tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPInformatika › Pemrograman Lanjutan
SMP · Kelas IX · Fase D

Modul Ajar Informatika Kelas IX
Pemrograman Lanjutan

Modul ajar Informatika SMP kelas IX materi Pemrograman Lanjutan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Informatika kelas IX materi Pemrograman Lanjutan
Ringkasan: Pemrograman lanjutan memperkenalkan kita pada konsep penting seperti fungsi/prosedur dan array/list. Fungsi memungkinkan kita membuat kode yang modular, efisien, dan mudah dipelihara dengan menghindari pengulangan kode. Array/list adalah struktur data fundamental untuk menyimpan dan mengelola kumpulan data sejenis secara terstruktur. Penguasaan kedua konsep ini akan sangat meningkatkan kemampuan Anda dalam merancang dan membangun program yang lebih kompleks dan kuat.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISInformatika · Pemrograman Lanjutan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah, serta menerapkan konsep berpikir komputasional dalam pengembangan solusi berbasis pemrograman, termasuk penggunaan struktur data dan algoritma yang lebih kompleks.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami dasar-dasar pemrograman, termasuk variabel, tipe data, operator, percabangan, dan perulangan.

Pemahaman bermakna: Memahami konsep pemrograman lanjutan memungkinkan kita membangun aplikasi yang lebih kompleks, efisien, dan terstruktur, serta mengembangkan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan nyata.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa membuat program yang mampu menyimpan daftar nama teman atau menghitung rata-rata nilai banyak siswa tanpa menulis kode berulang kali?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan konsep fungsi atau prosedur dalam pemrograman serta menerapkan penggunaannya untuk memecah masalah.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat membuat program sederhana. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa menghindari penulisan kode yang sama berulang kali dalam program kita?'

Memahami: Peserta didik diajak mengamati contoh kasus di mana ada blok kode yang sering diulang. Mereka berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan cara agar kode tersebut bisa ditulis sekali dan dipanggil berkali-kali, mengarah pada konsep fungsi/prosedur.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengerjakan LKPD untuk mencoba membuat program sederhana yang menggunakan fungsi atau prosedur dalam bahasa pemrograman yang telah dikenal (misalnya Python atau Scratch tingkat lanjut).

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep fungsi/prosedur, serta manfaatnya dalam membuat program yang lebih modular dan mudah dibaca.

Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Mengidentifikasi dan menjelaskan konsep array atau list dalam pemrograman serta menerapkan penggunaannya untuk menyimpan dan mengelola kumpulan data.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali materi fungsi/prosedur dan mengaitkannya dengan masalah baru: 'Bagaimana jika kita perlu menyimpan daftar puluhan atau ratusan nama siswa? Apakah kita akan membuat variabel satu per satu?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memahami: Peserta didik disajikan studi kasus tentang kebutuhan untuk menyimpan dan mengelola banyak data sejenis (misal: daftar nilai siswa, daftar belanjaan). Mereka berdiskusi tentang bagaimana konsep array/list dapat menjadi solusi efektif untuk masalah tersebut.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merancang dan menulis kode program yang memanfaatkan array/list untuk menyimpan dan memanipulasi data sesuai studi kasus yang diberikan. Mereka mencoba berbagai operasi dasar seperti menambah, menghapus, atau mencari data dalam array.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mendemonstrasikan program mereka dan menjelaskan bagaimana array/list digunakan. Guru memberikan penguatan tentang keunggulan array/list dalam manajemen data dan memberikan tips debugging.

Penutup: Guru membimbing peserta didik merangkum konsep array/list, memberikan apresiasi atas semangat belajar, dan memberikan tantangan singkat untuk diterapkan di rumah. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Merancang dan membuat program sederhana yang memanfaatkan fungsi/prosedur dan array/list untuk menyelesaikan masalah, serta menguji dan memperbaiki kesalahan (debugging) pada program.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali konsep fungsi/prosedur dan array/list. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat proyek mini yang mengintegrasikan kedua konsep tersebut.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok merumuskan ide proyek sederhana (misal: kalkulator sederhana dengan fungsi, aplikasi daftar belanja, atau manajemen nilai siswa) yang memerlukan penggunaan fungsi/prosedur dan array/list. Mereka membuat rancangan alur program dan desain antarmuka (jika relevan).

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai mengimplementasikan rancangan program mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan fasilitasi. Peserta didik secara aktif menulis kode, menguji, dan melakukan debugging untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek mini mereka, menjelaskan fitur, kode, dan tantangan yang dihadapi. Kelompok lain memberikan masukan. Guru memberikan umpan balik konstruktif, penguatan, dan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik.

Penutup: Guru mengajak peserta didik merenungkan proses belajar dan hasil karya mereka, memberikan apresiasi atas pencapaian, dan mendorong untuk terus belajar pemrograman. Doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi aktivitas kelompok saat mengerjakan LKPD dan proyek mini, serta penilaian presentasi hasil kerja.

Akhir (sumatif): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan penilaian proyek program yang telah dibuat.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi dan menjelaskan konsep fungsi atau prosedur dalam pemrograman.Konsep fungsi/prosedur, parameter, nilai kembali.2 JPPenalaran Kritis
Menerapkan penggunaan fungsi atau prosedur untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.Praktik membuat dan memanggil fungsi/prosedur.2 JPKreativitas
Mengidentifikasi dan menjelaskan konsep array atau list dalam pemrograman.Konsep array/list, indeks, operasi dasar array/list.2 JPPenalaran Kritis
Menerapkan penggunaan array atau list untuk menyimpan dan mengelola kumpulan data.Praktik menggunakan array/list untuk manajemen data.2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pemrograman tidak hanya tentang menulis baris kode, tetapi juga tentang merancang solusi yang efisien dan terstruktur. Setelah memahami dasar-dasar, kini saatnya kita melangkah ke pemrograman lanjutan yang akan membuka pintu untuk membuat aplikasi yang lebih kompleks dan canggih. Materi ini akan memperkenalkan Anda pada alat-alat penting seperti fungsi dan array, yang akan sangat membantu dalam membangun program yang lebih baik.

Mengenal Fungsi dan Prosedur

Fungsi (atau prosedur dalam beberapa bahasa pemrograman) adalah blok kode yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu. Bayangkan sebuah resep masakan; setiap langkah dalam resep (misal: 'memotong bawang') bisa dianggap sebagai fungsi. Dengan fungsi, kita bisa menghindari penulisan kode yang sama berulang kali (prinsip DRY: Don't Repeat Yourself), membuat program lebih mudah dibaca, diuji, dan dipelihara. Fungsi dapat menerima input (parameter) dan mengembalikan output (nilai kembali), mirip seperti mesin yang memproses bahan baku menjadi produk jadi.

Manfaat dan Implementasi Fungsi

Menggunakan fungsi membuat kode program menjadi modular. Artinya, program besar dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Jika ada kesalahan di satu bagian, kita hanya perlu memeriksa fungsi yang relevan. Selain itu, fungsi meningkatkan reusabilitas kode; fungsi yang sudah dibuat bisa dipanggil berkali-kali di berbagai tempat dalam program. Contoh implementasi: membuat fungsi untuk menghitung luas area, mengkonversi suhu, atau memvalidasi input pengguna. Ini adalah langkah penting menuju pengembangan perangkat lunak yang lebih profesional.

Memahami Array (List)

Array (sering disebut list di Python) adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan kumpulan item data sejenis dalam satu variabel. Daripada membuat variabel terpisah untuk setiap item (misal: siswa1, siswa2, siswa3), kita bisa menggunakan array untuk menyimpan semua nama siswa dalam satu daftar. Setiap item dalam array memiliki indeks (nomor urut) yang dimulai dari 0. Ini sangat berguna untuk mengelola data dalam jumlah besar, seperti daftar nama, nilai, atau inventaris barang. Array memungkinkan kita mengakses, menambah, menghapus, atau mengubah item secara efisien.

Operasi Dasar pada Array

Ada beberapa operasi dasar yang sering dilakukan pada array. Menambah elemen berarti menambahkan item baru ke dalam daftar. Menghapus elemen berarti menghilangkan item tertentu dari daftar. Mengakses elemen berarti mengambil nilai item pada indeks tertentu. Selain itu, kita bisa melakukan iterasi atau perulangan untuk memproses setiap elemen dalam array, misalnya untuk menampilkan semua nama siswa atau menghitung total nilai. Memahami operasi ini adalah kunci untuk memanipulasi data secara efektif dalam program Anda.

Rangkuman: Pemrograman lanjutan memperkenalkan kita pada konsep penting seperti fungsi/prosedur dan array/list. Fungsi memungkinkan kita membuat kode yang modular, efisien, dan mudah dipelihara dengan menghindari pengulangan kode. Array/list adalah struktur data fundamental untuk menyimpan dan mengelola kumpulan data sejenis secara terstruktur. Penguasaan kedua konsep ini akan sangat meningkatkan kemampuan Anda dalam merancang dan membangun program yang lebih kompleks dan kuat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik memahami dan menerapkan konsep fungsi/prosedur dalam memecah masalah pemrograman.

Alat & bahan: Komputer/laptop, software Python IDLE/editor online, koneksi internet

  1. Buatlah program Python yang menghitung luas persegi panjang dan luas segitiga.
  2. Identifikasi bagian kode yang berulang atau dapat dijadikan fungsi.
  3. Modifikasi program tersebut dengan membuat fungsi terpisah untuk menghitung luas persegi panjang dan luas segitiga.
  4. Panggil fungsi-fungsi tersebut untuk menghitung luas dengan berbagai input nilai.
  5. Uji program Anda dan pastikan hasilnya benar.

8 Glosarium

FungsiBlok kode yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu dan dapat dipanggil berkali-kali.
ProsedurIstilah lain untuk fungsi, terutama jika tidak mengembalikan nilai.
ArrayStruktur data untuk menyimpan kumpulan item data sejenis dalam satu variabel.
ListIstilah untuk array di bahasa pemrograman Python.
IndeksNomor urut yang digunakan untuk mengakses elemen dalam array, dimulai dari 0.
ParameterVariabel yang menerima input saat fungsi dipanggil.

9 Materi Informatika Terkait

Transisi Konsep Pemrograman Visual dan Konsep Pemrograman TekstualInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Transisi Konsep Pemrograman Visual dan Konsep Pemrograman Tekstual →
Berpikir Komputasional dalam Analisis DataInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Berpikir Komputasional dalam Analisis Data →
Manajemen Keamanan Data dan Perlindungan PrivasiInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Manajemen Keamanan Data dan Perlindungan Privasi →
Membuat Laporan dan PresentasiInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Membuat Laporan dan Presentasi →
Menerapkan Berpikir KomputasionalInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Menerapkan Berpikir Komputasional →
Mengolah dan Menginterpretasikan DataInformatika Kelas IX SMP
Pelajari Mengolah dan Menginterpretasikan Data →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Informatika Pemrograman Lanjutan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.