Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas VII
Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami ajaran dasar tentang Yesus Kristus dan pentingnya hidup sesuai ajaran-Nya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan Ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025) |
| Elemen / Domain | Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan dan sesama, serta memiliki karakter yang mencerminkan buah Roh. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Nilai-nilai Kristiani seperti kasih, sukacita, damai sejahtera adalah sifat nyata yang dapat diamati dalam perilaku seseorang. |
| Konseptual | Buah Roh adalah manifestasi dari kehadiran Roh Kudus dalam diri orang percaya, yang menghasilkan karakter Kristus. |
| Prosedural | Mempelajari Kitab Galatia 5:22-26 dan mengidentifikasi cara-cara konkret untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami dan menerapkan nilai-nilai Kristiani membutuhkan komitmen dan refleksi diri yang berkelanjutan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari dan menghidupi nilai-nilai Kristiani dari Galatia 5:22-26 sebagai wujud ketaatan dan kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan Roh Kudus. |
| 2. Cinta Ilmu | Aktif mencari tahu dan memahami makna setiap Buah Roh melalui diskusi, membaca Alkitab, dan sumber-sumber relevan lainnya untuk memperkaya pengetahuan iman. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan Buah Roh seperti kasih dan kebaikan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah, serta bersabar dalam upaya pelestarian alam sekitar. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan kasih, kesabaran, dan kelemahlembutan dalam berinteraksi dengan teman dan keluarga, serta menguasai diri dari perkataan atau tindakan yang menyakiti sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menjadi warga negara yang baik dengan menunjukkan karakter Buah Roh seperti damai sejahtera dan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat, serta setia pada nilai-nilai persatuan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis makna Buah Roh berdasarkan Galatia 5:22-26 dengan tepat.
- Mengidentifikasi contoh-contoh nyata penerapan Buah Roh dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengevaluasi relevansi nilai-nilai Kristiani dalam membentuk karakter pribadi yang unggul.
- Merancang proyek sederhana yang menunjukkan praktik salah satu nilai Buah Roh.
- Mempresentasikan hasil proyek dengan percaya diri dan komunikatif.
- Menginternalisasi nilai-nilai Kristiani sebagai pegangan hidup.
Pemahaman bermakna: Memahami nilai-nilai Kristiani dari Galatia 5:22-26 bukan hanya tentang mengetahui daftar sifat, tetapi tentang menghidupinya secara nyata dalam setiap aspek kehidupan, menjadikan karakter Kristus sebagai panduan utama.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa hidup dengan kasih, sukacita, dan damai sejahtera itu penting, terutama di tengah tantangan zaman sekarang?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Memahami nilai-nilai karakter bangsa yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan. Bahasa Indonesia: Keterampilan menganalisis teks (Galatia 5:22-26), menyusun argumen dalam diskusi, dan mempresentasikan gagasan secara lisan dan tertulis. Seni Budaya: Membuat poster, peta pikiran, atau video pendek sebagai bagian dari proyek kreatif untuk mengekspresikan pemahaman nilai-nilai Kristiani. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai Kristiani diterapkan dalam keluarga dan memberikan dukungan moral untuk proyek peserta didik di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dan tertata untuk diskusi kelompok, serta akses ke perpustakaan sekolah atau sumber daya daring untuk riset dan materi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi seperti Canva/PowerPoint, aplikasi pengolah kata untuk LKPD digital, dan sumber video/artikel daring relevan tentang Buah Roh. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis makna Buah Roh berdasarkan Galatia 5:22-26 dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan memimpin doa pembuka. Peserta didik mengisi presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pelajaran sebelumnya tentang pentingnya hidup benar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami makna Buah Roh dari Galatia 5:22-26 dan pertanyaan pemantik 'Mengapa hidup dengan kasih, sukacita, dan damai sejahtera itu penting, terutama di tengah tantangan zaman sekarang?' untuk memantik diskusi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk membaca dan menganalisis Kitab Galatia 5:22-26, mencatat poin-poin penting tentang sembilan Buah Roh, dan mendiskusikan makna setiap Buah Roh dalam konteks kehidupan remaja. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran atau poster sederhana yang menggambarkan sembilan Buah Roh dan satu contoh konkret penerapannya di lingkungan sekolah atau rumah, lalu membandingkan hasil diskusi antar kelompok. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang makna mendalam dari setiap Buah Roh, memastikan pemahaman awal yang kuat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk terus mencari tahu lebih dalam. Guru menutup dengan doa berkat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi contoh-contoh nyata penerapan Buah Roh dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi relevansi nilai-nilai Kristiani dalam membentuk karakter pribadi yang unggul. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengecek presensi. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang Buah Roh. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan Buah Roh dalam kehidupan nyata. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus atau skenario masalah yang relevan dengan kehidupan remaja, di mana Buah Roh dapat menjadi solusi atau panduan. Mereka menganalisis bagaimana nilai-nilai Kristiani dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi dan mencatat berbagai contoh konkret penerapan Buah Roh dalam situasi sehari-hari, baik yang positif maupun tantangan, serta mengevaluasi dampak dari penerapan nilai-nilai tersebut terhadap karakter individu dan hubungan sosial. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus dan contoh-contoh yang mereka temukan. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menggali lebih dalam relevansi nilai-nilai Kristiani dalam membentuk karakter unggul dan mendorong pemikiran kritis. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang pentingnya Buah Roh dalam pembentukan karakter. Guru memberikan semangat untuk terus berjuang menerapkan nilai-nilai ini dan menutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik menganalisis dan mengidentifikasi penerapan Buah Roh dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Alat tulis, kertas/buku catatan, Kitab Alkitab, perangkat digital (opsional)
Langkah kerja:
- Baca dan renungkan Galatia 5:22-26 dengan saksama.
- Identifikasi sembilan Buah Roh yang disebutkan dalam ayat tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok, berikan definisi singkat untuk setiap Buah Roh.
- Berikan 2 contoh konkret penerapan setiap Buah Roh dalam kehidupan sehari-hari (di rumah, sekolah, atau lingkungan sosial).
- Identifikasi 1 tantangan dalam menerapkan Buah Roh tersebut dan diskusikan solusinya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang Roh Kudus?
- Menurutmu, apa saja sifat-sifat baik yang harus dimiliki seorang Kristen?
- Pernahkah kamu mendengar tentang 'Buah Roh'?
- Mengapa penting bagi kita untuk memiliki karakter yang baik?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kualitas peta pikiran/poster, dan rancangan proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek dan hasil tes tertulis pilihan ganda dan esai tentang pemahaman Buah Roh.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis makna Buah Roh berdasarkan Galatia 5:22-26 dengan tepat. | Pengertian dan sembilan Buah Roh. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi contoh nyata penerapan Buah Roh dan mengevaluasi relevansinya. | Contoh penerapan Buah Roh dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang dan mempresentasikan proyek sederhana yang menunjukkan praktik Buah Roh. | Rancangan proyek dan presentasi proyek. | 4 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi |
| 4 | Menginternalisasi nilai-nilai Kristiani sebagai pegangan hidup. | Refleksi diri dan komitmen pribadi. | Termasuk dalam 4 JP sebelumnya | Keimanan dan Ketakwaan, Kemandirian |
Dalam ajaran Kristen, karakter adalah cerminan iman seseorang. Kitab Galatia memberikan panduan berharga tentang bagaimana kita seharusnya hidup, terutama melalui konsep 'Buah Roh'. Modul ini akan membantu kita menyelami makna sembilan Buah Roh dan bagaimana nilai-nilai Kristiani ini dapat menjadi pegangan hidup yang kokoh di tengah arus dunia yang terus berubah.
1. Pendahuluan Kitab Galatia dan Konteks Buah Roh
Surat Galatia adalah salah satu surat Paulus yang ditulis kepada jemaat di Galatia. Paulus menekankan pentingnya hidup oleh Roh Kudus dan bukan oleh Taurat. Dalam konteks ini, ia memperkenalkan 'Buah Roh' sebagai tanda nyata dari kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Buah Roh bukanlah daftar perbuatan yang harus dilakukan untuk mendapatkan keselamatan, melainkan hasil alami dari penyerahan diri kepada pimpinan Roh Kudus. Ini adalah manifestasi dari karakter Kristus yang terbentuk dalam diri kita.
2. Kasih: Dasar dari Segala Buah Roh
Kasih (Yunani: agape) adalah buah Roh yang pertama dan terpenting, menjadi dasar bagi semua buah yang lain. Kasih yang dimaksud adalah kasih tanpa syarat, rela berkorban, dan tidak mementingkan diri sendiri. Ini adalah kasih yang berasal dari Allah dan dicurahkan ke dalam hati orang percaya. Contohnya adalah mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang, mengampuni kesalahan orang lain, dan menunjukkan kepedulian tulus kepada mereka yang membutuhkan.
3. Sukacita dan Damai Sejahtera: Keadaan Hati yang Diberkati
Sukacita (Yunani: chara) bukanlah kebahagiaan sesaat yang bergantung pada keadaan, melainkan sukacita yang berasal dari Tuhan, yang tetap ada bahkan dalam kesulitan. Damai sejahtera (Yunani: eirene) adalah ketenangan batin yang sejati, bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi keharmonisan dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Keduanya adalah tanda bahwa hati kita terhubung dengan sumber damai sejati, yaitu Yesus Kristus, bahkan di tengah badai kehidupan.
4. Kesabaran dan Kemurahan: Sifat yang Memuliakan Tuhan
Kesabaran (Yunani: makrothymia) adalah kemampuan menanggung penderitaan, kesulitan, atau ketidakadilan tanpa menyerah atau kehilangan harapan. Ini adalah ketahanan dalam menghadapi tantangan hidup. Kemurahan (Yunani: chrestotes) adalah kebaikan hati yang aktif, menunjukkan keramahan dan kebaikan kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang mungkin tidak pantas menerimanya. Sifat-sifat ini mencerminkan karakter Allah yang sabar dan murah hati kepada umat-Nya.
5. Kebaikan dan Kesetiaan: Integritas dalam Perbuatan dan Janji
Kebaikan (Yunani: agathosyne) adalah kualitas moral yang mendorong kita untuk melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya menghindari kejahatan. Kesetiaan (Yunani: pistis) adalah dapat dipercaya, teguh dalam janji, dan setia kepada Tuhan serta sesama. Ini berarti kita dapat diandalkan dan konsisten dalam perilaku kita, menunjukkan integritas dalam setiap tindakan dan perkataan.
6. Kelemahlembutan dan Penguasaan Diri: Kekuatan dalam Kerendahan Hati
Kelemahlembutan (Yunani: prautes) bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang terkendali. Ini adalah sikap rendah hati, tidak sombong, dan bersedia melayani orang lain. Penguasaan diri (Yunani: egkrateia) adalah kemampuan untuk mengendalikan keinginan, emosi, dan tindakan kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Kedua buah Roh ini menunjukkan kematangan rohani, di mana kita mampu mengendalikan diri dan merespons situasi dengan bijaksana, bukan berdasarkan dorongan sesaat.
7. Penerapan Buah Roh dalam Kehidupan Remaja
Bagi remaja, menerapkan Buah Roh berarti menunjukkan kasih kepada teman dan keluarga, bersukacita dalam berkat kecil, menjaga damai di sekolah, sabar menghadapi pelajaran sulit, murah hati membantu yang membutuhkan, baik dalam perkataan dan perbuatan, setia pada komitmen, lemah lembut dalam berinteraksi, dan menguasai diri dari godaan negatif. Ini adalah proses seumur hidup yang membutuhkan kesadaran, doa, dan latihan setiap hari.
8. Manfaat Menghidupi Nilai-nilai Kristiani
Menghidupi nilai-nilai Kristiani yang termanifestasi dalam Buah Roh membawa banyak manfaat. Kita akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan Tuhan dan sesama, hati yang damai, serta karakter yang kuat dan positif. Ini juga membantu kita menjadi teladan bagi orang lain dan memberikan kesaksian tentang kasih Kristus melalui kehidupan kita. Pada akhirnya, ini membawa kemuliaan bagi nama Tuhan dan kebaikan bagi dunia di sekitar kita.
Rangkuman: Nilai-nilai Kristiani yang disebut 'Buah Roh' dalam Galatia 5:22-26 (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) adalah manifestasi dari kehadiran Roh Kudus dalam diri orang percaya. Masing-masing buah ini memiliki makna mendalam dan relevan untuk membentuk karakter unggul. Dengan memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, membawa damai, dan menjadi teladan bagi sesama, menjadikan nilai-nilai ini sebagai pegangan hidup yang kokoh.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Galatia | Salah satu surat dalam Perjanjian Baru yang ditulis oleh Rasul Paulus. |
| Buah Roh | Sembilan sifat karakter yang dihasilkan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. |
| Agape | Istilah Yunani untuk kasih tanpa syarat dan rela berkorban. |
| Roh Kudus | Pribadi ketiga dalam Tritunggal yang diam dalam hati orang percaya. |
| Penguasaan Diri | Kemampuan untuk mengendalikan keinginan, emosi, dan tindakan diri. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Allah Terus BerkaryaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGereja dan Pertumbuhan ImanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHidup Berkelimpahan SyukurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSolidaritas terhadap SesamaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Doa dan Disiplin RohaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNilai Kristiani dalam PergaulanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemelihara Ciptaan AllahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Kristen lain yang sudah tersedia
Allah Memelihara Hidup Manusia ( Ketika Hidup Tidak Berjalan Menurut Impian SayaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPAllah Memperbaharui Hidup Manusia Ketika Hidup tidak Berjalan Seperti Apa yang saya ImpikaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPAllah memperbarui hidup manusiaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPHidup Manusia Dalam Pemeliharaan AllahPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 pada Pendidikan Agama Kristen SMP, Fase D, elemen Nilai-nilai Kristiani.
Modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VII.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen materi Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini gratis?
Ya. Modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Kristen kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 (perubahan atas Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025), pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Kristen kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Kristen kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Kristen ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Nilai - Nilai Kristiani Menjadi pegangan Hidup Menurut Kitab Galatia 5: 22-26 yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.