Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep waktu, perubahan, dan keberlanjutan dalam konteks sejarah Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan masyarakat Indonesia dari masa praaksara hingga masa kemerdekaan, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial, serta mengaitkannya dengan konteks kekinian untuk menumbuhkan kesadaran akan identitas dan keberlanjutan bangsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Candi Borobudur sebagai bukti peradaban Buddha di Indonesia dan Masjid Demak sebagai bukti awal penyebaran Islam. |
| Konseptual | Konsep akulturasi budaya dalam proses pembentukan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Nusantara. |
| Prosedural | Langkah-langkah menelusuri sumber sejarah primer dan sekunder untuk merekonstruksi sejarah kerajaan kuno. |
| Metakognitif | Kesadaran bahwa pemahaman sejarah bukan hanya hafalan peristiwa, tetapi juga analisis sebab-akibat dan relevansinya dengan masa kini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berdasarkan sumber sejarah.
- Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemunduran kerajaan Hindu-Buddha dan munculnya kerajaan Islam di Indonesia.
- Menganalisis perkembangan kerajaan Islam di Indonesia dan pengaruhnya terhadap masyarakat.
- Menyajikan hasil analisis tentang warisan kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam dalam bentuk infografis atau poster digital.
- Menumbuhkan sikap kritis dalam menyikapi informasi sejarah dan menghargai keberagaman budaya.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam tidak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga membentuk fondasi kebudayaan, sosial, dan politik Indonesia modern melalui proses akulturasi dan adaptasi yang dinamis.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah keyakinan atau agama dapat membentuk sebuah kerajaan besar dan meninggalkan warisan budaya yang masih kita rasakan hingga kini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menyusun teks deskriptif dan argumentatif untuk infografis serta keterampilan presentasi. Seni Budaya: Analisis bentuk arsitektur, seni rupa, dan musik yang menjadi warisan dari periode Hindu-Buddha dan Islam. Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan persatuan dalam konteks akulturasi budaya di masa lalu. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mengunjungi situs sejarah lokal (jika ada) atau berdiskusi tentang sejarah keluarga dan warisan budaya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk sumber buku sejarah, serta penataan ruang kelas yang memungkinkan kerja kelompok dan diskusi interaktif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform presentasi online (misalnya Canva, Google Slides) untuk pembuatan infografis/poster dan akses ke video dokumenter sejarah dari YouTube atau platform edukasi lainnya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berdasarkan sumber sejarah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar candi-candi kuno. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat kerajaan-kerajaan kuno ini begitu kuat dan meninggalkan jejak monumental?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai sumber digital (artikel, video pendek) tentang kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Majapahit, fokus pada aspek lokasi, pendiri, masa kejayaan, dan peninggalan budaya. Mereka mencatat informasi penting dan mengidentifikasi pola-pola perkembangan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta konsep atau garis waktu sederhana yang menggambarkan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha, menyoroti keterkaitan antar kerajaan dan pengaruhnya terhadap wilayah Nusantara. Mereka juga mulai mengidentifikasi peninggalan yang masih relevan hingga kini. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil eksplorasi mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep-konsep kunci, dan meluruskan miskonsepsi. Diskusi kelas difokuskan pada perbandingan karakteristik antar kerajaan dan faktor-faktor yang mendorong kemajuan mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang kerajaan Hindu-Buddha. Peserta didik diminta menulis satu hal baru yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan pengantar untuk materi pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemunduran kerajaan Hindu-Buddha dan munculnya kerajaan Islam di Indonesia, serta menganalisis perkembangan kerajaan Islam di Indonesia dan pengaruhnya terhadap masyarakat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, presensi, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Apersepsi dilakukan dengan menampilkan gambar-gambar situs peninggalan Islam kuno di Indonesia. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menghubungkannya dengan pertanyaan: 'Bagaimana agama Islam bisa menyebar begitu cepat dan menggantikan dominasi kerajaan Hindu-Buddha?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis studi kasus atau teks singkat tentang faktor-faktor kemunduran Majapahit dan jalur masuknya Islam ke Nusantara (perdagangan, perkawinan, pendidikan). Mereka mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Islam awal seperti Samudera Pasai, Demak, dan Ternate-Tidore, serta ciri khasnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan dan membandingkan karakteristik kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, serta menganalisis bagaimana Islam berakulturasi dengan budaya lokal. Mereka mulai merancang kerangka infografis atau poster digital yang akan menjadi produk akhir, fokus pada perbandingan dan pengaruh. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan draf awal infografis atau poster digital mereka, menjelaskan poin-poin perbandingan dan analisis pengaruh Islam. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memperkuat pemahaman tentang proses akulturasi dan peran ulama/wali songo. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang transisi dari Hindu-Buddha ke Islam. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk menyelesaikan proyek infografis/poster digital sebagai tindak lanjut, serta mengingatkan untuk mempersiapkan presentasi di pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis karakteristik dan peninggalan kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia.
Alat & bahan: Buku paket Sejarah, internet, peta Indonesia, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Diskusikan dan identifikasi minimal 3 kerajaan Hindu-Buddha dan 3 kerajaan Islam yang berkembang di Indonesia.
- Untuk setiap kerajaan, cari informasi mengenai lokasi, masa kejayaan, tokoh penting, dan peninggalan utama (bangunan, karya sastra, atau tradisi).
- Catatlah hasil diskusi kalian pada tabel yang disediakan.
- Buatlah kesimpulan singkat mengenai persamaan dan perbedaan karakteristik kerajaan Hindu-Buddha dan Islam.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 2 nama kerajaan Hindu-Buddha yang kamu ketahui!
- Apa yang kamu tahu tentang penyebaran agama Islam di Indonesia?
- Apakah ada peninggalan sejarah kuno di daerahmu? Jika ada, sebutkan!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres penyusunan infografis/poster digital.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/poster digital dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia berdasarkan sumber sejarah. | Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Majapahit). | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi faktor-faktor kemunduran kerajaan Hindu-Buddha dan munculnya kerajaan Islam. | Transisi Hindu-Buddha ke Islam, jalur penyebaran Islam. | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menganalisis perkembangan kerajaan Islam dan pengaruhnya terhadap masyarakat. | Kerajaan Islam di Indonesia (Samudera Pasai, Demak, Ternate-Tidore), akulturasi budaya. | 2 JP | kolaborasi |
Sejarah Indonesia kaya akan peradaban besar yang membentuk fondasi bangsa. Dari kemegahan candi-candi Hindu-Buddha hingga jejak-jejak peradaban Islam yang tersebar luas, semua adalah bagian tak terpisahkan dari identitas kita. Modul ini akan membawa kita menyelami masa lalu yang gemilang, memahami bagaimana kerajaan-kerajaan ini berdiri, berkembang, dan meninggalkan warisan yang abadi.
1. Masa Awal Kerajaan Hindu-Buddha
Indonesia mengenal peradaban Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan maritim dengan India dan Tiongkok. Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur menjadi kerajaan Hindu tertua dengan bukti prasasti Yupa. Kemudian muncul Tarumanegara di Jawa Barat dengan Raja Purnawarman yang terkenal. Kerajaan Sriwijaya di Sumatera tumbuh menjadi kemaharajaan maritim Buddhis yang menguasai jalur pelayaran dan perdagangan di Asia Tenggara, menjadi pusat studi agama Buddha. Peninggalan mereka seperti Prasasti Kedukan Bukit dan Candi Muara Takus menunjukkan kejayaan maritim dan keagamaan.
2. Kerajaan Majapahit: Puncak Peradaban Hindu
Puncak kejayaan kerajaan Hindu di Nusantara dicapai oleh Majapahit yang berpusat di Jawa Timur. Didirikan oleh Raden Wijaya, Majapahit mencapai masa keemasan di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, dengan ambisi mempersatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa. Peninggalan seperti Kitab Negarakertagama dan Candi Penataran menjadi bukti kemajuan peradaban mereka. Namun, konflik internal dan perebutan kekuasaan menjadi faktor penting kemunduran Majapahit hingga akhirnya runtuh pada abad ke-15.
3. Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara
Islam masuk ke Nusantara secara damai melalui jalur perdagangan, terutama oleh para pedagang dari Gujarat dan Timur Tengah. Proses penyebaran juga dipercepat melalui perkawinan, pendidikan (pesantren), dan dakwah oleh para ulama. Wali Songo di Jawa memiliki peran sentral dalam mengislamkan masyarakat dengan pendekatan budaya. Akulturasi Islam dengan budaya lokal menghasilkan corak kebudayaan yang khas, seperti terlihat pada arsitektur masjid kuno dan seni pertunjukan.
4. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia
Setelah kemunduran Majapahit, banyak kerajaan Islam baru bermunculan. Samudera Pasai di Aceh menjadi kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menjadi pusat perdagangan dan studi Islam. Di Jawa, Kesultanan Demak menjadi kerajaan Islam pertama yang kuat, diikuti oleh Pajang dan Mataram Islam. Di wilayah timur, Kesultanan Ternate dan Tidore menjadi kekuatan maritim yang penting berkat rempah-rempah. Kerajaan-kerajaan ini tidak hanya menyebarkan Islam tetapi juga mengembangkan sistem pemerintahan dan kebudayaan baru yang memperkaya khazanah bangsa.
5. Warisan Budaya Hindu-Buddha dan Islam
Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai. Dari arsitektur megah seperti candi dan masjid, seni pahat, sastra kuno (kakawin, hikayat), hingga sistem kepercayaan dan nilai-nilai sosial. Warisan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia mampu menyerap dan mengadaptasi pengaruh asing, menciptakan kebudayaan yang unik dan majemuk. Memahami warisan ini membantu kita menghargai keberagaman budaya dan sejarah yang membentuk identitas bangsa Indonesia.
Rangkuman: Peradaban Hindu-Buddha dan Islam secara berurutan membentuk wajah awal Indonesia. Kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya dan Majapahit menunjukkan kejayaan maritim dan budaya. Kemudian, Islam masuk secara damai, berakulturasi dengan budaya lokal, dan melahirkan kerajaan-kerajaan seperti Demak dan Ternate. Kedua periode ini meninggalkan warisan budaya, sosial, dan politik yang kaya, menjadi fondasi bagi keberagaman dan identitas bangsa Indonesia hingga kini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Akulturasi | Proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi tanpa menghilangkan kebudayaan asli. |
| Prasasti | Piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama seperti batu atau logam. |
| Nusantara | Istilah kuno untuk menyebut wilayah kepulauan Indonesia. |
| Sumpah Palapa | Sumpah yang diucapkan Gajah Mada untuk tidak akan menikmati palapa (rempah-rempah) sebelum berhasil mempersatukan Nusantara. |
| Wali Songo | Sembilan tokoh penyebar agama Islam di Jawa pada abad ke-14 dan 15. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Pengantar Ilmu SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Penulisan Sejarah (Historiografi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah dan Teori SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Corak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKKolonialisme dan PerlawananSejarah Kelas X SMKKonsep Berpikir SejarahSejarah Kelas X SMKKonsep Manusia Ruang dan Waktu DalamSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini gratis?
Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.