tuntas.orgUnduh Modul Ini →
BerandaModul Ajar SDBahasa Jawa › Geguritan
SD · Kelas III · Fase B

Modul Ajar Bahasa Jawa Kelas III
Geguritan

Modul ajar Bahasa Jawa SD kelas III materi Geguritan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Jawa kelas III materi Geguritan — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Geguritan yaiku puisi Jawa modern sing bebas aturan kaya tembang macapat, nanging tetep ngutamakake kaendahan basa. Ciri-cirine yaiku ora kaiket guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu, nggunakake basa Jawa anyar, lan temane bebas. Nulis geguritan diwiwiti saka nemtokake tema, nulis ide, lan milih tembung sing pas. Nalika maca geguritan, lafal, intonasi, lan ekspresi kudu digatekake supaya pesene bisa krasa.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Geguritan
Bahasa Jawa · Kelas III · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Geguritan
Bahasa Jawa · Fase B · Kelas III · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasB / III
Materi PokokGeguritan
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami beberapa kosakata sederhana dalam Bahasa Jawa dan mampu merangkai kalimat pendek.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis berbagai jenis teks pendek sederhana dalam Bahasa Jawa untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan pilihan kata dan struktur kalimat yang tepat sesuai konteks.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualGeguritan adalah salah satu bentuk puisi Jawa modern yang tidak terikat aturan baku seperti tembang macapat.
KonseptualPrinsip geguritan adalah menyampaikan perasaan atau gagasan secara indah dan padat menggunakan pilihan kata Bahasa Jawa yang tepat.
ProseduralLangkah-langkah membuat geguritan meliputi menentukan tema, menuliskan ide-ide pokok, memilih diksi, dan menyusunnya menjadi larik-larik puisi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bahwa menulis geguritan membutuhkan kreativitas dalam memilih kata dan menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaan secara efektif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat.
  2. Menjelaskan isi geguritan yang dibaca atau didengar dengan benar.
  3. Menulis geguritan sederhana tentang tema tertentu dengan kosakata yang sesuai.
  4. Membacakan geguritan dengan lafal dan intonasi yang jelas.
Halaman 2 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami geguritan membantu kita mengekspresikan perasaan dan pikiran dalam Bahasa Jawa dengan cara yang indah dan berkesan, sekaligus melestarikan budaya lokal.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa sangat senang atau sedih, lalu ingin menceritakannya dengan kata-kata yang bagus?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Geguritan sebagai bentuk karya sastra yang juga mengandung unsur keindahan dan ekspresi artistik.
Pendidikan Karakter: Melalui geguritan, peserta didik dapat mengembangkan empati dan apresiasi terhadap lingkungan serta nilai-nilai luhur.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendengarkan anak membacakan geguritan di rumah atau membantu mencari kosakata Bahasa Jawa sederhana.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata dengan nyaman, dilengkapi pojok baca berisi buku geguritan anak, dan bisa memanfaatkan taman sekolah sebagai inspirasi tema geguritan.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik dapat menonton video pembacaan geguritan di YouTube atau menggunakan aplikasi kamus Bahasa Jawa daring untuk mencari kosakata.
Halaman 3 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat dan menjelaskan isi geguritan yang dibaca atau didengar dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang geguritan, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Apakah kalian pernah mendengar puisi Jawa?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mendengarkan pembacaan geguritan sederhana (misal: 'Ibu' atau 'Sekolahku') dan secara berkelompok mengidentifikasi ciri-cirinya seperti jumlah baris, rima, dan makna kata-kata yang digunakan, lalu membandingkan dengan puisi Bahasa Indonesia.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menganalisis satu geguritan pendek yang berbeda, lalu menuliskan kembali isi atau pesan geguritan tersebut dalam Bahasa Jawa sederhana di lembar kerja yang disediakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan penjelasan isi geguritan mereka, diikuti umpan balik dari teman dan guru untuk menguatkan pemahaman tentang ciri dan isi geguritan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri geguritan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca geguritan lain di rumah, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menulis geguritan sederhana tentang tema tertentu dengan kosakata yang sesuai.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mereviu singkat materi geguritan sebelumnya, dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat geguritan sendiri, memotivasi dengan 'Siapa yang mau jadi penyair cilik?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diberikan contoh geguritan dengan tema 'Alam' atau 'Persahabatan', lalu guru menjelaskan langkah-langkah sederhana menulis geguritan mulai dari menentukan tema, menuliskan ide, hingga memilih kata-kata yang indah.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara individu memilih satu tema sederhana (misalnya: 'Kucingku', 'Hujan', 'Kancaku'), kemudian mulai menyusun geguritan pendek 2-3 bait dengan bimbingan guru dan bantuan kamus mini Bahasa Jawa.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitBeberapa peserta didik membacakan geguritan hasil karyanya di depan kelas, kemudian teman-teman memberikan masukan positif tentang pilihan kata atau keindahan makna, dan guru memberikan penguatan tentang pentingnya ekspresi diri.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik merangkum proses menulis geguritan, memberikan pujian atas kreativitas mereka, dan menugaskan untuk menyempurnakan geguritan di rumah, diakhiri dengan doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Membacakan geguritan dengan lafal dan intonasi yang jelas.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menitGuru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tentang geguritan yang sudah dibuat di pertemuan sebelumnya, dan menjelaskan bahwa hari ini mereka akan berlatih membacakan geguritan dengan ekspresi yang bagus.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik melihat contoh video pembacaan geguritan oleh anak-anak, kemudian guru menjelaskan pentingnya lafal, intonasi, dan ekspresi wajah saat membacakan geguritan agar pesannya tersampaikan dengan baik.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara berpasangan saling berlatih membacakan geguritan yang telah mereka buat, memberikan masukan satu sama lain tentang lafal dan intonasi, kemudian berlatih di depan cermin atau di kelompok kecil.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap peserta didik secara bergantian membacakan geguritan hasil karyanya di depan kelas, teman-teman dan guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif tentang penampilan mereka, serta memilih beberapa pembacaan terbaik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya membaca geguritan dengan penghayatan, memberikan penghargaan atas keberanian dan usaha mereka, serta mengajak untuk terus berkarya, diakhiri dengan doa penutup dan tepuk tangan meriah.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis geguritan dan menulis geguritan sederhana sesuai tema.

Alat & bahan: Kertas, pensil warna, kamus mini Bahasa Jawa, contoh geguritan.

Langkah kerja:

  1. Bacalah geguritan 'Desaku' dengan cermat.
  2. Diskusikan dengan teman kelompokmu tentang isi dan kata-kata sulit yang ada.
  3. Tuliskan pesan atau makna dari geguritan 'Desaku' dalam Bahasa Jawa sederhana.
  4. Buatlah sebuah geguritan pendek (2 bait) dengan tema 'Lingkungan Sekolah' di kertas yang berbeda.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa itu puisi?
  2. Pernahkah kamu mendengar puisi berbahasa Jawa?
  3. Coba sebutkan satu kata dalam Bahasa Jawa yang kamu tahu!
  4. Apa yang kamu rasakan saat membaca sebuah puisi?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, partisipasi aktif, dan hasil geguritan sederhana yang dibuat.

Sumatif (akhir): Penilaian performa saat membacakan geguritan dan geguritan yang telah disempurnakan.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri geguritanCiri-ciri geguritan, kosakata Jawa2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan isi geguritanMakna dan pesan geguritan2 JPKomunikasi
3Menulis geguritan sederhanaLangkah-langkah menulis, diksi Jawa2 JPKreativitas
Halaman 9 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Sugeng enjing, anak-anak! Dina iki kita arep sinau babagan geguritan. Geguritan iku salah siji wujud puisi Jawa sing endah. Kanthi sinau geguritan, awak dhewe bisa luwih ngerti budaya Jawa lan uga bisa ngungkapake rasa ing ati kanthi cara sing luwih apik. Ayo padha sinau bebarengan!

1. Apa Kuwi Geguritan?
Geguritan yaiku puisi Jawa modern sing ora kaiket paugeran utawa aturan kaya tembang macapat. Yen tembang macapat duwe aturan guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu, geguritan luwih bebas. Geguritan nggunakake basa Jawa saben dina, nanging tetep milih tembung-tembung sing endah lan duwe makna. Tujuane yaiku kanggo ngungkapake pikiran, perasaan, utawa kahanan kanthi cara sing ringkes lan nengsemake. Contone, geguritan bisa nyritakake bab alam, kulawarga, utawa pengalaman. Kaya dene puisi ing basa Indonesia, geguritan uga duwe irama lan rima sanajan ora kudu padha.

2. Ciri-ciri Geguritan
Geguritan duwe sawetara ciri khas sing beda karo jinis sastra liyane. Kapisan, geguritan ora kaiket dening aturan guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata), lan guru lagu (bunyi vokal akhir) kaya tembang macapat. Kaloro, geguritan nggunakake basa Jawa anyar utawa basa Jawa sing umum digunakake saben dina, ora kudu basa krama inggil. Katelu, isine luwih bebas lan bisa ngangkat tema apa wae, kayata katresnan, lingkungan, utawa kritik sosial. Kaping papat, geguritan biasane duwe irah-irahan utawa judhul sing ringkes lan narik kawigaten. Sanajan bebas, geguritan tetep ngutamakake kaendahan basa lan pilihan tembung sing pas.

3. Cara Nulis Geguritan Sederhana
Nulis geguritan iku ora angel, anak-anak. Kapisan, pilih tema sing arep kok tulis, contone 'Sekolahku', 'Ibu', utawa 'Kancaku'. Sakwise nemtokake tema, tulisen ide-ide utawa tembung-tembung sing ana ing pikiranmu babagan tema kasebut. Contone, yen temane 'Sekolahku', bisa nulis 'guru', 'kanca', 'sinau', 'dolanan', 'resik'. Banjur, rangkain tembung-tembung kuwi dadi ukara-ukara sing endah lan ringkes. Aja lali nggunakake basa Jawa sing gampang dingerteni. Coba gawe rong utawa telung bait dhisik. Sing penting, wani nyoba lan ora wedi salah.

4. Membacakan Geguritan dengan Baik
Supaya geguritanmu luwih urip lan pesene tekan ing ati, kudu dibacakan kanthi becik. Ana telung bab sing kudu digatekake: lafal, intonasi, lan ekspresi. Lafal yaiku pocapan tembung-tembung sing cetha lan bener. Intonasi yaiku munggah mudhun swara sing pas, kapan kudu banter lan kapan kudu alon. Ekspresi yaiku mimik muka lan obahing awak sing nyengkuyung isi geguritan, contone yen seneng ya mesem, yen sedih ya katon sedih. Latih terus ing ngarep kaca utawa karo kanca-kanca. Kanthi mangkono, geguritanmu bakal luwih nengsemake nalika dibacakan.

Rangkuman: Geguritan yaiku puisi Jawa modern sing bebas aturan kaya tembang macapat, nanging tetep ngutamakake kaendahan basa. Ciri-cirine yaiku ora kaiket guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu, nggunakake basa Jawa anyar, lan temane bebas. Nulis geguritan diwiwiti saka nemtokake tema, nulis ide, lan milih tembung sing pas. Nalika maca geguritan, lafal, intonasi, lan ekspresi kudu digatekake supaya pesene bisa krasa.

Halaman 10 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
GeguritanPuisi Jawa modern yang tidak terikat aturan baku.
DiksiPilihan kata yang tepat dan indah.
LafalCara mengucapkan bunyi bahasa.
IntonasiNada atau irama suara saat berbicara atau membaca.
EkspresiUngkapan perasaan melalui wajah atau gerak tubuh.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Geguritan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Geguritan" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Geguritan — pratinjau tuntas.org

1 Materi Bahasa Jawa Terkait

Unsur Intrinsik cerita rakyatBahasa Jawa Kelas III SDTeks PacelathonBahasa Jawa Kelas IV SD

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Jawa Geguritan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Materi Bahasa Jawa Lainnya — GRATISPilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.