Modul Ajar SMK

Modul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X SMK

1 modul ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian kelas X SMK (Fase E) siap unduh — Produksi Olahan Hasil Nabati. RPM deep learning, Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Produksi Olahan Hasil Nabati, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Produksi Olahan Hasil Nabati selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Produksi Olahan Hasil Nabati
Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Produksi Olahan Hasil Nabati
Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
Fase / KelasE / X
Materi PokokProduksi Olahan Hasil Nabati
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis hasil pertanian nabati dan prinsip dasar pengolahan pangan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  2. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
  3. Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
Rumusan CP FasePada akhir fase E, peserta didik mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip agribisnis pengolahan hasil pertanian, termasuk pengolahan hasil nabati, dengan memperhatikan aspek mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBerbagai produk seperti keripik singkong, tempe, dan selai buah adalah contoh nyata olahan hasil nabati yang sering kita jumpai.
KonseptualPrinsip inti produksi olahan hasil nabati melibatkan pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa simpan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah praktis dalam membuat produk olahan nabati, mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan akhir.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya perencanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan dalam setiap tahapan produksi olahan nabati untuk mencapai hasil yang optimal.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui diskusi kelompok tentang jenis-jenis olahan nabati, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 5 jenis produk olahan hasil nabati dengan tepat.
  2. Melalui studi kasus video pengolahan tempe, peserta didik dapat menganalisis tahapan proses produksi olahan nabati secara runtut.
  3. Dengan melakukan praktik pembuatan keripik singkong, peserta didik dapat menerapkan prosedur pengolahan hasil nabati sesuai standar keamanan pangan.
  4. Melalui presentasi hasil praktik, peserta didik dapat mengevaluasi kualitas produk olahan nabati berdasarkan kriteria organoleptik dengan cermat.
  5. Setelah kegiatan praktik, peserta didik dapat merancang kemasan produk olahan nabati yang menarik dan informatif sesuai prinsip pemasaran.
Halaman 2 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami proses produksi olahan hasil nabati bukan hanya tentang membuat makanan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah, menjaga kualitas, dan memastikan keamanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan usaha.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita mengubah hasil panen melimpah seperti singkong atau buah menjadi produk yang lebih awet, bernilai jual tinggi, dan disukai banyak orang?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuKimia: Memahami perubahan kimiawi pada bahan nabati selama proses pengolahan (misalnya fermentasi tempe, karamelisasi gula).
Seni Budaya: Mendesain kemasan produk olahan nabati yang menarik secara visual dan merepresentasikan identitas lokal.
Prakarya dan Kewirausahaan: Mengembangkan ide produk olahan nabati yang memiliki nilai jual dan strategi pemasaran sederhana.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/komunitas dapat dilibatkan untuk berbagi resep tradisional olahan nabati atau sebagai panelis uji produk hasil praktik peserta didik.
Lingkungan PembelajaranRuang praktik/laboratorium pengolahan hasil pertanian yang bersih, peralatan yang memadai, dan akses internet untuk riset resep dan desain kemasan mendukung pembelajaran.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi desain grafis sederhana (misalnya Canva) untuk merancang label dan kemasan produk, serta platform berbagi video (misalnya YouTube) untuk referensi tutorial pengolahan.
Halaman 3 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui diskusi kelompok tentang jenis-jenis olahan nabati, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 5 jenis produk olahan hasil nabati dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi untuk memastikan kehadiran peserta didik.
  2. Guru menampilkan beberapa gambar produk olahan hasil nabati yang populer di Indonesia (misalnya keripik, tempe, selai) dan bertanya pengalaman peserta didik terkait produk tersebut.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik yang akan membimbing peserta didik dalam memahami materi produksi olahan hasil nabati.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menayangkan video singkat tentang potensi hasil pertanian nabati di daerah sekitar lalu bertanya: "Bagaimana kita bisa mengolah hasil nabati ini menjadi produk yang bernilai jual tinggi dan disukai masyarakat?"
  2. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi berbagai jenis olahan hasil nabati dan potensi pengembangannya di lingkungan sekitar.
  3. Guru membagikan materi bacaan singkat tentang prinsip dasar pengolahan hasil nabati dan meminta peserta didik membaca serta mencatat poin-poin penting.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok diminta memilih satu jenis produk olahan nabati (misalnya keripik singkong, stik ubi, selai nanas) untuk diproduksi.
  2. Setiap kelompok merancang proposal proyek yang meliputi jenis produk, bahan baku, alat yang dibutuhkan, perkiraan biaya, dan tahapan proses produksi.
  3. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok dalam menyusun perencanaan proyek, memastikan kelengkapan dan kelayakan proposal.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan proposal proyek mereka di depan kelas, menjelaskan pilihan produk dan rencana produksinya.
  2. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap proposal yang dipresentasikan, berfokus pada kelayakan dan inovasi produk.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya perencanaan yang matang dalam produksi olahan nabati dan aspek-aspek yang perlu diperhatikan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari ini mengenai perencanaan produksi olahan hasil nabati.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mendorong semangat untuk pertemuan selanjutnya.
  3. Guru menyampaikan tugas mandiri untuk mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk praktik di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan praktik pembuatan keripik singkong, peserta didik dapat menerapkan prosedur pengolahan hasil nabati sesuai standar keamanan pangan.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengulas kembali materi perencanaan proyek yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan kesiapan alat dan bahan peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik produksi olahan nabati dan pentingnya menerapkan prosedur K3 serta keamanan pangan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk menyusun jadwal kerja praktik secara detail, termasuk pembagian tugas dan estimasi waktu untuk setiap tahapan.
  2. Guru menjelaskan secara singkat prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta sanitasi yang wajib diterapkan selama praktik produksi.
  3. Peserta didik mengamati demonstrasi singkat dari guru tentang teknik dasar pengolahan bahan baku yang akan digunakan dalam praktik.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok memulai praktik produksi olahan nabati sesuai dengan proposal dan jadwal yang telah disusun.
  2. Guru berkeliling memantau dan membimbing setiap kelompok, memberikan bantuan teknis dan memastikan penerapan prosedur K3 serta keamanan pangan.
  3. Peserta didik mendokumentasikan setiap tahapan proses produksi, termasuk pengambilan foto atau video, sebagai bagian dari laporan proyek.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok menyajikan produk olahan nabati yang telah dibuat, menjelaskan prosesnya, dan mempresentasikan hasil dokumentasi.
  2. Peserta didik dari kelompok lain dan guru melakukan uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur, tampilan) terhadap produk yang dihasilkan dan memberikan umpan balik.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok melakukan refleksi mandiri mengenai kendala yang dihadapi selama praktik, solusi yang diterapkan, dan area perbaikan untuk produksi selanjutnya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menyimpulkan pembelajaran dari praktik produksi olahan nabati, menyoroti keberhasilan dan tantangan yang dihadapi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja keras dan kreativitasnya, serta menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi.
  3. Guru memberikan arahan untuk penyusunan laporan akhir proyek dan merancang kemasan produk, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAyo Kenali Olahan Nabati!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis produk olahan hasil nabati dan bahan bakunya.

Alat & bahan: Kertas kerja, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234Mendatar4. Berasal dari tumbuhan atautumbuh-tumbuhan.Menurun1. Proses perubahan kimia padabahan organik olehmikroorganisme.2. Upaya menjaga kebersihan untukmencegah penyakit dankontaminasi.3. Bersih dan bebas dari kumanpenyakit.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati produk olahan nabati yang diberikan oleh guru.
  3. Diskusikan dalam kelompok, tentukan nama produk dan bahan baku utama dari setiap gambar.
  4. Isi tabel pengamatan dengan informasi yang telah kalian diskusikan.
  5. Jawab pertanyaan refleksi di bagian akhir LKPD.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Sebutkan minimal 3 contoh hasil pertanian nabati yang sering Anda temui!
  2. Apakah Anda pernah mencoba membuat olahan dari hasil nabati? Jika ya, apa saja?
  3. Menurut Anda, apa manfaat mengolah hasil pertanian nabati?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok dan praktik produksi, serta penilaian keaktifan dan kerja sama.

Sumatif (akhir): Penilaian produk hasil praktik (keripik singkong) berdasarkan kriteria organoleptik dan kelengkapan laporan proyek.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis olahan nabatiJenis-jenis olahan hasil nabati dan bahan bakunya2 JPKreativitas
2Menganalisis tahapan proses produksi olahan nabatiTahapan proses produksi olahan nabati (studi kasus)2 JPPenalaran Kritis
3Menerapkan prosedur pengolahan hasil nabatiPraktik produksi olahan hasil nabati (keripik singkong)4 JPKemandirian
4Mengevaluasi kualitas produk olahan nabatiKriteria kualitas produk dan uji organoleptik2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Produksi olahan hasil nabati merupakan salah satu cara penting untuk meningkatkan nilai ekonomi dan daya simpan hasil pertanian. Indonesia kaya akan berbagai jenis hasil nabati seperti buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, dan biji-bijian yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi beragam produk pangan. Melalui pengolahan, kita dapat menciptakan produk yang lebih menarik, praktis, dan memiliki masa simpan lebih lama, sehingga mengurangi kerugian pascapanen dan mendukung ketahanan pangan.

1. Pengenalan Olahan Hasil Nabati
Olahan hasil nabati adalah produk pangan yang dibuat dari bahan baku tumbuhan, seperti buah, sayur, biji-bijian, atau umbi-umbian. Contoh produknya sangat beragam, mulai dari tempe, tahu, keripik, selai, hingga minuman sari buah. Pengolahan ini bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai gizi, menciptakan cita rasa baru, serta memberikan nilai tambah ekonomi. Pemilihan bahan baku yang berkualitas menjadi kunci utama dalam menghasilkan produk olahan nabati yang baik.

2. Prinsip Dasar Pengolahan
Prinsip dasar pengolahan hasil nabati meliputi beberapa tahapan penting. Pertama, persiapan bahan baku seperti sortasi, pencucian, dan pengupasan. Kedua, proses inti pengolahan yang bisa berupa fermentasi (tempe), pengeringan (keripik), pemasakan (selai), atau ekstraksi (minuman sari buah). Ketiga, pengemasan yang bertujuan melindungi produk dari kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Keempat, penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen. Setiap tahapan harus dilakukan dengan higienis.

3. Alat dan Bahan dalam Produksi
Alat dan bahan yang digunakan dalam produksi olahan nabati sangat bervariasi tergantung jenis produknya. Untuk produk seperti keripik, kita memerlukan pisau, alat pengiris, wajan, dan kompor. Bahan bakunya tentu saja singkong, ubi, atau pisang, ditambah bumbu-bumbu seperti garam, bawang putih, dan ketumbar. Penting untuk memastikan semua alat dalam kondisi bersih dan bahan baku segar agar menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Penggunaan bahan tambahan pangan harus sesuai standar keamanan.

4. Keamanan Pangan dan Sanitasi
Keamanan pangan dan sanitasi adalah aspek krusial dalam produksi olahan hasil nabati. Ini mencakup kebersihan diri pekerja, alat, dan lingkungan kerja. Pastikan tangan dicuci bersih, gunakan penutup kepala dan celemek. Alat-alat harus dicuci dan disterilkan sebelum dan sesudah digunakan. Bahan baku harus bebas dari kontaminasi mikroba atau bahan kimia berbahaya. Dengan menerapkan sanitasi yang baik, risiko kontaminasi dapat diminimalkan, sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

5. Pengemasan dan Pemasaran Produk
Pengemasan yang baik tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga sebagai alat pemasaran. Kemasan harus menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik produk. Informasi seperti nama produk, komposisi, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan informasi gizi harus tercantum jelas. Pemasaran produk olahan nabati dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari penjualan langsung, toko oleh-oleh, hingga platform daring. Kreativitas dalam pengemasan dan strategi pemasaran akan meningkatkan daya saing produk.

Rangkuman: Produksi olahan hasil nabati adalah proses mengubah bahan baku tumbuhan menjadi produk pangan bernilai tambah. Tahapannya meliputi persiapan, pengolahan inti, pengemasan, dan penyimpanan. Penting untuk memperhatikan prinsip dasar pengolahan, penggunaan alat dan bahan yang tepat, serta menjaga keamanan pangan dan sanitasi. Pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang efektif akan membantu produk olahan nabati bersaing di pasar dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Halaman 9 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
NabatiBerasal dari tumbuhan atau tumbuh-tumbuhan.
OrganoleptikPenilaian kualitas produk pangan berdasarkan indra (rasa, aroma, tekstur, warna).
FermentasiProses perubahan kimia pada bahan organik oleh mikroorganisme.
SanitasiUpaya menjaga kebersihan untuk mencegah penyakit dan kontaminasi.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Produksi Olahan Hasil Nabati" mata pelajaran Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Produksi Olahan Hasil Nabati — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X SMK — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di SMK berada di Fase E.

Di sekolah, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian juga dipanggil konsentrasi aphp — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian kelas X (kelas 10) SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian kelas X (kelas 10) SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian kelas X (kelas 10) SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XPeta Konsep
Produksi Olahan Hasil NabatiPengenalan Olahan Hasil NabatiPrinsip Dasar PengolahanAlat dan Bahan dalam ProduksiKeamanan Pangan dan SanitasiPengemasan dan Pemasaran Produk
Dari sub-bab Produksi Olahan Hasil NabatiLembar tambahan
Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaAgribisnis Pengolahan Hasil Pertanian · Kelas XProfil Lulusan
KreativitasKolaborasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X SMK

Apakah modul ajar Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas X (kelas 10) SMK masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian sering disebut apa lagi?

Nama resminya Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, tetapi di sekolah ia juga dipanggil konsentrasi aphp. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.