tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMAPJOK › Atletik
SMA · Kelas X · Fase E

Modul Ajar PJOK Kelas X
Atletik

Modul ajar PJOK SMA kelas X materi Atletik lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar PJOK kelas X materi Atletik
Ringkasan: Atletik adalah cabang olahraga dasar yang melatih lari, lompat, dan lempar. Penguasaan teknik seperti start jongkok, tolakan lompat jauh, dan pegangan lembing sangat penting. Latihan atletik tidak hanya meningkatkan performa fisik, tetapi juga membangun karakter disiplin dan ketahanan mental, serta berkontribusi besar pada kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Model: Project Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: kesehatan, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPJOK · Atletik · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang gerakan lokomotor dan non-lokomotor serta pernah melihat atau mencoba beberapa cabang olahraga atletik.

Pemahaman bermakna: Atletik bukan hanya tentang mencapai kecepatan atau jarak, tetapi juga tentang penguasaan teknik, strategi, dan disiplin diri yang dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui atletik, kita memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana prinsip-prinsip fisika dan biomekanika bekerja di balik setiap gerakan atletik yang kita lihat di Olimpiade?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis teknik dasar lari jarak pendek (start, fase lari, finish) dengan benar dan mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek dengan koordinasi yang baik.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik menonton atau melakukan olahraga lari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja tahapan penting dalam lari jarak pendek agar bisa mencapai finish tercepat?'

Memahami: Peserta didik mengamati video lari jarak pendek, mengidentifikasi tahapan gerakan (start, fase lari, finish), dan mendiskusikan prinsip biomekanika yang terlibat dalam setiap tahapan.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mencoba dan mempraktikkan teknik start jongkok, fase lari, dan teknik finish lari jarak pendek di lapangan, dengan bimbingan guru dan saling memberikan umpan balik.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik dan analisis mereka. Guru memberikan penguatan konsep dan koreksi teknik yang masih kurang tepat, serta membuka sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas semangat belajar, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis teknik dasar lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, mendarat) dengan benar dan mempraktikkan teknik dasar lompat jauh dengan urutan gerakan yang tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi lari jarak pendek sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya kecepatan awalan dalam lompat jauh. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa teknik tolakan dan mendarat sangat krusial dalam menentukan jauhnya lompatan?'

Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus tentang masalah umum dalam lompat jauh (misalnya, gagal tolakan, pendaratan tidak efektif) melalui video atau artikel, kemudian mengidentifikasi solusi teknis yang tepat.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok mempraktikkan teknik lompat jauh dari awalan, tolakan, fase melayang, hingga pendaratan di bak pasir, dengan fokus pada koordinasi dan efisiensi gerakan. Mereka juga mendiskusikan strategi untuk mengatasi masalah yang ditemukan.

Merefleksi: Peserta didik berbagi pengalaman dan tantangan saat praktik lompat jauh. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menekankan pentingnya latihan berulang serta analisis kesalahan untuk perbaikan. Diskusi mengenai strategi peningkatan jarak lompatan dilakukan.

Penutup: Guru memberikan penguatan materi, mengapresiasi upaya peserta didik, dan mengingatkan untuk menjaga kebugaran fisik. Guru menutup pelajaran dengan doa dan menyampaikan materi lempar lembing untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menganalisis teknik dasar lempar lembing (pegangan, awalan, melempar, menjaga keseimbangan) dengan benar dan mempraktikkan teknik dasar lempar lembing dengan kekuatan dan akurasi yang memadai.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan tentang olahraga lempar lembing dan risiko cedera jika tekniknya salah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kombinasi kekuatan dan teknik yang presisi dapat menghasilkan lemparan lembing yang optimal dan aman?'

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk merancang 'proyek' praktik lempar lembing sederhana. Mereka meninjau berbagai sumber (video, artikel) tentang teknik pegangan, awalan, dan fase melempar lembing yang benar serta faktor keselamatan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergantian mempraktikkan teknik lempar lembing menggunakan alat modifikasi (misalnya, lembing dari pipa PVC atau bambu) di area yang aman. Mereka fokus pada koordinasi gerakan, kekuatan, akurasi, dan keselamatan. Guru memfasilitasi dan memberikan arahan.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan hasil proyek praktik lempar lembing kelompoknya, termasuk tantangan dan solusi yang ditemukan. Guru memberikan umpan balik komprehensif, mengaitkan teori dengan praktik, serta memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja sama kelompok.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman materi atletik yang telah dipelajari selama tiga pertemuan, memberikan motivasi untuk terus berolahraga, dan mengapresiasi semangat serta partisipasi aktif peserta didik. Doa penutup dipimpin oleh perwakilan peserta didik.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik teknik dasar atletik, serta penilaian formatif melalui umpan balik sebaya.

Akhir (sumatif): Penilaian performa praktik teknik dasar lari jarak pendek, lompat jauh, dan lempar lembing menggunakan rubrik, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai tentang konsep atletik.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis teknik dasar lari jarak pendek (start, fase lari, finish) dengan benar.Lari Jarak Pendek2 JPpenalaran kritis
Mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek dengan koordinasi yang baik.Lari Jarak Pendek2 JPkesehatan, kolaborasi
Menganalisis teknik dasar lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, mendarat) dengan benar.Lompat Jauh2 JPpenalaran kritis
Mempraktikkan teknik dasar lompat jauh dengan urutan gerakan yang tepat.Lompat Jauh2 JPkesehatan, kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Atletik adalah cabang olahraga yang melibatkan gerakan dasar manusia seperti lari, lompat, dan lempar. Materi ini akan membawa Anda memahami dan menguasai teknik dasar atletik, bukan hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan secara menyeluruh. Mari selami dunia atletik dan temukan potensi terbaik dalam diri Anda!

Pengertian dan Sejarah Atletik

Atletik merupakan induk dari semua cabang olahraga (mother of all sports) karena gerakan dasarnya (lari, lompat, lempar) adalah gerakan alami manusia. Sejarah atletik bermula dari peradaban kuno, bahkan menjadi bagian penting dari Olimpiade kuno di Yunani. Di Indonesia, atletik berkembang pesat dengan adanya organisasi PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) yang menaungi berbagai event dan pembinaan atlet.

Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek, atau sprint, adalah nomor lari yang menuntut kecepatan maksimal dari awal hingga akhir. Nomor ini meliputi 100m, 200m, dan 400m. Teknik penting dalam lari jarak pendek meliputi start jongkok yang eksplosif, fase lari dengan langkah panjang dan frekuensi tinggi, serta teknik finish yang efektif seperti menjatuhkan dada ke depan. Latihan kekuatan otot kaki dan inti sangat krusial untuk performa maksimal.

Lompat Jauh

Lompat jauh adalah nomor atletik yang bertujuan untuk melompat sejauh mungkin dari titik tolakan. Empat fase utama dalam lompat jauh adalah awalan (run-up) untuk membangun kecepatan, tolakan (take-off) yang kuat dari papan tolakan, fase melayang (flight) di udara dengan berbagai gaya (jongkok, menggantung, berjalan di udara), dan pendaratan (landing) dengan kedua kaki ke depan. Koordinasi dan kekuatan otot menjadi kunci keberhasilan.

Lempar Lembing

Lempar lembing adalah nomor lempar yang membutuhkan kombinasi kekuatan, teknik, dan akurasi untuk melemparkan lembing sejauh mungkin. Teknik dasar meliputi pegangan lembing yang benar (Amerika, Finlandia, atau V-grip), awalan (approach run) dengan membawa lembing di atas bahu, gerakan melempar (delivery) dengan transfer berat badan, dan menjaga keseimbangan setelah melempar (recovery). Keselamatan adalah prioritas utama dalam latihan lempar lembing.

Manfaat Atletik bagi Kesehatan

Berolahraga atletik secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain meningkatkan daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot dan tulang, meningkatkan kelincahan dan koordinasi, serta membantu menjaga berat badan ideal. Selain itu, atletik juga melatih disiplin, fokus, dan ketahanan mental, yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkuman: Atletik adalah cabang olahraga dasar yang melatih lari, lompat, dan lempar. Penguasaan teknik seperti start jongkok, tolakan lompat jauh, dan pegangan lembing sangat penting. Latihan atletik tidak hanya meningkatkan performa fisik, tetapi juga membangun karakter disiplin dan ketahanan mental, serta berkontribusi besar pada kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan teknik dasar atletik (lari jarak pendek, lompat jauh, lempar lembing) serta mengevaluasi performa diri dan teman.

Alat & bahan: Stopwatch, meteran, cone/penanda, bak pasir, lembing modifikasi, peluit, alat tulis

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Pilih satu nomor atletik (lari, lompat, atau lempar) untuk dipraktikkan dan direkam.
  3. Lakukan praktik teknik dasar secara berulang, saling mengamati, dan mencatat hasil.
  4. Diskusikan kesalahan yang terjadi dan berikan saran perbaikan berdasarkan teori yang telah dipelajari.
  5. Isi tabel pengamatan dan refleksi di bawah ini dengan jujur.

8 Glosarium

SprintLari jarak pendek dengan kecepatan maksimal.
Start JongkokTeknik memulai lari jarak pendek dari posisi jongkok.
Take-offFase tolakan saat melompat atau melayang di udara.
LembingAlat yang dilempar dalam nomor lempar lembing.
RecoveryGerakan menjaga keseimbangan setelah melakukan lemparan atau tolakan.

9 Materi PJOK Terkait

Kebugaran JasmaniPJOK Kelas X SMA
Pelajari Kebugaran Jasmani →
Permainan Bola BesarPJOK Kelas X SMA
Pelajari Permainan Bola Besar →
SepakbolaPJOK Kelas X SMA
Pelajari Sepakbola →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar PJOK Atletik ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.