tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKInformatika › Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman
SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Informatika Kelas X
Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman

Modul ajar Informatika SMK kelas X materi Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Informatika kelas X materi Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman
Ringkasan: Modul ini telah membekali kalian dengan pemahaman dasar tentang tahapan produksi broadcasting dan perfilman, peran elemen teknis seperti kamera, suara, dan pencahayaan, serta keterampilan menulis naskah dan melakukan praktik produksi video sederhana. Dengan pengetahuan ini, kalian dapat mulai menciptakan karya audiovisual sendiri.
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan praktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KemandirianWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISInformatika · Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai konteks, termasuk produksi konten digital, serta mengkomunikasikan ide dan informasi secara efektif menggunakan berbagai media.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang media digital dan cara mengonsumsi konten audiovisual.

Pemahaman bermakna: Memahami proses kreatif dan teknis di balik pembuatan konten broadcasting dan perfilman akan membuka wawasan tentang bagaimana cerita disampaikan melalui media visual dan audio, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya audiovisual.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kamu menonton film atau acara televisi yang sangat berkesan? Bagaimana menurutmu proses pembuatannya sehingga bisa menjadi sehebat itu?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi tahapan-tahapan utama dalam proses produksi broadcasting dan perfilman serta menjelaskan fungsi elemen dasar produksi audiovisual.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, serta mengaitkan materi dengan pengalaman peserta didik dalam menonton film atau tayangan televisi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik untuk memotivasi.

Memahami: Peserta didik mengamati video singkat tentang proses produksi film/siaran, kemudian secara berkelompok mendiskusikan dan mengidentifikasi tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, serta fungsi dasar kamera, suara, dan pencahayaan.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat daftar elemen-elemen penting yang dibutuhkan untuk sebuah produksi video pendek sederhana berdasarkan pemahaman awal mereka.

Merefleksi: Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan hasil identifikasi tahapan dan elemen produksi dari setiap kelompok, memberikan umpan balik, dan menguatkan konsep yang benar.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum tahapan produksi broadcasting dan perfilman. Peserta didik diajak merefleksikan apa yang telah dipelajari dan antusiasme untuk pertemuan selanjutnya. Guru memberikan apresiasi dan menugaskan untuk mencari contoh naskah sederhana.

Pertemuan 2 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Peserta didik mampu merancang ide cerita sederhana untuk sebuah produksi video pendek dan membuat naskah dasar.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya, memeriksa tugas mencari contoh naskah, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang ide dan naskah.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk mengembangkan ide cerita yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kemudian mulai menyusun kerangka naskah sederhana (sinopsis, karakter, alur).

Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menulis naskah video pendek berdasarkan ide yang telah disepakati, mencakup dialog, deskripsi adegan, dan instruksi teknis dasar.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka naskah mereka, mendapatkan umpan balik dari kelompok lain dan guru, serta melakukan revisi jika diperlukan.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas ide dan naskah yang telah dibuat, serta memberikan motivasi untuk persiapan pengambilan gambar di pertemuan selanjutnya. Peserta didik diingatkan untuk membawa perangkat yang dibutuhkan.

Pertemuan 3 — PjBL dengan praktik

Tujuan: Peserta didik mampu melakukan pengambilan gambar dasar menggunakan perangkat sederhana dan melakukan penyuntingan video dasar untuk menghasilkan karya video pendek.

Kegiatan awal: Guru menyapa, mengingatkan kembali naskah yang telah dibuat, dan menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik pengambilan gambar dan penyuntingan.

Memahami: Peserta didik mendengarkan penjelasan singkat tentang teknik dasar pengambilan gambar (sudut pandang, komposisi) dan cara menggunakan aplikasi penyuntingan video sederhana di perangkat mereka.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok melakukan praktik pengambilan gambar sesuai naskah yang telah dibuat menggunakan smartphone atau kamera sederhana, kemudian melakukan penyuntingan dasar untuk menggabungkan klip video, menambahkan audio, dan teks sederhana.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya video pendek mereka kepada kelas, guru memberikan umpan balik konstruktif, dan peserta didik saling memberikan apresiasi.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum seluruh proses pembuatan video pendek. Peserta didik merefleksikan pengalaman belajar mereka, guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas, serta memberikan motivasi untuk terus berkarya.

4 Asesmen

Proses (formatif): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok, kualitas partisipasi dalam tanya jawab, dan progres pengerjaan naskah serta video.

Akhir (sumatif): Asesmen sumatif berupa penilaian terhadap video pendek yang dihasilkan peserta didik berdasarkan rubrik yang telah ditentukan, mencakup ide cerita, naskah, kualitas teknis pengambilan gambar, dan penyuntingan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi tahapan produksi broadcasting dan perfilmanTahapan Produksi (Pra, Produksi, Pasca)2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan fungsi elemen dasar produksi audiovisualElemen Produksi (Kamera, Suara, Cahaya)2 JPPenalaran Kritis
Merancang ide cerita dan menyusun naskah video pendekPenulisan Naskah Sederhana2 JPKreativitas
Melakukan praktik pengambilan gambar dan penyuntingan video dasarPraktik Produksi Video Sederhana4 JPKemandirian

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat datang di dunia broadcasting dan perfilman! Modul ini akan mengajak kalian menjelajahi proses kreatif di balik layar kaca. Dari ide cemerlang hingga menjadi karya audiovisual yang memukau, kita akan belajar bersama tahapan-tahapan pentingnya.

Tahapan Produksi: Dari Ide Menjadi Nyata

Produksi broadcasting dan perfilman terbagi menjadi tiga tahap utama: pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pra-produksi adalah fase perencanaan matang, meliputi penentuan ide, penulisan naskah, storyboard, dan persiapan logistik. Tahap produksi adalah eksekusi di lapangan, di mana adegan direkam sesuai naskah dengan memperhatikan aspek teknis seperti kamera, suara, dan pencahayaan. Terakhir, pasca-produksi adalah tahap penyempurnaan, mencakup penyuntingan video, penambahan efek suara, musik, dan pewarnaan untuk menghasilkan karya akhir yang siap ditayangkan.

Peran Penting Kamera, Suara, dan Pencahayaan

Dalam produksi audiovisual, tiga elemen teknis ini memegang peranan krusial. Kamera berfungsi menangkap visual, pemilihan sudut pandang dan komposisi dapat mempengaruhi emosi penonton. Kualitas suara yang baik sangat penting agar dialog dan efek suara terdengar jelas, seringkali membutuhkan mikrofon khusus. Pencahayaan tidak hanya menerangi objek, tetapi juga menciptakan atmosfer dan mood dalam adegan, apakah itu dramatis, ceria, atau misterius. Ketiga elemen ini harus bekerja harmonis untuk menghasilkan gambar yang menarik dan cerita yang tersampaikan dengan baik.

Menulis Naskah: Fondasi Cerita

Naskah adalah tulang punggung sebuah produksi. Ia berisi dialog antar karakter, deskripsi adegan, aksi, dan petunjuk teknis lainnya. Dalam penulisan naskah sederhana, fokuslah pada ide cerita yang kuat, karakter yang menarik, dan alur yang jelas. Mulailah dengan sinopsis, lalu kembangkan menjadi adegan per adegan. Pastikan dialog terdengar natural dan sesuai dengan karakter yang dibangun. Naskah yang baik akan mempermudah proses pengambilan gambar dan penyuntingan.

Praktik Pengambilan Gambar dan Penyuntingan

Saat ini, smartphone sudah sangat mumpuni untuk melakukan pengambilan gambar berkualitas. Pelajari teknik dasar seperti rule of thirds untuk komposisi yang baik, variasi sudut pengambilan gambar (close-up, medium shot, long shot), dan gerakan kamera sederhana. Setelah gambar terekam, gunakan aplikasi penyuntingan video untuk menggabungkan klip, memotong bagian yang tidak perlu, menambahkan musik latar, dan teks. Proses ini membutuhkan kreativitas dan ketelitian untuk menciptakan alur cerita yang kohesif.

Rangkuman: Modul ini telah membekali kalian dengan pemahaman dasar tentang tahapan produksi broadcasting dan perfilman, peran elemen teknis seperti kamera, suara, dan pencahayaan, serta keterampilan menulis naskah dan melakukan praktik produksi video sederhana. Dengan pengetahuan ini, kalian dapat mulai menciptakan karya audiovisual sendiri.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik dalam merancang ide cerita dan menyusun naskah video pendek sederhana.

Alat & bahan: Kertas, alat tulis, laptop/tablet (opsional), smartphone (opsional)

  1. Diskusikan ide cerita yang paling menarik untuk diangkat menjadi video pendek.
  2. Tentukan tema, pesan utama, dan target audiens video Anda.
  3. Buatlah sinopsis singkat cerita Anda.
  4. Kembangkan sinopsis menjadi kerangka naskah yang lebih detail (adegan, lokasi, karakter, dialog awal).
  5. Tuliskan naskah lengkap termasuk deskripsi adegan dan dialog.

8 Glosarium

BroadcastingPenyiaran konten audio atau video secara luas melalui media elektronik.
Pra-produksiTahap awal dalam produksi yang meliputi perencanaan dan persiapan.
ProduksiTahap pelaksanaan pengambilan gambar atau rekaman audio.
Pasca-produksiTahap akhir yang meliputi penyuntingan, penambahan efek, dan finalisasi karya.
NaskahDokumen tertulis yang berisi dialog, deskripsi adegan, dan instruksi produksi.
StoryboardRangkaian gambar yang menggambarkan urutan adegan dalam sebuah produksi.

9 Materi Informatika Terkait

Berpikir KomputasionalInformatika Kelas X SMK
Pelajari Berpikir Komputasional →
Jaringan dan InternetInformatika Kelas X SMK
Pelajari Jaringan dan Internet →
Sistem KomputerInformatika Kelas X SMK
Pelajari Sistem Komputer →
Jaringan dan InternetInformatika Kelas XII SMK
Pelajari Jaringan dan Internet →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Informatika Dasar Dasar Broadcasting dan Perfilman ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.