Modul ajar Pendidikan Agama Islam SMK kelas X materi Kompetisi dalam Kebaikan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar berbuat baik dan pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan berdasarkan ajaran Islam.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat) mendorong peserta didik untuk proaktif, inovatif, dan kolaboratif dalam melakukan amal saleh, serta menjadikannya gaya hidup yang berdampak positif bagi diri dan lingkungan.
Pertanyaan pemantik: Mengapa Allah memerintahkan kita untuk 'berlomba-lomba' dalam kebaikan, bukan hanya 'berbuat' kebaikan?
Tujuan: Menjelaskan makna Q.S. Al-Baqarah/2:148 dan Q.S. Al-Maidah/5:48 tentang fastabiqul khairat dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik dalam membantu orang lain, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an terkait fastabiqul khairat (Q.S. Al-Baqarah/2:148 dan Q.S. Al-Maidah/5:48) serta mencari artinya dari berbagai sumber tafsir dan terjemahan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mendiskusikan inti makna dari ayat-ayat tersebut, mengaitkannya dengan pentingnya bergegas dalam kebaikan, dan menyusun poin-poin utama pemahaman mereka.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan pemahaman tentang konsep fastabiqul khairat.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi, memberikan tugas untuk mencari contoh nyata kompetisi dalam kebaikan, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menganalisis contoh-contoh perilaku kompetisi dalam kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dan sejarah Islam serta merumuskan strategi implementasi fastabiqul khairat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya, dan mengaitkannya dengan tugas mencari contoh perilaku kompetisi dalam kebaikan. Guru kemudian menyajikan skenario permasalahan di lingkungan sekolah atau masyarakat yang membutuhkan solusi kebaikan.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis skenario permasalahan yang diberikan, mengidentifikasi akar masalah, dan mengaitkannya dengan peluang untuk menerapkan fastabiqul khairat sebagai solusi. Mereka juga berbagi contoh-contoh yang ditemukan dari tugas sebelumnya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok merumuskan beberapa strategi konkret untuk mengimplementasikan fastabiqul khairat dalam mengatasi permasalahan tersebut, dengan mempertimbangkan sumber daya dan potensi kolaborasi yang ada.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan strategi mereka, terjadi sesi tanya jawab dan umpan balik, guru memberikan masukan konstruktif, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang keberlanjutan strategi tersebut.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan pentingnya perencanaan dalam berbuat kebaikan, memberikan apresiasi, dan memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya tentang perancangan proyek, lalu menutup dengan doa.
Tujuan: Merancang proyek kebaikan kolaboratif yang inovatif dan berkelanjutan, mempresentasikan hasilnya, dan menilai dampak positif dari proyek kebaikan yang telah dilaksanakan.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tujuan proyek kebaikan, dan memotivasi peserta didik untuk berkolaborasi secara maksimal dalam merancang proyek.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok yang sama (dari pertemuan sebelumnya) mulai merancang proyek kebaikan konkret berdasarkan strategi yang telah dirumuskan. Mereka membuat proposal proyek sederhana yang mencakup tujuan, sasaran, aktivitas, penanggung jawab, waktu, dan perkiraan dampak.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyek kebaikan mereka di depan kelas. Kelompok lain dan guru memberikan masukan untuk penyempurnaan. Setelah presentasi, kelompok segera membuat rencana tindak lanjut untuk melaksanakan proyek tersebut (bisa di luar jam pelajaran atau sebagai tugas mandiri).
Merefleksi: Guru memfasilitasi diskusi tentang tantangan dan peluang dalam pelaksanaan proyek, serta bagaimana proyek tersebut dapat menjadi wujud nyata fastabiqul khairat. Peserta didik merefleksikan komitmen mereka untuk melaksanakan proyek dan menilai potensi dampaknya.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas dan kolaborasi peserta didik, menekankan pentingnya istiqamah dalam berbuat kebaikan, memberikan tindak lanjut untuk pelaksanaan proyek di luar kelas, dan menutup pembelajaran dengan doa serta motivasi agar menjadi agen kebaikan di masyarakat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan kontribusi pada perancangan proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian proposal proyek kebaikan kolaboratif dan presentasi hasil proyek, serta refleksi dampak yang dihasilkan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan makna Q.S. Al-Baqarah/2:148 dan Q.S. Al-Maidah/5:48 tentang fastabiqul khairat dengan tepat. | Dalil Naqli dan Tafsir Fastabiqul Khairat | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menganalisis contoh-contoh perilaku kompetisi dalam kebaikan dan merumuskan strategi implementasinya. | Contoh Perilaku dan Strategi Fastabiqul Khairat | 2 JP | kolaborasi, penalaran kritis |
| Merancang proyek kebaikan kolaboratif yang inovatif dan mempresentasikannya. | Perancangan dan Presentasi Proyek Kebaikan | 2 JP | kreativitas, kolaborasi, komunikasi |
Materi 'Kompetisi dalam Kebaikan' ini akan mengajak kita memahami pentingnya berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh. Konsep 'fastabiqul khairat' bukan hanya sekadar ajakan berbuat baik, melainkan dorongan untuk menjadi yang terdepan dalam setiap kebaikan. Ini adalah panggilan untuk proaktif, inovatif, dan kolaboratif dalam menciptakan dampak positif bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan.
Fastabiqul khairat (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ) secara harfiah berarti 'berlomba-lombalah dalam kebaikan'. Ini adalah perintah Allah Swt. yang termaktub dalam Al-Qur'an, contohnya Q.S. Al-Baqarah/2:148: وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ (Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan). Ayat ini menekankan bahwa di mana pun kita berada, tujuan hakiki adalah berorientasi pada kebaikan. Perintah ini bukan untuk bersaing dalam hal duniawi, melainkan dalam meraih ridha Allah melalui amal saleh. Ini juga mengajarkan agar tidak menunda-nunda kebaikan.
Selain Q.S. Al-Baqarah/2:148, perintah fastabiqul khairat juga terdapat dalam Q.S. Al-Maidah/5:48: ...فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (…maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu). Ayat ini menguatkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah, sehingga waktu di dunia harus dimanfaatkan untuk berlomba dalam kebaikan. Hadis Nabi Muhammad ﷺ juga banyak yang mendukung, seperti hadis yang menganjurkan bersegera dalam sedekah atau menolong sesama.
Perintah untuk 'berlomba' dalam kebaikan memiliki beberapa hikmah. Pertama, kebaikan memiliki batas waktu (usia, kesempatan, kesehatan), sehingga menunda kebaikan bisa berarti kehilangan kesempatan. Kedua, berlomba mendorong motivasi dan semangat untuk berinovasi dalam berbuat baik, mencari cara-cara baru yang lebih efektif. Ketiga, kompetisi sehat dalam kebaikan akan menciptakan ekosistem positif di masyarakat, di mana setiap individu termotivasi untuk berkontribusi lebih. Keempat, ini adalah wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
Kompetisi dalam kebaikan bisa terwujud dalam berbagai bentuk. Misalnya, berlomba dalam menuntut ilmu yang bermanfaat, bersedekah dan membantu yang membutuhkan, berbakti kepada orang tua, menjaga kebersihan lingkungan, menyebarkan ilmu dan dakwah, serta menjadi pelopor dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Di lingkungan SMK, ini bisa berarti berlomba dalam meraih prestasi akademik, aktif dalam organisasi, atau menjadi teladan dalam karakter mulia. Intinya adalah bagaimana kita bisa menjadi yang terdepan dalam setiap aspek kebaikan.
Untuk menerapkan fastabiqul khairat, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan. Pertama, niat yang ikhlas karena Allah semata. Kedua, identifikasi peluang kebaikan di sekitar kita, baik yang kecil maupun besar. Ketiga, segera bertindak, jangan menunda-nunda. Keempat, berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai kebaikan yang lebih besar. Kelima, evaluasi dan tingkatkan terus kualitas kebaikan yang dilakukan. Keenam, jadikan kebaikan sebagai kebiasaan (istiqamah) dan gaya hidup, bukan hanya sesekali.
Menerapkan fastabiqul khairat akan membawa dampak positif yang besar. Bagi individu, akan menumbuhkan karakter mulia seperti kedermawanan, kepedulian, dan tanggung jawab. Bagi masyarakat, akan tercipta lingkungan yang harmonis, saling tolong-menolong, dan penuh keberkahan. Ini juga akan memperkuat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Selain itu, tentu saja akan mendatangkan pahala dan ridha Allah Swt. di dunia dan akhirat.
Rangkuman: Fastabiqul khairat adalah perintah Allah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan hanya sekadar berbuat baik. Dalilnya terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah/2:148 dan Q.S. Al-Maidah/5:48. Perintah ini mendorong kita untuk proaktif, tidak menunda, dan berinovasi dalam amal saleh. Penerapannya membawa dampak positif bagi individu dan masyarakat, serta mendatangkan ridha Allah Swt.
Tujuan: Menganalisis dalil fastabiqul khairat dan merumuskan strategi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Al-Qur'an dan terjemahan, alat tulis, kertas flip chart/papan tulis mini, spidol.
| Fastabiqul Khairat | Berlomba-lomba dalam kebaikan. |
| Amal Saleh | Perbuatan baik yang sesuai syariat Islam dan mendatangkan pahala. |
| Ukhuwah Islamiyah | Persaudaraan sesama muslim. |
| Istiqamah | Konsisten atau teguh pendirian dalam melakukan sesuatu. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.