atau rumah (misalnya, antrean di kantin, sampah berserakan, atau tugas kelompok yang tidak teratur) dan berdiskusi tentang bagaimana konsep dekomposisi, pola, abstraksi, dan algoritma dapat digunakan untuk menyelesaikannya.

Mengaplikasi: Secara individu atau berpasangan, peserta didik merancang sebuah 'proyek' atau rencana aksi untuk menyelesaikan masalah yang mereka pilih, dengan menerapkan keempat konsep berpikir komputasional secara terintegrasi.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan 'proyek' atau rencana aksi mereka. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan bahwa berpikir komputasional adalah keterampilan penting dalam kehidupan.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan akhir tentang manfaat berpikir komputasional. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan upaya peserta didik. Guru menutup dengan motivasi dan doa, menciptakan suasana gembira dan bangga atas pencapaian.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan memecah masalah, dan merancang algoritma.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek akhir berupa rencana penyelesaian masalah sederhana menggunakan konsep berpikir komputasional.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi masalah kompleks dan memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekomposisi).Dekomposisi2 JPPenalaran Kritis
Mengenali pola atau kesamaan dalam berbagai masalah untuk menemukan solusi yang efisien (pengenalan pola).Pengenalan Pola2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Menyaring informasi penting dan mengabaikan detail yang kurang relevan (abstraksi) dan merancang urutan langkah-langkah yang jelas dan logis untuk menyelesaikan masalah (algoritma).Abstraksi dan Algoritma2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat datang di dunia Koding dan Kecerdasan Artifisial! Di modul ini, kita akan belajar cara berpikir seperti seorang ilmuwan komputer. Kita akan mengenal 'Berpikir Komputasional', sebuah cara berpikir yang sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari yang sederhana seperti merapikan kamar sampai yang lebih kompleks. Mari kita mulai petualangan berpikir bersama!

Apa Itu Berpikir Komputasional?

Berpikir komputasional adalah cara kita memecahkan masalah dengan menggunakan konsep-konsep yang sering dipakai dalam ilmu komputer. Ini bukan berarti kamu harus jadi ahli komputer, tapi kamu akan belajar bagaimana komputer 'berpikir' untuk menyelesaikan tugasnya. Bayangkan kamu sedang membuat robot, kamu harus memberikan instruksi yang sangat jelas agar robot bisa bekerja. Nah, berpikir komputasional adalah cara kita menyusun instruksi-instruksi itu agar masalah bisa diselesaikan dengan mudah dan efisien.

Dekomposisi: Memecah Masalah Besar

Dekomposisi adalah langkah pertama dalam berpikir komputasional. Artinya, kita memecah masalah besar dan rumit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah diatasi. Contohnya, jika kamu ingin membuat kue ulang tahun, masalah besarnya adalah 'membuat kue'. Kamu bisa memecahnya menjadi 'menyiapkan bahan', 'mencampur adonan', 'memanggang', dan 'menghias kue'. Setiap bagian ini lebih mudah dikerjakan sendiri-sendiri daripada mengerjakan semuanya sekaligus.

Pengenalan Pola: Mencari Kesamaan

Setelah masalah dipecah, kita mencari 'pola'. Pengenalan pola adalah kemampuan untuk menemukan kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data atau masalah yang berbeda. Misalnya, saat kamu merapikan mainan, kamu mungkin melihat bahwa semua mobil-mobilan bisa diletakkan di satu kotak, dan semua boneka bisa diletakkan di kotak lain. Menemukan pola ini membantu kita menyelesaikan masalah lebih cepat karena kita tidak perlu mencari solusi baru untuk setiap bagian yang mirip.

Abstraksi: Fokus pada yang Penting

Abstraksi adalah kemampuan untuk menyaring informasi yang tidak penting dan fokus pada hal-hal yang paling krusial untuk menyelesaikan masalah. Bayangkan kamu ingin membuat denah rumahmu. Kamu tidak perlu menggambar setiap detail kecil seperti warna gorden atau jumlah buku di rak. Cukup gambar dinding, pintu, jendela, dan letak kamar. Detail yang tidak penting diabaikan agar kita bisa fokus pada inti masalah dan menemukan solusinya.

Algoritma: Langkah-langkah Jelas

Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang jelas, berurutan, dan logis untuk menyelesaikan sebuah masalah atau mencapai tujuan tertentu. Seperti resep masakan, algoritma harus sangat spesifik agar siapa pun yang mengikutinya bisa mendapatkan hasil yang sama. Contohnya, algoritma untuk menyeberang jalan: 1. Berhenti di pinggir jalan. 2. Lihat ke kanan. 3. Lihat ke kiri. 4. Lihat ke kanan lagi. 5. Jika aman, berjalanlah. 6. Jika tidak aman, ulangi dari langkah 2.

Penerapan Berpikir Komputasional dalam Kehidupan

Berpikir komputasional tidak hanya untuk komputer, tapi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu merencanakan liburan, menyusun jadwal belajar, atau bahkan bermain game, kamu secara tidak langsung menggunakan berpikir komputasional. Dengan melatih cara berpikir ini, kamu akan menjadi pribadi yang lebih terstruktur, kreatif, dan efisien dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rangkuman: Berpikir komputasional adalah cara memecahkan masalah seperti komputer, melalui empat langkah utama: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada yang penting), dan algoritma (membuat langkah-langkah jelas). Keterampilan ini sangat bermanfaat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari secara lebih terstruktur dan efisien.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Memecah masalah menjadi bagian kecil, menemukan pola, dan merancang langkah-langkah penyelesaian.

Alat & bahan: Kertas, pensil warna, gunting, lem, gambar-gambar situasi masalah (misalnya, kamar berantakan, rute perjalanan)

  1. Amati gambar atau deskripsi masalah yang diberikan.
  2. Diskusikan dalam kelompok, bagian mana saja yang membuat masalah itu rumit.
  3. Pecah masalah tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.
  4. Cari tahu apakah ada tugas atau bagian yang berulang.
  5. Buatlah urutan langkah-langkah untuk menyelesaikan setiap bagian masalah.

8 Glosarium

DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
Pengenalan PolaMencari kesamaan atau keteraturan dalam masalah.
AbstraksiMenyaring informasi penting dan mengabaikan yang tidak relevan.
AlgoritmaUrutan langkah-langkah yang jelas untuk menyelesaikan masalah.
KomputasionalBerhubungan dengan cara kerja komputer atau perhitungan.

9 Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Terkait

Pemanfaatan Algoritma SederhanaKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VI SD
Pelajari Pemanfaatan Algoritma Sederhana →
Pemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hariKoding dan Kecerdasan Artifisial Kelas VI SD
Pelajari Pemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Pengenalan Berpikir Komputasional ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.