Modul ajar Matematika SMK kelas XII materi Peluang Kejadian Majemuk lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar peluang suatu kejadian dan ruang sampel.
Pemahaman bermakna: Memahami peluang kejadian majemuk membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian, baik dalam konteks personal maupun profesional, serta melatih kemampuan berpikir logis dan analitis.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita memprediksi kemungkinan keberhasilan dua proyek yang berjalan bersamaan, jika keberhasilan satu proyek tidak mempengaruhi yang lain?
Tujuan: Menganalisis konsep peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan contoh kejadian yang tidak mungkin terjadi bersamaan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Kapan dua kejadian dikatakan tidak bisa terjadi secara bersamaan?'.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi contoh-contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan 'atau' dan 'dan', kemudian mengidentifikasi perbedaan antara kejadian saling lepas dan tidak saling lepas melalui diskusi dan simulasi sederhana menggunakan dadu atau kartu.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk menghitung peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas, termasuk kasus di mana ada irisan antar kejadian, dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian LKPD. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin terjadi.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas rumah, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Mengidentifikasi konsep peluang kejadian saling bebas dan tidak saling bebas (bersyarat) dalam berbagai konteks.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Guru memberikan pertanyaan pemantik: 'Apakah hasil satu pertandingan sepak bola mempengaruhi hasil pertandingan lainnya di liga yang berbeda?'.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan studi kasus (masalah kontekstual) yang melibatkan kejadian saling bebas dan kejadian bersyarat (tidak saling bebas). Mereka diminta menganalisis masalah, mengidentifikasi jenis kejadian, dan merumuskan strategi penyelesaian.
Mengaplikasi: Menggunakan data yang diberikan dalam studi kasus, peserta didik secara kolaboratif menghitung peluang kejadian majemuk yang saling bebas dan bersyarat. Mereka dapat menggunakan alat bantu seperti diagram pohon atau tabel frekuensi untuk memvisualisasikan kemungkinan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan solusi dan proses berpikir mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok, memberikan penguatan konsep peluang kejadian bersyarat dan saling bebas, serta mengoreksi jika ada kesalahan pemahaman atau perhitungan.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum perbedaan antara kejadian saling bebas dan bersyarat. Guru memberikan penghargaan atas kerja keras kelompok, memberikan pengantar singkat untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menerapkan rumus peluang kejadian majemuk untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan bidang keahliannya dan menyajikan hasilnya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan proyek yang akan dikerjakan: 'Kita akan membuat simulasi kasus peluang di bidang keahlianmu'.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih satu skenario masalah peluang kejadian majemuk yang relevan dengan bidang keahlian SMK mereka (misalnya, peluang cacat produk di manufaktur, peluang keberhasilan pemasaran dua produk, peluang sukses proyek konstruksi). Mereka merumuskan masalah dan mengidentifikasi data yang dibutuhkan.
Mengaplikasi: Peserta didik merancang dan melakukan simulasi sederhana (bisa menggunakan aplikasi simulasi online, spreadsheet, atau alat peraga fisik) untuk menguji skenario peluang kejadian majemuk yang telah mereka pilih. Mereka mengumpulkan data dari simulasi dan menghitung peluang secara matematis.
Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan menyajikan hasil simulasi dan analisis peluang mereka dalam bentuk laporan singkat atau presentasi. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan dan memastikan pemahaman konsep secara menyeluruh.
Penutup: Peserta didik dan guru melakukan refleksi akhir tentang pembelajaran peluang kejadian majemuk dan manfaatnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup dengan doa.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, ketepatan penyelesaian LKPD, dan kemampuan presentasi.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mencakup semua jenis peluang kejadian majemuk serta proyek simulasi.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menganalisis konsep peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas dengan tepat. | Peluang Kejadian Saling Lepas dan Tidak Saling Lepas | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi konsep peluang kejadian saling bebas dan tidak saling bebas (bersyarat) dalam berbagai konteks. | Peluang Kejadian Saling Bebas dan Bersyarat | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Menerapkan rumus peluang kejadian majemuk untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan bidang keahliannya dan menyajikan hasilnya. | Aplikasi Peluang Kejadian Majemuk & Presentasi | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi, Penalaran Kritis |
Peluang kejadian majemuk adalah cabang matematika yang mempelajari kemungkinan terjadinya dua atau lebih peristiwa secara bersamaan atau berurutan. Konsep ini sangat relevan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengambilan keputusan bisnis, analisis risiko, hingga prediksi hasil suatu eksperimen. Memahami peluang kejadian majemuk akan membekali Anda dengan kemampuan berpikir analitis yang krusial.
Sebelum masuk ke peluang majemuk, penting untuk mengingat kembali konsep dasar ruang sampel (semua kemungkinan hasil) dan kejadian (hasil spesifik yang diinginkan). Misalnya, jika kita melempar sebuah dadu, ruang sampelnya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Kejadian 'muncul mata dadu genap' adalah {2, 4, 6}. Pemahaman yang kuat tentang dasar ini akan mempermudah eksplorasi materi selanjutnya.
Dua kejadian A dan B dikatakan saling lepas jika keduanya tidak dapat terjadi secara bersamaan. Dengan kata lain, irisan dari kedua kejadian tersebut adalah himpunan kosong. Contohnya, pada pelemparan sebuah dadu, kejadian 'muncul mata dadu ganjil' dan 'muncul mata dadu genap' adalah saling lepas. Rumus peluang kejadian saling lepas adalah P(A atau B) = P(A) + P(B).
Dua kejadian A dan B dikatakan tidak saling lepas jika keduanya memiliki kemungkinan untuk terjadi secara bersamaan. Artinya, ada irisan antara kedua kejadian tersebut. Contoh, dalam sebuah kelas, kejadian 'siswa suka Matematika' dan 'siswa suka Fisika' bisa jadi tidak saling lepas karena ada siswa yang suka keduanya. Rumusnya adalah P(A atau B) = P(A) + P(B) - P(A dan B).
Dua kejadian A dan B disebut saling bebas jika terjadinya kejadian A tidak memengaruhi peluang terjadinya kejadian B, dan sebaliknya. Misalnya, hasil pelemparan koin pertama tidak memengaruhi hasil pelemparan koin kedua. Rumus peluang kejadian saling bebas adalah P(A dan B) = P(A) × P(B). Konsep ini sering digunakan dalam analisis risiko independen.
Dua kejadian A dan B dikatakan tidak saling bebas atau bersyarat jika terjadinya kejadian A memengaruhi peluang terjadinya kejadian B. Ini berarti peluang B bergantung pada A. Contohnya, mengambil dua kartu tanpa pengembalian dari setumpuk kartu, peluang pengambilan kartu kedua akan berubah setelah kartu pertama diambil. Rumusnya adalah P(A dan B) = P(A) × P(B|A), di mana P(B|A) adalah peluang B terjadi setelah A terjadi.
Peluang kejadian majemuk memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam dunia industri, ini dapat digunakan untuk menghitung peluang keberhasilan suatu sistem atau peluang terjadinya kegagalan komponen. Dalam bisnis, untuk memprediksi peluang penjualan gabungan dua produk. Di bidang kesehatan, untuk menganalisis risiko gabungan beberapa faktor penyakit. Kemampuan menganalisis peluang ini adalah keterampilan penting di berbagai profesi.
Rangkuman: Peluang kejadian majemuk melibatkan dua atau lebih kejadian. Kejadian dapat saling lepas (tidak terjadi bersamaan) atau tidak saling lepas (ada irisan), serta saling bebas (tidak mempengaruhi satu sama lain) atau tidak saling bebas/bersyarat (saling mempengaruhi). Pemahaman konsep dan penggunaan rumus yang tepat sangat penting untuk menyelesaikan masalah kontekstual, melatih penalaran kritis, dan membuat keputusan yang informatif.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan menghitung peluang kejadian saling lepas dan tidak saling lepas.
Alat & bahan: Dadu, koin, kartu remi (opsional), lembar kerja
| Ruang Sampel | Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. |
| Kejadian | Himpunan bagian dari ruang sampel. |
| Saling Lepas | Dua kejadian yang tidak dapat terjadi secara bersamaan. |
| Saling Bebas | Dua kejadian yang terjadinya tidak mempengaruhi peluang kejadian lainnya. |
| Peluang Bersyarat | Peluang suatu kejadian terjadi, dengan syarat kejadian lain telah terjadi. |
| Irisan Kejadian | Kejadian di mana kedua kejadian terjadi secara bersamaan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.