Modul ajar Sistem Sasis Kendaraan Ringan SMK kelas XI materi PERAWATAN TRASMISIS DAN PERAWATAN BAN MOBIL lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sistem Sasis Kendaraan Ringan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | PERAWATAN TRASMISIS DAN PERAWATAN BAN MOBIL |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik bengkel |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami fungsi dasar sistem transmisi dan roda pada kendaraan ringan.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Perawatan dan Perbaikan Sistem Sasis Kendaraan Ringan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis, merawat, dan memperbaiki sistem sasis kendaraan ringan secara mandiri dan kolaboratif, termasuk transmisi dan ban mobil, sesuai standar operasional prosedur dan keselamatan kerja. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Fakta bahwa transmisi dan ban adalah komponen vital yang memerlukan perawatan berkala untuk menjaga performa dan keselamatan kendaraan. |
| Konseptual | Konsep dasar perawatan preventif, identifikasi kerusakan, dan prosedur penggantian komponen transmisi serta ban mobil. |
| Prosedural | Langkah-langkah pemeriksaan level oli transmisi, penggantian ban, rotasi ban, dan penyesuaian tekanan angin ban yang benar. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya memahami dan menerapkan prosedur perawatan yang tepat untuk memperpanjang usia komponen dan memastikan keselamatan berkendara. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Perawatan transmisi dan ban mobil yang tepat bukan hanya meningkatkan efisiensi dan performa kendaraan, tetapi juga krusial untuk keselamatan pengemudi dan penumpang, serta keberlanjutan operasional kendaraan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ban mobil yang terlihat baik-baik saja dan transmisi yang tidak berisik tetap perlu perawatan rutin?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik bengkel |
| Lintas Disiplin Ilmu | Fisika: Aplikasi konsep gaya, tekanan, dan gesekan pada sistem transmisi dan ban. Matematika: Perhitungan rasio gigi transmisi dan konversi satuan tekanan angin ban. Bahasa Indonesia: Penulisan laporan praktik dan presentasi hasil kerja kelompok dengan bahasa yang lugas dan efektif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas bengkel lokal dapat dilibatkan dengan meminta peserta didik mewawancarai teknisi ahli mengenai pengalaman perawatan transmisi dan ban. |
| Lingkungan Pembelajaran | Bengkel sekolah yang bersih, tertata, dan dilengkapi alat keselamatan standar, serta akses ke platform simulasi virtual perawatan kendaraan jika tersedia. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial perawatan transmisi dan ban dari kanal resmi pabrikan, aplikasi kalkulator tekanan ban, dan e-modul interaktif. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis jenis-jenis transmisi dan fungsinya pada kendaraan ringan serta mengidentifikasi komponen utama transmisi dan ban mobil yang memerlukan perawatan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa bersama, dan melakukan presensi. Guru memantik diskusi tentang pengalaman mereka melihat atau mendengar masalah transmisi atau ban mobil, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, memastikan peserta didik memahami mengapa materi ini penting. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai jenis transmisi (manual, otomatis, CVT) melalui studi kasus video pendek dan artikel, serta mengidentifikasi komponen-komponen krusial pada transmisi dan ban yang memerlukan perhatian perawatan rutin, mengaitkannya dengan masalah umum yang sering terjadi di kehidupan nyata. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel perbandingan jenis transmisi dan daftar komponen ban yang harus diperiksa, kemudian mempresentasikan hasil temuan mereka di depan kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, menguatkan pemahaman tentang pentingnya identifikasi dini masalah pada transmisi dan ban, serta memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya dan berdiskusi lebih lanjut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama poin-poin penting materi, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan motivasi positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan pemeriksaan level oli transmisi otomatis dan manual sesuai SOP serta melaksanakan prosedur penggantian ban mobil dengan aman dan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik memulai dengan salam dan doa. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Apa yang terjadi jika oli transmisi tidak pernah diperiksa atau ban kempes dibiarkan?' Guru menjelaskan tujuan praktik hari ini dan mengulas kembali prinsip keselamatan kerja di bengkel, memastikan peserta didik siap secara mental dan fisik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diberikan studi kasus tentang kendaraan dengan masalah transmisi (misalnya, perpindahan gigi kasar) atau ban (misalnya, aus tidak rata), kemudian secara berkelompok menganalisis kemungkinan penyebab berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dan merencanakan langkah-langkah pemeriksaan/perbaikan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Di area praktik bengkel, peserta didik secara bergantian melakukan pemeriksaan level oli transmisi (manual dan otomatis) pada unit kendaraan yang tersedia, serta mempraktikkan prosedur penggantian ban mobil dengan menggunakan dongkrak dan kunci roda, selalu di bawah pengawasan guru dan mengacu pada SOP yang diberikan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setelah praktik, setiap kelompok mendiskusikan hasil temuan mereka dan tantangan yang dihadapi selama praktik, kemudian mempresentasikan hasil pemeriksaan dan langkah-langkah penggantian ban. Guru memberikan penguatan dan koreksi teknis yang diperlukan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memimpin refleksi singkat tentang pentingnya akurasi dan keselamatan dalam praktik. Peserta didik diberikan apresiasi atas kerja kerasnya, dan guru menyampaikan tugas mandiri untuk mempelajari rotasi ban sebagai persiapan pertemuan berikutnya. Pembelajaran diakhiri dengan suasana positif dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melakukan rotasi ban dan penyesuaian tekanan angin ban sesuai spesifikasi pabrikan serta menerapkan prinsip keselamatan kerja dalam perawatan transmisi dan ban mobil. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Peserta didik mengawali dengan salam dan doa. Guru menanyakan 'Mengapa rotasi ban penting dan apa dampak tekanan angin yang tidak sesuai?' Guru menyampaikan tujuan akhir pembelajaran yaitu mampu melakukan perawatan ban secara komprehensif dan memastikan keselamatan kerja selalu menjadi prioritas utama. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menganalisis pola keausan ban pada berbagai kondisi kendaraan melalui gambar atau studi kasus, kemudian mendiskusikan pentingnya rotasi ban dan penyesuaian tekanan angin yang tepat untuk mencegah keausan dini dan meningkatkan keselamatan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam tim untuk melakukan proyek perawatan ban komprehensif pada satu unit kendaraan, meliputi rotasi ban sesuai pola yang ditentukan, pemeriksaan kondisi ban, dan penyesuaian tekanan angin menggunakan alat pengukur tekanan yang terkalibrasi. Mereka mendokumentasikan setiap langkah dan hasil pengukuran. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap tim mempresentasikan hasil proyek mereka, termasuk pola rotasi yang dipilih, kondisi ban sebelum dan sesudah perawatan, serta tekanan angin yang disesuaikan. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik, dan guru mengulas kembali prinsip-prinsip keselamatan kerja yang telah diterapkan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan seluruh materi perawatan transmisi dan ban mobil. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama tim dan hasil proyek yang telah dicapai, serta memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengaplikasikan pengetahuan ini. Pembelajaran ditutup dengan doa dan semangat untuk masa depan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Memandu peserta didik dalam mengidentifikasi komponen, prosedur perawatan, dan menganalisis masalah pada transmisi dan ban mobil.
Alat & bahan: Unit kendaraan (manual/otomatis), dongkrak, kunci roda, kunci pas/ring set, obeng, wadah penampung oli, lap bersih, alat ukur tekanan ban, kompresor, alat rotasi ban, APD (sarung tangan, kacamata safety).
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi kinerja praktik peserta didik saat melakukan pemeriksaan oli transmisi, penggantian ban, dan rotasi ban, serta penilaian partisipasi diskusi kelompok.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan prosedur, serta penilaian laporan praktik perawatan transmisi dan ban.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis jenis-jenis transmisi dan mengidentifikasi komponen yang perlu perawatan. | Jenis transmisi, fungsi, dan komponen perawatan transmisi serta ban. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Melakukan pemeriksaan level oli transmisi dan penggantian ban. | Prosedur pemeriksaan oli transmisi, SOP penggantian ban. | 2 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| 3 | Melakukan rotasi ban dan penyesuaian tekanan angin ban. | Pola rotasi ban, spesifikasi tekanan angin, keselamatan kerja. | 2 JP | Kemandirian, Penalaran Kritis |
Sistem transmisi dan ban mobil adalah dua komponen krusial yang menentukan performa, efisiensi, dan keselamatan berkendara. Perawatan yang tepat dan teratur pada kedua sistem ini sangat penting untuk memastikan kendaraan beroperasi secara optimal, mencegah kerusakan dini, dan mengurangi risiko kecelakaan. Modul ini akan membimbing Anda memahami dasar-dasar perawatan transmisi dan ban, mulai dari identifikasi komponen hingga praktik langsung di bengkel.
1. Dasar-dasar Sistem Transmisi Kendaraan Ringan
Transmisi berfungsi untuk mengatur perubahan kecepatan dan torsi dari mesin ke roda penggerak. Terdapat beberapa jenis transmisi, yaitu manual, otomatis konvensional, dan Continuously Variable Transmission (CVT). Transmisi manual memerlukan kopling untuk memutus dan menyambung tenaga mesin, sedangkan transmisi otomatis menggunakan konverter torsi dan planetary gear set. Perawatan rutin pada transmisi meliputi pemeriksaan kualitas dan kuantitas oli transmisi, serta penggantian filter jika ada. Pemilihan jenis oli yang tepat sangat penting sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
2. Pentingnya Oli Transmisi dan Prosedur Pemeriksaannya
Oli transmisi berperan sebagai pelumas, pendingin, pembersih, dan media hidrolik untuk perpindahan gigi. Kekurangan atau kualitas oli yang buruk dapat menyebabkan keausan dini komponen, perpindahan gigi yang kasar, bahkan kerusakan fatal. Pemeriksaan level oli transmisi otomatis umumnya dilakukan saat mesin panas dan hidup (posisi P atau N), sedangkan transmisi manual saat mesin dingin. Pastikan kendaraan berada di permukaan datar saat pemeriksaan dan gunakan dipstick yang benar. Warna dan bau oli juga indikator penting kondisi transmisi.
3. Anatomi dan Fungsi Ban Mobil
Ban mobil adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, berfungsi menopang beban kendaraan, meredam guncangan, dan mentransmisikan gaya pengereman serta akselerasi. Komponen utama ban meliputi tapak (tread), dinding samping (sidewall), bead, dan casing. Kode pada dinding ban memberikan informasi penting seperti ukuran, indeks beban, dan kecepatan maksimum. Perawatan ban meliputi pemeriksaan tekanan angin, kondisi tapak (keausan), dan rotasi ban secara berkala untuk pemerataan keausan.
4. Prosedur Penggantian dan Rotasi Ban
Penggantian ban harus dilakukan dengan aman dan benar. Pertama, parkir kendaraan di tempat datar dan pasang rem parkir. Kendurkan mur roda sebelum mendongkrak, lalu dongkrak kendaraan hingga ban terangkat. Lepas mur roda dan ban yang kempes, pasang ban cadangan, kencangkan mur roda secara menyilang, turunkan dongkrak, dan kencangkan kembali mur roda dengan torsi yang tepat. Rotasi ban dilakukan untuk meratakan keausan, biasanya setiap 5.000-10.000 km, dengan pola rotasi yang berbeda untuk ban radial dan ban bias.
5. Penyetelan Tekanan Angin Ban dan Keselamatan Kerja
Tekanan angin ban yang tepat sangat mempengaruhi stabilitas, kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan usia pakai ban. Tekanan yang kurang menyebabkan ban cepat aus di bagian samping, sedangkan tekanan berlebih menyebabkan ban aus di bagian tengah. Spesifikasi tekanan angin ban dapat ditemukan pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan. Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan kacamata keselamatan saat bekerja di bengkel, serta pastikan semua alat digunakan sesuai fungsinya untuk mencegah kecelakaan.
Rangkuman: Perawatan transmisi dan ban mobil adalah aspek vital dalam pemeliharaan kendaraan. Pemahaman tentang jenis transmisi, pentingnya oli, serta anatomi dan fungsi ban menjadi dasar. Pemeriksaan rutin level oli transmisi, penggantian ban yang benar, rotasi ban, dan penyesuaian tekanan angin adalah prosedur esensial. Selalu prioritaskan keselamatan kerja dengan menggunakan APD dan mengikuti SOP. Dengan perawatan yang cermat, kendaraan akan lebih awet, efisien, dan aman untuk dikendarai, mendukung keberlanjutan dan performa optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Transmisi | Sistem pemindah tenaga dari mesin ke roda yang mengatur kecepatan dan torsi. |
| CVT | Continuously Variable Transmission, jenis transmisi otomatis tanpa gigi tetap. |
| Rotasi Ban | Proses memindahkan posisi ban pada kendaraan untuk meratakan keausan. |
| Tekanan Angin Ban | Jumlah tekanan udara di dalam ban, diukur dalam PSI atau Bar. |
| SOP | Standard Operating Procedure, prosedur standar yang harus diikuti dalam melakukan suatu pekerjaan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "PERAWATAN TRASMISIS DAN PERAWATAN BAN MOBIL" mata pelajaran Sistem Sasis Kendaraan Ringan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sistem Sasis Kendaraan Ringan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.