Modul ajar Bahasa Indonesia SMK kelas X materi Teks Negosiasi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks untuk menyampaikan informasi, opini, atau gagasan dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat, serta mampu menyunting dan merevisi tulisannya.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang komunikasi lisan dan tulisan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman bermakna: Memahami teks negosiasi akan membekali peserta didik dengan keterampilan penting untuk berkomunikasi secara efektif, menyelesaikan masalah, dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dalam berbagai konteks kehidupan.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian merasa kesulitan saat ingin mencapai kesepakatan dengan orang lain, misalnya saat menawar harga barang atau meminta izin orang tua?
Tujuan: Menganalisis struktur teks negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup) dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang identifikasi struktur teks negosiasi. Peserta didik diajak mengingat pengalaman negosiasi pribadi dan dikaitkan dengan tujuan belajar.
Memahami: Peserta didik disajikan beberapa contoh teks negosiasi singkat dari berbagai sumber (dialog jual beli, negosiasi proyek). Mereka diajak untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari teks tersebut secara mandiri atau berkelompok.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik menganalisis struktur teks negosiasi yang diberikan, lalu membandingkan hasil analisis mereka dengan kelompok lain. Guru memberikan bimbingan dan klarifikasi jika ada perbedaan pemahaman.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis struktur teks negosiasi mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman peserta didik tentang pentingnya struktur dalam mencapai kesepakatan yang jelas.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang struktur teks negosiasi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa.
Tujuan: Mengidentifikasi ciri kebahasaan teks negosiasi (kalimat persuasif, tuturan pasangan, pronomina, konjungsi, kalimat deklaratif, interogatif, imperatif) dengan akurat.
Kegiatan awal: Guru mengulang sekilas materi struktur negosiasi dan menghubungkannya dengan ciri kebahasaan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi ciri kebahasaan dan memantik semangat peserta didik.
Memahami: Peserta didik diberikan teks negosiasi yang sama atau baru, kemudian diminta untuk secara aktif mencari dan menandai contoh-contoh penggunaan kalimat persuasif, tuturan pasangan, pronomina, konjungsi, serta jenis kalimat (deklaratif, interogatif, imperatif) dalam teks.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan ciri kebahasaan tersebut, mencatat temuan mereka dalam tabel atau peta pikiran. Diskusi kelompok kecil dilakukan untuk memverifikasi temuan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta untuk membagikan hasil identifikasi mereka di depan kelas. Guru mengoreksi dan memberikan penjelasan mendalam tentang fungsi setiap ciri kebahasaan dalam membangun argumen negosiasi.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan ciri-ciri kebahasaan teks negosiasi. Guru memberikan tugas singkat untuk mencari contoh ciri kebahasaan dalam percakapan sehari-hari dan menutup dengan motivasi.
Tujuan: Menentukan strategi negosiasi yang efektif dalam berbagai konteks.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan menanyakan 'Bagaimana cara kita meyakinkan orang lain dalam negosiasi?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang strategi negosiasi yang efektif, serta menjelaskan bahwa mereka akan mulai merencanakan proyek negosiasi.
Memahami: Peserta didik diajak menganalisis video simulasi negosiasi atau studi kasus negosiasi yang berhasil dan gagal. Mereka mengidentifikasi strategi yang digunakan (misalnya, win-win solution, tawar-menawar, kompromi, argumentasi logis).
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan berbagai strategi negosiasi dan mengaitkannya dengan konteks yang relevan. Mereka mulai merancang skenario negosiasi sederhana untuk proyek mereka, termasuk menentukan tujuan negosiasi dan strategi awal.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan draf skenario dan strategi negosiasi yang akan mereka gunakan. Guru memberikan masukan untuk penyempurnaan strategi agar lebih efektif dan etis.
Penutup: Guru menyimpulkan pentingnya strategi dalam negosiasi. Peserta didik diingatkan untuk mempersiapkan diri melanjutkan proyek di pertemuan berikutnya. Guru memberikan semangat dan apresiasi.
Tujuan: Menyusun kerangka teks negosiasi berdasarkan isu atau permasalahan yang diberikan.
Kegiatan awal: Guru mengulas kembali materi strategi negosiasi dan mengaitkannya dengan proses penyusunan kerangka teks. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk berkreasi.
Memahami: Peserta didik diberikan isu atau permasalahan kontekstual (misalnya, negosiasi kenaikan upah, negosiasi harga produk, negosiasi proyek sekolah). Mereka menganalisis isu tersebut untuk menentukan pihak-pihak yang terlibat dan kepentingannya.
Mengaplikasi: Secara individu atau berpasangan, peserta didik menyusun kerangka teks negosiasi yang lengkap, mencakup bagian orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup, dengan mempertimbangkan ciri kebahasaan dan strategi yang telah dipelajari. Mereka dapat menggunakan format dialog atau narasi.
Merefleksi: Peserta didik saling bertukar kerangka teks negosiasi dengan teman sebaya untuk mendapatkan umpan balik. Guru memfasilitasi diskusi tentang kekuatan dan kelemahan kerangka yang dibuat, serta memberikan saran perbaikan.
Penutup: Guru menyimpulkan pentingnya kerangka sebagai dasar penulisan teks negosiasi yang baik. Peserta didik diingatkan untuk menyempurnakan kerangka mereka. Guru memberikan apresiasi dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menulis teks negosiasi dalam bentuk dialog atau narasi dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali tentang kerangka negosiasi yang sudah dibuat dan menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menulis teks negosiasi secara utuh. Peserta didik diajak membayangkan hasil karya mereka.
Memahami: Peserta didik meninjau kembali kerangka negosiasi yang telah mereka susun, serta catatan tentang struktur dan ciri kebahasaan. Mereka juga dapat melihat contoh teks negosiasi yang baik sebagai referensi.
Mengaplikasi: Secara berkelompok (sesuai skenario proyek), peserta didik mulai menulis teks negosiasi lengkap berdasarkan kerangka yang telah disusun. Mereka berkolaborasi dalam mengembangkan dialog atau narasi, memastikan penggunaan bahasa yang persuasif dan santun, serta memperhatikan struktur yang benar.
Merefleksi: Setiap kelompok melakukan peer-editing dan self-editing terhadap teks negosiasi yang telah ditulis. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik secara langsung untuk membantu penyempurnaan teks.
Penutup: Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik dalam menulis teks negosiasi. Peserta didik diingatkan untuk mempersiapkan diri mempraktikkan negosiasi di pertemuan terakhir. Guru menutup dengan motivasi dan harapan.
Tujuan: Mempraktikkan negosiasi secara lisan dengan santun dan persuasif.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan semangat, mengingatkan tujuan akhir pembelajaran yaitu mempraktikkan negosiasi. Guru menjelaskan prosedur penilaian praktik negosiasi dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok meninjau kembali teks negosiasi yang telah mereka buat dan berlatih memerankan dialog negosiasi mereka. Mereka fokus pada intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh yang mendukung pesan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan simulasi negosiasi di depan kelas sesuai dengan skenario yang telah mereka buat. Kelompok lain bertindak sebagai penonton yang memberikan perhatian dan masukan konstruktif.
Merefleksi: Setelah setiap penampilan, guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik tentang efektivitas negosiasi, penggunaan bahasa, dan strategi yang diterapkan. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberanian dan usaha peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh rangkaian pembelajaran teks negosiasi, mulai dari struktur hingga praktik. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh proses dan hasil belajar, serta memotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan negosiasi dalam kehidupan. Doa penutup.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penyusunan kerangka, dan penulisan teks negosiasi, serta pemberian umpan balik berkelanjutan.
Akhir (sumatif): Penilaian teks negosiasi yang ditulis (produk) dan praktik simulasi negosiasi secara lisan (kinerja) berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis struktur teks negosiasi | Struktur teks negosiasi | 4 JP | Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi ciri kebahasaan teks negosiasi | Ciri kebahasaan teks negosiasi | 4 JP | Penalaran Kritis |
| Menentukan strategi negosiasi yang efektif | Strategi negosiasi | 4 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Menulis dan mempraktikkan teks negosiasi | Penyusunan dan praktik teks negosiasi | 12 JP | Komunikasi, Kolaborasi, Kreativitas |
Teks negosiasi adalah salah satu bentuk komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesional. Kemampuan bernegosiasi tidak hanya tentang mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi juga tentang bagaimana mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Modul ini akan membimbing Anda memahami seluk-beluk teks negosiasi, mulai dari struktur, ciri kebahasaan, hingga praktik langsung.
Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda atau bertentangan. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan perselisihan, mencari jalan tengah, atau mencapai kesepahaman yang menguntungkan semua pihak. Negosiasi yang berhasil seringkali menghasilkan solusi 'win-win' di mana kedua belah pihak merasa puas dengan hasil akhirnya. Contohnya, saat membeli barang di pasar, pembeli ingin harga murah dan penjual ingin untung, negosiasi mencoba mencari titik temu.
Teks negosiasi memiliki struktur yang khas untuk mencapai tujuannya. Dimulai dengan Orientasi sebagai pembuka dan perkenalan masalah, diikuti Pengajuan yang berisi keinginan satu pihak. Kemudian ada Penawaran yang merupakan respons dari pihak lain, lalu Persetujuan atau kesepakatan yang dicapai, dan diakhiri dengan Penutup yang berisi salam atau ucapan terima kasih. Urutan ini membantu alur percakapan menjadi terarah dan efektif. Misalnya, 'Selamat pagi, Pak. Saya ingin menawar harga sepatu ini.' (Orientasi).
Teks negosiasi menggunakan bahasa yang persuasif, santun, dan efektif. Ciri-ciri kebahasaan meliputi penggunaan kalimat persuasif untuk mengajak atau membujuk, tuturan pasangan (saling menanggapi antara pembicara dan lawan bicara), pronomina (kata ganti orang), konjungsi (kata penghubung), serta berbagai jenis kalimat seperti deklaratif (pernyataan), interogatif (pertanyaan), dan imperatif (perintah/ajakan). Contoh kalimat persuasif: 'Bagaimana kalau harganya kita turunkan sedikit, Pak?'
Untuk mencapai kesepakatan, diperlukan strategi negosiasi yang tepat. Beberapa strategi meliputi: 1) Win-win Solution, mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak; 2) Kompromi, masing-masing pihak mengurangi tuntutan; 3) Argumentasi Logis, menyampaikan alasan yang masuk akal; 4) Menggunakan Data dan Fakta, untuk mendukung argumen; 5) Bersikap Empati dan Santun, memahami sudut pandang lawan bicara. Penting untuk selalu menjaga etika dan menghormati lawan bicara.
Selain bahasa verbal, komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh juga memegang peranan penting dalam negosiasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan kepercayaan diri, senyuman dapat menciptakan suasana yang lebih positif, dan postur tubuh yang terbuka menunjukkan keterbukaan terhadap kesepakatan. Keselarasan antara verbal dan nonverbal akan meningkatkan efektivitas pesan yang disampaikan.
Menulis teks negosiasi membutuhkan pemahaman mendalam tentang struktur dan ciri kebahasaan. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menentukan topik dan pihak yang terlibat; 2) Mengidentifikasi tujuan dan kepentingan masing-masing pihak; 3) Menyusun kerangka sesuai struktur negosiasi; 4) Mengembangkan kerangka menjadi dialog atau narasi dengan bahasa yang persuasif dan santun; 5) Melakukan revisi dan penyuntingan untuk memastikan kejelasan dan ketepatan. Contohnya, menulis dialog antara penjual dan pembeli mobil bekas.
Praktik negosiasi melibatkan kemampuan menyampaikan argumen secara lisan, mendengarkan aktif, dan beradaptasi dengan respons lawan bicara. Hal ini melatih kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Dalam praktik, penting untuk menjaga intonasi yang ramah, ekspresi wajah yang menunjukkan keseriusan namun tetap terbuka, dan memilih kata-kata yang tidak provokatif. Latihan simulasi akan sangat membantu mengasah keterampilan ini di berbagai situasi.
Rangkuman: Teks negosiasi adalah interaksi penting untuk mencapai kesepakatan saling menguntungkan. Modul ini membahas struktur (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, penutup), ciri kebahasaan (persuasif, tuturan pasangan), strategi efektif (win-win solution, kompromi), serta pentingnya komunikasi nonverbal. Dengan memahami dan mempraktikkan negosiasi, peserta didik akan lebih terampil dalam berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan mencapai kesepahaman dalam berbagai konteks kehidupan pribadi maupun profesional.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks negosiasi yang disajikan.
Alat & bahan: Teks negosiasi cetak, alat tulis, stabilo berwarna
| Negosiasi | Proses tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan. |
| Persuasif | Bersifat membujuk atau meyakinkan. |
| Tuturan Pasangan | Pola percakapan yang saling menanggapi (misal: bertanya-menjawab). |
| Pronomina | Kata ganti orang atau benda. |
| Konjungsi | Kata penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat. |
| Win-win solution | Solusi yang menguntungkan semua pihak yang bernegosiasi. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.