Modul ajar Bahasa Jawa SD kelas III materi Geguritan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Geguritan |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami beberapa kosakata sederhana dalam Bahasa Jawa dan mampu merangkai kalimat pendek.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks pendek sederhana dalam Bahasa Jawa untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan pilihan kata dan struktur kalimat yang tepat sesuai konteks. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Geguritan adalah salah satu bentuk puisi Jawa modern yang tidak terikat aturan baku seperti tembang macapat. |
| Konseptual | Prinsip geguritan adalah menyampaikan perasaan atau gagasan secara indah dan padat menggunakan pilihan kata Bahasa Jawa yang tepat. |
| Prosedural | Langkah-langkah membuat geguritan meliputi menentukan tema, menuliskan ide-ide pokok, memilih diksi, dan menyusunnya menjadi larik-larik puisi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa menulis geguritan membutuhkan kreativitas dalam memilih kata dan menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaan secara efektif. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami geguritan membantu kita mengekspresikan perasaan dan pikiran dalam Bahasa Jawa dengan cara yang indah dan berkesan, sekaligus melestarikan budaya lokal.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa sangat senang atau sedih, lalu ingin menceritakannya dengan kata-kata yang bagus?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Geguritan sebagai bentuk karya sastra yang juga mengandung unsur keindahan dan ekspresi artistik. Pendidikan Karakter: Melalui geguritan, peserta didik dapat mengembangkan empati dan apresiasi terhadap lingkungan serta nilai-nilai luhur. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendengarkan anak membacakan geguritan di rumah atau membantu mencari kosakata Bahasa Jawa sederhana. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan nyaman, dilengkapi pojok baca berisi buku geguritan anak, dan bisa memanfaatkan taman sekolah sebagai inspirasi tema geguritan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menonton video pembacaan geguritan di YouTube atau menggunakan aplikasi kamus Bahasa Jawa daring untuk mencari kosakata. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri geguritan sederhana dengan tepat dan menjelaskan isi geguritan yang dibaca atau didengar dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang geguritan, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Apakah kalian pernah mendengar puisi Jawa?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mendengarkan pembacaan geguritan sederhana (misal: 'Ibu' atau 'Sekolahku') dan secara berkelompok mengidentifikasi ciri-cirinya seperti jumlah baris, rima, dan makna kata-kata yang digunakan, lalu membandingkan dengan puisi Bahasa Indonesia. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menganalisis satu geguritan pendek yang berbeda, lalu menuliskan kembali isi atau pesan geguritan tersebut dalam Bahasa Jawa sederhana di lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan penjelasan isi geguritan mereka, diikuti umpan balik dari teman dan guru untuk menguatkan pemahaman tentang ciri dan isi geguritan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri geguritan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca geguritan lain di rumah, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menulis geguritan sederhana tentang tema tertentu dengan kosakata yang sesuai. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mereviu singkat materi geguritan sebelumnya, dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membuat geguritan sendiri, memotivasi dengan 'Siapa yang mau jadi penyair cilik?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan contoh geguritan dengan tema 'Alam' atau 'Persahabatan', lalu guru menjelaskan langkah-langkah sederhana menulis geguritan mulai dari menentukan tema, menuliskan ide, hingga memilih kata-kata yang indah. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu memilih satu tema sederhana (misalnya: 'Kucingku', 'Hujan', 'Kancaku'), kemudian mulai menyusun geguritan pendek 2-3 bait dengan bimbingan guru dan bantuan kamus mini Bahasa Jawa. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik membacakan geguritan hasil karyanya di depan kelas, kemudian teman-teman memberikan masukan positif tentang pilihan kata atau keindahan makna, dan guru memberikan penguatan tentang pentingnya ekspresi diri. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum proses menulis geguritan, memberikan pujian atas kreativitas mereka, dan menugaskan untuk menyempurnakan geguritan di rumah, diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membacakan geguritan dengan lafal dan intonasi yang jelas. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali tentang geguritan yang sudah dibuat di pertemuan sebelumnya, dan menjelaskan bahwa hari ini mereka akan berlatih membacakan geguritan dengan ekspresi yang bagus. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik melihat contoh video pembacaan geguritan oleh anak-anak, kemudian guru menjelaskan pentingnya lafal, intonasi, dan ekspresi wajah saat membacakan geguritan agar pesannya tersampaikan dengan baik. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan saling berlatih membacakan geguritan yang telah mereka buat, memberikan masukan satu sama lain tentang lafal dan intonasi, kemudian berlatih di depan cermin atau di kelompok kecil. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap peserta didik secara bergantian membacakan geguritan hasil karyanya di depan kelas, teman-teman dan guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif tentang penampilan mereka, serta memilih beberapa pembacaan terbaik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya membaca geguritan dengan penghayatan, memberikan penghargaan atas keberanian dan usaha mereka, serta mengajak untuk terus berkarya, diakhiri dengan doa penutup dan tepuk tangan meriah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis geguritan dan menulis geguritan sederhana sesuai tema.
Alat & bahan: Kertas, pensil warna, kamus mini Bahasa Jawa, contoh geguritan.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, partisipasi aktif, dan hasil geguritan sederhana yang dibuat.
Sumatif (akhir): Penilaian performa saat membacakan geguritan dan geguritan yang telah disempurnakan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri geguritan | Ciri-ciri geguritan, kosakata Jawa | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan isi geguritan | Makna dan pesan geguritan | 2 JP | Komunikasi |
| 3 | Menulis geguritan sederhana | Langkah-langkah menulis, diksi Jawa | 2 JP | Kreativitas |
Sugeng enjing, anak-anak! Dina iki kita arep sinau babagan geguritan. Geguritan iku salah siji wujud puisi Jawa sing endah. Kanthi sinau geguritan, awak dhewe bisa luwih ngerti budaya Jawa lan uga bisa ngungkapake rasa ing ati kanthi cara sing luwih apik. Ayo padha sinau bebarengan!
1. Apa Kuwi Geguritan?
Geguritan yaiku puisi Jawa modern sing ora kaiket paugeran utawa aturan kaya tembang macapat. Yen tembang macapat duwe aturan guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu, geguritan luwih bebas. Geguritan nggunakake basa Jawa saben dina, nanging tetep milih tembung-tembung sing endah lan duwe makna. Tujuane yaiku kanggo ngungkapake pikiran, perasaan, utawa kahanan kanthi cara sing ringkes lan nengsemake. Contone, geguritan bisa nyritakake bab alam, kulawarga, utawa pengalaman. Kaya dene puisi ing basa Indonesia, geguritan uga duwe irama lan rima sanajan ora kudu padha.
2. Ciri-ciri Geguritan
Geguritan duwe sawetara ciri khas sing beda karo jinis sastra liyane. Kapisan, geguritan ora kaiket dening aturan guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata), lan guru lagu (bunyi vokal akhir) kaya tembang macapat. Kaloro, geguritan nggunakake basa Jawa anyar utawa basa Jawa sing umum digunakake saben dina, ora kudu basa krama inggil. Katelu, isine luwih bebas lan bisa ngangkat tema apa wae, kayata katresnan, lingkungan, utawa kritik sosial. Kaping papat, geguritan biasane duwe irah-irahan utawa judhul sing ringkes lan narik kawigaten. Sanajan bebas, geguritan tetep ngutamakake kaendahan basa lan pilihan tembung sing pas.
3. Cara Nulis Geguritan Sederhana
Nulis geguritan iku ora angel, anak-anak. Kapisan, pilih tema sing arep kok tulis, contone 'Sekolahku', 'Ibu', utawa 'Kancaku'. Sakwise nemtokake tema, tulisen ide-ide utawa tembung-tembung sing ana ing pikiranmu babagan tema kasebut. Contone, yen temane 'Sekolahku', bisa nulis 'guru', 'kanca', 'sinau', 'dolanan', 'resik'. Banjur, rangkain tembung-tembung kuwi dadi ukara-ukara sing endah lan ringkes. Aja lali nggunakake basa Jawa sing gampang dingerteni. Coba gawe rong utawa telung bait dhisik. Sing penting, wani nyoba lan ora wedi salah.
4. Membacakan Geguritan dengan Baik
Supaya geguritanmu luwih urip lan pesene tekan ing ati, kudu dibacakan kanthi becik. Ana telung bab sing kudu digatekake: lafal, intonasi, lan ekspresi. Lafal yaiku pocapan tembung-tembung sing cetha lan bener. Intonasi yaiku munggah mudhun swara sing pas, kapan kudu banter lan kapan kudu alon. Ekspresi yaiku mimik muka lan obahing awak sing nyengkuyung isi geguritan, contone yen seneng ya mesem, yen sedih ya katon sedih. Latih terus ing ngarep kaca utawa karo kanca-kanca. Kanthi mangkono, geguritanmu bakal luwih nengsemake nalika dibacakan.
Rangkuman: Geguritan yaiku puisi Jawa modern sing bebas aturan kaya tembang macapat, nanging tetep ngutamakake kaendahan basa. Ciri-cirine yaiku ora kaiket guru gatra, guru wilangan, lan guru lagu, nggunakake basa Jawa anyar, lan temane bebas. Nulis geguritan diwiwiti saka nemtokake tema, nulis ide, lan milih tembung sing pas. Nalika maca geguritan, lafal, intonasi, lan ekspresi kudu digatekake supaya pesene bisa krasa.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Geguritan | Puisi Jawa modern yang tidak terikat aturan baku. |
| Diksi | Pilihan kata yang tepat dan indah. |
| Lafal | Cara mengucapkan bunyi bahasa. |
| Intonasi | Nada atau irama suara saat berbicara atau membaca. |
| Ekspresi | Ungkapan perasaan melalui wajah atau gerak tubuh. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Geguritan" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.