Modul ajar Bahasa Indonesia SMK kelas XII materi Kritik dan Esai lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi dari berbagai teks (termasuk kritik dan esai) serta mampu menyusun teks argumentatif dan persuasif secara mandiri dan kolaboratif dengan etika berkomunikasi.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami teks eksposisi dan argumentasi serta mengidentifikasi opini dan fakta.
Pemahaman bermakna: Memahami kritik dan esai membantu kita tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga produsen gagasan yang mampu menganalisis dan mengekspresikan pandangan secara logis dan persuasif, baik dalam konteks akademik maupun profesional.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa membedakan antara sekadar mengeluh dengan menyampaikan kritik yang membangun, dan mengapa penting untuk bisa keduanya?
Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan antara kritik dan esai berdasarkan contoh teks yang disajikan.
Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, mengisi presensi, dan mengamati ilustrasi tentang ulasan produk atau film yang menarik perhatian mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi perbedaan kritik dan esai, serta mengajak peserta didik berdiskusi singkat tentang pengalaman mereka memberikan ulasan.
Memahami: Peserta didik secara individu membaca dua contoh teks (satu kritik, satu esai) yang disediakan guru, kemudian mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan keduanya berdasarkan pemahaman awal mereka, serta mencatat poin-poin penting dari kedua teks.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil identifikasi mereka, membandingkan temuan, dan menyimpulkan karakteristik umum serta perbedaan mendasar antara kritik dan esai, kemudian mempresentasikannya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan umpan balik. Guru memberikan penguatan konsep tentang kritik dan esai, meluruskan miskonsepsi, dan memberikan contoh tambahan untuk memperkaya pemahaman peserta didik.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar, serta memberikan petunjuk untuk materi pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.
Tujuan: Menganalisis struktur dan kebahasaan teks kritik dan esai secara tepat.
Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, mengisi presensi, dan diajak mengingat kembali perbedaan kritik dan esai. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis struktur dan kebahasaan kritik dan esai, kemudian memantik diskusi tentang bagaimana kita bisa yakin sebuah tulisan itu kritik atau esai.
Memahami: Peserta didik secara individu mengkaji ulang contoh teks kritik dan esai dari pertemuan sebelumnya, fokus pada struktur (misalnya, pengenalan, deskripsi, penilaian, simpulan untuk kritik; atau pendahuluan, isi, penutup untuk esai) dan ciri kebahasaan (kata kerja mental, konjungsi kausalitas, modalitas, dll.).
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis struktur dan ciri kebahasaan pada teks kritik dan esai yang berbeda, lalu mengisi tabel analisis yang telah disiapkan guru, kemudian membandingkan hasil analisis antar kelompok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, menjelaskan temuan struktur dan ciri kebahasaan. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya struktur dan kebahasaan yang tepat dalam kritik dan esai.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting tentang struktur dan kebahasaan kritik dan esai. Guru memberikan motivasi dan apresiasi, serta mengingatkan untuk mempersiapkan diri pada pertemuan selanjutnya yang akan mulai menyusun kerangka tulisan. Pembelajaran diakhiri dengan doa.
Tujuan: Menyusun kerangka tulisan kritik terhadap suatu karya (film/buku/seni) dengan argumen yang logis dan menyusun kerangka tulisan esai tentang isu aktual dengan sudut pandang yang jelas dan argumen yang kuat.
Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, mengisi presensi, dan diajak berdiskusi singkat tentang pentingnya membuat rencana sebelum menulis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun kerangka tulisan kritik dan esai, serta memotivasi mereka untuk mulai merencanakan 'proyek' menulis.
Memahami: Peserta didik secara individu memilih satu karya (film, buku, atau seni) untuk dikritik dan satu isu aktual untuk dijadikan esai. Mereka melakukan riset singkat untuk mengumpulkan data atau informasi pendukung yang relevan dengan pilihan mereka.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi dan saling membantu menyusun kerangka tulisan kritik dan esai berdasarkan pilihan masing-masing, memastikan setiap kerangka memiliki struktur yang jelas, argumen yang logis, dan sudut pandang yang kuat. Guru membimbing dan memberikan masukan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka tulisan kritik dan esai yang telah dibuat. Kelompok lain dan guru memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan kerangka, terutama terkait kelengkapan argumen dan kesesuaian dengan struktur.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya kerangka dalam menulis. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kolaborasi, serta menjelaskan bahwa pertemuan selanjutnya akan fokus pada penulisan draf. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan semangat untuk menulis.
Tujuan: Menulis teks kritik terhadap suatu karya dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, dan etika penulisan dan menulis teks esai tentang isu aktual dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, dan gaya penulisan yang persuasif.
Kegiatan awal: Peserta didik menyapa, berdoa, mengisi presensi, dan diajak merenungkan pentingnya menyampaikan gagasan melalui tulisan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menulis dan menyempurnakan tulisan kritik dan esai, menekankan bahwa ini adalah puncak dari pembelajaran mereka.
Memahami: Peserta didik secara mandiri mulai menulis draf teks kritik dan esai berdasarkan kerangka yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya, fokus pada pengembangan argumen, penggunaan bahasa yang tepat, dan penyampaian pesan yang jelas.
Mengaplikasi: Peserta didik melakukan peer-editing atau saling mengoreksi tulisan kritik dan esai dengan teman sekelompok, memberikan umpan balik konstruktif terkait struktur, kebahasaan, dan isi, kemudian merevisi tulisan masing-masing berdasarkan masukan yang diterima.
Merefleksi: Beberapa peserta didik secara sukarela membacakan hasil akhir tulisan kritik atau esainya di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik positif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya proses revisi dan keberanian untuk menyampaikan gagasan.
Penutup: Peserta didik bersama guru merayakan selesainya proyek menulis kritik dan esai. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh proses dan karya yang dihasilkan, menekankan bahwa setiap tulisan adalah cerminan pemikiran mereka. Pembelajaran diakhiri dengan doa, harapan agar terus berkarya, dan suasana yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan kejelasan kerangka tulisan, serta kemampuan memberikan umpan balik konstruktif saat peer-editing.
Akhir (sumatif): Penilaian terhadap produk akhir tulisan kritik dan esai yang dihasilkan peserta didik berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan kritik dan esai | Karakteristik dan perbedaan kritik dan esai | 4 JP | penalaran kritis |
| Menganalisis struktur dan kebahasaan teks kritik dan esai | Struktur dan kebahasaan kritik dan esai | 4 JP | penalaran kritis |
| Menyusun kerangka tulisan kritik dan esai | Penyusunan kerangka kritik dan esai | 4 JP | kreativitas, penalaran kritis |
| Menulis teks kritik dan esai | Penulisan dan revisi teks kritik dan esai | 4 JP | komunikasi, kreativitas |
Kritik dan esai adalah dua bentuk tulisan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di media massa maupun dalam diskusi akademik. Meskipun sering dianggap mirip, keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan gaya penulisan yang berbeda. Memahami kritik dan esai akan membekali kita dengan kemampuan berpikir kritis, menganalisis, dan menyampaikan gagasan secara efektif dan persuasif.
Kritik adalah tanggapan atau penilaian terhadap suatu karya (seni, sastra, film, dll.) yang disertai dengan pertimbangan baik-buruk, benar-salah, atau layak-tidak layak secara objektif dan sistematis. Tujuannya adalah membangun dan memberikan masukan. Sementara itu, esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulis secara subjektif, namun tetap didukung oleh argumen yang logis. Esai seringkali bersifat reflektif dan menggugah pemikiran pembaca tentang suatu isu aktual.
Perbedaan mendasar terletak pada fokus dan sifatnya. Kritik cenderung lebih objektif, berorientasi pada analisis karya, dan bertujuan memberi penilaian serta saran perbaikan. Contohnya, kritik film akan mengulas aspek sinematografi, akting, dan alur cerita. Esai bersifat lebih subjektif, berorientasi pada gagasan atau isu, dan bertujuan untuk mengekspresikan pandangan pribadi penulis. Contohnya, esai tentang dampak media sosial pada remaja akan menyajikan pandangan penulis dengan argumen pendukung.
Teks kritik umumnya memiliki struktur sebagai berikut: 1) Pernyataan Umum (pendahuluan yang memperkenalkan karya dan konteksnya), 2) Deskripsi Karya (penjelasan rinci tentang aspek-aspek karya), 3) Penilaian/Analisis (pemberian pendapat, kelebihan, kekurangan, dan argumen pendukung), 4) Simpulan/Saran (rekomendasi atau harapan penulis kritik). Struktur ini membantu pembaca memahami alur penilaian yang disampaikan kritikus.
Struktur teks esai umumnya lebih fleksibel namun tetap terorganisir: 1) Pendahuluan (memperkenalkan topik dan tesis atau sudut pandang penulis), 2) Isi (pengembangan argumen, bukti, dan contoh untuk mendukung tesis), 3) Penutup (penegasan kembali tesis, simpulan, atau ajakan berpikir). Dalam esai, setiap paragraf isi idealnya fokus pada satu ide utama yang mendukung argumen keseluruhan.
Teks kritik dan esai menggunakan bahasa yang formal dan lugas. Ciri kebahasaan umum meliputi: 1) Kata kerja mental (misalnya: berpendapat, menyimpulkan, berasumsi), 2) Konjungsi kausalitas (sebab, karena, oleh sebab itu) untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, 3) Modalitas (mungkin, harus, akan) untuk menyatakan kepastian atau kemungkinan, 4) Kata-kata rujukan (ini, itu, tersebut) untuk kepaduan teks, dan 5) Penggunaan kalimat kompleks dan kalimat majemuk untuk menyampaikan gagasan yang rumit.
Untuk menyusun kritik yang baik, ikuti langkah-langkah ini: 1) Memilih karya yang akan dikritik, 2) Mengamati dan menganalisis karya secara mendalam, 3) Mengumpulkan data atau referensi pendukung, 4) Membuat kerangka tulisan (pernyataan umum, deskripsi, analisis, simpulan), 5) Menulis draf kritik dengan argumen yang kuat dan objektif, 6) Merevisi dan menyunting tulisan agar efektif dan tidak bias.
Menulis esai memerlukan tahapan: 1) Memilih topik atau isu aktual yang menarik, 2) Melakukan riset dan mengumpulkan informasi, 3) Menentukan sudut pandang atau tesis yang akan dipertahankan, 4) Membuat kerangka esai (pendahuluan, isi, penutup), 5) Mengembangkan argumen dan bukti dalam draf tulisan, 6) Merevisi dan menyunting esai untuk memastikan kohesi, koherensi, dan persuasivitas.
Dalam menulis kritik maupun esai, penting untuk menjunjung tinggi etika. Ini termasuk: 1) Menghindari plagiarisme dengan selalu mencantumkan sumber, 2) Menggunakan bahasa yang santun dan menghindari serangan pribadi, 3) Menyampaikan kritik secara konstruktif dan solutif, bukan hanya mencari kesalahan, 4) Menghormati perbedaan pandangan, dan 5) Memastikan semua informasi yang disajikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rangkuman: Kritik dan esai adalah dua jenis tulisan yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan ekspresi. Kritik berfokus pada penilaian objektif suatu karya dengan tujuan membangun, sementara esai menyajikan pandangan subjektif penulis tentang suatu isu aktual. Keduanya memiliki struktur dan ciri kebahasaan yang khas. Menguasai penulisan kritik dan esai membekali kita untuk menjadi pembaca yang cerdas dan penulis yang mampu menyampaikan gagasan secara efektif dan beretika, sangat relevan dalam dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Tujuan: Membimbing peserta didik untuk menganalisis struktur dan kebahasaan teks kritik dan esai.
Alat & bahan: Teks kritik, teks esai, alat tulis, lembar LKPD
| Kritik | Tanggapan atau penilaian terhadap suatu karya yang disertai pertimbangan baik-buruk secara objektif. |
| Esai | Karangan prosa yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulis secara subjektif. |
| Objektif | Berdasarkan fakta dan tidak dipengaruhi oleh perasaan atau prasangka pribadi. |
| Subjektif | Berdasarkan pandangan atau perasaan pribadi penulis. |
| Tesis | Pernyataan utama atau argumen sentral yang akan dibuktikan atau dijelaskan dalam sebuah tulisan. |
| Modalitas | Ungkapan dalam bahasa yang menunjukkan sikap atau pandangan penutur terhadap suatu pernyataan, seperti kepastian, kemungkinan, atau keharusan. |
| Konjungsi Kausalitas | Kata hubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat, seperti karena, sebab, oleh karena itu. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.