Modul Ajar Paket B

Modul Ajar Keterampilan Kelas VII Paket B

1 modul ajar Keterampilan kelas VII Paket B (Fase D) siap unduh — Tata Boga: Olahan Pangan Lokal. Lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase DWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 8 materi kelas VII & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas VII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Keterampilan Kelas VII Paket B
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Tata Boga: Olahan Pangan Lokal
Keterampilan · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Tata Boga: Olahan Pangan Lokal
Keterampilan · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranKeterampilan
Fase / KelasD / VII
Materi PokokTata Boga: Olahan Pangan Lokal
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Warga belajar mengenal beberapa jenis bahan pangan lokal di sekitar tempat tinggalnya.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan
Elemen / DomainKeterampilan Memasak dan Menyajikan
Rumusan CP FasePada akhir Fase D, warga belajar mampu mengidentifikasi potensi pangan lokal, merencanakan, mengolah, dan menyajikan produk olahan pangan lokal secara sederhana dengan memperhatikan aspek gizi, kebersihan, dan nilai jual.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualMateri ini membahas tentang beragam jenis olahan pangan lokal yang umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti getuk, klepon, atau tiwul.
KonseptualKonsep intinya adalah memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi makanan yang bernilai tambah dan berciri khas daerah.
ProseduralWarga belajar akan mempelajari langkah-langkah dalam memilih bahan, mengolah, hingga menyajikan makanan berbahan dasar pangan lokal secara higienis dan menarik.
MetakognitifWarga belajar akan menyadari pentingnya melestarikan dan mengembangkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari kearifan budaya dan ekonomi masyarakat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis pangan lokal yang potensial di daerahnya dengan tepat.
  2. Dengan menonton video tutorial, warga belajar dapat merencanakan langkah-langkah pengolahan satu jenis pangan lokal menjadi produk makanan dengan runtut.
  3. Melalui praktik langsung, warga belajar dapat mengolah pangan lokal menjadi produk makanan yang higienis dan layak konsumsi sesuai resep.
  4. Setelah presentasi kelompok, warga belajar dapat menyajikan produk olahan pangan lokal secara menarik dan menjelaskan kandungan gizinya dengan percaya diri.
  5. Dengan studi kasus, warga belajar dapat menganalisis potensi pengembangan produk olahan pangan lokal sebagai peluang usaha di lingkungan sekitar dengan realistis.
Halaman 2 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami dan mengolah pangan lokal bukan hanya tentang memasak, tetapi juga tentang melestarikan budaya, mendukung ekonomi lokal, serta menciptakan peluang usaha dari kekayaan alam sekitar.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu memanfaatkan dan mengolah pangan lokal di tengah banyaknya makanan modern?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuIlmu Pengetahuan Sosial: Mempelajari keanekaragaman pangan lokal dan kaitannya dengan budaya serta ekonomi daerah.
Matematika: Menghitung takaran bahan, biaya produksi, atau potensi keuntungan dari penjualan produk olahan pangan lokal.
Bahasa Indonesia: Menyusun deskripsi produk, resep, atau presentasi hasil olahan pangan lokal secara jelas dan menarik.
Kemitraan PembelajaranWarga belajar dapat berkolaborasi dengan keluarga di rumah untuk mencari resep, mengumpulkan bahan, atau melakukan praktik memasak olahan pangan lokal.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan dapur umum PKBM atau fasilitas memasak di rumah warga belajar, serta lingkungan sekitar untuk menemukan bahan pangan lokal, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan relevan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalWarga belajar menggunakan ponsel atau komputer untuk mencari resep, menonton video tutorial pengolahan pangan lokal, dan mendokumentasikan proses proyek mereka.
Halaman 3 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi minimal tiga jenis pangan lokal yang potensial di daerahnya dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran warga belajar.
  2. Apersepsi: Tutor menanyakan pengalaman warga belajar terkait makanan tradisional yang pernah mereka makan atau buat, mengaitkan dengan potensi pangan lokal.
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi potensi pangan lokal dan merencanakan pengolahannya, serta menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berujung pada proyek membuat olahan pangan lokal.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Tutor mengajukan pertanyaan 'Pangan lokal apa saja yang melimpah di daerah kita dan bagaimana kita bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai?' untuk memicu pemikiran warga belajar.
  2. Tutor menayangkan beberapa gambar atau video singkat tentang aneka pangan lokal di Indonesia (misalnya singkong, ubi, jagung) dan produk olahannya.
  3. Warga belajar secara individu mencatat jenis-jenis pangan lokal yang mereka kenal dan potensi olahannya berdasarkan tayangan dan pengalaman pribadi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Warga belajar dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan setiap kelompok berdiskusi untuk memilih satu jenis pangan lokal yang akan diolah dalam proyek ini.
  2. Setiap kelompok menyusun draf rencana pengolahan pangan lokal yang dipilih, meliputi bahan yang dibutuhkan, alat, dan perkiraan langkah-langkah awal pengolahan.
  3. Tutor membimbing setiap kelompok dalam menyusun rencana awal, memastikan pilihan pangan lokal realistis dan potensi olahannya dapat dieksekusi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi pangan lokal dan draf rencana pengolahan mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan masukan konstruktif terhadap presentasi, khususnya mengenai kelayakan dan kreativitas ide.
  3. Tutor memberikan penguatan mengenai pentingnya eksplorasi pangan lokal dan memberikan arahan untuk persiapan pertemuan berikutnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Warga belajar bersama tutor menyimpulkan jenis-jenis pangan lokal yang potensial dan pentingnya perencanaan dalam pengolahan.
  2. Refleksi: Tutor meminta warga belajar menyampaikan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang paling menarik dari kegiatan hari ini, lalu memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
  3. Tutor memberikan tugas mandiri untuk mencari resep olahan pangan lokal yang telah dipilih kelompok dan mempersiapkan bahan-bahan yang bisa dibawa pada pertemuan berikutnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Melalui praktik langsung, warga belajar dapat mengolah pangan lokal menjadi produk makanan yang higienis dan layak konsumsi sesuai resep.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Tutor mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Apersepsi: Tutor mengulas kembali rencana pengolahan pangan lokal yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan kesiapan bahan yang dibawa warga belajar.
  3. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik mengolah pangan lokal dan menyajikannya, menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersihan selama proses.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok meninjau kembali resep yang sudah ditemukan dan bersama-sama menyusun jadwal kerja praktik, termasuk pembagian tugas antaranggota kelompok.
  2. Tutor memberikan penjelasan singkat mengenai prosedur keamanan dan kebersihan dalam mengolah makanan, termasuk cara penggunaan alat yang benar.
  3. Warga belajar mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin muncul selama praktik dan berdiskusi cara mengatasinya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok memulai praktik pengolahan pangan lokal sesuai resep dan rencana yang telah dibuat, dengan bimbingan tutor.
  2. Tutor berkeliling memonitor jalannya praktik, memberikan bantuan jika ada kesulitan, dan memastikan setiap kelompok bekerja secara kolaboratif dan higienis.
  3. Warga belajar mendokumentasikan proses kerja mereka (misalnya dengan foto atau catatan singkat) sebagai bahan presentasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok menyajikan produk olahan pangan lokal mereka di 'etalase' mini yang telah disiapkan dan menjelaskan proses pembuatannya.
  2. Warga belajar dari kelompok lain mencicipi dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap rasa, tampilan, dan kebersihan produk.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Tutor memimpin diskusi kelas untuk mengevaluasi keseluruhan proses proyek, termasuk keberhasilan, tantangan, dan pelajaran yang didapat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Warga belajar bersama tutor menyimpulkan pentingnya praktik langsung, kebersihan, dan kreativitas dalam mengolah pangan lokal.
  2. Refleksi & Apresiasi: Tutor meminta warga belajar menyampaikan kesan-kesan mereka tentang praktik hari ini dan memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan hasil karya mereka.
  3. Tutor memberikan tindak lanjut berupa anjuran untuk mencoba resep lain di rumah atau mengembangkan produk olahan pangan lokal, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi potensi pangan lokal dan merencanakan pengolahannya.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, ponsel (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 tentang berbagai jenis umbi-umbian lokal berikut.
  2. Bersama kelompokmu, diskusikan jenis pangan lokal lain yang banyak ditemukan di daerahmu selain umbi-umbian.
  3. Pilih satu jenis pangan lokal yang paling menarik bagi kelompokmu untuk diolah menjadi makanan.
  4. Rencanakan langkah-langkah dasar pengolahan pangan lokal pilihanmu (misalnya: kupas, cuci, rebus, haluskan, bentuk, goreng/kukus).
  5. Tuliskan bahan-bahan utama dan alat yang akan kalian gunakan untuk pengolahan tersebut.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan 3 jenis bahan pangan lokal yang sering kamu temui di pasar atau kebun!
  2. Pernahkah kamu membuat makanan dari bahan pangan lokal? Jika ya, makanan apa?
  3. Menurutmu, mengapa kita perlu memanfaatkan pangan lokal?
  4. Apa saja alat dapur yang biasa kamu gunakan untuk memasak?

Formatif (proses): Observasi tutor terhadap partisipasi diskusi kelompok, keterampilan praktik, dan kolaborasi dalam proyek pengolahan pangan lokal.

Sumatif (akhir): Penilaian produk olahan pangan lokal (rasa, tampilan, kebersihan) dan presentasi kelompok.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis pangan lokal di daerahJenis-jenis pangan lokal dan potensinya2 JPkewargaan
2Merencanakan dan mempraktikkan pengolahan pangan lokalProsedur pengolahan pangan lokal dan resep2 JPkreativitas
3Menyajikan hasil olahan dan mengevaluasiPenyajian dan analisis potensi usaha2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Indonesia kaya akan beragam bahan pangan lokal yang melimpah di setiap daerah. Pangan lokal bukan hanya sumber nutrisi, tetapi juga cerminan budaya dan kearifan lokal. Mempelajari tata boga olahan pangan lokal berarti kita turut melestarikan warisan kuliner bangsa dan membuka peluang baru untuk kesejahteraan.

1. Mengenal Pangan Lokal
Pangan lokal adalah bahan makanan yang berasal dari sumber daya alam di suatu daerah dan telah menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat setempat secara turun-temurun. Contohnya di Indonesia adalah singkong, ubi jalar, jagung, sagu, pisang, dan berbagai jenis sayuran serta buah-buahan tropis. Pangan lokal seringkali lebih mudah didapat, murah, dan ramah lingkungan karena tidak memerlukan transportasi jarak jauh. Pengenalan ini penting untuk menggali potensi kekayaan kuliner daerah.

2. Potensi dan Manfaat Pangan Lokal
Pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk makanan. Selain sebagai sumber karbohidrat pengganti beras, banyak pangan lokal kaya serat, vitamin, dan mineral. Dengan mengolahnya, kita tidak hanya menciptakan variasi makanan, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan ekonomi masyarakat. Manfaat lainnya adalah menjaga ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan pada impor, serta melestarikan keanekaragaman hayati dan budaya kuliner lokal. Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap kearifan lokal.

3. Perencanaan Pengolahan Pangan Lokal
Sebelum mengolah pangan lokal, perencanaan yang matang sangat penting. Ini meliputi pemilihan jenis pangan lokal, penentuan resep yang sesuai, persiapan alat dan bahan, serta estimasi waktu. Misalnya, jika memilih singkong, apakah akan dibuat keripik, getuk, atau tiwul? Setiap pilihan membutuhkan bahan tambahan dan langkah pengolahan yang berbeda. Perencanaan yang baik akan membantu memastikan proses pengolahan berjalan lancar, efisien, dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kelayakan bahan dan ketersediaan alat juga harus dipertimbangkan.

4. Teknik Dasar Pengolahan Pangan Lokal
Teknik pengolahan pangan lokal bervariasi tergantung jenis bahan dan produk yang diinginkan. Beberapa teknik dasar meliputi perebusan (misalnya ubi, jagung), pengukusan (misalnya singkong untuk getuk), penggorengan (misalnya keripik pisang), atau pemanggangan. Penting untuk memperhatikan kebersihan bahan, alat, dan proses pengolahan agar produk aman dikonsumsi. Penggunaan bumbu dan rempah lokal juga dapat menambah cita rasa khas. Kreativitas dalam memodifikasi resep tradisional dapat menciptakan produk baru yang menarik.

5. Penyajian dan Peluang Usaha
Penyajian produk olahan pangan lokal yang menarik dapat meningkatkan daya tarik konsumen. Aspek visual, aroma, dan tekstur sangat berperan. Selain untuk konsumsi pribadi, olahan pangan lokal juga memiliki peluang besar sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Misalnya, menjual keripik singkong aneka rasa, kue tradisional, atau minuman herbal dari bahan lokal. Dengan kemasan yang baik dan pemasaran yang tepat, produk ini dapat bersaing di pasar dan mendukung ekonomi lokal. Ini juga menjadi cara melestarikan kuliner Indonesia.

Rangkuman: Pangan lokal adalah sumber daya makanan dari daerah setempat yang kaya manfaat dan budaya. Memanfaatkan dan mengolahnya dapat meningkatkan nilai ekonomi, menjaga ketahanan pangan, dan melestarikan warisan kuliner. Proses pengolahan memerlukan perencanaan matang, teknik yang tepat, dan kebersihan. Dengan penyajian menarik, olahan pangan lokal berpotensi besar menjadi peluang usaha yang menjanjikan, sekaligus mendukung ekonomi dan identitas daerah.

Halaman 9 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Pangan LokalBahan makanan yang berasal dari sumber daya alam di suatu daerah
Tata BogaIlmu atau seni mengolah makanan
HigienisBersih dan bebas dari kuman atau penyakit
Kearifan LokalNilai-nilai dan praktik-praktik yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Keterampilan · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Tata Boga: Olahan Pangan Lokal" mata pelajaran Keterampilan Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Tata Boga: Olahan Pangan Lokal — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Keterampilan Kelas VII Paket B — Fase D

Kelas VII — ditulis juga kelas 7 — di Paket B berada di Fase D, dan 8 materi Keterampilan setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar.

Yang disusun di sini perangkat ajar Keterampilan kelas VII (kelas 7) Paket B — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Keterampilan kelas VII (kelas 7) Paket B mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Keterampilan kelas VII (kelas 7) Paket B yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Keterampilan bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIIPeta Konsep
Tata Boga: Olahan Pangan LokalMengenal Pangan LokalPotensi dan Manfaat Pangan LokalPerencanaan Pengolahan Pangan LokalTeknik Dasar Pengolahan Pangan LokalPenyajian dan Peluang Usaha
Dari sub-bab Tata Boga: Olahan Pangan LokalLembar tambahan
Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaKeterampilan · Kelas VIIProfil Lulusan
KreativitasKolaborasiKewargaan
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Tata Boga: Olahan Pangan Lokal2Tata Busana: Menjahit Dasar3Budidaya Sayuran Pekarangan4Perikanan dan Ternak Skala Rumahan5Kerajinan Tangan Bernilai Jual…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Keterampilan Kelas VII Paket B

Apakah modul ajar Keterampilan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Kelas VII (kelas 7) Paket B masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase D. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase D beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Keterampilan kelas VII Paket B?

8 materi, urut mengajar dari Tata Boga: Olahan Pangan Lokal hingga Pemasaran Daring Produk Usaha. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Keterampilan?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.