Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Kolonialisme dan Perlawanan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kolonialisme dan Perlawanan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Studi Kasus |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang keberagaman budaya di Indonesia dan sedikit pengetahuan tentang kerajaan-kerajaan Nusantara sebelum kedatangan bangsa Eropa. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis secara kritis berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dari masa praaksara hingga kontemporer, mengidentifikasi keterkaitan antargenerasi dan dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kedatangan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris ke Nusantara memicu lahirnya sistem kolonialisme yang eksploitatif. |
| Konseptual | Kolonialisme adalah sistem penguasaan suatu wilayah dan penduduknya oleh kekuatan asing untuk kepentingan ekonomi dan politik, yang seringkali memicu perlawanan dari masyarakat pribumi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis motif kedatangan bangsa Eropa, mengidentifikasi bentuk-bentuk kolonialisme, dan mengevaluasi strategi perlawanan bangsa Indonesia. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana peristiwa masa lalu membentuk identitas bangsa dan pentingnya belajar dari sejarah untuk menghadapi tantangan masa kini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dengan tepat.
- Menganalisis bentuk-bentuk kolonialisme Portugis dan VOC di Indonesia secara kritis.
- Mengevaluasi dampak kolonialisme terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia.
- Menganalisis berbagai bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme hingga awal abad ke-20.
- Menyajikan hasil analisis tentang kolonialisme dan perlawanan dalam bentuk infografis atau presentasi digital.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa kolonialisme bukan hanya tentang penjajahan fisik, tetapi juga eksploitasi sumber daya dan perubahan sosial-budaya yang mendalam, serta bahwa perlawanan adalah manifestasi dari semangat kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa bangsa-bangsa Eropa rela menempuh perjalanan jauh dan berbahaya untuk sampai ke Nusantara, dan apa dampaknya bagi kita hari ini?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Studi Kasus |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menyusun teks eksposisi dan presentasi yang efektif. Seni Budaya: Analisis visual pada infografis dan desain presentasi, serta pengaruh kolonialisme pada seni lokal. Informatika: Penggunaan aplikasi digital untuk membuat infografis dan presentasi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang sejarah lokal terkait kolonialisme atau tokoh perlawanan di daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar mudah untuk kerja kelompok dan mengakses gawai; tersedia sudut baca dengan buku-buku sejarah kolonialisme dan perlawanan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi (Canva/Google Slides), sumber digital (artikel sejarah online, video dokumenter), dan forum diskusi online untuk berbagi temuan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dengan tepat dan menganalisis bentuk-bentuk kolonialisme Portugis dan VOC di Indonesia secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menampilkan peta dunia lama dan bertanya 'Apa yang kalian ketahui tentang jalur perdagangan kuno dan mengapa Eropa mencari jalur baru?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, menegaskan bahwa kita akan menjelajahi awal mula kolonialisme. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok menelusuri berbagai sumber (teks, gambar, video pendek) untuk menemukan informasi tentang '3G' (Gold, Glory, Gospel) dan jalur rempah. Mereka menganalisis bagaimana motif tersebut mendorong bangsa Eropa datang ke Nusantara dan mulai melakukan praktik kolonialisme. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat mind map atau diagram alir yang menggambarkan kronologi kedatangan Portugis dan VOC, serta mengidentifikasi ciri-ciri awal kolonialisme yang mereka terapkan di Indonesia, seperti monopoli perdagangan dan pendirian benteng. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil mind map mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang motif dan bentuk awal kolonialisme. Guru juga menanyakan 'Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari motif kolonialisme ini?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang motif dan bentuk awal kolonialisme. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas dampak dan perlawanan. Guru menutup dengan doa dan salam, menciptakan suasana positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengevaluasi dampak kolonialisme terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia dan menganalisis berbagai bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme hingga awal abad ke-20. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan materi sebelumnya tentang motif dan bentuk awal kolonialisme. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang penderitaan rakyat di masa kolonial dan bertanya 'Menurut kalian, bagaimana kehidupan rakyat Indonesia di bawah penjajahan?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan PBL yang akan diikuti. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberikan studi kasus berupa artikel atau narasi singkat tentang dampak kolonialisme di suatu daerah (misalnya tanam paksa di Jawa, monopoli rempah di Maluku). Mereka menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan politik dari kasus tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setelah menganalisis dampak, setiap kelompok ditugaskan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk perlawanan yang muncul sebagai respons terhadap kolonialisme di era yang sama. Mereka mencari informasi mengenai tokoh, strategi, dan hasil dari perlawanan tersebut, kemudian mengaitkan perlawanan dengan dampak yang ditimbulkan kolonialisme. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka, termasuk analisis dampak dan bentuk perlawanan. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan masukan. Guru memfasilitasi diskusi, menyoroti keberagaman bentuk perlawanan dan keberanian para pahlawan, serta mengaitkan dengan semangat kebangsaan. Guru juga menanyakan 'Bagaimana perlawanan ini menunjukkan karakter bangsa kita?' |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum dampak kolonialisme dan berbagai bentuk perlawanan. Guru memberikan apresiasi atas analisis kritis peserta didik. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan ada proyek infografis/presentasi. Guru menutup dengan doa dan salam, memotivasi peserta didik untuk terus belajar dari sejarah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis motif, bentuk, dan dampak kolonialisme serta mengidentifikasi tokoh dan strategi perlawanan.
Alat & bahan: Buku paket Sejarah, artikel berita sejarah, gawai, akses internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Bacalah teks tentang kedatangan bangsa Eropa dan perkembangan kolonialisme di Nusantara.
- Identifikasi motif-motif utama kedatangan bangsa Eropa (Gold, Glory, Gospel).
- Temukan bentuk-bentuk kolonialisme yang diterapkan (misal: monopoli, tanam paksa).
- Analisis dampak kolonialisme pada aspek sosial, ekonomi, dan politik masyarakat.
- Identifikasi tokoh-tokoh perlawanan dan strategi yang mereka gunakan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara?
- Siapa tokoh pahlawan lokal yang Anda kenal dalam melawan penjajahan?
- Menurut Anda, apa tujuan utama bangsa Eropa datang ke Indonesia?
- Bagaimana Anda membayangkan kehidupan masyarakat di bawah penjajahan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan proyek, serta penilaian formatif terhadap mind map atau kerangka infografis.
Sumatif (akhir): Penilaian infografis/presentasi digital dan tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa | Motif 3G dan Jalur Rempah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis bentuk-bentuk kolonialisme dan dampaknya | Kolonialisme Portugis, VOC, dan dampaknya | 2 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 3 | Menganalisis perlawanan bangsa Indonesia dan menyajikan hasil | Perlawanan lokal dan proyek infografis | 2 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
Modul ini akan membawa kita menyelami salah satu periode paling krusial dalam sejarah Indonesia: masa kolonialisme dan perlawanan. Kita akan memahami bagaimana bangsa-bangsa Eropa datang ke Nusantara, tujuan mereka, cara mereka menguasai, serta bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia tidak pernah padam. Mari kita belajar dari masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik.
1. Motif Kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara
Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada abad ke-16 didorong oleh berbagai motif kompleks. Motif utama sering disingkat sebagai '3G': Gold (mencari kekayaan berupa rempah-rempah dan sumber daya alam lainnya), Glory (mencari kejayaan dan kekuasaan untuk memperluas wilayah), serta Gospel (menyebarkan agama Kristen). Indonesia, dengan kekayaan rempah-rempah melimpah, menjadi daya tarik utama bagi Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Mereka menempuh perjalanan laut yang berbahaya demi menguasai jalur perdagangan vital ini, yang pada akhirnya memicu era kolonialisme.
2. Bentuk Kolonialisme Portugis dan VOC
Bangsa Portugis menjadi pelopor kolonialisme di Nusantara dengan menguasai Malaka pada 1511 dan kemudian Ternate. Mereka menerapkan monopoli perdagangan rempah dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kemudian, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dari Belanda hadir pada 1602 dan menjadi kekuatan kolonial terbesar. VOC menerapkan sistem monopoli yang lebih ketat, hak oktroi (hak istimewa), dan politik adu domba (devide et impera) untuk menguasai kerajaan-kerajaan lokal. Mereka memaksa petani menanam komoditas tertentu dan menjualnya dengan harga rendah, menguras kekayaan alam Nusantara demi keuntungan Eropa.
3. Dampak Kolonialisme di Indonesia
Kolonialisme meninggalkan jejak mendalam di Indonesia. Secara ekonomi, kekayaan alam Nusantara dikuras habis, menyebabkan kemiskinan dan keterbelakangan. Sistem tanam paksa dan kerja rodi adalah contoh eksploitasi yang merugikan rakyat. Secara sosial, terjadi stratifikasi masyarakat berdasarkan ras, pendidikan terbatas, dan perubahan budaya akibat pengaruh Barat. Secara politik, kedaulatan kerajaan-kerajaan lokal dihancurkan, digantikan oleh pemerintahan kolonial yang sentralistik dan otoriter. Dampak-dampak ini membentuk struktur masyarakat dan pemerintahan Indonesia hingga kini.
4. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme
Meskipun menghadapi kekuatan kolonial yang superior, bangsa Indonesia tidak tinggal diam. Berbagai bentuk perlawanan muncul di berbagai daerah. Tokoh-tokoh seperti Sultan Hasanuddin di Makassar, Pangeran Diponegoro di Jawa, Imam Bonjol di Sumatera Barat, dan Cut Nyak Dien di Aceh memimpin perlawanan bersenjata. Selain itu, ada juga perlawanan dalam bentuk lain seperti gerakan keagamaan atau perlawanan di bidang kebudayaan. Perlawanan ini menunjukkan semangat juang dan keinginan kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa, meskipun seringkali berakhir dengan kegagalan akibat kurangnya persatuan dan persenjataan.
Rangkuman: Kolonialisme di Indonesia diawali oleh motif Gold, Glory, dan Gospel dari bangsa Eropa. Portugis dan VOC menerapkan monopoli serta politik adu domba yang sangat merugikan rakyat Indonesia, baik secara ekonomi, sosial, maupun politik. Namun, penderitaan ini juga memicu berbagai perlawanan heroik dari berbagai pahlawan di seluruh Nusantara, mencerminkan semangat juang dan keinginan kuat untuk merdeka yang terus membara hingga akhirnya mencapai kemerdekaan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kolonialisme | Sistem penguasaan suatu negara terhadap daerah atau bangsa lain dengan maksud memperluas wilayah kekuasaan. |
| Monopoli | Penguasaan tunggal atas produksi atau penjualan barang dan jasa tertentu. |
| Devide et Impera | Politik adu domba yang diterapkan penjajah untuk memecah belah persatuan. |
| Hak Oktroi | Hak istimewa yang diberikan pemerintah Belanda kepada VOC, meliputi hak mencetak uang, membentuk tentara, dan menyatakan perang. |
| Tanam Paksa | Sistem yang mewajibkan rakyat menanam tanaman ekspor tertentu dengan sebagian hasil diserahkan kepada pemerintah kolonial. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kolonialisme dan Perlawanan" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kolonialisme dan Perlawanan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Pengantar Ilmu SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Penulisan Sejarah (Historiografi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah dan Teori SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Bab 5: Jalur Rempah Pra-Kolonialisme dan Jejak-jejak Nusantara sebagai Poros Maritim DuniaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara IndonesiaSejarah Kelas X SMKKerajaan Hindu-Buddha dan IslamSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kolonialisme dan Perlawanan pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Kolonialisme dan Perlawanan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kolonialisme dan Perlawanan ini gratis?
Ya. Modul Kolonialisme dan Perlawanan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kolonialisme dan Perlawanan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kolonialisme dan Perlawanan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kolonialisme dan Perlawanan dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kolonialisme dan Perlawanan ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kolonialisme dan Perlawanan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kolonialisme dan Perlawanan untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kolonialisme dan Perlawanan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kolonialisme dan Perlawanan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kolonialisme dan Perlawanan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.