Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas III
Cerita Rakyat
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Cerita Rakyat |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Bercerita |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal beberapa tokoh dan alur cerita sederhana dari dongeng atau cerita anak yang dibacakan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerita rakyat di Indonesia sangat beragam, seperti Malin Kundang dari Sumatera Barat atau Si Kancil yang cerdik dari Jawa. |
| Konseptual | Cerita rakyat adalah cerita yang diwariskan secara turun-temurun, mengandung nilai-nilai moral, dan mencerminkan budaya suatu daerah. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat, memahami amanatnya, dan menceritakan kembali dengan ekspresif. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami cerita rakyat untuk melestarikan budaya dan mengambil pelajaran hidup dari kisah-kisah tersebut. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran dan kasih sayang dalam cerita rakyat adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan teladan Rasul-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Antusias mencari tahu lebih banyak cerita rakyat, bersemangat menganalisis pesan moral, dan aktif bertanya untuk memperkaya pengetahuan tentang warisan budaya. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mempelajari bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita rakyat berinteraksi dengan alam dan mengambil pelajaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengidentifikasi sifat-sifat baik tokoh untuk diteladani, menumbuhkan empati terhadap sesama melalui kisah, dan menghargai keberagaman karakter manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Bersemangat menceritakan kembali cerita rakyat dari berbagai daerah sebagai wujud kebanggaan dan upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita rakyat yang didengar atau dibaca dengan benar.
- Menjelaskan amanat atau pesan moral dari cerita rakyat yang didengar atau dibaca dengan bahasa sendiri.
- Membandingkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat berdasarkan sifat dan perannya.
- Menceritakan kembali isi cerita rakyat dengan intonasi dan ekspresi yang tepat di depan kelas.
- Menuliskan kembali cerita rakyat favorit dengan kalimat sederhana dan runtut.
Pemahaman bermakna: Memahami cerita rakyat tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan karakter baik, melestarikan budaya, dan melatih kemampuan bercerita.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa cerita-cerita dari zaman dahulu masih diceritakan sampai sekarang, ya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik Bercerita |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi nilai-nilai moral dalam cerita rakyat yang sejalan dengan ajaran agama, seperti kejujuran, kasih sayang, dan berbakti kepada orang tua. Seni Budaya: Menggambar tokoh atau adegan dari cerita rakyat, serta berlatih ekspresi wajah dan gerakan tubuh saat bercerita. Ilmu Pengetahuan Sosial: Mengenal asal-usul cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dan keunikan budayanya. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membacakan cerita rakyat kepada anak di rumah dan mendiskusikan pesan moralnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Sudut baca di kelas dilengkapi dengan buku-buku cerita rakyat bergambar, dan area bercerita yang nyaman di taman sekolah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Menggunakan video cerita rakyat dari YouTube yang sudah dikurasi, atau aplikasi cerita interaktif untuk anak-anak. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita rakyat yang didengar atau dibaca dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu daerah. Guru menampilkan gambar-gambar tokoh cerita rakyat dan bertanya 'Siapa yang tahu cerita tentang mereka?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal cerita rakyat dan unsur-unsurnya, serta menanyakan 'Mengapa kita perlu tahu cerita-cerita dari nenek moyang kita?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mendengarkan guru membacakan cerita rakyat 'Si Kancil dan Buaya' dengan ekspresif. Setelah itu, peserta didik secara berkelompok diminta untuk menemukan siapa saja tokohnya, di mana kejadiannya, dan bagaimana urutan ceritanya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi tabel identifikasi unsur cerita (tokoh, latar, alur awal-tengah-akhir) dari cerita 'Si Kancil dan Buaya' pada LKPD yang disediakan, kemudian mendiskusikan temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang unsur-unsur cerita rakyat dan mengapresiasi keberanian peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan unsur-unsur cerita rakyat. Guru memberikan pujian atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk membaca cerita rakyat lain di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan senyuman. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan amanat atau pesan moral dari cerita rakyat yang didengar atau dibaca dengan bahasa sendiri dan membandingkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat berdasarkan sifat dan perannya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang unsur cerita rakyat. Guru menampilkan beberapa potongan adegan dari cerita 'Malin Kundang' dan bertanya 'Apa yang terjadi pada Malin Kundang? Mengapa bisa begitu?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mencari tahu amanat cerita dan membandingkan sifat tokoh, serta menanyakan 'Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah Malin Kundang?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menyaksikan video singkat cerita 'Malin Kundang'. Setelah itu, guru memandu diskusi tentang karakter Malin Kundang dan ibunya, serta konsekuensi dari perbuatan Malin Kundang. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis sifat tokoh Malin Kundang dan ibunya, serta mendiskusikan pesan moral atau amanat yang terkandung dalam cerita tersebut, kemudian menuliskannya di LKPD. Mereka juga diminta membandingkan sifat tokoh Malin Kundang dengan tokoh Kancil dari cerita sebelumnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis amanat dan perbandingan tokoh. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai moral dalam cerita rakyat dan bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk karakter kita. Guru juga memberi contoh cerita rakyat lain yang memiliki amanat serupa. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan amanat cerita 'Malin Kundang' dan pentingnya berbakti kepada orang tua. Guru mengapresiasi diskusi yang hidup dan memotivasi untuk terus membaca cerita yang mengandung nilai kebaikan. Pembelajaran ditutup dengan doa dan tepuk tangan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, latar, alur) dan pesan moralnya.
Alat & bahan: Kertas LKPD, alat tulis, pensil warna
Langkah kerja:
- Dengarkan cerita rakyat yang dibacakan guru dengan saksama.
- Diskusikan bersama kelompokmu untuk menemukan tokoh, latar, dan alur cerita.
- Isilah tabel di bawah ini sesuai hasil diskusimu.
- Tuliskan pesan moral atau amanat dari cerita tersebut dengan bahasamu sendiri.
- Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusimu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa itu cerita?
- Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Malin Kundang?
- Siapa tokoh favoritmu di dongeng?
- Menurutmu, mengapa cerita-cerita zaman dahulu masih diceritakan?
Formatif (proses): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi unsur cerita, dan ekspresi saat bercerita.
Sumatif (akhir): Penilaian performa bercerita kembali cerita rakyat dan tulisan ringkasan cerita rakyat favorit.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur cerita rakyat yang didengar atau dibaca dengan benar. | Unsur-unsur cerita rakyat (tokoh, latar, alur) | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan amanat atau pesan moral dari cerita rakyat dan membandingkan tokoh-tokoh. | Amanat cerita rakyat, perbandingan sifat tokoh | 2 JP | penalaran kritis, komunikasi |
| 3 | Menceritakan kembali isi cerita rakyat dengan intonasi dan ekspresi yang tepat serta menuliskan kembali cerita rakyat. | Teknik bercerita, menulis ringkasan cerita | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Selamat datang di dunia cerita rakyat! Di modul ini, kita akan belajar banyak tentang kisah-kisah seru dari masa lalu yang diwariskan dari nenek moyang kita. Cerita rakyat bukan hanya hiburan, tapi juga menyimpan banyak pelajaran berharga dan keunikan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Mari kita jelajahi bersama!
1. Apa Itu Cerita Rakyat?
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat zaman dulu dan diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita ini biasanya tidak diketahui siapa pengarang aslinya. Cerita rakyat bisa berbentuk dongeng, legenda, atau mite. Contohnya adalah kisah 'Malin Kundang' yang mengajarkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, atau 'Si Kancil' yang terkenal dengan kecerdikannya. Cerita-cerita ini seringkali mengandung pesan moral atau nasihat yang baik untuk kehidupan.
2. Unsur-Unsur Penting dalam Cerita Rakyat
Setiap cerita, termasuk cerita rakyat, memiliki unsur-unsur pembangunnya. Yang pertama adalah 'tokoh', yaitu para pelaku dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau makhluk lain. Lalu ada 'latar', yaitu tempat dan waktu terjadinya cerita. Misalnya, di hutan, di desa, atau pada zaman dahulu kala. Yang terakhir adalah 'alur', yaitu urutan kejadian dalam cerita dari awal sampai akhir. Memahami unsur-unsur ini akan membantu kita memahami isi cerita dengan lebih baik.
3. Mengenal Berbagai Jenis Cerita Rakyat
Cerita rakyat memiliki beberapa jenis. Ada 'dongeng' yang sifatnya khayalan dan tidak nyata, seperti 'Timun Mas'. Ada 'legenda' yang menceritakan asal-usul suatu tempat atau benda, seperti 'Legenda Danau Toba'. Ada juga 'mite' yang bercerita tentang dewa-dewi atau makhluk gaib. Setiap jenis punya ciri khasnya sendiri. Misalnya, 'Batu Menangis' adalah legenda karena menceritakan asal-usul batu yang menyerupai manusia menangis.
4. Pesan Moral dan Amanat Cerita Rakyat
Salah satu hal paling berharga dari cerita rakyat adalah pesan moral atau amanatnya. Amanat adalah pelajaran atau nasihat baik yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar. Misalnya, dari cerita 'Malin Kundang', kita belajar untuk tidak durhaka kepada orang tua. Dari 'Si Kancil', kita belajar untuk selalu menggunakan akal sehat. Pesan-pesan ini penting untuk membentuk karakter kita menjadi lebih baik.
5. Karakter Tokoh dalam Cerita Rakyat
Tokoh dalam cerita rakyat memiliki berbagai karakter atau sifat. Ada tokoh baik (protagonis) dan tokoh jahat (antagonis). Ada juga tokoh pembantu. Sifat tokoh bisa kita ketahui dari perkataan, perbuatan, atau penggambaran oleh pencerita. Contohnya, Malin Kundang memiliki sifat durhaka dan sombong, sedangkan ibunya memiliki sifat penyayang dan sabar. Membandingkan sifat tokoh membantu kita memahami konflik dan jalan cerita.
6. Cara Menceritakan Kembali Cerita Rakyat
Menceritakan kembali cerita rakyat adalah cara yang bagus untuk melestarikan budaya. Agar cerita kita menarik, perhatikan beberapa hal. Pertama, pahami dulu isi ceritanya dengan baik. Kedua, gunakan intonasi suara yang bervariasi (tinggi-rendah, cepat-lambat) sesuai suasana cerita. Ketiga, gunakan ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang sesuai untuk menghidupkan tokoh dan adegan. Latihan akan membuatmu semakin mahir!
7. Manfaat Mempelajari Cerita Rakyat
Mempelajari cerita rakyat punya banyak manfaat. Selain menghibur, cerita rakyat juga mengajarkan kita tentang nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, kesabaran, dan kasih sayang. Cerita rakyat juga mengenalkan kita pada kebudayaan dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu, kita bisa lebih mencintai dan menghargai kekayaan budaya bangsa kita sendiri.
Rangkuman: Cerita rakyat adalah warisan budaya tak ternilai yang diwariskan turun-temurun, mengandung unsur tokoh, latar, dan alur. Cerita ini memiliki beragam jenis seperti dongeng dan legenda, serta kaya akan pesan moral. Memahami dan menceritakan kembali cerita rakyat membantu kita melestarikan budaya dan menumbuhkan karakter baik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Amanat | Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan dalam cerita. |
| Alur | Urutan kejadian dalam sebuah cerita dari awal sampai akhir. |
| Tokoh | Pelaku atau karakter yang ada dalam cerita. |
| Latar | Tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. |
| Dongeng | Cerita khayalan yang tidak nyata, bersifat fiktif. |
| Legenda | Cerita rakyat yang menceritakan asal-usul suatu tempat atau benda. |
| Intonasi | Nada bicara, tinggi rendahnya suara saat berbicara atau bercerita. |
| Ekspresi | Mimik wajah atau gerak tubuh yang menunjukkan perasaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Cerita Rakyat" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Cerita Rakyat yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Ayo, Main!Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKawan SeiringBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengobar SemangatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSenyum di SekitarkuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Bola-Bola CokelatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTersesatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAku dan si MerahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSahabat dari SeberangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Paragraf SederhanaBahasa Indonesia Kelas III MIPuisi AnakBahasa Indonesia Kelas III MITeks Deskripsi SederhanaBahasa Indonesia Kelas III MIMeliuk dan MenerjangBahasa Indonesia Kelas IV MILihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas III →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Cerita Rakyat pada Bahasa Indonesia MI, Fase B.
Modul Cerita Rakyat ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas III MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Cerita Rakyat ini gratis?
Ya. Modul Cerita Rakyat untuk kelas III MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Cerita Rakyat ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Cerita Rakyat ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cerita Rakyat dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Cerita Rakyat ini mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025), pada Fase B untuk kelas III MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Cerita Rakyat tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cerita Rakyat untuk Bahasa Indonesia kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Cerita Rakyat ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas III MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Cerita Rakyat beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Cerita Rakyat yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.