Modul ajar Qur'an Hadis MTs kelas VIII materi Hukum Bacaan Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu membaca, memahami, dan menelaah teks-teks keagamaan (Al-Qur'an dan Hadis) serta mengimplementasikan nilai-nilai di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang bacaan-bacaan dalam Al-Qur'an dan pernah mempelajari hukum bacaan mad lainnya.
Pemahaman bermakna: Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan indah adalah bentuk penghormatan terhadap kalam Allah SWT, yang salah satunya melalui penguasaan hukum bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian mendengar bacaan Al-Qur'an yang dibaca dengan panjang yang berbeda-beda pada akhir ayat atau bacaan tertentu? Apa yang menyebabkan perbedaan itu?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun dengan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya tentang hukum bacaan mad yang sudah dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang hukum bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun, serta mengajukan pertanyaan pemantik.
Memahami: Peserta didik mengamati tayangan video atau gambar yang menampilkan contoh bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun, lalu secara berkelompok mendiskusikan perbedaan dan ciri-cirinya.
Mengaplikasi: Peserta didik mengisi lembar kerja yang berisi tabel untuk mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri masing-masing mad berdasarkan informasi yang ditemukan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi, guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap pemahaman konsep mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari, peserta didik merefleksikan kesulitan dan kemudahan dalam memahami konsep, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menutup pelajaran dengan doa.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun dalam surah-surah pendek Al-Qur'an dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tentang pengertian mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi contoh-contohnya dalam Al-Qur'an.
Memahami: Peserta didik diberikan potongan ayat Al-Qur'an (misal: Q.S. Al-Baqarah ayat 282, Q.S. Quraisy, Q.S. Al-Fatihah ayat terakhir) dan diminta untuk mencari serta menggarisbawahi bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menganalisis contoh-contoh bacaan mad yang ditemukan, menentukan jenis madnya, dan mencatatnya dalam tabel yang disediakan di LKPD.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, dilanjutkan dengan diskusi kelas untuk mengklarifikasi dan mengoreksi jika ada kesalahan identifikasi.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok, merangkum contoh-contoh bacaan mad yang berhasil diidentifikasi, dan memberikan tugas membaca surah pendek di rumah dengan memperhatikan hukum bacaan mad tersebut.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan bacaan Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun sesuai kaidah tajwid dengan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, mengecek kehadiran, mengulas kembali materi identifikasi mad, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik membaca Al-Qur'an dengan menerapkan hukum bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun.
Memahami: Peserta didik menyimak contoh praktik tilawah dari guru atau rekaman audio/video yang benar, sambil memperhatikan penekanan pada bacaan mad 'iwadh, mad layyin, dan mad 'arid Lissukun.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mempraktikkan tilawah surah pendek (misal: Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 1-5) di depan guru atau teman sejawat, dengan fokus pada penerapan hukum bacaan mad yang telah dipelajari.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik konstruktif secara langsung kepada setiap peserta didik mengenai kebenaran bacaan mad mereka, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memberikan masukan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang menunjukkan peningkatan dalam praktik tilawah, mengajak peserta didik untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an dengan tartil, dan menutup pembelajaran dengan doa.
Proses (formatif): Guru melakukan observasi saat peserta didik bekerja dalam kelompok dan saat praktik tilawah individu, mencatat keaktifan, ketepatan identifikasi, dan kebenaran praktik bacaan.
Akhir (sumatif): Peserta didik mengerjakan tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta praktik tilawah untuk mengukur pemahaman dan kemampuan penerapan hukum bacaan Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan Pengertian Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun | Pengertian dan ciri-ciri Mad 'Iwadh, Mad Layyin, Mad 'Aridh Lissukun | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi Contoh Mad dalam Al-Qur'an | Contoh Mad 'Iwadh, Mad Layyin, Mad 'Aridh Lissukun dalam surah pendek | 2 JP | Kolaborasi |
| Mempraktikkan Bacaan Mad | Praktik tilawah dengan hukum bacaan mad | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
Membaca Al-Qur'an dengan tartil merupakan dambaan setiap Muslim. Salah satu kunci tartil adalah penguasaan ilmu tajwid, termasuk hukum bacaan mad. Modul ini akan membimbing Anda memahami dan mempraktikkan tiga jenis mad penting: Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun, agar tilawah Anda semakin indah dan benar.
Mad 'Iwadh secara harfiah berarti 'pengganti'. Hukum bacaan ini terjadi ketika ada tanwin fathah (ـً) di akhir kalimat atau diwaqaf (berhenti). Tanwin fathah tersebut dibaca panjang satu alif (dua harakat) dan berubah menjadi fathah tegak (ــَـ). Contohnya pada kata 'haliman' (حَلِيْمًا) jika diwaqaf menjadi 'halima' (حَلِيْمَا). Perlu diingat, ini hanya berlaku pada akhir kalimat dan saat waqaf, bukan di tengah bacaan. Pengucapannya adalah dengan suara 'a' yang dipanjangkan.
Mad Layyin (mad yang lembut) terjadi apabila ada huruf ya' sukun (يْ) atau wawu sukun (وْ) yang didahului oleh huruf berharakat fathah (ــَـ). Panjang bacaannya adalah satu alif (dua harakat). Disebut 'layyin' karena bacaannya lembut dan mudah diucapkan tanpa tekanan. Contohnya pada kata 'bait' (بَيْتٌ) dan 'khauf' (خَوْفٌ). Jika waqaf pada akhir kalimat yang mengandung mad layyin, panjangnya bisa dua atau empat harakat, namun yang paling utama adalah dua harakat.
Mad 'Aridh Lissukun adalah bacaan mad yang terjadi ketika ada huruf mad (alif, wawu sukun, ya' sukun) yang jatuh sebelum huruf yang diwaqaf (berhenti). Huruf sebelum waqaf tersebut harus berharakat sukun (mati) atau di-sukun-kan karena waqaf. Panjang bacaannya bisa dua, empat, atau enam harakat. Contohnya pada akhir ayat 'Ar-Rahman' (الرَّحْمٰنِ) jika diwaqaf menjadi 'Ar-Rahmaan' (الرَّحْمٰنْ). Ini adalah mad yang paling sering ditemui dalam tilawah.
Perbedaan mendasar terletak pada sebab terjadinya: Mad 'Iwadh karena pengganti tanwin fathah saat waqaf, Mad Layyin karena wawu/ya' sukun didahului fathah, dan Mad 'Aridh Lissukun karena huruf mad bertemu huruf yang diwaqaf. Praktik membaca yang benar akan sangat membantu membedakan ketiganya. Perhatikan contoh-contoh dalam Al-Qur'an, terutama pada akhir ayat atau bacaan yang diwaqaf. Latihan rutin adalah kunci penguasaan tajwid.
Rangkuman: Hukum bacaan Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun adalah bagian penting dari ilmu tajwid. Mad 'Iwadh mengganti tanwin fathah saat waqaf, Mad Layyin adalah bacaan lembut pada wawu/ya' sukun setelah fathah, dan Mad 'Aridh Lissukun terjadi karena waqaf pada huruf mad. Penguasaan ketiganya membuat tilawah lebih indah dan sesuai tuntunan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mempraktikkan hukum bacaan Mad 'Iwadh, Mad Layyin, dan Mad 'Aridh Lissukun.
Alat & bahan: Al-Qur'an, buku tajwid, alat tulis, lembar kerja, rekaman audio/video (opsional)
| Mad | Memanjangkan bacaan dalam Al-Qur'an |
| 'Iwadh | Pengganti |
| Layyin | Lembut |
| 'Aridh Lissukun | Sesuatu yang datang/terjadi karena waqaf |
| Waqaf | Berhenti membaca |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an dengan perlahan, tertib, dan benar |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Qur'an Hadis kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.