Modul ajar SENI RUPA SD kelas II materi SENI RUPA lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, dan mengekspresikan pengalaman dan gagasannya secara visual dengan berbagai media dan teknik sederhana.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik sudah dapat mengenali beberapa warna dasar dan bentuk sederhana di lingkungan sekitar.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa seni rupa adalah cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan perasaan dan ide, serta bahwa setiap karya seni punya keunikan dan makna.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat awan yang bentuknya seperti hewan? Bagaimana perasaan kalian saat melihatnya?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai bentuk dasar (lingkaran, segitiga, persegi) pada objek di lingkungan sekitar dan mengeksplorasi penggunaan garis, bentuk, dan warna untuk menciptakan gambar ekspresif.
Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam hangat, berdoa, dan presensi. Guru menampilkan gambar-gambar benda sehari-hari (bola, buku, atap rumah) dan bertanya bentuk apa yang mereka lihat. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'detektif bentuk' dan belajar membuat gambar yang seru. Pertanyaan pemantik: "Coba lihat di sekelilingmu, benda apa saja yang punya bentuk lingkaran?"
Memahami: Peserta didik diajak berkeliling kelas atau melihat gambar-gambar di papan tulis untuk menemukan berbagai bentuk dasar (lingkaran, persegi, segitiga). Mereka berdiskusi tentang warna-warna yang menarik perhatian mereka pada benda-benda tersebut. Guru menjelaskan bahwa garis, bentuk, dan warna adalah 'teman' kita dalam menggambar.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik mendapatkan kertas dan alat mewarnai. Mereka diminta menggambar benda favorit mereka dengan fokus pada bentuk dasar yang sudah ditemukan, lalu mewarnainya dengan warna-warna cerah. Mereka boleh berkreasi dengan garis dan bentuk sesuka hati.
Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan gambarnya di depan kelas, menceritakan benda apa yang mereka gambar dan kenapa mereka memilih warna tersebut. Teman-teman lain memberikan pujian. Guru memberikan penguatan tentang keunikan setiap karya dan keberanian dalam berkreasi.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa bentuk dan warna ada di mana-mana dan bisa kita gunakan untuk menggambar. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar mereka dan mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan. Doa penutup.
Tujuan: Membuat karya seni dua dimensi (gambar/lukisan) dengan teknik sederhana (misal: kolase, finger painting) dan mengenal serta mengidentifikasi bahan-bahan sederhana untuk membuat karya tiga dimensi.
Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam dan doa. Guru mengingatkan kembali tentang keseruan menggambar di pertemuan sebelumnya. Guru menunjukkan beberapa contoh karya kolase sederhana dan bertanya, "Bagaimana ya cara membuat gambar seperti ini? Bahannya dari apa saja?" Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'seniman kolase' dan mulai mengenal bahan untuk karya 3D. Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, bahan apa yang paling mudah kita temukan untuk membuat patung-patungan kecil?"
Memahami: Guru menjelaskan teknik kolase sederhana menggunakan potongan kertas, daun kering, atau kain perca. Peserta didik berdiskusi tentang ide-ide gambar yang bisa dibuat dengan teknik kolase. Guru juga menunjukkan berbagai bahan sederhana seperti plastisin, tanah liat, atau kardus bekas dan membahas karakteristiknya.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan bahan-bahan kolase. Mereka bekerja sama membuat kolase bertema 'Taman Impian'. Setelah itu, guru memperkenalkan bahan-bahan untuk karya tiga dimensi dan meminta setiap kelompok mengidentifikasi bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat bentuk-bentuk tertentu.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kolase mereka dan menceritakan proses pembuatannya. Guru memberikan umpan balik positif dan mengapresiasi kerja sama kelompok. Guru juga bertanya tentang bahan 3D yang paling menarik perhatian mereka dan kenapa.
Penutup: Guru menyimpulkan bahwa banyak cara untuk membuat karya seni, termasuk dengan menempel (kolase) dan menggunakan bahan dari alam. Guru memberikan pujian atas semangat kolaborasi mereka. Peserta didik diajak membersihkan area kerja bersama. Doa penutup.
Tujuan: Menciptakan karya seni tiga dimensi sederhana menggunakan bahan-bahan di sekitar.
Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam, doa, dan presensi. Guru menampilkan kembali beberapa contoh karya tiga dimensi sederhana yang dibuat dari plastisin atau tanah liat. Guru bertanya, "Siapa yang punya ide mau membuat apa hari ini dengan bahan-bahan ini?" Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah 'hari kreasi 3D' di mana mereka akan membuat karya tiga dimensi impian mereka. Pertanyaan pemantik: "Kalau kamu bisa membuat satu benda dari plastisin, kamu mau buat apa dan kenapa?"
Memahami: Guru mengingatkan kembali tentang karakteristik bahan-bahan tiga dimensi yang sudah dibahas di pertemuan sebelumnya. Guru mendemonstrasikan cara membentuk plastisin atau tanah liat menjadi bentuk-bentuk dasar (bola, kubus, tabung) dan cara menyatukannya. Peserta didik berdiskusi tentang ide-ide karya 3D mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan (jika bahan terbatas) mulai menciptakan karya seni tiga dimensi sederhana menggunakan plastisin, tanah liat, atau kardus bekas sesuai ide mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan dukungan. Mereka didorong untuk berani mencoba dan tidak takut salah.
Merefleksi: Setiap peserta didik memamerkan karya tiga dimensi mereka. Mereka menceritakan nama karyanya, apa yang mereka buat, dan bagaimana perasaan mereka saat membuatnya. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengapresiasi kreativitas, dan menyoroti keunikan setiap karya.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bahwa seni rupa itu seru dan bisa dibuat dari berbagai bahan, baik 2D maupun 3D. Guru memberikan apresiasi tertinggi atas seluruh karya yang telah dibuat dan semangat mereka. Peserta didik merapikan alat dan bahan bersama-sama. Doa penutup dan pesan untuk terus berkarya.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik, kerja sama dalam kelompok, dan proses pembuatan karya (kolase, 3D).
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya kolase dan karya tiga dimensi peserta didik berdasarkan kreativitas, kerapian, dan kesesuaian dengan tema.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai bentuk dasar (lingkaran, segitiga, persegi) pada objek di lingkungan sekitar. | Bentuk dan warna dasar | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengeksplorasi penggunaan garis, bentuk, dan warna untuk menciptakan gambar ekspresif. | Garis, bentuk, warna dalam gambar | 2 JP | Kreativitas |
| Membuat karya seni dua dimensi (gambar/lukisan) dengan teknik sederhana (misal: kolase, finger painting) dan mengenal bahan 3D. | Kolase dan bahan 3D | 2 JP | Kolaborasi |
| Menciptakan karya seni tiga dimensi sederhana menggunakan bahan-bahan di sekitar. | Karya 3D sederhana | 2 JP | Kemandirian |
Seni rupa itu seperti bermain sulap dengan warna dan bentuk! Kita bisa membuat apa saja yang kita bayangkan menjadi nyata, baik di kertas maupun dengan benda-benda di sekitar kita. Ayo kita mulai petualangan seru ini dan jadi seniman cilik yang hebat!
Garis adalah jejak yang kita buat saat pensil bergerak, bisa lurus, lengkung, atau zig-zag. Bentuk adalah apa yang tercipta dari garis, seperti lingkaran, persegi, atau segitiga. Warna membuat gambar kita jadi hidup dan indah, ada merah, kuning, biru, dan banyak lagi. Coba lihat sekelilingmu, ada banyak garis, bentuk, dan warna di mana-mana, kan? Dari bentuk-bentuk dasar ini, kita bisa membuat gambar apa saja yang kita mau!
Gambar dua dimensi berarti gambar yang hanya punya panjang dan lebar, seperti gambar di buku atau di dinding. Kita bisa menggambar dengan pensil, krayon, atau cat air. Ada juga teknik kolase, yaitu menempel potongan kertas, daun, atau kain ke kertas untuk membentuk gambar baru. Atau finger painting, melukis dengan jari-jari tangan kita. Semua cara ini seru dan membuat gambar kita jadi unik dan menarik!
Karya tiga dimensi itu beda dengan gambar, dia punya panjang, lebar, dan juga tinggi atau tebal. Jadi, kita bisa memegangnya dan melihatnya dari berbagai sisi. Contohnya patung atau kerajinan tangan. Kita bisa membuat karya tiga dimensi dari plastisin, tanah liat, kardus bekas, atau bahkan botol plastik. Bahan-bahan ini bisa kita bentuk dan susun menjadi sesuatu yang baru dan menarik.
Untuk membuat karya tiga dimensi, kita perlu bahan yang bisa dibentuk, seperti plastisin atau tanah liat. Pertama, kita bisa membuat bentuk dasar seperti bola atau sosis. Lalu, kita bisa menyatukan bentuk-bentuk itu untuk membuat hewan, rumah-rumahan, atau apa pun yang kita bayangkan. Jangan takut mencoba ya! Setiap karya yang kita buat itu istimewa dan menunjukkan kreativitas kita. Semakin sering mencoba, semakin mahir kita membuat karya 3D yang keren!
Rangkuman: Seni rupa adalah cara kita mengekspresikan diri menggunakan garis, bentuk, dan warna. Kita bisa membuat karya dua dimensi seperti gambar dan kolase, atau karya tiga dimensi seperti patung dari plastisin. Semua bahan di sekitar kita bisa jadi alat untuk berkarya. Yang penting adalah berani mencoba dan berkreasi dengan gembira!
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi bentuk, warna, dan membuat sketsa ide karya seni.
Alat & bahan: Pensil, krayon/pensil warna, lembar LKPD
| Dua Dimensi | Karya seni yang hanya memiliki panjang dan lebar (contoh: gambar, lukisan). |
| Tiga Dimensi | Karya seni yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi/tebal (contoh: patung, kerajinan). |
| Kolase | Teknik membuat karya seni dengan menempel potongan bahan (kertas, kain, daun) ke permukaan. |
| Ekspresif | Menunjukkan atau mengungkapkan perasaan dan ide. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SENI RUPA kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.