Modul ajar (RPP) Pendidikan Pancasila SMPLB kelas VII materi Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai perbedaan fisik dan non-fisik yang ada pada teman dan orang-orang di sekitarnya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, kolaborasi, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menghargai keberagaman identitas diri dan kelompok di lingkungan sekitar, serta menyadari pentingnya persatuan dalam perbedaan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia memiliki banyak suku bangsa, bahasa, agama, dan budaya yang berbeda-beda namun hidup berdampingan. |
| Konseptual | Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu' yang menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara menunjukkan sikap toleransi, saling menghargai, dan bekerja sama dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami keberagaman membantu mereka menjadi warga negara yang baik dan menghargai semua orang. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami keberagaman adalah kunci untuk membangun persatuan dan keharmonisan di Indonesia, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan kita untuk menghargai setiap perbedaan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana perasaanmu jika semua orang di kelas ini sama persis?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Menggambar dan mewarnai poster keberagaman, mengenal pakaian adat dan kesenian daerah. Bahasa Indonesia: Menggunakan kartu kata untuk mengenal kosakata baru, menyusun kalimat sederhana untuk poster, dan bercerita pendek. Ilmu Pengetahuan Sosial: Mengenal peta Indonesia, lokasi suku-suku, dan rumah adat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk menceritakan keberagaman yang ada di keluarga atau lingkungan tempat tinggal mereka, serta mendampingi peserta didik dalam mengidentifikasi contoh sikap menghargai keberagaman di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dihias dengan poster-poster keberagaman dan peta Indonesia yang menunjukkan berbagai suku dan budaya, serta menyediakan sudut baca dengan buku cerita bergambar tentang persatuan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan tablet atau proyektor untuk menampilkan video pendek ber-subtitle dan narasi bahasa isyarat tentang keberagaman budaya Indonesia, serta aplikasi interaktif sederhana untuk mencocokkan gambar keberagaman. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman yang ada di Indonesia (misalnya suku, agama, budaya) dengan bantuan gambar atau video. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan bahasa isyarat, memimpin doa, memeriksa kehadiran dengan menunjuk nama pada daftar visual. Guru menampilkan gambar-gambar orang dengan pakaian adat berbeda-beda dan bertanya, 'Apa yang kalian lihat?' lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini: 'Kita akan belajar tentang banyak perbedaan di Indonesia dan mengapa itu penting'. Guru menampilkan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaanmu jika semua orang di kelas ini sama persis?' (ditulis dan diisyaratkan). |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati video singkat (dengan subtitle dan narasi bahasa isyarat) tentang berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia. Guru menggunakan kartu gambar dan kartu kata untuk memperkenalkan istilah 'suku', 'agama', 'budaya', dan 'bahasa', meminta peserta didik menirukan isyaratnya. Guru menanyakan, 'Apakah di kelas kita ada perbedaan?' dan meminta peserta didik menunjuk teman yang berbeda suku/agama/daerah asalnya (jika ada). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan mencocokkan kartu gambar keberagaman (misalnya gambar pakaian adat dengan nama suku, gambar rumah ibadah dengan nama agama) ke dalam tabel yang disediakan di LKPD. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan semua memahami instruksi melalui isyarat dan tulisan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan mempresentasikan hasil pencocokan mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang keberagaman. Guru menampilkan rangkuman visual tentang jenis-jenis keberagaman yang telah dipelajari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama bahwa Indonesia kaya akan perbedaan. Guru memberikan stiker 'Anak Hebat' kepada semua peserta didik sebagai apresiasi, mengingatkan untuk terus mengamati keberagaman di sekitar, dan menutup dengan doa bersama. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan bahasa yang sederhana dan bantuan visual. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan antusias, mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang keberagaman menggunakan kartu gambar. Guru menampilkan tulisan besar 'Bhinneka Tunggal Ika' dan bertanya, 'Siapa yang pernah melihat tulisan ini?' (ditulis dan diisyaratkan). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan memahami arti penting dari semboyan ini'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menampilkan gambar lambang negara Garuda Pancasila dengan pita 'Bhinneka Tunggal Ika'. Guru menceritakan kisah sederhana (dengan bantuan gambar seri dan isyarat) tentang mengapa semboyan itu penting untuk menyatukan perbedaan di Indonesia. Guru menjelaskan makna 'Berbeda-beda tetapi tetap satu' menggunakan analogi puzzle yang berbeda bentuk namun membentuk satu gambar utuh. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik diberikan potongan puzzle yang berbeda-beda. Tugas mereka adalah menyusun puzzle tersebut menjadi satu gambar utuh (misalnya peta Indonesia atau gambar persatuan). Setelah berhasil, mereka diminta untuk mendiskusikan (dengan bantuan guru) bagaimana puzzle yang berbeda bisa menjadi satu, dan mengaitkannya dengan makna Bhinneka Tunggal Ika. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan puzzle yang telah mereka susun dan menjelaskan (dengan isyarat/tulisan) bagaimana ini mirip dengan makna Bhinneka Tunggal Ika. Guru memberikan penguatan dan memastikan semua peserta didik memahami bahwa perbedaan itu indah dan bisa bersatu. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik membuat lingkaran, lalu secara bergantian mengucapkan (dengan isyarat/ujaran) satu kata yang mewakili perasaan mereka tentang Bhinneka Tunggal Ika. Guru memberikan tepuk tangan bersama sebagai apresiasi, menugaskan untuk mencari contoh lain di rumah, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menunjukkan contoh sikap menghargai keberagaman dalam kehidupan sehari-hari melalui simulasi atau drama pendek dan menyusun poster sederhana tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman secara berkelompok. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan semangat, mengulang kembali makna Bhinneka Tunggal Ika secara visual. Guru menanyakan, 'Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita menghargai perbedaan teman?' (ditulis dan diisyaratkan). Guru menyampaikan tujuan: 'Hari ini kita akan membuat proyek poster dan bermain peran tentang cara menghargai perbedaan'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menampilkan berbagai contoh gambar atau video singkat tentang sikap menghargai keberagaman (misalnya: membantu teman yang berbeda agama, bermain bersama tanpa membedakan suku, berbagi makanan khas daerah). Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang manfaat dari sikap-sikap tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan melakukan dua kegiatan: (1) Membuat poster sederhana tentang 'Indahnya Perbedaan, Kuatnya Persatuan' menggunakan gambar, tulisan, dan warna-warni. (2) Menyiapkan simulasi atau drama pendek (2-3 menit) yang menunjukkan satu contoh sikap menghargai keberagaman di sekolah atau lingkungan rumah. Guru membimbing setiap kelompok dalam proses pembuatan poster dan persiapan simulasi, memastikan semua anggota kelompok berpartisipasi. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka dan menampilkan simulasi/drama pendek di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik positif. Guru menguatkan bahwa setiap tindakan kecil menghargai perbedaan sangat berarti bagi persatuan. Poster-poster dipajang di kelas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan kreativitas peserta didik. Guru mengajak peserta didik merenungkan pentingnya menjaga persatuan. Guru memberikan stiker bintang kepada kelompok terbaik (pilihan guru), dan menutup pelajaran dengan nyanyian lagu 'Satu Nusa Satu Bangsa' (dengan isyarat) yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai bentuk keberagaman di Indonesia.
Alat & bahan: Kartu gambar keberagaman (pakaian adat, rumah ibadah, makanan khas), kartu kata (suku, agama, budaya, bahasa), lembar kerja tabel, lem.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, aktivitas mencocokkan kartu, dan simulasi drama, serta penilaian hasil poster.
Sumatif (akhir): Penilaian poster 'Indahnya Perbedaan, Kuatnya Persatuan' dan presentasi simulasi/drama pendek tentang sikap menghargai keberagaman.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bentuk-bentuk keberagaman yang ada di Indonesia. | Pengenalan bentuk-bentuk keberagaman (suku, agama, budaya, bahasa). | 2 JP | kewargaan |
| 2 | Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. | Makna dan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa. | 2 JP | kewargaan, komunikasi |
| 3 | Menunjukkan contoh sikap menghargai keberagaman dan menyusun poster persatuan. | Sikap toleransi dan persatuan dalam keberagaman, proyek poster. | 2 JP | kolaborasi, komunikasi, kewargaan |
Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Kita punya banyak sekali perbedaan, mulai dari suku, bahasa, agama, sampai makanan dan pakaian. Semua perbedaan ini membuat Indonesia menjadi unik dan indah. Penting bagi kita untuk memahami dan menghargai semua perbedaan ini agar kita bisa hidup rukun dan damai sebagai satu bangsa.
1. Apa Itu Keberagaman?
Keberagaman artinya banyak macam atau jenis. Di Indonesia, keberagaman ini bisa kita lihat dari berbagai hal. Ada keberagaman suku, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Papua, dan banyak lagi. Setiap suku punya bahasa daerah, pakaian adat, dan kebiasaan yang berbeda. Ada juga keberagaman agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap agama punya cara beribadah dan hari raya yang berbeda. Selain itu, ada keberagaman budaya, yaitu cara hidup dan kebiasaan masyarakat, seperti tarian, lagu daerah, dan makanan khas. Semua ini adalah kekayaan Indonesia.
2. Mengenal Suku Bangsa di Indonesia
Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa! Bayangkan betapa banyak perbedaan yang ada. Misalnya, suku Jawa terkenal dengan batik dan gamelan, suku Sunda dengan angklung dan tari Jaipong, suku Batak dengan rumah adat Bolon, dan suku Papua dengan rumah Honai. Setiap suku memiliki ciri khas yang membanggakan. Meskipun berbeda, semua suku ini adalah bagian dari keluarga besar Indonesia. Kita harus bangga dan menghargai setiap suku yang ada, karena mereka semua adalah saudara sebangsa.
3. Agama dan Kepercayaan di Indonesia
Di Indonesia, ada enam agama yang diakui secara resmi: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Meskipun cara beribadahnya berbeda-beda, tujuan akhirnya sama, yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadi orang yang baik. Kita harus menghormati teman atau tetangga yang berbeda agama, misalnya dengan tidak mengganggu saat mereka beribadah dan saling mengucapkan selamat hari raya. Toleransi adalah kunci hidup rukun antar umat beragama.
4. Budaya Indonesia yang Berwarna-warni
Budaya adalah cara hidup suatu kelompok masyarakat. Indonesia kaya akan budaya, mulai dari tarian tradisional, lagu daerah, alat musik, rumah adat, hingga makanan khas. Contohnya, tari Saman dari Aceh, lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua, alat musik Sasando dari NTT, rumah Gadang dari Sumatera Barat, dan rendang yang lezat. Setiap daerah punya keunikan budayanya sendiri. Kita bisa belajar banyak hal menarik dari berbagai budaya ini, dan penting untuk melestarikan budaya agar tidak hilang.
5. Apa Itu Bhinneka Tunggal Ika?
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara kita, Indonesia. Semboyan ini tertulis pada pita yang dicengkeram oleh burung Garuda Pancasila. Artinya adalah 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan ini mengajarkan kita bahwa meskipun kita memiliki banyak perbedaan (suku, agama, budaya, bahasa), kita semua adalah satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Seperti potongan-potongan puzzle yang berbeda bentuknya tetapi bisa bersatu membentuk satu gambar utuh, begitu juga kita, berbeda tetapi bersatu dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
6. Pentingnya Menghargai Keberagaman
Menghargai keberagaman sangat penting agar kita bisa hidup damai dan rukun. Jika kita tidak menghargai perbedaan, bisa timbul pertengkaran atau permusuhan. Dengan menghargai perbedaan, kita belajar untuk saling memahami, tolong-menolong, dan bekerja sama. Kita bisa belajar banyak hal baru dari teman yang berbeda, dan persatuan kita akan semakin kuat. Saling menghargai adalah contoh nyata dari pengamalan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Rangkuman: Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Semua perbedaan ini adalah anugerah yang membuat kita unik. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk tetap bersatu meskipun berbeda-beda. Dengan saling menghargai dan toleransi, kita bisa menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis, serta memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Keberagaman | Banyak jenis atau macam. |
| Suku Bangsa | Kelompok orang yang punya ciri khas budaya yang sama. |
| Agama | Sistem kepercayaan kepada Tuhan. |
| Budaya | Cara hidup dan kebiasaan suatu masyarakat. |
| Bhinneka Tunggal Ika | Semboyan Indonesia yang artinya 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. |
| Toleransi | Sikap menghargai perbedaan orang lain. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu" mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Ya. Modul Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB.
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu untuk Pendidikan Pancasila kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Pancasila kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.