tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar MTsPendidikan Pancasila › Perumusan dan Penetapan Pancasila
MTs · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas VII
Perumusan dan Penetapan Pancasila

Modul ajar Pendidikan Pancasila MTs kelas VII materi Perumusan dan Penetapan Pancasila lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Pancasila kelas VII materi Perumusan dan Penetapan Pancasila
Ringkasan: Pancasila dirumuskan melalui perjuangan dan pemikiran mendalam oleh para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI, dengan usulan-usulan dari tokoh seperti Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Melalui musyawarah dan mufakat, Pancasila kemudian ditetapkan secara resmi oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang beragam.
Model: Discovery Learning, Problem-Based Learning, Project-Based Learning dengan Praktik Diskusi dan SimulasiDimensi: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Pancasila · Perumusan dan Penetapan Pancasila · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu menelaah proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep dasar negara dan memiliki pengetahuan awal tentang sejarah kemerdekaan Indonesia secara umum.

Pemahaman bermakna: Memahami sejarah perumusan dan penetapan Pancasila membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi moral dan etika dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Pertanyaan pemantik: Mengapa para pendiri bangsa bersusah payah merumuskan dasar negara sebelum Indonesia merdeka?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menganalisis latar belakang perumusan Pancasila sebagai dasar negara dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang kalian ketahui tentang dasar negara Indonesia?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memotivasi peserta didik agar bersemangat memahami materi.

Memahami: Peserta didik membaca dan mencermati berbagai sumber informasi (buku teks, artikel, video singkat) tentang latar belakang dibentuknya BPUPKI dan urgensi perumusan dasar negara. Mereka diajak menghubungkan informasi tersebut dengan kondisi Indonesia saat itu.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka mengenai latar belakang perumusan Pancasila dan mencatat poin-poin penting. Mereka kemudian merumuskan satu kalimat ringkasan tentang alasan utama Pancasila perlu dirumuskan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan terkait pentingnya pemahaman latar belakang sejarah untuk menghargai nilai-nilai Pancasila.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dan peranannya dalam perumusan Pancasila dengan benar dan menjelaskan perbedaan usulan dasar negara dari para tokoh dengan jelas.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan menghubungkannya dengan tokoh-tokoh yang berperan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memantik diskusi tentang tokoh-tokoh pendiri bangsa.

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberikan kartu informasi berisi profil singkat dan usulan dasar negara dari tokoh-tokoh seperti Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Mereka diminta menganalisis perbedaan dan persamaan usulan tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat tabel perbandingan usulan dasar negara dari ketiga tokoh. Kemudian, mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi argumen dan nilai-nilai yang mendasari setiap usulan, serta menyimpulkan mengapa usulan Ir. Soekarno (Pancasila) akhirnya diterima.

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis perbandingan usulan dasar negara. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang semangat musyawarah dalam perumusan Pancasila.

Penutup: Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang peran tokoh dan usulan mereka. Guru memberikan motivasi dan apresiasi, serta menyampaikan tugas membaca untuk materi berikutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis proses sidang BPUPKI dalam merumuskan dasar negara dengan runtut dan menganalisis proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara oleh PPKI dengan akurat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pentingnya musyawarah dalam perumusan dasar negara. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menstimulasi rasa ingin tahu tentang bagaimana Pancasila akhirnya ditetapkan.

Memahami: Peserta didik secara individu menelusuri kronologi sidang BPUPKI dan PPKI dari berbagai sumber (buku, internet). Mereka fokus pada tanggal-tanggal penting, agenda sidang, dan keputusan-keputusan krusial yang berkaitan dengan perumusan dan penetapan Pancasila.

Mengaplikasi: Secara berpasangan, peserta didik membuat garis waktu (timeline) proses perumusan dan penetapan Pancasila, mulai dari pembentukan BPUPKI hingga penetapan oleh PPKI. Mereka juga mencatat poin-poin penting perubahan Piagam Jakarta menjadi Pembukaan UUD 1945.

Merefleksi: Beberapa pasangan mempresentasikan garis waktu mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan temuan, mengklarifikasi urutan peristiwa, dan menguatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam proses tersebut.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kronologi perumusan dan penetapan Pancasila. Guru memberikan apresiasi atas ketelitian peserta didik, mengingatkan untuk menyiapkan diri untuk proyek pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning

Tujuan: Menyajikan hasil analisis proses perumusan dan penetapan Pancasila dalam bentuk infografis atau poster secara kreatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali semua materi tentang perumusan dan penetapan Pancasila. Guru menyampaikan tujuan proyek hari ini dan memotivasi peserta didik untuk berkreasi dalam menyajikan pemahaman mereka.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan desain infografis atau poster yang akan mereka buat. Mereka memilih informasi penting dari pertemuan sebelumnya, menentukan tata letak, dan memilih elemen visual yang menarik untuk menyajikan proses perumusan dan penetapan Pancasila.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat infografis atau poster secara kreatif menggunakan alat-alat yang telah disiapkan (kertas besar, spidol warna, alat gambar, atau aplikasi digital jika memungkinkan). Mereka bekerja sama untuk memastikan semua informasi penting tersaji dengan jelas dan menarik.

Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan hasil karya mereka (galeri berjalan atau presentasi singkat). Kelompok lain memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penilaian berdasarkan rubrik dan memberikan penguatan tentang makna Pancasila bagi masa depan bangsa.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran secara keseluruhan, merefleksikan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, dan memberikan apresiasi tinggi atas semua usaha dan karya peserta didik. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup yang hangat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan catatan hasil diskusi.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek infografis/poster tentang perumusan dan penetapan Pancasila berdasarkan rubrik.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menganalisis latar belakang perumusan Pancasila sebagai dasar negara.Latar belakang perumusan Pancasila.2 JPPenalaran kritis, Kewargaan
Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dan peranannya serta menjelaskan perbedaan usulan dasar negara.Tokoh perumus Pancasila dan usulan dasar negara.2 JPPenalaran kritis, Keimanan dan ketakwaan
Menganalisis proses sidang BPUPKI dan PPKI dalam perumusan dan penetapan Pancasila.Kronologi sidang BPUPKI dan PPKI.2 JPKewargaan, Penalaran kritis
Menyajikan hasil analisis proses perumusan dan penetapan Pancasila dalam bentuk infografis atau poster.Proyek infografis/poster perumusan Pancasila.2 JPKreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pancasila adalah tiang utama negara kita, Indonesia. Ia bukan sekadar lambang, melainkan jiwa dan kepribadian bangsa yang lahir dari perjuangan panjang para pahlawan. Memahami bagaimana Pancasila dirumuskan dan ditetapkan akan membuat kita semakin mencintai tanah air dan menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Latar Belakang Perumusan Pancasila

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II, Indonesia berada dalam masa kekosongan kekuasaan. Jepang, yang sebelumnya menjanjikan kemerdekaan, membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945. Tugas utama BPUPKI adalah menyelidiki dan menyusun dasar negara bagi Indonesia merdeka. Para pendiri bangsa menyadari bahwa sebuah negara yang kokoh memerlukan fondasi ideologi yang kuat dan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya.

Tokoh-tokoh Penting dan Usulan Dasar Negara

Dalam sidang BPUPKI, beberapa tokoh mengemukakan usulan dasar negara. Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima asas: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian pada 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengusulkan lima dasar: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat. Puncak usulan disampaikan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, yang mengemukakan Pancasila: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa. Usulan Soekarno inilah yang kemudian dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila.

Proses Sidang BPUPKI dalam Merumuskan Dasar Negara

Sidang pertama BPUPKI berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, fokus pada perumusan dasar negara. Setelah berbagai usulan, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan dasar negara berdasarkan usulan-usulan tersebut. Panitia Sembilan berhasil menyusun 'Piagam Jakarta' pada 22 Juni 1945, yang memuat rumusan dasar negara dan menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945. Piagam Jakarta ini kemudian disempurnakan lagi dalam sidang kedua BPUPKI pada 10-17 Juli 1945.

Peran Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Setelah BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan tugas melanjutkan hasil kerja BPUPKI dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Peran PPKI sangat krusial dalam menentukan nasib bangsa setelah proklamasi kemerdekaan.

Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, PPKI mengadakan sidang. Dalam sidang tersebut, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945, yang di dalamnya termasuk Pembukaan UUD 1945. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang kita kenal sebagai Pancasila yang sah dan final. Ada sedikit perubahan dari Piagam Jakarta, terutama pada sila pertama yang diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' untuk mengakomodasi keberagaman agama di Indonesia.

Makna Penting Perumusan dan Penetapan Pancasila

Perumusan dan penetapan Pancasila memiliki makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa dasar negara kita lahir dari pemikiran dan musyawarah para pendiri bangsa yang sangat visioner. Pancasila bukan hanya sekadar lima sila, tetapi merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang telah ada dalam masyarakat Indonesia sejak lama. Proses ini juga menjadi bukti kemampuan bangsa Indonesia dalam menentukan nasibnya sendiri dan membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan.

Rangkuman: Pancasila dirumuskan melalui perjuangan dan pemikiran mendalam oleh para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI, dengan usulan-usulan dari tokoh seperti Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Melalui musyawarah dan mufakat, Pancasila kemudian ditetapkan secara resmi oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang beragam.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis kronologi dan tokoh-tokoh kunci dalam perumusan dan penetapan Pancasila.

Alat & bahan: Buku teks Pendidikan Pancasila, alat tulis, kertas HVS, pensil warna/spidol.

  1. Bacalah materi tentang perumusan Pancasila dari berbagai sumber.
  2. Identifikasi tanggal-tanggal penting, peristiwa kunci, dan tokoh-tokoh yang berperan.
  3. Catat usulan-usulan dasar negara dari para tokoh dan proses penetapan Pancasila.
  4. Buatlah garis waktu (timeline) yang menggambarkan urutan peristiwa secara kronologis.
  5. Jawablah pertanyaan refleksi di akhir LKPD.

8 Glosarium

BPUPKIBadan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan.
PPKIPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dibentuk setelah BPUPKI bubar, bertugas mengesahkan UUD 1945.
Piagam JakartaRumusan dasar negara awal yang disusun Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945.
Dasar NegaraFondasi atau landasan bagi berdirinya suatu negara, berisi nilai-nilai fundamental.
MusyawarahPembahasan bersama untuk mencapai kesepakatan atau mufakat.

9 Materi Pendidikan Pancasila Terkait

Norma dan UUD NRI 1945Pendidikan Pancasila Kelas VII MTs
Pelajari Norma dan UUD NRI 1945 →
PENETAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASAPendidikan Pancasila Kelas IX MTs
Pelajari PENETAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA →
KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILAPendidikan Pancasila Kelas VIII MTs
Pelajari KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA →
Pancasila sebagai Dasar NegaraPendidikan Pancasila Kelas VIII MTs
Pelajari Pancasila sebagai Dasar Negara →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Perumusan dan Penetapan Pancasila ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.