Modul Ajar SMK

Modul Ajar Informatika SMK

20 modul ajar Informatika SMK untuk kelas X, dan XII — mulai ALGORITMA PEMOGRAMAN DAN PRAKTIK LINTAS BIDANG, ANALISIS DATA DAN DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA, dan…

20 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi Informatika SMK & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Berpikir Komputasional, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Berpikir Komputasional selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Informatika SMK ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Informatika SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Berpikir Komputasional
Informatika · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasF / XII
Materi PokokBerpikir Komputasional
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan komputer dan logika sederhana dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi berbagai pendekatan dalam menyelesaikan masalah kompleks menggunakan prinsip berpikir komputasional.
  2. Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
    Peserta didik menghasilkan gagasan-gagasan orisinal untuk merancang solusi inovatif terhadap masalah nyata dengan menerapkan berpikir komputasional.
  3. Kolaborasi — elemen: Kerja sama
    Peserta didik bekerja sama dalam tim untuk memecahkan masalah, berbagi ide, dan membangun solusi bersama berbasis berpikir komputasional.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerpikir Komputasional
Rumusan CP FasePada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah kompleks, baik dalam konteks informatika maupun disiplin ilmu lain, dengan merumuskan solusi yang efisien dan efektif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerpikir komputasional digunakan dalam pengembangan algoritma pencarian rute terpendek di aplikasi peta digital.
KonseptualBerpikir komputasional melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma untuk menemukan solusi masalah.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah dekomposisi masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana berpikir komputasional dapat membantu mereka memecahkan berbagai jenis masalah secara sistematis dan kreatif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis data, peserta didik dapat mengenali pola-pola yang muncul pada masalah dan menggeneralisasikannya secara akurat.
  3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan abstraksi dari masalah yang kompleks untuk fokus pada informasi esensial dengan benar.
  4. Dengan menggunakan diagram alir, peserta didik dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah yang telah diabstraksi secara logis.
  5. Setelah merancang algoritma, peserta didik dapat mengimplementasikan solusi berbasis berpikir komputasional dalam bentuk pseudocode atau kode program sederhana dengan benar.
  6. Melalui presentasi proyek, peserta didik dapat mengevaluasi efektivitas dan efisiensi solusi yang telah dibuat berdasarkan prinsip berpikir komputasional secara kritis.
Halaman 2 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional bukan hanya tentang komputer, melainkan cara berpikir sistematis untuk memecahkan masalah kompleks, yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan dan profesi.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memecahkan masalah besar dan rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuMatematika: Penerapan konsep logika, deret, dan optimasi dalam perancangan algoritma.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun kalimat yang runtut dan jelas untuk menjelaskan langkah-langkah algoritma dan hasil pemecahan masalah.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan: Penggunaan berpikir komputasional untuk merancang solusi inovatif atau proses produksi yang efisien.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang masalah sehari-hari di rumah yang dapat dipecahkan dengan berpikir komputasional, seperti mengatur jadwal atau inventaris.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang fleksibel dan akses mudah ke papan tulis atau proyektor, dengan pencahayaan yang nyaman untuk diskusi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform simulasi algoritma atau lingkungan pemrograman visual seperti Scratch atau Blockly untuk menguji dan memvisualisasikan solusi.
Halaman 3 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Komputasi: Guru menyebutkan kata terkait komputasi satu per satu, peserta didik menebak kategori atau arti cepat. Contoh: 'Algoritma' - 'Langkah-langkah'.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan gambar labirin dan bertanya bagaimana cara robot menemukan jalan keluar, mengaitkan dengan konsep pemecahan masalah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik tentang cara memecahkan masalah besar, memastikan peserta didik memahami fokus belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memaparkan studi kasus masalah sehari-hari yang kompleks (misal: mengatur jadwal pengiriman barang untuk banyak pelanggan) dan memantik diskusi tentang tantangan yang dihadapi.
  2. Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan mendasar yang akan dijawab melalui proyek, seperti 'Bagaimana kita bisa mengoptimalkan rute pengiriman barang agar efisien?'
  3. Guru menayangkan video singkat tentang dekomposisi masalah dalam berpikir komputasional dan mengajak peserta didik mengidentifikasi elemen-elemen kunci.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi studi kasus masalah.
  2. Setiap kelompok mendiskusikan studi kasus dan mengidentifikasi masalah utama, kemudian memecahnya menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan terkelola.
  3. Peserta didik dalam kelompok membuat daftar tugas dan peran untuk setiap anggota dalam menyelesaikan sub-masalah yang telah didekomposisi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah mereka di depan kelas, menjelaskan bagaimana masalah besar dibagi menjadi bagian-bagian.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi, menyoroti kekuatan dan area yang bisa diperbaiki dalam dekomposisi.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya dekomposisi dalam berpikir komputasional dan memastikan pemahaman konsep dasar.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan pentingnya dekomposisi masalah sebagai langkah awal berpikir komputasional.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan partisipasi aktif peserta didik, lalu mengajak mereka merenungkan manfaat berpikir sistematis dalam kehidupan.
  3. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis data, peserta didik dapat mengenali pola-pola yang muncul pada masalah dan menggeneralisasikannya secara akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Deteksi Pola Kata: Guru menyebutkan serangkaian kata, peserta didik harus menemukan pola tersembunyi (misal: kata berakhiran 'an', kata benda).
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengulas kembali konsep dekomposisi masalah dari pertemuan sebelumnya dan bertanya bagaimana langkah selanjutnya setelah masalah dipecah.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang pengenalan pola dan mengaitkannya dengan proyek yang sedang berjalan, memastikan peserta didik siap untuk tahap berikutnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk meninjau kembali dekomposisi masalah dari pertemuan sebelumnya dan mengidentifikasi data yang relevan.
  2. Guru menayangkan contoh-contoh pengenalan pola dalam berbagai konteks (misal: pola cuaca, pola lalu lintas) dan menjelaskan bagaimana pola dapat membantu memprediksi atau menyederhanakan masalah.
  3. Peserta didik dalam kelompok menganalisis data yang diberikan (misal: data rute pengiriman sebelumnya, data kepadatan lalu lintas) untuk mencari pola-pola yang muncul.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Peserta didik melanjutkan kerja kelompok untuk mengidentifikasi pola-pola yang relevan dengan sub-masalah yang telah didekomposisi.
  2. Setiap kelompok mendokumentasikan pola-pola yang ditemukan dan mulai menyusun jadwal atau tahapan kerja untuk proyek mereka, termasuk bagaimana pola tersebut akan dimanfaatkan.
  3. Peserta didik berdiskusi tentang bagaimana pola-pola ini dapat digeneralisasi untuk diterapkan pada kasus-kasus serupa atau lebih luas.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan pola-pola yang mereka temukan dan generalisasinya, menjelaskan relevansinya dengan masalah proyek.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik mengenai validitas dan relevansi pola yang diidentifikasi serta potensi generalisasinya.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pengenalan pola sebagai langkah vital dalam berpikir komputasional untuk menyederhanakan masalah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama-sama menyimpulkan bahwa pengenalan pola membantu menemukan solusi yang efisien untuk masalah yang berulang.
  2. Guru mengapresiasi semangat peserta didik dalam menemukan pola dan mendorong mereka untuk terus mengembangkan kepekaan terhadap pola di sekitar.
  3. Guru mengingatkan tentang tahapan proyek selanjutnya dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKPecahkan Masalah, Temukan Pola!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mendekomposisi masalah, mengenali pola, dan merumuskan abstraksi untuk merancang solusi.

Alat & bahan: Kertas, pensil/pulpen, sticky notes, studi kasus (terlampir), komputer dengan akses internet

Langkah kerja:

  1. Tuliskan urutan perintah (atas, bawah, kiri, kanan) agar robot mencapai bintang dengan langkah paling sedikit.
    123456ABCDEF
    Gambar 1. Labirin
  2. Amati studi kasus pengiriman barang yang diberikan oleh guru. Identifikasi masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan logistik.
  3. Gunakan peta pikiran untuk mendekomposisi masalah utama menjadi sub-masalah yang lebih kecil dan terkelola. Tuliskan setiap sub-masalah pada cabang-cabang peta.
  4. Analisis data pengiriman yang tersedia (misal: daftar alamat, waktu tempuh rata-rata) dan temukan pola-pola yang muncul (misal: rute berulang, area padat).
  5. Berdasarkan dekomposisi dan pola, rumuskan abstraksi dari masalah tersebut. Fokus pada informasi esensial dan abaikan detail yang tidak relevan.
  6. Rancang algoritma sederhana dalam bentuk diagram alir atau pseudocode untuk menyelesaikan salah satu sub-masalah yang telah diabstraksi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda pahami tentang 'masalah' dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Pernahkah Anda memecahkan masalah dengan membuat daftar langkah-langkah?
  3. Menurut Anda, apa gunanya menyederhanakan masalah yang rumit?
  4. Berikan satu contoh masalah yang menurut Anda sulit dipecahkan.

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok dalam mendekomposisi masalah, mengenali pola, dan merancang algoritma, serta partisipasi aktif dalam diskusi.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek akhir berupa presentasi solusi komputasional dan laporan implementasi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi masalah kompleks dan mendekomposisinyaDekomposisi Masalah2 JPPenalaran Kritis
2Mengenali pola dan merumuskan abstraksiPengenalan Pola dan Abstraksi2 JPKreativitas
3Merancang dan mengimplementasikan algoritmaAlgoritma dan Implementasi2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
4Mengevaluasi efektivitas solusi komputasionalEvaluasi Solusi2 JPPenalaran Kritis
Halaman 8 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Berpikir komputasional adalah keterampilan fundamental yang melibatkan penyelesaian masalah dengan cara yang dapat dipahami oleh komputer, namun sangat relevan untuk manusia. Ini bukan hanya tentang pemrograman, tetapi cara berpikir sistematis yang memungkinkan kita menghadapi tantangan kompleks di berbagai bidang, mulai dari sains hingga bisnis.

1. Dekomposisi Masalah
Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih sederhana, dan lebih mudah dikelola. Setiap bagian dapat diselesaikan secara terpisah, dan ketika semua bagian disatukan, masalah asli akan terpecahkan. Misalnya, merencanakan perjalanan liburan dapat didekomposisi menjadi memilih tujuan, memesan tiket, mencari akomodasi, dan menyusun jadwal kegiatan.

2. Pengenalan Pola
Pengenalan pola adalah kemampuan untuk menemukan kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data. Setelah masalah didekomposisi, kita dapat mencari pola-pola yang muncul di antara sub-masalah atau dalam data yang terkait. Mengidentifikasi pola membantu kita memahami masalah lebih dalam dan menemukan solusi yang dapat digeneralisasi. Contohnya, mengenali pola dalam data penjualan untuk memprediksi permintaan produk di masa mendatang.

3. Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyaring informasi yang tidak penting dan fokus pada detail yang esensial saja. Ini membantu kita menyederhanakan masalah dengan membuat representasi umum tanpa mengabaikan inti permasalahan. Dengan abstraksi, kita dapat membuat model masalah yang lebih mudah dianalisis dan dipecahkan. Misalnya, peta jalan adalah abstraksi dari dunia nyata yang menghilangkan detail seperti bangunan dan pepohonan, hanya menyisakan informasi jalan dan rute.

4. Perancangan Algoritma
Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang terstruktur dan logis untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Setelah masalah didekomposisi, pola dikenali, dan abstraksi dibuat, langkah selanjutnya adalah merancang algoritma. Algoritma dapat digambarkan menggunakan diagram alir, pseudocode, atau bahasa pemrograman. Contohnya, algoritma untuk mencari buku di perpustakaan dimulai dari memeriksa rak, membaca judul, hingga mengambil buku.

5. Implementasi dan Pengujian
Implementasi adalah proses mengubah algoritma yang telah dirancang menjadi bentuk yang dapat dieksekusi, misalnya kode program. Setelah diimplementasikan, solusi perlu diuji untuk memastikan bahwa ia bekerja dengan benar dan efektif dalam menyelesaikan masalah. Pengujian melibatkan menjalankan solusi dengan berbagai masukan data dan memverifikasi outputnya. Jika ada kesalahan, proses debugging atau perbaikan akan dilakukan hingga solusi optimal tercapai.

6. Manfaat Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional melatih kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Keterampilan ini tidak hanya relevan dalam bidang informatika, tetapi juga dalam berbagai disiplin ilmu dan profesi. Dengan berpikir komputasional, individu menjadi lebih adaptif dalam menghadapi masalah baru, mampu merancang solusi inovatif, dan bekerja secara lebih efisien dan sistematis. Ini adalah fondasi penting untuk inovasi di era digital.

Rangkuman: Berpikir komputasional adalah kerangka kerja pemecahan masalah yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Keterampilan ini memungkinkan kita memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menemukan keteraturan, menyaring informasi esensial, dan merancang langkah-langkah solusi yang logis dan efisien. Ini adalah fondasi penting untuk inovasi di era digital.

Halaman 9 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
AlgoritmaSerangkaian langkah terstruktur untuk menyelesaikan masalah.
DekomposisiMemecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.
PolaKeteraturan atau kesamaan yang berulang dalam data.
AbstraksiFokus pada detail esensial, mengabaikan yang tidak perlu.
PseudocodeDeskripsi algoritma yang mirip kode program, tetapi tidak spesifik bahasa.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Informatika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Berpikir Komputasional" mata pelajaran Informatika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Berpikir Komputasional — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Peta materi Informatika SMK — 8 materi, kelas X, modul ajar siap unduh
Contoh sampul modul ajar Informatika SMK — Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

Modul Ajar Informatika di SMK

Peta di halaman ini memuat 8 materi Informatika kelas X di SMK, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase E, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk SMK di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Mata pelajaran umum di SMK memakai capaian yang sama dengan SMA, tetapi kegiatannya dikaitkan dengan konteks kejuruan dan dunia kerja yang ditempuh peserta didik.

Yang disusun di sini perangkat ajar Informatika SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Informatika SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Informatika SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Informatika bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIPeta Konsep
Berpikir KomputasionalDekomposisi MasalahPengenalan PolaAbstraksiPerancangan AlgoritmaImplementasi dan Pengujian
Dari sub-bab Berpikir KomputasionalLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaInformatika · Kelas XIIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Informatika SMK

Apakah modul ajar Informatika ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Apa saja materi Informatika SMK?

8 materi, urut mengajar dari Berpikir Komputasional hingga Praktik Lintas Bidang. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Informatika?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.