Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XI
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokoh penting di dalamnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peristiwa pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 adalah salah satu fakta nyata perjuangan mempertahankan kemerdekaan. |
| Konseptual | Konsep perjuangan fisik dan diplomasi merupakan dua strategi utama yang digunakan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah analisis sumber sejarah primer dan sekunder untuk memahami berbagai peristiwa perjuangan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman sejarah dapat membentuk sikap nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa pahlawan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis berbagai bentuk perjuangan fisik dan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
- Mengevaluasi peran tokoh-tokoh penting dan organisasi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
- Membuat proyek infografis atau video pendek tentang salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
- Menyajikan hasil analisis dan proyek secara kreatif dan informatif.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa mempertahankan kemerdekaan bukan hanya melalui perjuangan fisik, tetapi juga diplomasi, serta menyadari pentingnya nilai-nilai persatuan dan pengorbanan dalam membentuk jati diri bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa setelah proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankannya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis narasi dan menyusun teks persuasif dalam presentasi proyek. Seni Budaya: Pemanfaatan elemen desain visual dan estetika dalam pembuatan infografis atau video pendek. Informatika: Penggunaan aplikasi digital untuk pengolahan data dan produksi media kreatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi cerita atau pengalaman terkait sejarah lokal perjuangan mempertahankan kemerdekaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk akses buku sejarah, serta ruang kelas yang ditata untuk diskusi kelompok dan presentasi yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform presentasi (misalnya Canva, Google Slides) atau aplikasi editor video sederhana (misalnya CapCut, InShot) untuk membuat infografis atau video pendek proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis berbagai bentuk perjuangan fisik dan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang perjuangan setelah proklamasi?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan 'Mengapa setelah proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankannya?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi materi tentang perjuangan fisik dan diplomasi melalui berbagai sumber (artikel, video pendek) yang dikaitkan dengan kondisi sosial-politik pasca-kemerdekaan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis satu contoh perjuangan fisik (misalnya Pertempuran Surabaya) dan satu contoh perjuangan diplomasi (misalnya Perjanjian Linggarjati), kemudian mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan konsep yang mungkin kurang tepat, memastikan pemahaman awal yang kuat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang pentingnya dua bentuk perjuangan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan untuk mempersiapkan materi pertemuan berikutnya dengan suasana penuh motivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengevaluasi peran tokoh-tokoh penting dan organisasi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan memantik diskusi tentang 'Siapa saja tokoh yang kalian kenal dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan apa peran mereka?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara mandiri mencari informasi tentang tokoh-tokoh kunci (misalnya Soekarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Jenderal Sudirman) dan organisasi perjuangan (misalnya BPRI, Laskar Rakyat) serta peran mereka dalam perjuangan fisik dan diplomasi, mengaitkan dengan kehidupan berbangsa saat ini. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan dan mengevaluasi kontribusi setiap tokoh atau organisasi terhadap keberhasilan mempertahankan kemerdekaan, kemudian membuat mind map atau diagram alur peran mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil evaluasinya, berdiskusi tentang relevansi nilai-nilai perjuangan tokoh tersebut di masa kini, dan guru memberikan umpan balik konstruktif serta menggarisbawahi pentingnya nilai kepahlawanan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum peran penting tokoh dan organisasi, memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi, dan memberikan tugas awal untuk proyek di pertemuan berikutnya dengan semangat kebersamaan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan mengidentifikasi peran tokoh.
Alat & bahan: Buku paket, artikel sejarah, internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Baca dan pahami materi tentang Pertempuran Surabaya dan Perjanjian Linggarjati.
- Identifikasi tokoh-tokoh kunci yang terlibat dalam kedua peristiwa tersebut beserta perannya.
- Bandingkan strategi perjuangan (fisik vs. diplomasi) yang digunakan dalam kedua peristiwa.
- Diskusikan dalam kelompok kecil dampak jangka pendek dan jangka panjang dari masing-masing peristiwa.
- Sajikan hasil diskusi dalam bentuk tabel perbandingan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang proklamasi kemerdekaan?
- Menurut Anda, apakah setelah proklamasi Indonesia langsung merdeka sepenuhnya?
- Sebutkan satu peristiwa penting setelah proklamasi yang Anda ketahui!
- Siapa saja tokoh pahlawan yang Anda kenal dalam perjuangan pasca-proklamasi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan progres pengerjaan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek infografis/video pendek dan presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis berbagai bentuk perjuangan fisik dan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. | Perjuangan Fisik dan Diplomasi | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengevaluasi peran tokoh-tokoh penting dan organisasi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. | Peran Tokoh dan Organisasi | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Membuat proyek infografis atau video pendek dan menyajikannya. | Proyek Infografis/Video | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia tidak serta-merta bebas dari ancaman. Berbagai pihak asing berupaya kembali menguasai, sehingga bangsa Indonesia harus berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih. Perjuangan ini melibatkan berbagai strategi, baik fisik maupun diplomasi, yang menunjukkan ketangguhan dan semangat pantang menyerah rakyat Indonesia.
1. Latar Belakang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak langsung diakui oleh pihak Belanda. Mereka dengan bantuan Sekutu (terutama Inggris) berusaha untuk kembali menguasai Indonesia. Hal ini memicu berbagai perlawanan dari rakyat Indonesia yang tidak ingin kembali dijajah. Situasi ini menjadi awal dari periode perjuangan bersenjata dan diplomasi yang panjang.
2. Perjuangan Fisik: Pertempuran Surabaya
Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 adalah salah satu pertempuran paling heroik. Insiden tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby memicu kemarahan Inggris, yang kemudian melancarkan serangan besar-besaran. Meskipun dengan peralatan seadanya, rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo menunjukkan semangat perlawanan yang luar biasa. Peristiwa ini menjadi simbol keberanian dan pengorbanan rakyat Indonesia.
3. Perjuangan Fisik: Bandung Lautan Api
Bandung Lautan Api terjadi pada 23 Maret 1946, ketika rakyat Bandung membakar kota mereka sendiri sebelum meninggalkan kota. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA menggunakan Bandung sebagai markas strategis. Peristiwa ini menunjukkan tekad kuat rakyat Indonesia untuk tidak menyerahkan sejengkal pun tanah air kepada penjajah, meskipun harus mengorbankan harta benda mereka.
4. Perjuangan Diplomasi: Perjanjian Linggarjati
Selain perjuangan fisik, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi. Perjanjian Linggarjati pada 15 November 1946 adalah salah satu upaya diplomasi penting. Meskipun mengakui secara de facto Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera, perjanjian ini menuai pro dan kontra. Namun, ini adalah langkah awal pengakuan kedaulatan Indonesia di mata internasional.
5. Perjuangan Diplomasi: Konferensi Meja Bundar (KMB)
Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag pada 23 Agustus – 2 November 1949 menjadi puncak perjuangan diplomasi Indonesia. KMB menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda tanpa syarat, meskipun dengan beberapa catatan seperti masalah Irian Barat. KMB menandai berakhirnya konflik bersenjata dan dimulainya era kemerdekaan penuh bagi Indonesia.
6. Peran Tokoh-tokoh Penting
Banyak tokoh yang berperan sentral dalam perjuangan ini. Soekarno dan Hatta sebagai proklamator dan pemimpin negara, Jenderal Sudirman dengan strategi gerilya yang taktis, serta Sutan Sjahrir sebagai diplomat ulung. Masing-masing memiliki kontribusi unik dalam mempertahankan kemerdekaan, baik di medan perang maupun di meja perundingan.
7. Nilai-nilai Perjuangan
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan sarat akan nilai-nilai luhur seperti persatuan, rela berkorban, pantang menyerah, patriotisme, dan nasionalisme. Nilai-nilai ini tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa di masa kini dan yang akan datang, menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Rangkuman: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah periode krusial setelah proklamasi, melibatkan strategi perjuangan fisik dan diplomasi. Berbagai pertempuran heroik seperti Surabaya dan Bandung Lautan Api, serta perundingan penting seperti Linggarjati dan KMB, menunjukkan ketangguhan bangsa. Peran tokoh-tokoh besar dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| NICA | Netherlands Indies Civil Administration, pemerintahan sipil Hindia Belanda yang ingin kembali berkuasa. |
| De facto | Pengakuan secara kenyataan atau fakta, meskipun belum secara resmi atau hukum. |
| De jure | Pengakuan secara resmi berdasarkan hukum. |
| Gerilya | Strategi perang yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, berpindah-pindah, dan tidak terikat pada satu wilayah. |
| Diplomasi | Seni dan praktik bernegosiasi antara perwakilan negara untuk mencapai kesepakatan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan" mata pelajaran Sejarah Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Proklamasi KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap1 dari 3 siap unduh
Pergerakan NasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPendudukan JepangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopDemokrasi Liberal dan TerpimpinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Kolonialisme dan Imperialisme Barat di IndonesiaSejarah Kelas XI SMKPergerakan Nasional dan Pengaruh Kolonialisme terhadap Bangsa IndonesiaSejarah Kelas XI SMKBab 5: Jalur Rempah Pra-Kolonialisme dan Jejak-jejak Nusantara sebagai Poros Maritim DuniaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada Sejarah SMK, Fase F.
Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XI SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini gratis?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Sejarah kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.