tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKTEKNIK SEPEDA MOTOR › SASIS SEPEDA MOTOR
SMK · Kelas XI · Fase F

Modul Ajar TEKNIK SEPEDA MOTOR Kelas XI
SASIS SEPEDA MOTOR

Modul ajar TEKNIK SEPEDA MOTOR SMK kelas XI materi SASIS SEPEDA MOTOR lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar TEKNIK SEPEDA MOTOR kelas XI materi SASIS SEPEDA MOTOR
Ringkasan: Sasis sepeda motor adalah kerangka fundamental yang meliputi rangka, suspensi, sistem kemudi, roda, ban, dan sistem pengereman. Setiap komponen bekerja sinergis untuk menjamin stabilitas, kenyamanan, dan keamanan berkendara. Pemahaman tentang jenis-jenis rangka, prinsip kerja suspensi dan kemudi, serta prosedur pemeriksaan dan perawatan rutin adalah kunci untuk menjaga performa optimal dan keselamatan sepeda motor.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Penalaran Kritis, Kreativitas, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISTEKNIK SEPEDA MOTOR · SASIS SEPEDA MOTOR · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami komponen dasar sepeda motor secara umum dan fungsi utamanya.

Pemahaman bermakna: Memahami sasis sepeda motor bukan hanya tentang mengenali komponen, tetapi juga bagaimana setiap bagian bekerja sama untuk menciptakan pengalaman berkendara yang aman, stabil, dan nyaman, serta mengidentifikasi potensi masalah dan solusinya.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian bertanya mengapa sebuah sepeda motor bisa melaju stabil di jalan lurus namun tetap lincah saat bermanuver di tikungan tajam?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis rangka sepeda motor dan fungsinya dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menunjukkan berbagai gambar sepeda motor dengan tipe rangka berbeda, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa rangka sepeda motor berbeda-beda bentuknya? Apakah ada hubungannya dengan performa?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai jenis rangka sepeda motor (misalnya, diamond, twin-spar, backbone, monocoque) melalui video atau gambar, lalu mencari informasi dari berbagai sumber untuk memahami karakteristik, bahan, dan fungsi masing-masing jenis rangka.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun mind map atau poster digital yang membandingkan jenis-jenis rangka, menyoroti kelebihan dan kekurangannya, serta mengaitkannya dengan jenis penggunaan sepeda motor (misalnya, harian, balap, off-road).

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep tentang fungsi struktural rangka dan pentingnya pemilihan rangka yang sesuai dengan tujuan penggunaan sepeda motor.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama materi hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis prinsip kerja sistem suspensi dan sistem kemudi pada sepeda motor.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas singkat materi rangka, lalu menampilkan video kasus sepeda motor yang tidak stabil saat bermanuver atau terasa keras saat melewati jalan bergelombang, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan mencari tahu mengapa hal itu terjadi dan bagaimana sistem suspensi dan kemudi bekerja'.

Memahami: Peserta didik menganalisis kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah, dan secara berkelompok mencari informasi mengenai komponen, prinsip kerja, dan jenis-jenis sistem suspensi (teleskopik, monoshock, twin shock) serta sistem kemudi (bearing kemudi, setang) dari buku manual atau sumber digital.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat diagram alir atau presentasi interaktif yang menjelaskan bagaimana sistem suspensi meredam guncangan dan bagaimana sistem kemudi memungkinkan sepeda motor berbelok, serta mengidentifikasi potensi masalah pada kedua sistem tersebut berdasarkan studi kasus.

Merefleksi: Presentasi kelompok diikuti sesi tanya jawab dan diskusi. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi miskonsepsi, dan memperdalam pemahaman tentang interaksi antara suspensi dan kemudi dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Penutup: Guru meminta peserta didik menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui, memberikan apresiasi, dan menutup dengan motivasi untuk pertemuan praktik.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL) - Praktik Mandiri

Tujuan: Memeriksa kondisi roda, ban, dan sistem pengereman sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan Melakukan perawatan dan perbaikan minor pada komponen sasis seperti setelan rantai atau penggantian kampas rem dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, mereview kembali pentingnya pemeriksaan dan perawatan sasis, menjelaskan tujuan praktik hari ini dan SOP keselamatan kerja, serta membagi kelompok kerja di bengkel dengan alat dan bahan yang sudah disiapkan.

Memahami: Peserta didik menerima LKPD dan panduan praktik, kemudian secara mandiri atau berkelompok kecil mulai mengidentifikasi komponen roda, ban, dan sistem pengereman pada unit sepeda motor yang tersedia, serta memahami langkah-langkah pemeriksaan dan perawatan berdasarkan manual servis.

Mengaplikasi: Setiap kelompok melakukan praktik pemeriksaan tekanan ban, keausan ban, kondisi pelek, kampas rem, minyak rem, serta menyetel rantai (jika ada) sesuai dengan SOP. Mereka mendokumentasikan hasil pemeriksaan dan tindakan perbaikan minor yang dilakukan dalam LKPD.

Merefleksi: Guru berkeliling membimbing, mengamati, dan memberikan umpan balik langsung selama praktik. Setelah praktik selesai, peserta didik saling berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi, serta mendiskusikan solusi bersama.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kedisiplinan peserta didik, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan alat dan area kerja, serta memberikan pengumuman untuk persiapan presentasi proyek di pertemuan berikutnya.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (PjBL) - Presentasi & Penilaian

Tujuan: Merancang modifikasi sederhana pada sasis untuk meningkatkan performa atau kenyamanan berdasarkan studi kasus dan Mempresentasikan hasil analisis dan solusi perbaikan sasis sepeda motor secara kolaboratif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali tujuan akhir proyek: merancang solusi atau modifikasi sasis dan mempresentasikannya. Guru memastikan setiap kelompok siap untuk presentasi.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok terakhir kali memeriksa kesiapan materi presentasi, memastikan semua anggota memahami peran dan isi presentasi, serta menyiapkan jawaban untuk potensi pertanyaan dari audiens.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis, diagnosis masalah, serta usulan solusi atau rancangan modifikasi sederhana pada sasis sepeda motor berdasarkan studi kasus atau pengalaman praktik. Presentasi dapat berupa simulasi, poster, atau model sederhana.

Merefleksi: Setelah setiap presentasi, dilakukan sesi tanya jawab dan umpan balik dari kelompok lain dan guru. Guru memberikan penilaian komprehensif terhadap proses kerja kelompok, kualitas solusi, dan kemampuan presentasi, serta memberikan penguatan konsep secara menyeluruh.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas dedikasi dan kreativitasnya, menyimpulkan pembelajaran materi sasis secara keseluruhan, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup dengan doa serta pesan keselamatan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi kinerja peserta didik selama praktik di bengkel dan penilaian kelengkapan serta ketepatan pengisian LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek presentasi rancangan modifikasi/solusi sasis dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konseptual.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi jenis-jenis rangka sepeda motor dan fungsinyaJenis-jenis rangka (diamond, twin-spar, dll.) dan fungsinya.4 JPPenalaran Kritis
Menganalisis prinsip kerja sistem suspensi dan sistem kemudiKomponen dan prinsip kerja suspensi (teleskopik, monoshock) dan kemudi.4 JPPenalaran Kritis
Memeriksa dan melakukan perawatan komponen sasisPemeriksaan roda, ban, rem, setelan rantai, dan perawatan minor.4 JPKolaborasi
Merancang modifikasi dan mempresentasikan solusi sasisRancangan modifikasi sederhana dan presentasi hasil analisis.4 JPKreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Sasis sepeda motor adalah tulang punggung kendaraan roda dua, sebuah fondasi yang menopang seluruh komponen, mulai dari mesin hingga pengendara. Pemahaman mendalam tentang sasis sangat krusial bagi teknisi sepeda motor untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa optimal. Modul ini akan membimbing Anda menjelajahi seluk-beluk sasis, dari jenis rangka hingga sistem suspensi dan kemudi, serta cara merawatnya.

Jenis-jenis Rangka Sepeda Motor

Rangka adalah struktur utama yang memberikan bentuk dan kekuatan pada sepeda motor. Ada beberapa jenis rangka yang umum digunakan, antara lain rangka tipe diamond (sering disebut semi-double cradle) yang sederhana dan ringan, rangka twin-spar (delta box) yang kokoh untuk performa tinggi, rangka backbone yang kuat untuk beban berat, dan rangka monocoque yang terintegrasi dengan bodi. Pemilihan jenis rangka sangat bergantung pada tujuan penggunaan dan karakteristik performa yang diinginkan.

Sistem Suspensi Depan

Suspensi depan berfungsi meredam guncangan dari permukaan jalan dan menjaga kontak roda dengan aspal. Jenis yang paling umum adalah suspensi teleskopik, yang terdiri dari tabung dalam dan tabung luar berisi oli dan pegas. Ada juga suspensi upside-down (USD) yang memiliki diameter tabung luar lebih besar di bagian atas, menawarkan rigiditas lebih baik dan mengurangi bobot unsprung, sering ditemukan pada motor sport.

Sistem Suspensi Belakang

Suspensi belakang juga vital untuk kenyamanan dan handling. Terdapat dua jenis utama: twin shock (dua peredam kejut di sisi kanan dan kiri) yang umum pada motor bebek atau klasik, dan monoshock (satu peredam kejut di tengah) yang sering ditemukan pada motor sport atau matic modern. Monoshock menawarkan bobot lebih ringan dan performa yang lebih baik dalam meredam guncangan serta stabilisasi roda belakang.

Sistem Kemudi

Sistem kemudi memungkinkan pengendara mengarahkan sepeda motor. Komponen utamanya meliputi setang, segitiga atas dan bawah, serta bearing kemudi (komstir). Bearing kemudi memungkinkan setang berputar dengan mulus. Kerusakan pada bearing kemudi dapat menyebabkan kemudi terasa berat, oblak, atau tidak stabil, yang sangat berbahaya saat berkendara.

Roda dan Ban

Roda dan ban adalah satu-satunya bagian sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan jalan. Roda terdiri dari pelek (velg) dan jari-jari atau palang. Ban memiliki pola tapak (kembangan) yang berbeda-beda untuk kondisi jalan kering atau basah. Penting untuk selalu memeriksa tekanan ban yang sesuai standar pabrikan dan kedalaman alur ban untuk memastikan traksi yang optimal dan mencegah aquaplaning.

Sistem Pengereman

Sistem pengereman adalah komponen keselamatan paling vital pada sasis. Ada dua jenis utama: rem tromol dan rem cakram. Rem tromol bekerja dengan gesekan kampas rem pada bagian dalam tromol. Rem cakram bekerja dengan menjepit cakram menggunakan kampas rem dari kaliper. Perawatan meliputi pemeriksaan ketebalan kampas rem, level minyak rem (untuk rem hidrolik), dan kondisi selang rem.

Perawatan dan Perbaikan Sasis

Perawatan sasis meliputi pemeriksaan rutin terhadap semua komponen, seperti kekencangan baut, kondisi rantai (jika ada), pelumasan, dan penggantian komponen yang aus. Perbaikan minor dapat berupa penyetelan rantai, penggantian kampas rem, atau pengisian ulang minyak rem. Pemahaman yang baik tentang sasis akan membantu teknisi mendiagnosis masalah lebih cepat dan tepat.

Rangkuman: Sasis sepeda motor adalah kerangka fundamental yang meliputi rangka, suspensi, sistem kemudi, roda, ban, dan sistem pengereman. Setiap komponen bekerja sinergis untuk menjamin stabilitas, kenyamanan, dan keamanan berkendara. Pemahaman tentang jenis-jenis rangka, prinsip kerja suspensi dan kemudi, serta prosedur pemeriksaan dan perawatan rutin adalah kunci untuk menjaga performa optimal dan keselamatan sepeda motor.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi, memeriksa, dan menganalisis kondisi komponen sasis sepeda motor.

Alat & bahan: Unit sepeda motor, kunci pas, kunci ring, obeng, jangka sorong, tire pressure gauge, kain lap, buku manual servis.

  1. Siapkan alat dan bahan kerja sesuai daftar.
  2. Lakukan pemeriksaan visual pada rangka, suspensi, roda, ban, dan sistem pengereman.
  3. Ukur tekanan ban dan kedalaman alur ban menggunakan alat ukur yang sesuai.
  4. Periksa kondisi kampas rem dan minyak rem (jika rem hidrolik).
  5. Catat semua hasil pemeriksaan dan analisis masalah yang ditemukan pada tabel.

8 Glosarium

RangkaStruktur utama sepeda motor yang menopang semua komponen.
SuspensiSistem peredam kejut yang menyerap guncangan dari jalan.
KemudiSistem yang memungkinkan pengendara mengarahkan sepeda motor.
Bearing Kemudi (Komstir)Bantalan yang memungkinkan setang berputar dengan mulus.
TeleskopikJenis suspensi depan yang umum, terdiri dari tabung dalam dan luar.
MonoshockSistem suspensi belakang dengan satu peredam kejut di tengah.
CakramKomponen rem berbentuk piringan yang dijepit kampas rem.
TromolKomponen rem berbentuk silinder yang di dalamnya terdapat kampas rem.
Unsprung weightBobot bagian sepeda motor yang tidak ditopang oleh suspensi (misal roda, ban, rem).
RigiditasTingkat kekakuan suatu struktur terhadap deformasi.

9 Materi TEKNIK SEPEDA MOTOR Terkait

1. Perawatan dan perbaikan engine sepeda motor.Teknik sepeda motor Kelas XI SMK
Pelajari 1. Perawatan dan perbaikan engine sepeda motor. →
1. Perawatan Dan Perbaikan Engne Sepeda Motor.Teknik Sepeda Motor Kelas XI SMK
Pelajari 1. Perawatan Dan Perbaikan Engne Sepeda Motor. →
Teknik Sepeda MotorTeknik Sepeda Motor Kelas XI SMK
Pelajari Teknik Sepeda Motor →
GAMBAR TEKNIKTEKNIK SEPEDA MOTOR Kelas X SMK
Pelajari GAMBAR TEKNIK →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar TEKNIK SEPEDA MOTOR SASIS SEPEDA MOTOR ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul TEKNIK SEPEDA MOTOR kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.