tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPLBBahasa Indonesia › Teks Berita — Tunarungu
SMPLB · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VIII
Teks Berita — Tunarungu

Modul ajar Bahasa Indonesia SMPLB kelas VIII materi Teks Berita — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas VIII materi Teks Berita — Tunarungu
Ringkasan: Teks berita adalah laporan kejadian nyata yang penting. Untuk memahami dan menulis berita, kita perlu mengetahui unsur 5W+1H (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana) dan strukturnya (judul, kepala, tubuh, ekor berita). Penting juga untuk membedakan fakta (kejadian nyata) dan opini (pendapat) agar berita yang kita baca atau tulis akurat dan dapat dipercaya.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: penalaran kritis, komunikasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Indonesia · Teks Berita — Tunarungu · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami informasi dan mengekspresikan gagasan dalam berbagai teks (termasuk berita) melalui aktivitas menyimak, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis dengan bantuan visual serta bahasa isyarat untuk tujuan komunikasi yang efektif.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu memahami informasi sederhana dari gambar atau tulisan pendek dan mengekspresikan ide dasar secara visual atau isyarat.

Pemahaman bermakna: Memahami teks berita membantu kita mendapatkan informasi akurat tentang dunia sekitar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima, serta melatih kita untuk menyampaikan informasi secara jelas dan benar.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa tahu kejadian penting yang terjadi di lingkungan sekitar kita atau di tempat lain?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita (5W+1H) dari tayangan video berita sederhana dengan bantuan visual dan bahasa isyarat.

Kegiatan awal: Peserta didik memberi salam dan berdoa bersama. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar. Guru menampilkan gambar-gambar peristiwa penting (kebakaran, perayaan). Guru bertanya, 'Bagaimana kita tahu tentang kejadian ini?' (pertanyaan pemantik). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mencari tahu informasi penting dari berita. Guru menunjukkan kartu kata 'Berita' dan menjelaskan dengan bahasa isyarat.

Memahami: Guru menayangkan video berita singkat (dengan subtitle dan penerjemah isyarat) tentang peristiwa yang akrab bagi peserta didik (misalnya, acara sekolah). Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan apa yang terjadi, siapa yang terlibat, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Guru menyediakan kartu pertanyaan 5W+1H dan gambar pendukung.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja bergambar tentang video berita yang ditayangkan, mencocokkan gambar dengan pertanyaan 5W+1H. Guru membimbing dengan bahasa isyarat dan menunjuk gambar yang relevan. Peserta didik berdiskusi dan menuliskan jawaban singkat atau menunjuk kartu kata yang sesuai.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan menunjukkan gambar dan kartu kata, didukung oleh guru. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya unsur 5W+1H dalam berita. Guru mengapresiasi usaha setiap kelompok.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama unsur-unsur penting dalam berita. Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif peserta didik. Guru memberikan tugas rumah sederhana: mencari satu gambar peristiwa dan mencoba menjelaskan 5W+1H-nya kepada orang tua/wali.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menjelaskan struktur teks berita (judul, kepala berita, tubuh berita, ekor berita) dari contoh teks berita cetak atau digital yang disederhanakan dan membedakan fakta dan opini dalam teks berita dengan panduan visual dan kartu kata.

Kegiatan awal: Peserta didik memberi salam dan berdoa. Guru mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang 5W+1H. Guru menunjukkan contoh teks berita cetak yang sudah disederhanakan dan bertanya, 'Bagian mana yang paling menarik perhatianmu?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar bagaimana berita disusun dan membedakan informasi yang benar-benar terjadi dengan pendapat.

Memahami: Guru menjelaskan struktur teks berita (judul, kepala berita, tubuh berita, ekor berita) menggunakan poster bergambar dan contoh teks berita yang sudah diberi warna berbeda untuk setiap bagian. Guru menjelaskan perbedaan fakta (sesuatu yang benar-benar terjadi, bisa dibuktikan) dan opini (pendapat seseorang) dengan contoh-contoh konkret dan kartu kata 'Fakta'/'Opini'.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menerima beberapa potongan teks berita yang berbeda. Mereka diminta untuk menyusun potongan-potongan tersebut menjadi satu teks berita yang utuh sesuai strukturnya. Selanjutnya, mereka menandai kalimat fakta dan opini dalam teks tersebut menggunakan stiker warna berbeda (misalnya, hijau untuk fakta, kuning untuk opini). Guru berkeliling membimbing dan memberikan bantuan isyarat.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil susunan teks berita dan penandaan fakta/opini mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan mengoreksi jika ada kesalahan, menjelaskan kembali dengan contoh visual. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami struktur berita dan membedakan fakta dari opini.

Penutup: Peserta didik dan guru membuat rangkuman tentang struktur berita dan perbedaan fakta/opini. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik. Guru memberi tantangan untuk pertemuan selanjutnya: kita akan mencoba menulis berita sendiri!

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyusun ringkasan isi teks berita secara sederhana menggunakan kalimat efektif dan bahasa isyarat dan menulis teks berita sederhana tentang peristiwa di lingkungan sekolah dengan memperhatikan unsur 5W+1H dan struktur teks berita.

Kegiatan awal: Peserta didik memberi salam dan berdoa. Guru menanyakan pengalaman peserta didik saat mencari gambar peristiwa di rumah. Guru menampilkan contoh berita sederhana yang ditulis oleh teman sebaya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar meringkas berita dan menulis berita sederhana tentang peristiwa di sekolah kita.

Memahami: Guru menjelaskan cara meringkas berita dengan mengambil unsur-unsur 5W+1H dan menyusunnya menjadi beberapa kalimat singkat. Guru memberikan contoh proses meringkas berita dari teks yang sudah dibahas. Guru juga menjelaskan langkah-langkah menulis berita sederhana: menentukan peristiwa, mengumpulkan informasi (5W+1H), dan menyusunnya sesuai struktur.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan (dengan bantuan guru) memilih satu peristiwa yang baru terjadi di lingkungan sekolah (misalnya, lomba kebersihan kelas, kunjungan perpustakaan). Mereka mengumpulkan informasi 5W+1H dari peristiwa tersebut (melalui wawancara singkat dengan teman/guru, pengamatan) dan mencatatnya. Kemudian, mereka menulis teks berita sederhana berdasarkan informasi tersebut, memperhatikan struktur dan unsur 5W+1H, dengan bimbingan guru dan penggunaan kartu kata.

Merefleksi: Beberapa peserta didik (secara sukarela) mempresentasikan teks berita yang telah mereka tulis di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan, fokus pada kejelasan informasi dan kelengkapan unsur 5W+1H. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas karya peserta didik.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan pentingnya menulis berita yang jelas dan benar. Guru memotivasi peserta didik untuk terus berlatih mencari dan menulis berita. Guru memberikan pujian atas semua usaha dan kemajuan peserta didik hari ini. Guru mengingatkan untuk terus mengamati lingkungan sekitar.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengisi LKPD, dan presentasi hasil kerja dengan bantuan visual dan bahasa isyarat.

Akhir (sumatif): Penilaian teks berita sederhana yang ditulis peserta didik, meliputi kelengkapan unsur 5W+1H, struktur, dan kejelasan informasi.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita (5W+1H) dari tayangan video berita sederhana.Pengenalan Teks Berita dan Unsur 5W+1H2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
Menjelaskan struktur teks berita dan membedakan fakta/opini.Struktur Teks Berita dan Fakta/Opini2 JPPenalaran Kritis, Komunikasi
Menyusun ringkasan dan menulis teks berita sederhana.Meringkas dan Menulis Teks Berita2 JPKreativitas, Komunikasi, Penalaran Kritis

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Berita adalah informasi penting tentang kejadian nyata yang disampaikan kepada banyak orang. Dengan membaca atau menonton berita, kita jadi tahu apa saja yang sedang terjadi di sekitar kita, baik di sekolah, di kota, bahkan di seluruh dunia. Berita membantu kita memahami dunia dan membuat keputusan yang lebih baik.

Apa Itu Teks Berita?

Teks berita adalah laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dan bersifat aktual (baru terjadi). Berita bisa kita temukan di koran, televisi, radio, atau internet. Tujuan berita adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada pembaca atau pendengar. Contohnya, berita tentang acara olahraga di sekolah atau tentang penemuan baru di bidang sains.

Unsur-unsur Teks Berita (5W+1H)

Untuk memahami berita dengan baik, kita bisa mencari enam unsur penting yang sering disebut 5W+1H. Yaitu: What (Apa) – peristiwa apa yang terjadi? Who (Siapa) – siapa saja yang terlibat? Where (Di mana) – di mana peristiwa itu terjadi? When (Kapan) – kapan peristiwa itu terjadi? Why (Mengapa) – mengapa peristiwa itu bisa terjadi? How (Bagaimana) – bagaimana peristiwa itu berlangsung? Dengan menemukan semua unsur ini, kita bisa memahami isi berita secara lengkap. Misalnya, dalam berita tentang kecelakaan, kita mencari tahu apa yang kecelakaan, siapa korban, di mana lokasi, kapan waktu, mengapa terjadi, dan bagaimana prosesnya.

Struktur Teks Berita

Teks berita biasanya memiliki susunan atau struktur yang khas agar mudah dipahami. Struktur ini seperti piramida terbalik, di mana informasi paling penting ada di awal. Bagian-bagiannya adalah: 1. Judul: Bagian paling atas yang menarik perhatian dan menggambarkan isi berita. 2. Kepala Berita (Lead): Paragraf pertama yang berisi rangkuman informasi paling penting (seringkali mencakup What, Who, Where, When). 3. Tubuh Berita: Bagian yang menjelaskan lebih detail tentang peristiwa, termasuk Why dan How. 4. Ekor Berita: Bagian penutup yang berisi informasi tambahan atau latar belakang yang kurang penting.

Fakta dan Opini dalam Berita

Dalam berita, kita harus bisa membedakan antara fakta dan opini. Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, bisa dibuktikan, dan objektif (tidak dipengaruhi perasaan). Contoh: 'Jumlah korban banjir mencapai 100 orang.' Opini adalah pendapat, pandangan, atau penilaian seseorang yang sifatnya subjektif (dipengaruhi perasaan). Contoh: 'Menurut saya, banjir kali ini adalah yang terparah.' Berita yang baik harus lebih banyak berisi fakta daripada opini.

Meringkas Teks Berita

Meringkas berita berarti membuat berita menjadi lebih pendek dan mudah diingat, tetapi tetap berisi informasi penting. Cara meringkas adalah dengan menemukan unsur 5W+1H, lalu menyusunnya menjadi beberapa kalimat singkat dan padat. Misalnya, dari berita panjang tentang pertandingan sepak bola, kita bisa meringkasnya menjadi: 'Tim A menang 2-1 melawan Tim B di Stadion Merdeka kemarin sore karena permainan yang bagus, dengan gol kemenangan dicetak di menit akhir.'

Menulis Teks Berita Sederhana

Menulis berita sederhana bisa dimulai dari peristiwa di sekitar kita, misalnya di sekolah. Langkah-langkahnya: 1. Pilih peristiwa: Cari kejadian menarik yang baru terjadi. 2. Kumpulkan informasi: Wawancarai orang yang terlibat, amati, catat 5W+1H. 3. Buat kerangka: Tulis poin-poin penting untuk judul, kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita. 4. Tulis berita: Kembangkan poin-poin menjadi kalimat-kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Gunakan bahasa yang lugas dan objektif. 5. Periksa kembali: Pastikan semua unsur 5W+1H ada, strukturnya benar, dan tidak ada kesalahan penulisan.

Rangkuman: Teks berita adalah laporan kejadian nyata yang penting. Untuk memahami dan menulis berita, kita perlu mengetahui unsur 5W+1H (Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana) dan strukturnya (judul, kepala, tubuh, ekor berita). Penting juga untuk membedakan fakta (kejadian nyata) dan opini (pendapat) agar berita yang kita baca atau tulis akurat dan dapat dipercaya.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis unsur 5W+1H dan struktur teks berita dari contoh berita yang disajikan.

Alat & bahan: Teks berita cetak/digital sederhana, kartu pertanyaan 5W+1H, stiker warna, pensil warna, lembar kerja bergambar

  1. Baca dan amati teks berita yang diberikan dengan cermat.
  2. Identifikasi judul, kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita, lalu beri tanda pada setiap bagian.
  3. Temukan informasi yang menjawab pertanyaan 'Apa?', 'Siapa?', 'Di mana?', 'Kapan?', 'Mengapa?', dan 'Bagaimana?' dari teks berita.
  4. Tuliskan jawaban dari setiap pertanyaan 5W+1H di kolom yang tersedia.
  5. Bedakan kalimat fakta dan opini, lalu beri stiker warna berbeda.

8 Glosarium

BeritaLaporan tentang peristiwa atau kejadian nyata.
AktualTerbaru atau baru saja terjadi.
FaktaSesuatu yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan.
OpiniPendapat atau pandangan seseorang.
5W+1HUnsur-unsur penting dalam berita: What, Who, Where, When, Why, How.
Judul BeritaBagian awal berita yang berisi nama atau tema berita.
Kepala Berita (Lead)Paragraf pertama yang berisi rangkuman inti berita.
Tubuh BeritaBagian yang menjelaskan detail peristiwa.
Ekor BeritaBagian penutup yang berisi informasi tambahan.

9 Materi Bahasa Indonesia Terkait

Iklan, Slogan, dan Poster — TunarunguBahasa Indonesia Kelas VIII SMPLB
Pelajari Iklan, Slogan, dan Poster — Tunarungu →
Iklan, Slogan, dan PosterBahasa Indonesia Kelas VIII SMPLB
Pelajari Iklan, Slogan, dan Poster →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks Berita — Tunarungu ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.