Modul ajar Biologi SMA kelas XII materi Pertumbuhan dan Perkembangan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar sel, jaringan tumbuhan, dan fungsi organ pada tumbuhan serta hewan.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal (genetik dan hormon) dan eksternal (lingkungan), serta mampu mengaplikasikannya dalam analisis fenomena biologis dan kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Mengapa ada tumbuhan yang tumbuh sangat cepat, sementara yang lain sangat lambat, meskipun ditanam di lingkungan yang sama?
Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar atau video fenomena pertumbuhan (misal: pohon raksasa, anak ayam menetas, pertumbuhan janin) dan bertanya, 'Apa yang kalian lihat dari gambar/video ini?'. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Peserta didik diajak menyadari pentingnya materi ini untuk memahami kehidupan di sekitar.
Memahami: Peserta didik dibagi kelompok, masing-masing diberikan studi kasus singkat (misal: tanaman kerdil di tempat gelap, ayam yang cepat besar karena pakan khusus). Mereka berdiskusi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin memengaruhi kasus tersebut, membedakan faktor internal dan eksternal.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat mind map atau daftar faktor internal (gen, hormon) dan eksternal (cahaya, air, nutrisi, suhu) yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, baik pada tumbuhan maupun hewan, dengan contoh-contoh nyata.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, meluruskan miskonsepsi, serta menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi kelas untuk menyimpulkan faktor-faktor kunci. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini. Guru memberikan tugas membaca materi tentang hormon tumbuhan untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dan salam penutup dengan suasana semangat.
Tujuan: Menjelaskan peran hormon tumbuhan dan hewan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menunjukkan gambar tumbuhan dengan berbagai bentuk (misal: kerdil, tinggi menjulang, buah besar) dan bertanya, 'Mengapa bentuknya bisa berbeda-beda? Apakah hanya faktor luar?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami peran hormon dalam pertumbuhan dan perkembangan. Peserta didik diajak menyadari kompleksitas regulasi biologis.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menelaah berbagai sumber (buku teks, artikel ilmiah singkat, video edukasi) tentang jenis-jenis hormon tumbuhan (auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen) dan hormon hewan (tiroksin, GH, testosteron, estrogen) serta fungsi spesifiknya dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat poster infografis atau presentasi singkat yang menjelaskan peran masing-masing hormon (pilih 3-4 hormon utama) pada tumbuhan dan hewan, dilengkapi contoh konkret efeknya (misal: auksin memicu pemanjangan batang, tiroksin pada metamorfosis katak).
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Guru memfasilitasi diskusi, mengajukan pertanyaan pancingan, dan memberikan umpan balik untuk memperdalam pemahaman. Guru menguatkan konsep tentang interaksi antarhormon dan regulasi hormon. Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum peran penting hormon. Peserta didik melakukan refleksi tentang pemahaman mereka. Guru memberikan tantangan untuk memikirkan ide eksperimen sederhana terkait faktor pertumbuhan untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dan salam penutup dengan suasana positif.
Tujuan: Merancang eksperimen untuk menguji pengaruh salah satu faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi faktor pertumbuhan dan hormon. Guru bertanya, 'Bagaimana kita bisa membuktikan pengaruh faktor-faktor tersebut secara ilmiah?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merancang eksperimen. Peserta didik diajak menyadari pentingnya metode ilmiah dalam biologi.
Memahami: Guru menjelaskan tahapan perancangan eksperimen (penentuan masalah, hipotesis, variabel, alat/bahan, prosedur kerja, pengamatan, analisis). Peserta didik dalam kelompok kecil (sama dengan sebelumnya) memilih satu faktor eksternal (misal: intensitas cahaya, pH tanah, konsentrasi air, jenis pupuk) yang ingin mereka uji pengaruhnya terhadap pertumbuhan biji/kecambah.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun proposal eksperimen yang mencakup: judul, rumusan masalah, hipotesis, variabel (bebas, terikat, kontrol), alat dan bahan, prosedur kerja rinci, serta jadwal pelaksanaan dan pengamatan. Guru membimbing dan memberikan masukan konstruktif pada setiap kelompok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan eksperimennya. Kelompok lain dan guru memberikan masukan untuk perbaikan. Guru menekankan pentingnya kontrol eksperimen dan etika penelitian. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan kerja keras dalam merancang.
Penutup: Guru bersama peserta didik mereview kembali poin-poin penting dalam perancangan eksperimen. Peserta didik melakukan refleksi terkait tantangan dalam merancang. Guru memberikan tugas untuk menyiapkan alat dan bahan sesuai rancangan. Doa penutup dan salam penutup dengan semangat untuk memulai proyek.
Tujuan: Melakukan pengamatan dan analisis data hasil eksperimen pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali rancangan eksperimen yang telah disepakati. Guru bertanya, 'Apa saja yang harus diperhatikan agar eksperimen kita berhasil dan datanya valid?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: melaksanakan eksperimen dan mengumpulkan data. Peserta didik diajak menyadari ketelitian dan kesabaran dalam penelitian.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menyiapkan media tanam dan biji/kecambah sesuai dengan rancangan. Mereka melakukan penanaman dan perlakuan awal sesuai prosedur yang telah dibuat, memastikan semua variabel terkontrol dengan baik. Guru berkeliling membimbing dan memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai melakukan pengamatan awal (misal: jumlah biji yang tumbuh, tinggi awal) dan mencatatnya dalam tabel data yang telah disiapkan. Mereka juga membuat jadwal pengamatan rutin untuk beberapa hari ke depan (di luar jam pelajaran).
Merefleksi: Setiap kelompok melaporkan progres awal eksperimennya. Guru membahas potensi kendala yang mungkin muncul dan cara mengatasinya. Guru menekankan pentingnya konsistensi dalam pengamatan. Guru memberikan apresiasi atas ketelitian dan kerja sama kelompok.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah awal pelaksanaan eksperimen. Peserta didik melakukan refleksi tentang pengalaman praktikum pertama. Guru mengingatkan untuk melakukan pengamatan rutin dan menjaga kondisi eksperimen. Doa penutup dan salam penutup dengan antusiasme.
Tujuan: Menganalisis keterkaitan antara pertumbuhan dan perkembangan dengan keberlangsungan hidup organisme.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru bertanya, 'Bagaimana hasil pengamatan kalian selama beberapa hari ini? Apakah ada perbedaan yang signifikan?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menganalisis data eksperimen dan mengaitkannya dengan keberlangsungan hidup. Peserta didik diajak menyadari pentingnya interpretasi data.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengumpulkan semua data pengamatan yang telah dicatat selama periode eksperimen. Mereka mengolah data tersebut, bisa dengan membuat grafik batang atau garis untuk memvisualisasikan perbedaan pertumbuhan antarperlakuan.
Mengaplikasi: Berdasarkan data dan grafik, setiap kelompok menganalisis hasil eksperimen mereka. Mereka menguji hipotesis yang telah dibuat, membahas apakah hipotesis diterima atau ditolak, dan menjelaskan mengapa demikian. Mereka juga mengaitkan hasil temuan dengan konsep pertumbuhan dan perkembangan serta dampaknya pada keberlangsungan hidup organisme.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis data mereka. Guru memfasilitasi diskusi kritis, mengajukan pertanyaan untuk memperdalam analisis, dan membantu peserta didik menarik kesimpulan yang valid. Guru memberikan umpan balik tentang cara menyajikan dan menganalisis data. Guru memberikan apresiasi atas kemampuan analisis peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil analisis eksperimen secara umum. Peserta didik melakukan refleksi tentang proses analisis data. Guru memberikan tugas untuk menyusun laporan lengkap dan presentasi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dan salam penutup dengan motivasi tinggi.
Tujuan: Mengomunikasikan hasil eksperimen dan analisis tentang pertumbuhan dan perkembangan secara lisan dan tertulis.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali seluruh rangkaian proyek eksperimen. Guru bertanya, 'Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan hasil kerja keras kalian agar mudah dipahami orang lain?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengomunikasikan hasil eksperimen. Peserta didik diajak menyadari pentingnya komunikasi ilmiah.
Memahami: Setiap kelompok mempersiapkan presentasi akhir (bisa dalam bentuk slide presentasi, poster ilmiah, atau video singkat) yang merangkum seluruh proses eksperimen, mulai dari perancangan, pelaksanaan, data, analisis, hingga kesimpulan. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi singkat sebelum presentasi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil proyek eksperimennya di depan kelas. Kelompok lain bertindak sebagai audiens yang kritis, memberikan pertanyaan, dan masukan. Guru bertindak sebagai moderator dan memberikan penilaian terhadap presentasi dan laporan kelompok.
Merefleksi: Setelah semua kelompok presentasi, guru dan peserta didik bersama-sama merefleksi seluruh proses pembelajaran dari awal hingga akhir proyek. Guru memberikan penguatan materi, mengaitkan hasil eksperimen dengan teori, dan membahas implikasi hasil eksperimen terhadap kehidupan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh proses dan hasil kerja peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran secara komprehensif. Peserta didik melakukan refleksi akhir tentang pengalaman belajar mereka. Guru memberikan motivasi untuk terus bereksplorasi dan berinovasi. Doa penutup dan salam penutup dengan suasana bangga dan gembira atas pencapaian.
Proses (formatif): Observasi kinerja kelompok saat merancang dan melaksanakan eksperimen, serta partisipasi aktif dalam diskusi kelas.
Akhir (sumatif): Penilaian laporan eksperimen dan presentasi kelompok, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal | Faktor pertumbuhan dan perkembangan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan peran hormon | Hormon tumbuhan dan hewan | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Merancang dan melakukan eksperimen | Metode ilmiah & eksperimen pertumbuhan | 4 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| Menganalisis dan mengomunikasikan hasil | Analisis data & presentasi ilmiah | 4 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua proses fundamental dalam biologi yang dialami oleh semua organisme hidup. Pertumbuhan merujuk pada peningkatan ukuran dan massa, sedangkan perkembangan melibatkan perubahan kualitatif menuju kedewasaan fungsional. Kedua proses ini tidak dapat dipisahkan dan diatur oleh interaksi kompleks antara faktor genetik internal dan kondisi lingkungan eksternal. Memahami mekanisme ini sangat penting untuk aplikasi di bidang pertanian, kedokteran, dan konservasi.
Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat ireversibel, seperti pertambahan tinggi atau berat. Ini melibatkan pembelahan sel (mitosis) dan pembesaran sel. Perkembangan adalah proses diferensiasi sel, pembentukan organ, dan perubahan fungsional yang mengarah pada kematangan organisme. Contohnya, dari biji menjadi tumbuhan dewasa yang berbunga, atau dari larva menjadi kupu-kupu. Kedua proses ini berjalan simultan dan saling memengaruhi.
Faktor internal meliputi gen dan hormon. Genetik menentukan potensi pertumbuhan maksimal dan karakteristik morfologi suatu tumbuhan. Hormon tumbuhan (fitohormon) seperti auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan etilen berperan vital dalam regulasi berbagai proses, mulai dari perkecambahan, pembelahan sel, pemanjangan batang, pembungaan, hingga penuaan. Setiap hormon memiliki fungsi spesifik dan seringkali berinteraksi satu sama lain.
Pada hewan, faktor internal juga meliputi gen dan hormon. Genetik menentukan blueprint dasar organisme, termasuk ukuran dan bentuk tubuh. Hormon seperti hormon pertumbuhan (GH), tiroksin, testosteron, dan estrogen memainkan peran krusial dalam mengatur pertumbuhan tulang, metabolisme, perkembangan organ reproduksi, dan karakteristik seks sekunder. Kekurangan atau kelebihan hormon dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan.
Faktor eksternal meliputi cahaya, air, nutrisi, suhu, dan kelembaban. Cahaya penting untuk fotosintesis; kekurangan cahaya dapat menyebabkan etiolasi. Air esensial untuk turgor sel dan transport nutrisi. Nutrisi dari tanah (makro dan mikro) diperlukan untuk sintesis biomolekul. Suhu optimal mendukung aktivitas enzim. Kelembaban memengaruhi transpirasi dan ketersediaan air. Semua faktor ini harus seimbang untuk pertumbuhan optimal.
Pada hewan, faktor eksternal mencakup nutrisi (jenis dan kuantitas makanan), suhu lingkungan, ketersediaan air, dan ruang hidup. Asupan nutrisi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Suhu lingkungan memengaruhi laju metabolisme. Ketersediaan air krusial untuk semua proses fisiologis. Ruang hidup yang memadai juga penting untuk mencegah stres dan mendukung perkembangan normal.
Diferensiasi adalah proses sel menjadi terspesialisasi untuk fungsi tertentu, misalnya sel akar, sel daun, atau sel otot. Morfogenesis adalah perkembangan bentuk dan struktur organisme. Kedua proses ini sangat terkoordinasi dan diatur oleh ekspresi gen yang kompleks serta sinyal-sinyal seluler, membentuk organisme yang utuh dan berfungsi dengan baik dari satu sel zigot.
Pemahaman tentang pertumbuhan dan perkembangan memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam pertanian, pengetahuan tentang hormon dan nutrisi digunakan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas tanaman. Dalam peternakan, diaplikasikan untuk optimasi pakan dan kondisi lingkungan agar hewan ternak tumbuh optimal. Dalam kedokteran, untuk memahami kelainan pertumbuhan pada manusia dan mengembangkan terapi yang sesuai.
Rangkuman: Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang ireversibel, sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan fungsional, keduanya diatur oleh faktor internal (gen dan hormon) dan eksternal (lingkungan). Hormon tumbuhan (auksin, giberelin, dll.) dan hewan (GH, tiroksin, dll.) memiliki peran spesifik. Faktor lingkungan seperti cahaya, air, nutrisi, dan suhu sangat memengaruhi. Keterkaitan ini penting untuk keberlangsungan hidup organisme dan memiliki banyak aplikasi praktis di berbagai bidang.
Tujuan: Memandu peserta didik merancang dan melaksanakan eksperimen sederhana tentang pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
Alat & bahan: Biji kacang hijau, kapas/tissue, gelas plastik/botol bekas, air, penggaris, label, alat tulis
| Auksin | Hormon tumbuhan yang berperan dalam pemanjangan sel dan dominansi apikal. |
| Giberelin | Hormon tumbuhan yang merangsang perkecambahan biji, pembungaan, dan pemanjangan batang. |
| Sitokinin | Hormon tumbuhan yang mendorong pembelahan sel dan penundaan penuaan. |
| Etiolasi | Pertumbuhan tanaman yang cepat memanjang, pucat, dan lemah karena kekurangan cahaya. |
| Diferensiasi | Proses sel menjadi terspesialisasi untuk fungsi tertentu. |
| Morfogenesis | Proses pembentukan bentuk dan struktur suatu organisme. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Biologi kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.