Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Konsep Berpikir Sejarah
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Konsep Berpikir Sejarah |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang peristiwa masa lalu dan pentingnya belajar sejarah. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sejarah Indonesia kaya akan peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu tertentu, seperti Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. |
| Konseptual | Berpikir sejarah meliputi konsep kronologi, diakronik, sinkronik, kausalitas, dan periodisasi yang esensial untuk memahami peristiwa masa lalu secara utuh. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar menganalisis peristiwa sejarah menggunakan kerangka berpikir diakronik dan sinkronik untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana cara mereka memahami peristiwa masa lalu dan mengapa penting untuk melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang waktu dan ruang. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep berpikir diakronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat.
- Menganalisis konsep berpikir sinkronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat.
- Membandingkan penerapan konsep berpikir diakronik dan sinkronik dalam narasi sejarah.
- Menganalisis konsep kausalitas dalam peristiwa sejarah dengan benar.
- Menerapkan konsep periodisasi dan kronologi dalam menyusun alur peristiwa sejarah.
- Menyajikan hasil analisis penerapan konsep berpikir sejarah dalam sebuah proyek linimasa digital.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep berpikir sejarah memungkinkan peserta didik menganalisis peristiwa masa lalu secara kritis, melihat keterkaitan antarperistiwa, dan mengambil pelajaran berharga untuk masa kini dan masa depan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa dua orang bisa memiliki pandangan yang berbeda tentang satu peristiwa sejarah yang sama?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis dan menyusun narasi sejarah yang koheren dan efektif. Seni Budaya: Merancang visualisasi linimasa yang menarik dan informatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang sejarah keluarga atau daerah asal, memperkaya perspektif sejarah peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang dinamis, dengan akses ke perpustakaan sekolah atau sumber daya daring untuk riset. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi presentasi (Canva, Google Slides) atau platform linimasa digital (TimeToast, Sutori) untuk membuat proyek yang interaktif dan menarik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep berpikir diakronik dan sinkronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali pentingnya belajar sejarah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis konsep diakronik dan sinkronik, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita memahami sebuah peristiwa agar tidak salah tafsir?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mengeksplorasi contoh-contoh narasi sejarah pendek yang disiapkan guru, kemudian mengidentifikasi aspek waktu (diakronik) dan ruang (sinkronik) dari narasi tersebut melalui diskusi kelompok. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi beberapa narasi sejarah. Mereka diminta untuk membedakan dan mengklasifikasikan bagian narasi yang menunjukkan berpikir diakronik dan sinkronik, serta memberikan alasannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep diakronik dan sinkronik, serta menjelaskan perbedaannya dalam memahami sejarah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya berpikir diakronik dan sinkronik. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas membaca untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa serta ucapan penyemangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep kausalitas serta menerapkan konsep periodisasi dan kronologi dalam menyusun alur peristiwa sejarah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru memulai dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulas singkat materi sebelumnya tentang diakronik dan sinkronik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis kausalitas serta menerapkan periodisasi dan kronologi, dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Pertanyaan pemantik: 'Apakah setiap peristiwa sejarah terjadi begitu saja, atau ada sebab-akibatnya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik disajikan studi kasus tentang sebuah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia (misalnya, Peristiwa Rengasdengklok). Mereka secara berkelompok mengidentifikasi faktor-faktor penyebab (kausalitas) dan dampak dari peristiwa tersebut, serta menyusun alur waktu peristiwa secara kronologis. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis studi kasus yang berbeda, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dan menyusun rentetan peristiwa secara kronologis. Mereka juga diminta untuk mengusulkan pembagian periodisasi untuk peristiwa yang dianalisis, dengan argumen yang kuat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil analisis kausalitas, kronologi, dan periodisasi peristiwa yang mereka teliti. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan klarifikasi, dan menguatkan pemahaman tentang konsep kausalitas, kronologi, dan periodisasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum pentingnya kausalitas, kronologi, dan periodisasi dalam memahami sejarah. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, memberikan pengantar untuk proyek linimasa digital, dan menutup dengan motivasi serta doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan membedakan konsep berpikir diakronik dan sinkronik dalam narasi sejarah.
Alat & bahan: Lembar kerja cetak, alat tulis, narasi sejarah pendek
Langkah kerja:
- Baca dengan seksama narasi sejarah yang diberikan.
- Identifikasi bagian-bagian narasi yang menjelaskan peristiwa secara berurutan dari waktu ke waktu (diakronik).
- Identifikasi bagian-bagian narasi yang menjelaskan kondisi atau situasi pada suatu waktu tertentu (sinkronik).
- Tuliskan temuan Anda pada kolom yang tersedia, berikan alasan mengapa Anda mengklasifikasikannya demikian.
- Diskusikan hasil identifikasi Anda dengan kelompok dan siapkan untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang sejarah?
- Menurut Anda, mengapa kita perlu belajar sejarah?
- Bagaimana cara Anda memahami urutan kejadian dalam sebuah cerita?
- Pernahkah Anda mendengar istilah 'sebab-akibat' dalam suatu peristiwa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi diskusi kelompok, penilaian presentasi, dan pemeriksaan kelengkapan serta keakuratan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek linimasa digital dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep berpikir sejarah.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep berpikir diakronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat. | Konsep Diakronik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis konsep berpikir sinkronik dalam peristiwa sejarah dengan tepat. | Konsep Sinkronik | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menganalisis konsep kausalitas serta menerapkan konsep periodisasi dan kronologi. | Kausalitas, Kronologi, Periodisasi | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi |
| 4 | Menyajikan hasil analisis penerapan konsep berpikir sejarah dalam proyek linimasa digital. | Penerapan Konsep Berpikir Sejarah | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Sejarah bukanlah sekadar kumpulan tanggal dan nama, melainkan jendela untuk memahami bagaimana masa lalu membentuk masa kini dan memengaruhi masa depan. Untuk menyelami sejarah dengan benar, kita memerlukan cara berpikir yang sistematis. Modul ini akan membimbing Anda memahami konsep-konsep kunci dalam berpikir sejarah, agar Anda dapat menganalisis peristiwa dengan lebih mendalam dan kritis.
1. Pengantar Berpikir Sejarah
Berpikir sejarah adalah cara pandang dan metode analisis yang digunakan untuk memahami peristiwa masa lalu. Ini bukan sekadar menghafal, melainkan upaya untuk merekonstruksi, menafsirkan, dan memaknai kejadian lampau. Kemampuan berpikir sejarah sangat penting untuk mengembangkan kesadaran kritis, menghindari kesalahan masa lalu, dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Tanpa berpikir sejarah, peristiwa masa lalu mungkin terasa terputus dan tidak relevan dengan kehidupan kita saat ini. Konsep ini membantu kita melihat benang merah antarperistiwa.
2. Konsep Diakronik
Diakronik berasal dari bahasa Yunani 'dia' (melalui) dan 'khronos' (waktu), yang berarti memanjang dalam waktu atau melalui waktu. Berpikir diakronik dalam sejarah berarti melihat suatu peristiwa atau fenomena dari rentang waktu yang panjang, mengamati perkembangan, perubahan, dan keberlanjutan dari waktu ke waktu. Contohnya, mempelajari perkembangan sistem pendidikan di Indonesia dari masa kolonial hingga reformasi. Pendekatan ini menekankan pada proses dan evolusi, membantu kita memahami bagaimana suatu kondisi saat ini merupakan hasil dari proses panjang di masa lalu. Ini sangat berguna untuk melihat tren dan pola sejarah.
3. Konsep Sinkronik
Sinkronik berasal dari 'syn' (dengan) dan 'khronos' (waktu), yang berarti meluas dalam ruang atau pada waktu yang bersamaan. Berpikir sinkronik dalam sejarah berarti mengkaji suatu peristiwa pada kurun waktu tertentu, namun dengan cakupan ruang yang luas dan berbagai aspek yang terkait. Contohnya, menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia pada masa Proklamasi Kemerdekaan 1945. Pendekatan ini cenderung statis dalam waktu tetapi dinamis dalam aspek, memberikan gambaran utuh tentang suatu periode. Ini membantu kita memahami kompleksitas suatu peristiwa dalam konteksnya.
4. Perbandingan Diakronik dan Sinkronik
Diakronik dan sinkronik adalah dua pendekatan yang saling melengkapi dalam studi sejarah. Diakronik memberikan perspektif longitudinal, melihat perubahan dan perkembangan. Sedangkan sinkronik memberikan perspektif lateral, melihat kondisi menyeluruh pada satu titik waktu. Seorang sejarawan yang baik akan menggunakan keduanya. Misalnya, untuk memahami Revolusi Industri, pendekatan diakronik akan menelusuri bagaimana teknologi berkembang dari masa ke masa, sementara pendekatan sinkronik akan menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan politik revolusi pada satu periode tertentu di Inggris. Keduanya esensial untuk pemahaman yang komprehensif.
5. Konsep Kausalitas (Sebab-Akibat)
Kausalitas adalah hubungan sebab-akibat antara peristiwa-peristiwa sejarah. Hampir setiap peristiwa sejarah tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan memiliki latar belakang atau penyebab, dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak atau akibat. Mengidentifikasi kausalitas berarti mencari 'mengapa' sebuah peristiwa terjadi dan 'apa' dampaknya. Penting untuk diingat bahwa sebab-akibat dalam sejarah seringkali kompleks dan multidimensional, bukan hanya tunggal. Misalnya, penyebab Perang Dunia I tidak hanya satu, melainkan akumulasi dari berbagai faktor politik, ekonomi, dan sosial yang saling terkait.
6. Konsep Kronologi
Kronologi adalah ilmu tentang penetapan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa. Dalam sejarah, kronologi sangat penting untuk menyusun peristiwa secara berurutan dari yang paling awal hingga paling akhir. Ini membantu kita melihat kesinambungan dan perubahan dalam alur waktu. Tanpa kronologi yang jelas, peristiwa sejarah akan tampak acak dan sulit dipahami keterkaitannya. Contohnya, menempatkan Proklamasi Kemerdekaan sebelum Agresi Militer Belanda I, bukan sebaliknya. Ketepatan kronologi adalah fondasi dasar dalam penulisan sejarah yang akurat.
7. Konsep Periodisasi
Periodisasi adalah pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan karakteristik atau tema tertentu. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemahaman dan analisis. Misalnya, sejarah Indonesia dibagi menjadi periode pra-aksara, masa kerajaan Hindu-Buddha, masa Islam, kolonialisme, pergerakan nasional, kemerdekaan, dan reformasi. Setiap periode memiliki ciri khas yang membedakannya. Periodisasi bersifat interpretatif, artinya bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang sejarawan atau tujuan pembabakan. Namun, periodisasi yang baik harus memiliki dasar argumen yang kuat dan relevan.
8. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Konsep berpikir sejarah tidak hanya untuk sejarawan, tetapi relevan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita menganalisis mengapa suatu kebijakan pemerintah dibuat (kausalitas), atau bagaimana sebuah teknologi berkembang dari masa ke masa (diakronik), atau memahami kondisi masyarakat saat ini dari berbagai aspek (sinkronik), kita sedang menerapkan berpikir sejarah. Kemampuan ini membantu kita menjadi warga negara yang kritis, mampu mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang konteks dan konsekuensi. Ini juga melatih kita untuk melihat pola dan tren, baik di masa lalu maupun masa depan.
Rangkuman: Konsep berpikir sejarah meliputi diakronik (memanjang dalam waktu) dan sinkronik (meluas dalam ruang pada waktu tertentu) sebagai dua lensa utama. Kausalitas menjelaskan hubungan sebab-akibat, sementara kronologi mengurutkan peristiwa secara sistematis, dan periodisasi membagi sejarah ke dalam babak-babak. Memahami konsep-konsep ini esensial untuk menganalisis peristiwa masa lalu secara kritis, relevan, dan bermakna, membentuk pemahaman yang komprehensif tentang sejarah dan dampaknya pada masa kini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Diakronik | Mengkaji peristiwa sejarah secara memanjang dalam waktu, melihat perkembangan dan perubahan. |
| Sinkronik | Mengkaji peristiwa sejarah secara meluas dalam ruang pada waktu tertentu, melihat berbagai aspek. |
| Kausalitas | Hubungan sebab-akibat antarperistiwa sejarah. |
| Kronologi | Urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah secara berurutan. |
| Periodisasi | Pembabakan waktu dalam sejarah berdasarkan karakteristik tertentu. |
| Historiografi | Penulisan sejarah. |
| Interpretasi | Penafsiran terhadap sumber sejarah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Konsep Berpikir Sejarah" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Konsep Berpikir Sejarah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Pengantar Ilmu SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Penulisan Sejarah (Historiografi)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah dan Teori SosialBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Sejarah lain yang sudah tersedia
Konsep Manusia Ruang dan Waktu DalamSejarah Kelas X SMKBab 5: Jalur Rempah Pra-Kolonialisme dan Jejak-jejak Nusantara sebagai Poros Maritim DuniaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara IndonesiaSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Konsep Berpikir Sejarah pada Sejarah SMK, Fase E.
Modul Konsep Berpikir Sejarah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Konsep Berpikir Sejarah ini gratis?
Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Konsep Berpikir Sejarah ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Konsep Berpikir Sejarah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Konsep Berpikir Sejarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Konsep Berpikir Sejarah tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Konsep Berpikir Sejarah untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Konsep Berpikir Sejarah ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Konsep Berpikir Sejarah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Konsep Berpikir Sejarah disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.