Modul ajar PJOK SMP kelas IX materi Senam Ketangkasan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik dapat menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik senam ketangkasan serta menyusun strategi untuk meningkatkan performa dan kesehatan pribadi.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang gerak dasar senam lantai dan pernah mencoba beberapa gerakan sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai senam ketangkasan tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah dalam menghadapi tantangan gerak.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana tubuh kita bisa bergerak lincah dan seimbang seperti pesenam, dan apa rahasia di balik gerakan-gerakan menakjubkan itu?
Tujuan: Menganalisis konsep dan prosedur gerak dasar senam ketangkasan (guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin) dengan benar.
Kegiatan awal: Guru memberi salam, mengajak doa bersama, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman senam sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, serta memantik semangat dengan pertanyaan 'Apa yang membuat pesenam terlihat begitu luwes dan kuat?'.
Memahami: Peserta didik mengamati video demonstrasi gerak dasar senam ketangkasan (guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin) dan membaca modul ajar, kemudian berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar dan prosedur keselamatan dalam setiap gerakan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mencoba mempraktikkan secara perlahan dan berhati-hati beberapa tahapan gerak dasar di matras dengan bimbingan guru dan saling mengamati untuk menemukan tantangan serta cara mengatasinya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan identifikasi mereka, kemudian guru memberikan umpan balik, mengoreksi miskonsepsi, dan memperkuat pemahaman tentang teknik yang benar dan pentingnya keselamatan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari ini, melakukan refleksi singkat tentang pengalaman belajar mereka, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan persiapan untuk pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa dan salam.
Tujuan: Mempraktikkan gerak dasar senam ketangkasan (guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin) sesuai prosedur dan prinsip keselamatan serta menganalisis kesalahan umum dalam melakukannya.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu fokus pada praktik dan identifikasi kesalahan, serta memotivasi dengan pertanyaan 'Bagaimana cara kita memperbaiki gerakan yang masih terasa sulit?'.
Memahami: Peserta didik kembali mengamati demonstrasi gerak dasar yang lebih detail dari guru atau teman yang sudah menguasai, kemudian secara berpasangan atau kelompok kecil menganalisis video gerakan senam ketangkasan untuk mengidentifikasi kesalahan umum yang sering terjadi.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mempraktikkan gerak dasar senam ketangkasan di matras, dengan teman sebaya saling memberikan umpan balik dan mencatat kesalahan yang ditemukan, kemudian mencoba menerapkan koreksi yang disarankan guru atau teman.
Merefleksi: Setiap pasangan/kelompok berbagi temuan kesalahan dan solusi perbaikan yang mereka coba, guru memberikan penguatan dan demonstrasi ulang untuk teknik-teknik yang masih banyak salah, serta memberikan tips untuk meningkatkan kualitas gerakan.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum teknik-teknik kunci yang telah dipelajari dan diperbaiki, melakukan peregangan pendinginan, guru mengapresiasi semangat belajar dan ketekunan mereka, memberikan motivasi untuk terus berlatih, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menyusun rangkaian gerak sederhana senam ketangkasan secara mandiri atau berkelompok dan menunjukkan sikap bertanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali materi dan praktik sebelumnya, menyampaikan tujuan pertemuan terakhir yaitu menyusun rangkaian gerakan dan presentasi, serta membangkitkan semangat dengan pertanyaan 'Karya senam seperti apa yang ingin kalian tunjukkan hari ini?'.
Memahami: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merancang sebuah rangkaian gerak sederhana senam ketangkasan, memilih 2-3 gerakan dasar yang telah dikuasai, dan menentukan transisi antar gerakan dengan memperhatikan estetika dan keselamatan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok secara mandiri berlatih rangkaian gerak yang telah dirancang, saling membantu dan mengoreksi dalam kelompok, serta mempersiapkan presentasi singkat di depan kelas, dengan guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.
Merefleksi: Masing-masing kelompok menampilkan rangkaian gerak senam ketangkasan mereka, kemudian kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif, dan guru memberikan penilaian formatif serta umpan balik menyeluruh terhadap performa dan kreativitas setiap kelompok.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengalaman belajar senam ketangkasan secara keseluruhan, melakukan refleksi individu tentang keterampilan yang didapat dan nilai-nilai yang tumbuh, guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan hasil karya mereka, serta menutup dengan pesan motivasi untuk menjaga kebugaran dan doa bersama.
Proses (formatif): Observasi kinerja peserta didik saat praktik dan diskusi kelompok, serta penilaian lembar kerja peserta didik.
Akhir (sumatif): Penilaian performa praktik rangkaian gerak senam ketangkasan dan jawaban esai tentang analisis teknik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis konsep dan prosedur gerak dasar senam ketangkasan (guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin) dengan benar. | Konsep dan prosedur gerak dasar senam ketangkasan. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mempraktikkan gerak dasar senam ketangkasan (guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin) sesuai prosedur dan prinsip keselamatan. | Praktik gerak dasar senam ketangkasan. | 2 JP | Kesehatan |
| Menyusun rangkaian gerak sederhana senam ketangkasan secara mandiri atau berkelompok. | Penyusunan dan presentasi rangkaian gerak. | 2 JP | Kreativitas |
Senam ketangkasan, sering juga disebut senam artistik, adalah cabang olahraga senam yang melibatkan gerakan-gerakan akrobatik dan artistik yang memerlukan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang tinggi. Materi ini akan membimbing Anda untuk memahami dan menguasai beberapa gerak dasar senam ketangkasan, serta pentingnya keselamatan dalam setiap pelaksanaannya.
Senam ketangkasan adalah bentuk senam yang melibatkan gerakan-gerakan kompleks dan membutuhkan keterampilan fisik luar biasa. Gerakan-gerakan ini dilakukan di atas matras atau alat khusus dengan tujuan menunjukkan keindahan gerak, kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan. Contoh gerakannya meliputi guling depan, guling belakang, kayang, sikap lilin, dan berbagai lompatan serta putaran. Latihan teratur sangat penting untuk menguasai setiap teknik.
Guling depan adalah salah satu gerak dasar senam lantai yang dilakukan dengan menggulingkan badan ke depan melalui tengkuk, punggung, dan panggul bagian belakang. Tahapan pelaksanaannya dimulai dari posisi jongkok, kedua tangan bertumpu di matras, dagu menyentuh dada, kemudian dorong badan ke depan. Penting untuk menjaga kepala tetap menekuk agar tengkuk menyentuh matras terlebih dahulu, bukan kepala.
Guling belakang adalah gerakan menggulingkan badan ke belakang, dimulai dari panggul, punggung, dan diakhiri dengan tumpuan tangan di samping telinga untuk membantu mendorong badan kembali ke posisi berdiri atau jongkok. Keselamatan adalah kunci; pastikan dorongan cukup kuat dan kepala terlindungi dengan baik agar tidak membentur matras secara langsung.
Kayang adalah posisi tubuh melengkung ke belakang seperti busur, dengan tumpuan pada kedua tangan dan kedua kaki. Gerakan ini melatih kelenturan tulang belakang dan kekuatan otot lengan serta kaki. Latihan peregangan punggung dan bahu secara bertahap sangat dianjurkan sebelum mencoba kayang penuh untuk menghindari cedera.
Sikap lilin adalah posisi tubuh tegak lurus ke atas dengan tumpuan pada pundak dan siku, serta kedua tangan menopang pinggang. Gerakan ini melatih keseimbangan dan kekuatan otot perut serta punggung. Pastikan matras cukup tebal dan leher tidak tegang selama melakukan gerakan ini untuk menghindari cedera leher.
Keselamatan adalah prioritas utama dalam senam ketangkasan. Selalu lakukan pemanasan yang cukup sebelum latihan dan pendinginan setelahnya. Gunakan matras yang sesuai, pastikan tidak ada benda tajam di sekitar area latihan, dan selalu ada pengawasan dari guru atau orang yang lebih ahli. Belajar teknik dasar secara bertahap dan jangan memaksakan gerakan yang belum dikuasai sepenuhnya untuk mencegah cedera.
Dalam setiap gerakan senam, kesalahan bisa terjadi. Misalnya, pada guling depan, kesalahan umum adalah kepala tidak ditekuk atau tangan tidak menolak dengan kuat. Untuk guling belakang, dorongan kaki yang kurang atau tangan tidak menopang dengan benar sering terjadi. Analisis kesalahan ini penting untuk perbaikan. Dengan mengamati, meminta umpan balik, dan berlatih secara konsisten dengan teknik yang benar, kualitas gerakan akan meningkat.
Rangkuman: Senam ketangkasan melibatkan gerak dasar seperti guling depan, guling belakang, kayang, dan sikap lilin yang memerlukan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan. Penguasaan teknik yang benar dan prioritas keselamatan adalah kunci untuk menghindari cedera. Melalui latihan yang sistematis dan analisis kesalahan, kita dapat meningkatkan performa dan mencapai gerakan yang efektif dan estetis, sekaligus membangun nilai-nilai positif seperti disiplin dan tanggung jawab.
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan gerak dasar senam ketangkasan serta mengidentifikasi kesalahan dan solusinya.
Alat & bahan: Matras senam, alat tulis, lembar observasi, video demonstrasi.
| Senam Ketangkasan | Cabang senam yang menampilkan gerakan akrobatik dan artistik. |
| Guling Depan | Gerakan menggulingkan badan ke depan melalui tengkuk. |
| Guling Belakang | Gerakan menggulingkan badan ke belakang. |
| Kayang | Posisi tubuh melengkung ke belakang seperti busur. |
| Sikap Lilin | Posisi tubuh tegak lurus ke atas dengan tumpuan pundak. |
| Matras | Alas tebal yang digunakan untuk latihan senam guna mengurangi risiko cedera. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.