Modul ajar Keterampilan SMPLB kelas VII materi Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Keterampilan |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan pangan di lingkungan sekitar dan mampu melakukan kegiatan motorik halus sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Keterampilan: Tata Boga |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, memilih, dan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk makanan atau minuman sederhana dengan menerapkan prinsip kebersihan dan keamanan pangan serta menunjukkan sikap mandiri dan kolaboratif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Olahan pangan lokal seperti keripik singkong, getuk, atau wedang jahe adalah contoh nyata makanan dan minuman yang berasal dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. |
| Konseptual | Konsep utama dalam materi ini adalah pemanfaatan bahan pangan lokal untuk menciptakan produk kuliner yang bernilai gizi dan ekonomis dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah konkret mulai dari perencanaan, pemilihan bahan, persiapan, proses pengolahan, hingga penyajian dan pengemasan olahan pangan lokal. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari mengapa penting untuk melestarikan dan mengembangkan potensi pangan lokal serta bagaimana proses belajar ini membantu mereka mengembangkan keterampilan hidup dan berpikir kreatif. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami cara mengolah pangan lokal tidak hanya tentang memasak, tetapi juga tentang melestarikan budaya, memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, dan mengembangkan potensi diri untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa membuat makanan atau minuman lezat dari bahan-bahan yang tumbuh di kebun kita sendiri?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Mengenali jenis tumbuhan pangan, bagian yang dapat dimakan, dan kandungan gizi sederhana. Bahasa Indonesia: Menggunakan kosa kata baru terkait bahan dan proses memasak, serta menceritakan pengalaman secara lisan dan tulisan sederhana. Seni Budaya: Menata makanan agar terlihat menarik (plating) dan mengenal makanan tradisional sebagai bagian dari budaya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak untuk berdiskusi tentang jenis pangan lokal yang ada di lingkungan rumah dan membantu peserta didik mempraktikkan pengolahan sederhana di rumah dengan pengawasan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi meja dan kursi yang dapat diatur untuk kerja kelompok, dapur mini atau pojok praktik dengan wastafel, dan area presentasi yang nyaman; dilengkapi poster visual tahapan kerja dan nama bahan/alat. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial singkat (bersubtitle) tentang cara mengupas atau memotong bahan pangan, atau gambar-gambar digital resep olahan pangan lokal yang menarik sebagai inspirasi. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan atau minuman dan menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan untuk mengolah pangan lokal sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa peserta didik dengan bahasa isyarat dan ujaran, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan berbagai gambar atau contoh fisik bahan pangan lokal (singkong, ubi, jagung, jahe) dan menanyakan 'Apa ini?' 'Bisa dibuat apa?' dengan bahasa isyarat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan mengenal bahan pangan lokal dan alat-alatnya, lalu menunjukkan kartu tujuan pembelajaran. Pertanyaan pemantik: 'Siapa yang suka makan singkong? Singkong bisa dibuat apa saja?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok (2-3 orang) mengamati berbagai contoh bahan pangan lokal yang dibawa guru (singkong, ubi, pisang, jagung, jahe) dan kartu nama bahan tersebut. Mereka mendiskusikan (dengan bimbingan guru dan bahasa isyarat) apa saja yang bisa dibuat dari bahan-bahan tersebut. Guru juga menunjukkan gambar atau contoh alat-alat dapur sederhana (pisau plastik, talenan, panci kecil) dan kartu nama alat tersebut, lalu mengaitkannya dengan fungsi dalam pengolahan pangan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok menerima LKPD bergambar. Peserta didik diminta untuk mencocokkan gambar bahan pangan dengan produk olahannya, dan mencocokkan gambar alat dengan namanya. Mereka juga menuliskan (atau menunjuk dengan isyarat) nama-nama bahan dan alat yang mereka kenal. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan semua peserta didik terlibat aktif dengan komunikasi total. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil LKPD mereka di depan kelas dengan menunjuk gambar atau menunjukkan kartu kata. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, mengoreksi jika ada kesalahan, dan merangkum jenis-jenis bahan pangan lokal dan alat-alat dasarnya. Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama tentang pentingnya bahan pangan lokal. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras hari ini. Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya tentang persiapan bahan. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan tahapan persiapan bahan pangan lokal dengan bimbingan dan melakukan proses pengolahan pangan lokal sederhana sesuai prosedur yang diberikan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulang sedikit materi pertemuan lalu tentang bahan dan alat. Guru menunjukkan sebuah gambar singkong utuh dan gambar singkong yang sudah dikupas dan dipotong. Guru bertanya, 'Bagaimana singkong ini bisa jadi begini?' (dengan isyarat). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar cara menyiapkan bahan pangan dan mengolahnya menjadi makanan sederhana. Guru menunjukkan kartu tujuan pembelajaran. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang harus kita lakukan sebelum memasak singkong?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru mendemonstrasikan tahapan persiapan bahan pangan (misalnya, mengupas singkong, mencuci, memotong) dengan gerakan lambat dan jelas, disertai bahasa isyarat dan penjelasan lisan. Guru menggunakan alat peraga besar atau video singkat (bersubtitle) jika memungkinkan. Peserta didik mengamati dengan seksama. Guru juga menjelaskan langkah-langkah sederhana mengolah (misalnya, merebus singkong) dengan gambar urutan dan kartu instruksi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan bahan pangan (misalnya, singkong) dan alat yang aman (pisau plastik, talenan). Dengan bimbingan guru dan pendamping, peserta didik secara bergantian mencoba melakukan tahapan persiapan bahan (mengupas, mencuci, memotong) dan kemudian merebus singkong di panci kecil yang telah disiapkan guru (dengan pengawasan ketat). Guru memberikan instruksi visual dan isyarat untuk setiap langkah. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setelah proses pengolahan selesai, setiap kelompok menunjukkan hasil rebusan singkong mereka. Guru menanyakan 'Bagaimana rasanya?' 'Apa yang kalian lakukan tadi?' (dengan isyarat). Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap keterampilan yang telah dicapai peserta didik. Guru menekankan pentingnya kebersihan dan keselamatan saat bekerja di dapur. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik merangkum langkah-langkah persiapan dan pengolahan yang telah dilakukan. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kerja sama peserta didik. Guru menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya kita akan membuat produk yang lebih menarik dan menyajikannya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyajikan hasil olahan pangan lokal dengan rapi dan menarik dan menceritakan pengalaman dan hasil olahan pangan lokal kepada teman dan guru. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru menunjukkan hasil olahan singkong rebus dari pertemuan sebelumnya. Guru bertanya 'Bisa dibuat apa lagi singkong rebus ini supaya lebih enak dan menarik?' (dengan isyarat). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan berkreasi membuat olahan pangan lokal yang menarik dan menyajikannya, lalu menceritakan pengalaman kita. Guru menunjukkan kartu tujuan pembelajaran. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara membuat makanan kita terlihat cantik?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru mendemonstrasikan cara mengubah singkong rebus menjadi getuk sederhana (misalnya, menumbuk, memberi sedikit gula dan parutan kelapa) dan cara menyajikannya dengan rapi di piring kecil. Guru menggunakan gambar urutan dan kartu instruksi. Guru juga memberikan contoh cara menceritakan hasil karyanya secara singkat dengan bahasa isyarat dan lisan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok menerima bahan olahan (singkong rebus yang sudah disiapkan), bahan tambahan (gula, kelapa parut), dan alat penyajian (piring kecil, sendok). Dengan bimbingan guru, peserta didik secara kolaboratif membuat getuk dan menyajikannya di piring. Mereka juga menyiapkan 'presentasi' singkat tentang olahan mereka. Guru memastikan setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam setiap langkah, dari membuat hingga menyajikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok maju ke depan untuk menunjukkan hasil olahan mereka dan menceritakan (dengan isyarat atau lisan) nama olahannya, bahan yang digunakan, dan bagaimana rasanya. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan pujian untuk kreativitas dan usaha mereka. Guru juga memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk bertanya atau memberikan komentar (dengan isyarat/lisan). |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan seluruh rangkaian kegiatan dari mengenal bahan hingga menyajikan olahan pangan lokal. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi mereka. Guru mendorong mereka untuk mencoba membuat olahan pangan lokal lainnya di rumah. Guru juga menyampaikan nilai-nilai penting seperti kemandirian dan kebersihan. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mencocokkan bahan pangan lokal dengan produk olahannya serta alat-alat dapur yang digunakan.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, lem, gunting, kartu gambar bahan pangan, kartu gambar produk olahan, kartu gambar alat dapur.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi langsung terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi, keaktifan dalam menyiapkan bahan, dan ketepatan mengikuti prosedur pengolahan.
Sumatif (akhir): Penilaian produk olahan pangan lokal (getuk) yang dibuat oleh peserta didik dan presentasi singkat pengalaman mereka.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan atau minuman. | Pengenalan bahan pangan lokal dan potensinya. | 3 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 2 | Melakukan tahapan persiapan bahan pangan lokal dengan bimbingan dan melakukan proses pengolahan pangan lokal sederhana sesuai prosedur yang diberikan. | Persiapan dan pengolahan dasar pangan lokal (mis. merebus singkong). | 3 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| 3 | Menyajikan hasil olahan pangan lokal dengan rapi dan menarik serta menceritakan pengalaman dan hasil olahan pangan lokal kepada teman dan guru. | Kreasi dan penyajian olahan pangan lokal (mis. getuk) dan presentasi. | 3 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Indonesia kaya akan berbagai jenis bahan pangan lokal yang melimpah dan bergizi. Dengan sedikit kreativitas, kita bisa mengubah bahan-bahan sederhana ini menjadi makanan atau minuman yang lezat dan menarik. Modul ini akan mengajak kita mengenal potensi pangan lokal di sekitar kita, belajar cara mengolahnya, dan bahkan berkreasi membuat produk sendiri. Mari kita jelajahi dunia kuliner lokal yang penuh rasa dan manfaat!
1. Mengenal Pangan Lokal di Sekitar Kita
Pangan lokal adalah bahan makanan yang dihasilkan dan tersedia di daerah sekitar kita. Contohnya, di desa atau kebun, kita bisa menemukan singkong, ubi jalar, jagung, pisang, talas, atau berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Di beberapa daerah, ada juga rempah-rempah seperti jahe, kunyit, atau sereh yang bisa diolah menjadi minuman sehat. Mengenal pangan lokal berarti kita tahu apa saja yang tumbuh di lingkungan kita dan bisa dimanfaatkan.
2. Potensi Olahan Pangan Lokal
Bahan pangan lokal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman. Singkong bisa diolah menjadi keripik, getuk, atau tiwul. Ubi jalar bisa jadi kolak, keripik, atau kue. Jagung bisa dibuat menjadi bakwan jagung atau bubur jagung. Pisang bisa digoreng, dikukus, atau dibuat keripik. Dengan sedikit sentuhan, bahan-bahan sederhana ini bisa menjadi hidangan yang lezat dan bernilai gizi tinggi. Bahkan bisa dijual dan menghasilkan uang!
3. Alat dan Bahan Dasar untuk Mengolah Pangan Lokal
Untuk mengolah pangan lokal, kita tidak selalu membutuhkan alat yang canggih. Beberapa alat dasar yang sering digunakan adalah pisau (gunakan pisau plastik untuk keamanan), talenan, panci untuk merebus atau mengukus, wajan untuk menggoreng, mangkuk, dan sendok. Bahan-bahan tambahan yang umum digunakan adalah gula, garam, kelapa parut, atau sedikit minyak goreng. Pastikan semua alat bersih sebelum digunakan.
4. Langkah-langkah Persiapan Bahan
Sebelum memasak, bahan pangan harus disiapkan dengan baik. Pertama, cuci bersih bahan pangan di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran. Kedua, kupas kulitnya jika diperlukan (misalnya singkong atau ubi). Ketiga, potong bahan pangan sesuai ukuran yang diinginkan. Misalnya, singkong dipotong dadu agar lebih cepat matang saat direbus. Selalu berhati-hati saat menggunakan pisau dan minta bantuan jika kesulitan.
5. Proses Pengolahan Sederhana: Contoh Getuk Singkong
Salah satu olahan pangan lokal yang mudah dibuat adalah getuk singkong. Pertama, rebus singkong yang sudah dikupas dan dipotong hingga empuk. Setelah matang, angkat dan tiriskan. Kedua, tumbuk singkong rebus selagi hangat hingga halus. Ketiga, campurkan sedikit gula dan garam sesuai selera, aduk rata. Keempat, bentuk adonan getuk sesuai keinginan, bisa bulat atau kotak. Kelima, sajikan dengan taburan kelapa parut di atasnya. Lezat!
6. Penyajian dan Kebersihan Makanan
Makanan yang enak juga harus disajikan dengan rapi dan bersih. Gunakan piring atau wadah yang bersih. Tata makanan agar terlihat menarik, misalnya dengan menambahkan hiasan dari daun pandan atau irisan buah. Selalu jaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan. Kebersihan adalah kunci agar makanan aman dan sehat untuk dikonsumsi. Jangan lupa untuk mencicipi sedikit sebelum disajikan.
Rangkuman: Pangan lokal adalah sumber daya berharga di sekitar kita yang dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman lezat serta bergizi. Dengan mengenal jenisnya, menyiapkan bahan, dan mengikuti prosedur sederhana, kita bisa membuat olahan sendiri seperti getuk singkong. Penting untuk selalu menjaga kebersihan alat dan bahan serta menyajikan makanan dengan rapi. Mari manfaatkan potensi pangan lokal untuk hidup sehat dan kreatif!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pangan Lokal | Bahan makanan yang tumbuh dan tersedia di daerah sekitar. |
| Olahan Pangan | Makanan atau minuman yang dihasilkan dari proses pengolahan bahan pangan. |
| Getuk | Makanan tradisional yang terbuat dari singkong kukus yang ditumbuk dan diberi gula. |
| Mengupas | Melepas kulit dari bahan pangan seperti singkong atau ubi. |
| Menyajikan | Menata makanan di piring atau wadah agar siap disantap dan terlihat menarik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — Tunarungu" mata pelajaran Keterampilan Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Keterampilan kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.