Modul Ajar & RPP Kimia Kelas XII
Sifat Koligatif Larutan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Sifat Koligatif Larutan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang konsep larutan, konsentrasi larutan (molalitas, molaritas), dan ikatan kimia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik menganalisis data percobaan penurunan titik beku dan kenaikan titik didih untuk menarik kesimpulan yang akurat. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik merancang solusi inovatif untuk masalah nyata yang melibatkan sifat koligatif, seperti pembuatan es putar atau desalinasi air. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi dan berbagi ide dalam kelompok untuk menyelesaikan eksperimen dan mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Kimia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis struktur, sifat, dan interaksi materi, termasuk sifat koligatif larutan, serta menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari dan industri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Es putar dibuat dengan prinsip penurunan titik beku larutan garam, dan infus pasien menggunakan larutan isotonik untuk menjaga tekanan osmotik. |
| Konseptual | Sifat koligatif adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pada jenis zat terlarutnya. |
| Prosedural | Peserta didik akan melakukan percobaan untuk mengamati dan mengukur perubahan titik beku atau titik didih larutan serta tekanan osmotiknya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan merefleksikan bagaimana pemahaman sifat koligatif membantu mereka memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap fenomena kimia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan dengan tepat.
- Dengan melakukan percobaan penurunan titik beku, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penurunan titik beku larutan elektrolit dan non-elektrolit secara akurat.
- Melalui analisis data percobaan, peserta didik dapat menghitung besarnya tekanan osmotik larutan menggunakan rumus Van 't Hoff dengan benar.
- Setelah mengamati video kasus nyata, peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari dan industri minimal tiga contoh.
- Dengan berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis data percobaan kenaikan titik didih larutan secara runtut.
Pemahaman bermakna: Sifat koligatif larutan adalah konsep fundamental dalam kimia yang menjelaskan bagaimana penambahan zat terlarut memengaruhi sifat fisik pelarut, dengan aplikasi luas dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita menambahkan garam pada es saat membuat es putar tradisional?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami proses osmosis pada sel tumbuhan dan hewan, serta pentingnya larutan isotonik dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Fisika: Mengaitkan konsep titik beku, titik didih, dan tekanan dengan perubahan fase dan energi. Matematika: Menggunakan perhitungan konsentrasi, molalitas, dan rumus-rumus sifat koligatif untuk menyelesaikan masalah kuantitatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang penerapan sifat koligatif di rumah, seperti penggunaan garam untuk mencairkan es atau pengawetan makanan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktikum, dengan akses ke laboratorium kimia yang dilengkapi alat dan bahan yang aman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video demonstrasi, simulasi interaktif tentang sifat koligatif, dan sumber belajar online untuk eksplorasi materi dan pengayaan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Kimia: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu konsep kimia, peserta didik menebak kata tersebut. Contoh: 'Sifat larutan yang bergantung jumlah partikel terlarut.' (Sifat koligatif)
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan percobaan penurunan titik beku, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penurunan titik beku larutan elektrolit dan non-elektrolit secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Teka-teki Kimia: Guru membacakan definisi singkat tentang istilah terkait sifat koligatif (misal: 'Zat yang dilarutkan dalam pelarut.'), peserta didik menebak istilahnya (Terlarut).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi pengaruh jenis dan konsentrasi zat terlarut terhadap penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan.
Alat & bahan: tabung reaksi, termometer, gelas beker, spatula, es batu, garam dapur, urea, gula, air suling, pemanas spiritus, statif dan klem
Langkah kerja:
- Tentukan faktor van't Hoff (i) setiap larutan pada tabel berikut, lalu urutkan larutan dari titik beku tertinggi sampai terendah.
Gambar 1. Tabel - Amati es putar tradisional. Diskusikan dalam kelompok, mengapa es putar bisa membeku lebih cepat jika ditambahkan garam?
- Siapkan larutan urea 0,1 molal dan larutan NaCl 0,1 molal. Ukur titik beku air suling sebagai kontrol.
- Ukur titik beku larutan urea dan larutan NaCl. Catat semua data suhu pada tabel pengamatan.
- Hitung penurunan titik beku (ΔTf) untuk masing-masing larutan. Bandingkan hasilnya dan jelaskan perbedaan yang terjadi.
- Identifikasi penerapan sifat koligatif lain dalam kehidupan sehari-hari atau industri, seperti desalinasi air atau penggunaan cairan anti-beku.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang larutan?
- Bagaimana cara menghitung konsentrasi larutan (molalitas)?
- Apa perbedaan zat elektrolit dan non-elektrolit?
- Pernahkah kamu mendengar istilah 'titik beku' atau 'titik didih'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan ketelitian saat melakukan praktikum.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi sifat koligatif larutan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan | Pengertian sifat koligatif, jenis-jenis sifat koligatif | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penurunan titik beku | Penurunan titik beku, faktor Van 't Hoff, molalitas | 2 JP | Kreativitas |
| 3 | Menghitung tekanan osmotik larutan | Kenaikan titik didih, tekanan osmotik, rumus Van 't Hoff | 2 JP | Kolaborasi |
Sifat koligatif larutan merupakan salah satu konsep penting dalam kimia yang menjelaskan bagaimana sifat-sifat fisik suatu pelarut berubah ketika zat terlarut ditambahkan. Fenomena ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pembuatan es putar hingga proses desalinasi air laut. Memahami sifat koligatif akan membuka wawasan kita tentang berbagai aplikasi kimia di sekitar kita.
1. Pengertian Sifat Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, melainkan hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam suatu volume pelarut tertentu. Ada empat jenis sifat koligatif utama: penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Konsep ini sangat penting untuk memahami perilaku larutan dalam berbagai kondisi, baik di laboratorium maupun di alam. Misalnya, air laut memiliki titik beku yang lebih rendah daripada air tawar karena adanya garam terlarut.
2. Penurunan Tekanan Uap
Penurunan tekanan uap terjadi ketika zat terlarut non-volatil ditambahkan ke dalam pelarut. Partikel-partikel zat terlarut akan menghalangi sebagian permukaan pelarut, sehingga mengurangi jumlah molekul pelarut yang dapat menguap. Akibatnya, tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan uap jenuh pelarut murni pada suhu yang sama. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan Hukum Raoult, yang menyatakan bahwa tekanan uap larutan berbanding lurus dengan fraksi mol pelarut.
3. Kenaikan Titik Didih
Titik didih suatu larutan akan lebih tinggi daripada titik didih pelarut murninya. Kenaikan titik didih (ΔTb) ini disebabkan oleh adanya zat terlarut yang menurunkan tekanan uap larutan, sehingga diperlukan suhu yang lebih tinggi agar tekanan uap larutan mencapai tekanan atmosfer. Kenaikan titik didih berbanding lurus dengan molalitas larutan dan konstanta kenaikan titik didih molal (Kb) pelarut. Untuk larutan elektrolit, perlu dikalikan dengan faktor Van 't Hoff (i) yang memperhitungkan jumlah ion yang terbentuk.
4. Penurunan Titik Beku
Penurunan titik beku (ΔTf) adalah fenomena di mana titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Zat terlarut mengganggu pembentukan kisi kristal pelarut, sehingga diperlukan suhu yang lebih rendah agar pelarut dapat membeku. Penurunan titik beku berbanding lurus dengan molalitas larutan dan konstanta penurunan titik beku molal (Kf) pelarut. Sama seperti kenaikan titik didih, larutan elektrolit juga melibatkan faktor Van 't Hoff (i).
5. Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik (π) adalah tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan aliran pelarut dari larutan encer ke larutan pekat melalui membran semipermeabel. Fenomena osmosis terjadi karena pelarut cenderung bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah untuk mencapai kesetimbangan. Tekanan osmotik dapat dihitung menggunakan rumus Van 't Hoff: π = M.R.T.i, di mana M adalah molaritas larutan, R adalah konstanta gas ideal, T adalah suhu dalam Kelvin, dan i adalah faktor Van 't Hoff.
6. Faktor Van 't Hoff (i)
Faktor Van 't Hoff (i) adalah faktor koreksi yang digunakan untuk larutan elektrolit. Larutan elektrolit akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut, sehingga jumlah partikel terlarut menjadi lebih banyak daripada jumlah mol zat terlarut awal. Untuk elektrolit kuat, i sama dengan jumlah ion yang dihasilkan dari satu molekul zat terlarut. Untuk elektrolit lemah, i dihitung dengan mempertimbangkan derajat ionisasi (α), yaitu i = 1 + (n-1)α, di mana n adalah jumlah ion.
7. Penerapan Sifat Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan memiliki banyak aplikasi praktis. Contohnya, pembuatan es putar menggunakan campuran es dan garam untuk menurunkan titik beku es. Cairan anti-beku pada radiator mobil mengandung etilen glikol untuk mencegah air membeku di musim dingin. Desalinasi air laut menggunakan osmosis balik untuk memisahkan garam dari air. Selain itu, larutan infus harus isotonik dengan cairan tubuh untuk mencegah kerusakan sel darah merah akibat osmosis.
Rangkuman: Sifat koligatif larutan adalah sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Faktor Van 't Hoff (i) digunakan untuk larutan elektrolit. Konsep ini memiliki banyak aplikasi penting dalam kehidupan sehari-hari dan industri, seperti pembuatan es putar, cairan anti-beku, desalinasi, dan infus medis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sifat Koligatif | Sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel terlarut. |
| Molalitas | Jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. |
| Tekanan Osmotik | Tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis. |
| Faktor Van 't Hoff | Faktor koreksi untuk larutan elektrolit. |
| Isotonik | Larutan dengan tekanan osmotik yang sama. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sifat Koligatif Larutan" mata pelajaran Kimia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sifat Koligatif Larutan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Kimia Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Larutan dan KoloidBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisElektrokimiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Gugus Fungsi dalam Senyawa KarbonBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMakromolekul OrganikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Kimia di kelas lain
HidrokarbonKimia Kelas XI SMAHidrokarbon dan Minyak BumiKimia Kelas XI SMAStoikiometriKimia Kelas XI SMAStruktur Atom dan Sistem Periodik UnsurKimia Kelas XI SMALihat semua Modul Ajar Kimia Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Kimia kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sifat Koligatif Larutan pada Kimia SMA, Fase F, elemen Pemahaman Kimia.
Modul Sifat Koligatif Larutan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Kimia kelas XII SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Kimia materi Sifat Koligatif Larutan ini gratis?
Ya. Modul Sifat Koligatif Larutan untuk kelas XII SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sifat Koligatif Larutan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Kimia kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kimia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sifat Koligatif Larutan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sifat Koligatif Larutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Kimia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Kimia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sifat Koligatif Larutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sifat Koligatif Larutan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sifat Koligatif Larutan untuk Kimia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sifat Koligatif Larutan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Kimia kelas XII SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sifat Koligatif Larutan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Kimia kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Kimia ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Sifat Koligatif Larutan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Kimia MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.