Modul Ajar & RPP Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X
Pertanian Berkelanjutan
Modul ajar (RPP) Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman SMK kelas X materi Pertanian Berkelanjutan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Pertanian Berkelanjutan yang Anda cari? Materi Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Pertanian Berkelanjutan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis tanaman pertanian dan pentingnya pertanian bagi kehidupan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Agribisnis Tanaman |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar agribisnis tanaman, mengidentifikasi potensi dan tantangan agribisnis tanaman, serta menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dalam pengelolaan usaha pertanian tanaman. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pertanian berkelanjutan adalah praktik pertanian yang menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk masa depan. |
| Konseptual | Konsep inti pertanian berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah identifikasi masalah, analisis solusi, dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pendekatan sistematis dan berpikir kritis dapat membantu memecahkan masalah kompleks dalam pertanian modern. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dengan tepat.
- Mengidentifikasi praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang relevan dengan konteks lokal.
- Merancang model sederhana penerapan pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah atau rumah.
- Mempresentasikan hasil rancangan model pertanian berkelanjutan dengan percaya diri.
- Mengevaluasi dampak positif dan negatif dari berbagai praktik pertanian berkelanjutan.
Pemahaman bermakna: Memahami pertanian berkelanjutan bukan hanya tentang teknik bertani, tetapi juga tentang bagaimana keputusan kita hari ini memengaruhi kesejahteraan lingkungan dan masyarakat di masa depan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang terus bertambah tanpa merusak bumi yang kita tinggali?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami siklus nutrisi tanaman, peran mikroorganisme tanah, dan ekosistem pertanian. Ekonomi: Menganalisis kelayakan ekonomi praktik pertanian berkelanjutan dan model bisnisnya. Geografi: Mempelajari karakteristik tanah, iklim, dan tata guna lahan yang mendukung pertanian berkelanjutan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas pertanian lokal dapat diundang untuk berbagi pengalaman praktis tentang pertanian berkelanjutan atau menjadi narasumber dalam proyek siswa. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan kebun sekolah sebagai laboratorium hidup untuk praktik pertanian berkelanjutan, serta ruang kelas yang nyaman untuk diskusi dan presentasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform LMS untuk berbagi materi, forum diskusi online, dan pemanfaatan aplikasi pertanian digital untuk perencanaan dan pemantauan proyek. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik berbagi pengalaman tentang pertanian di lingkungan sekitar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang akan terjadi jika kita terus bertani tanpa memikirkan masa depan?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik dibagi kelompok untuk mengamati berbagai gambar atau video tentang praktik pertanian konvensional dan modern, kemudian berdiskusi tentang perbedaan dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit | Setiap kelompok menganalisis informasi dari berbagai sumber (buku, internet) untuk mengidentifikasi dan merumuskan prinsip-prinsip dasar pertanian berkelanjutan, seperti konservasi sumber daya, keberlanjutan ekonomi, dan keadilan sosial. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, memastikan pemahaman yang komprehensif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan prinsip-prinsip utama pertanian berkelanjutan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas awal untuk pertemuan berikutnya, yaitu mencari contoh praktik pertanian berkelanjutan di daerah masing-masing. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang relevan dengan konteks lokal. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan tugas yang sudah dikerjakan peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Peserta didik secara individu mempresentasikan hasil temuan contoh praktik pertanian berkelanjutan di daerah mereka. Kemudian, kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan praktik tersebut di konteks lokal. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit | Setiap kelompok diberikan studi kasus tentang masalah pertanian di daerah tertentu (misalnya, lahan kering, hama, atau kesulitan pemasaran). Mereka diminta untuk mengidentifikasi praktik pertanian berkelanjutan yang paling cocok untuk mengatasi masalah tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Kelompok mempresentasikan solusi dan praktik berkelanjutan yang mereka usulkan untuk studi kasus. Guru dan kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan kritis. Guru menegaskan pentingnya adaptasi praktik sesuai kondisi lokal. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang relevan dan dapat diterapkan di Indonesia. Guru memberikan motivasi dan menginformasikan tentang proyek yang akan dimulai pada pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Merancang model sederhana penerapan pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah atau rumah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan mengulang kembali tujuan pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan memulai proyek perancangan model pertanian berkelanjutan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit | Guru menjelaskan tahapan proyek perancangan model pertanian berkelanjutan. Peserta didik dalam kelompok menentukan fokus proyek mereka (misalnya, kebun sekolah, hidroponik mini, atau pengelolaan sampah organik rumah tangga). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit | Setiap kelompok mulai merancang model sederhana pertanian berkelanjutan, mencakup aspek-aspek seperti pemilihan jenis tanaman, teknik budidaya, pengelolaan air, penggunaan pupuk organik, dan upaya konservasi lahan. Mereka membuat sketsa atau diagram. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan rancangan awal mereka kepada kelompok lain untuk mendapatkan masukan dan saran. Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan bimbingan untuk perbaikan rancangan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit | Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok dan mengingatkan untuk terus berkolaborasi. Guru memberikan tugas untuk menyempurnakan rancangan dan menyiapkan bahan presentasi untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dan mengidentifikasi contoh penerapannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet, buku referensi, gambar/video kasus pertanian.
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Baca dan pahami studi kasus pertanian yang diberikan guru.
- Diskusikan dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah utama dan potensi solusi berkelanjutan.
- Gali informasi dari berbagai sumber untuk mendukung argumen dan solusi kelompok.
- Rumuskan rekomendasi praktik pertanian berkelanjutan yang paling sesuai untuk studi kasus tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang pertanian?
- Apa saja jenis tanaman yang biasa dibudidayakan di sekitar Anda?
- Menurut Anda, apakah pertanian saat ini sudah 'baik' bagi lingkungan?
- Apa yang dimaksud dengan 'berkelanjutan'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian proyek rancangan model pertanian berkelanjutan.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan akhir proyek rancangan model pertanian berkelanjutan dan presentasi evaluasi dampaknya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan dengan tepat. | Konsep dasar pertanian berkelanjutan, prinsip ekologi, ekonomi, dan sosial. | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi praktik-praktik pertanian berkelanjutan yang relevan dengan konteks lokal. | Contoh praktik pertanian berkelanjutan, analisis studi kasus, potensi dan tantangan lokal. | 4 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Merancang model sederhana penerapan pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah atau rumah. | Tahapan perancangan proyek, komponen model pertanian berkelanjutan. | 4 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 4 | Mempresentasikan hasil rancangan model pertanian berkelanjutan dengan percaya diri. | Teknik presentasi efektif, komunikasi ide. | 4 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Pertanian adalah tulang punggung kehidupan, menyediakan pangan bagi miliaran manusia. Namun, praktik pertanian konvensional seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya. Oleh karena itu, konsep pertanian berkelanjutan hadir sebagai solusi, menawarkan cara bertani yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga kelestarian bumi untuk generasi mendatang. Modul ini akan membawa Anda memahami esensi dan praktik pertanian berkelanjutan.
1. Pengertian dan Urgensi Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan tujuan lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mencapai produksi pangan yang aman dan sehat dalam jangka panjang. Urgensinya muncul karena degradasi lahan, krisis air, hilangnya keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim yang diakibatkan oleh praktik pertanian konvensional. Misalnya, penggunaan pestisida kimia berlebihan dapat merusak tanah dan air, serta membahayakan kesehatan manusia.
2. Prinsip-Prinsip Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan berlandaskan pada beberapa prinsip utama: (1) Keberlanjutan Ekologi: menjaga kesehatan tanah, air, udara, dan keanekaragaman hayati. (2) Keberlanjutan Ekonomi: memastikan petani mendapatkan penghasilan yang layak dan stabil. (3) Keadilan Sosial: memastikan akses yang adil terhadap sumber daya dan manfaat pertanian bagi semua pihak. (4) Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim: mengembangkan sistem pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim. Contohnya, rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah.
3. Praktik-Praktik Pertanian Berkelanjutan
Ada berbagai praktik yang dapat diterapkan, seperti pertanian organik yang menghindari bahan kimia sintetis, agroforestri yang mengintegrasikan pohon dan tanaman pertanian, irigasi hemat air, penggunaan pupuk kompos dan pupuk hijau, serta pengendalian hama terpadu (PHT) yang meminimalkan penggunaan pestisida. Di Indonesia, praktik tumpang sari atau penanaman tanaman penutup tanah juga umum diterapkan untuk menjaga kesuburan lahan.
4. Peran Teknologi dalam Pertanian Berkelanjutan
Teknologi memainkan peran krusial dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Contohnya, teknologi sensor untuk memantau kelembaban tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman, sistem irigasi tetes yang efisien, penggunaan drone untuk pemetaan lahan dan penyemprotan presisi, serta aplikasi digital untuk manajemen pertanian. Teknologi ini membantu petani membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam penggunaan sumber daya.
5. Tantangan dan Peluang Penerapan di Indonesia
Penerapan pertanian berkelanjutan di Indonesia menghadapi tantangan seperti skala lahan yang didominasi petani kecil, minimnya modal, kurangnya pengetahuan, dan perubahan iklim. Namun, ada peluang besar melalui dukungan kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kesadaran konsumen akan produk ramah lingkungan. Contohnya, program-program penyuluhan pertanian yang masif dapat meningkatkan adopsi praktik berkelanjutan.
6. Studi Kasus Pertanian Berkelanjutan Lokal
Di beberapa daerah di Indonesia, telah banyak petani yang menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Misalnya, petani di Jawa Barat yang menerapkan sistem Mina Padi, yaitu mengintegrasikan budidaya ikan dengan padi, sehingga terjadi simbiosis mutualisme. Ikan membantu mengendalikan hama dan menyuburkan air, sementara kotoran ikan menjadi pupuk bagi padi. Ini adalah contoh nyata bagaimana sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal.
7. Dampak Positif Pertanian Berkelanjutan
Dampak positif pertanian berkelanjutan sangat luas. Dari sisi lingkungan, terjadi peningkatan kesuburan tanah, konservasi air, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Dari sisi ekonomi, petani bisa mendapatkan hasil yang stabil, produk yang lebih berkualitas, dan pangsa pasar yang lebih luas. Dari sisi sosial, tercipta ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani yang lebih baik.
8. Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pertanian Berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan adalah kunci utama dalam membangun ketahanan pangan nasional. Dengan menjaga produktivitas lahan, melestarikan sumber daya alam, dan memberdayakan petani, Indonesia dapat memastikan pasokan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh rakyatnya, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rangkuman: Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan holistik yang menyeimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam produksi pangan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti konservasi sumber daya, penggunaan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan petani, kita dapat mencapai ketahanan pangan sambil menjaga kelestarian bumi. Praktik ini bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Agroforestri | Sistem penggunaan lahan yang mengintegrasikan pohon, tanaman pertanian, dan/atau hewan secara bersamaan. |
| Degradasi Lahan | Penurunan kualitas tanah akibat penggunaan yang tidak tepat atau faktor alam. |
| Irigasi Tetes | Metode irigasi yang mengalirkan air secara perlahan langsung ke akar tanaman. |
| Konservasi | Upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya alam. |
| Pupuk Hijau | Tanaman yang ditanam kemudian dibenamkan ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan. |
| Ketahanan Pangan | Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi negara sampai perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, bergizi, merata dan terjangkau. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pertanian Berkelanjutan" mata pelajaran Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Terkait
isu-isu global terkait dengan lingkungan dan pengelolaan limbah pertanianDasar-Dasar Agribisnis Tanaman Kelas X SMK2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman Pertanian Berkelanjutan ini gratis?
Ya. Modul Pertanian Berkelanjutan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pertanian Berkelanjutan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pertanian Berkelanjutan untuk Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Pertanian Berkelanjutan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pertanian Berkelanjutan dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-Dasar Agribisnis Tanaman kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.