Modul Ajar & RPP Informatika Kelas VIII
Media Sosial dan Etika Digital
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Media Sosial dan Etika Digital |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengalaman dasar dalam menggunakan perangkat digital dan mengakses internet, termasuk beberapa platform media sosial. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Dampak Sosial Informatika |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dampak positif dan negatif penggunaan media sosial, serta menerapkan etika digital yang baik untuk berinteraksi secara aman dan bertanggung jawab di dunia maya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja. |
| Konseptual | Etika digital adalah seperangkat norma dan perilaku yang mengatur penggunaan teknologi informasi secara bertanggung jawab dan bermoral. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengidentifikasi hoaks, mengelola privasi akun, dan melaporkan konten negatif di media sosial. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir kritis sebelum membagikan informasi dan berinteraksi di media sosial. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai jenis media sosial dan fitur-fiturnya.
- Menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjelaskan konsep etika digital dan pentingnya dalam berinteraksi di media sosial.
- Menerapkan prinsip-prinsip etika digital dalam membuat dan membagikan konten di media sosial.
- Merancang kampanye digital sederhana tentang etika bermedia sosial yang positif.
- Mengevaluasi praktik penggunaan media sosial yang beretika dan tidak beretika.
Pemahaman bermakna: Memahami etika digital di media sosial sangat penting agar kita dapat berinteraksi secara positif, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus melindungi diri dari dampak negatif dunia maya.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita tetap menjadi diri yang baik dan bertanggung jawab saat berselancar di media sosial?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menulis teks persuasif dan argumentatif untuk kampanye digital yang efektif. Pendidikan Pancasila: Menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan dan musyawarah, dalam berinteraksi di media sosial. Seni Budaya: Mengembangkan kreativitas dalam mendesain visual dan audio untuk konten media sosial yang menarik dan informatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk berdiskusi dengan anak tentang penggunaan media sosial yang aman dan beretika, serta memantau konten yang diakses anak di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dilengkapi dengan akses internet stabil dan proyektor, serta lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan diskusi kelompok tanpa gangguan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi desain grafis (misalnya Canva, Piktochart) untuk membuat infografis/poster, serta platform presentasi (misalnya Google Slides) untuk menampilkan hasil proyek kampanye digital. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai jenis media sosial dan fitur-fiturnya serta menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik menggunakan media sosial favorit mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi jenis dan dampak media sosial, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai jenis media sosial yang populer dan mendiskusikan fitur-fitur utamanya, lalu menganalisis dampak positif (misalnya, menjalin silaturahmi, berbagi informasi) dan negatif (misalnya, kecanduan, cyberbullying) dari penggunaan media sosial yang mereka alami atau amati. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana yang merangkum jenis media sosial, fitur, serta dampak positif dan negatifnya, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Guru dan peserta didik memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial dan menyimpulkan poin-poin penting dari diskusi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengajak mereka untuk melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, dan memberikan gambaran singkat materi untuk pertemuan berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan konsep etika digital dan pentingnya dalam berinteraksi di media sosial serta menerapkan prinsip-prinsip etika digital dalam membuat dan membagikan konten. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas kembali pembelajaran sebelumnya tentang dampak media sosial. Guru memantik diskusi dengan memberikan studi kasus singkat tentang pelanggaran etika digital di media sosial dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang etika digital serta alur kegiatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah etika digital yang muncul, dan mencari solusi berdasarkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip etika digital seperti menjaga privasi, menghargai orang lain, dan tidak menyebarkan hoaks. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membuat 'Panduan Etika Digital Sederhana' dalam bentuk poster digital atau presentasi singkat yang berisi contoh praktik baik dan buruk di media sosial, serta tips untuk berinteraksi secara etis. Mereka juga mempraktikkan cara membuat konten yang positif dan beretika. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik mempresentasikan panduan dan contoh konten mereka, lalu saling memberikan masukan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya konsisten menerapkan etika digital dalam setiap interaksi di dunia maya dan mengoreksi miskonsepsi yang mungkin ada. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru mengapresiasi kreativitas peserta didik, mengajak mereka merangkum poin-poin penting tentang etika digital, dan memberikan tugas singkat untuk mengamati praktik etika digital di lingkungan sekitar. Pertemuan diakhiri dengan motivasi dan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis studi kasus terkait etika digital dan merumuskan solusi yang beretika.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, perangkat digital (opsional)
Langkah kerja:
- Baca dengan seksama studi kasus yang diberikan oleh guru.
- Identifikasi masalah etika digital yang muncul dalam studi kasus tersebut.
- Diskusikan dalam kelompok dampak positif dan negatif dari tindakan dalam studi kasus.
- Rumuskan solusi atau tindakan yang seharusnya dilakukan agar sesuai dengan etika digital.
- Tuliskan kesimpulan dan rekomendasi kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Media sosial apa saja yang sering kamu gunakan?
- Apa saja hal positif yang kamu rasakan dari media sosial?
- Pernahkah kamu melihat atau mengalami hal negatif di media sosial? Ceritakan singkat!
- Menurutmu, apa itu 'etika' saat kita menggunakan internet?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian LKPD serta proyek kampanye digital.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio proyek kampanye digital dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep etika digital.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis dan dampak media sosial. | Jenis dan Dampak Media Sosial | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan dan menerapkan etika digital. | Konsep dan Penerapan Etika Digital | 2 JP | Kewargaan |
| 3 | Merancang kampanye etika digital dan mengevaluasi praktiknya. | Kampanye Etika Digital | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Di era digital ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Dari berbagi momen hingga mencari informasi, media sosial menawarkan banyak kemudahan. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan pula tantangan dan risiko yang perlu kita pahami. Modul ini akan membimbingmu untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.
1. Mengenal Berbagai Jenis Media Sosial
Media sosial adalah platform daring yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, berbagi konten, dan membangun komunitas virtual. Ada berbagai jenis media sosial dengan fungsi yang berbeda-beda. Contohnya, Instagram dan TikTok populer untuk berbagi foto dan video pendek, Twitter untuk berbagi teks singkat dan berita, sedangkan Facebook menawarkan fitur yang lebih lengkap untuk berbagai jenis interaksi. Setiap platform memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara kita berkomunikasi dan berinteraksi di dalamnya. Penting untuk memahami fitur-fitur ini agar dapat menggunakannya secara efektif dan aman.
2. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial
Penggunaan media sosial memiliki dua sisi mata uang. Dampak positifnya antara lain memperluas jaringan pertemanan, mempermudah komunikasi jarak jauh, mendapatkan informasi terkini, hingga menjadi sarana ekspresi diri dan kreativitas. Namun, ada pula dampak negatif yang perlu diwaspadai, seperti kecanduan, cyberbullying, penyebaran hoaks, gangguan privasi, hingga perbandingan sosial yang bisa menurunkan rasa percaya diri. Memahami kedua dampak ini adalah langkah awal untuk menggunakan media sosial secara bijak dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.
3. Konsep Dasar Etika Digital
Etika digital adalah seperangkat norma, nilai, dan perilaku yang mengatur penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang aturan hukum, tetapi juga tentang kesadaran moral dalam berinteraksi di dunia maya. Prinsip-prinsip etika digital meliputi menghargai privasi orang lain, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), tidak melakukan perundungan siber (cyberbullying), bersikap sopan dan santun, serta melindungi data pribadi. Dengan menerapkan etika digital, kita berkontribusi menciptakan lingkungan daring yang aman, nyaman, dan positif bagi semua pengguna.
4. Praktik Etika Digital dalam Berbagi Konten
Ketika kita membuat atau membagikan konten di media sosial, etika digital sangat penting. Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: Apakah konten ini bermanfaat? Apakah akan menyakiti perasaan orang lain? Apakah informasi ini benar dan akurat? Hindari membagikan informasi pribadi secara berlebihan, selalu minta izin sebelum mengunggah foto atau video orang lain, dan pastikan sumber informasi yang dibagikan dapat dipercaya. Praktik ini membantu menjaga reputasi digital kita dan mencegah potensi masalah di kemudian hari. Ingat, jejak digital kita bersifat permanen.
5. Melindungi Diri dari Ancaman Digital
Selain menerapkan etika, kita juga perlu tahu cara melindungi diri dari berbagai ancaman digital. Ini termasuk mengatur privasi akun media sosial agar tidak semua orang bisa melihat informasi pribadi kita, berhati-hati terhadap tautan atau pesan mencurigakan (phishing), dan segera melaporkan akun atau konten yang melanggar etika atau hukum. Jangan mudah percaya pada janji-janji manis di internet dan selalu berdiskusi dengan orang dewasa yang dipercaya jika menemui hal-hal yang tidak nyaman atau mencurigakan. Keamanan daring adalah tanggung jawab bersama.
Rangkuman: Media sosial menawarkan banyak manfaat namun juga menyimpan risiko. Untuk menjadi pengguna yang cerdas, kita perlu memahami jenis dan dampak media sosial, serta menerapkan etika digital yang meliputi menghargai privasi, tidak menyebarkan hoaks, bersikap santun, dan melaporkan konten negatif. Dengan etika digital, kita dapat menciptakan lingkungan daring yang aman, positif, dan bertanggung jawab bagi semua.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Media Sosial | Platform daring untuk berinteraksi dan berbagi konten. |
| Etika Digital | Norma perilaku bertanggung jawab di dunia maya. |
| Cyberbullying | Perundungan yang dilakukan melalui media digital. |
| Hoaks | Informasi palsu yang disebarkan seolah-olah benar. |
| Privasi | Hak untuk mengendalikan informasi pribadi seseorang. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Media Sosial dan Etika Digital" mata pelajaran Informatika Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Media Sosial dan Etika Digital yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Informatika Kelas VIII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Analisis DataModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerpikir KomputasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAlgoritma PemrogramanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Jejak Bermedia DigitalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPemanfaatan Perangkat DigitalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Informatika lain yang sudah tersedia
Algoritma dan Pemrograman BlokInformatika Kelas VIII SMPBab 2 Berpikir Komputasional, Fungsi, Himpunan dan Sistem Bilangan, Algoritma,StrukturdatInformatika Kelas VIII SMPLihat semua Modul Ajar Informatika Kelas VIII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Informatika kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Media Sosial dan Etika Digital pada Informatika SMP, Fase D, elemen Dampak Sosial Informatika.
Modul Media Sosial dan Etika Digital ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Informatika kelas VIII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Informatika materi Media Sosial dan Etika Digital ini gratis?
Ya. Modul Media Sosial dan Etika Digital untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Media Sosial dan Etika Digital ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Informatika kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Media Sosial dan Etika Digital ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Media Sosial dan Etika Digital dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Informatika kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Media Sosial dan Etika Digital ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Media Sosial dan Etika Digital tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Media Sosial dan Etika Digital untuk Informatika kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Media Sosial dan Etika Digital ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Informatika kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Media Sosial dan Etika Digital beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Informatika kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Informatika ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Media Sosial dan Etika Digital yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Informatika MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.