Modul ajar Matematika SMP kelas VIII materi PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, termasuk menerjemahkan situasi nyata ke dalam model matematika dan menyelesaikan model tersebut.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep bilangan bulat, operasi hitung, dan dasar-dasar aljabar seperti variabel dan konstanta.
Pemahaman bermakna: Memahami persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel memungkinkan kita untuk memodelkan dan menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari, dari keuangan hingga sains.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menentukan harga asli suatu barang jika kita hanya tahu harga setelah diskon dan persentase diskonnya?
Tujuan: Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel serta menyelesaikan persamaan linear satu variabel menggunakan berbagai metode.
Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa bersama, dan guru melakukan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali konsep variabel dan konstanta, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu: 'Apa perbedaan antara kalimat terbuka dan kalimat tertutup dalam matematika?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati beberapa contoh kalimat matematika, mengelompokkan mana yang merupakan persamaan, pertidaksamaan, atau bukan keduanya, lalu berdiskusi untuk menemukan ciri-ciri masing-masing. Mereka juga mencoba menyelesaikan persamaan sederhana dengan mencoba-coba nilai variabel.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk mengidentifikasi PLSV dan PtLSV serta menyelesaikan PLSV sederhana dengan metode substitusi dan eliminasi, kemudian membandingkan hasilnya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian soal di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan konsep tentang definisi PLSV dan cara menyelesaikannya secara sistematis.
Penutup: Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama tentang ciri-ciri PLSV dan PtLSV. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan soal pengayaan untuk di rumah, dan menutup pelajaran dengan doa.
Tujuan: Menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel dan menyelesaikannya.
Kegiatan awal: Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang penyelesaian PLSV. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyelesaikan masalah nyata dengan PLSV, dan memberikan contoh masalah: 'Jika umur ayah 3 kali umur anak, dan selisih umur mereka 24 tahun, berapa umur masing-masing?'
Memahami: Peserta didik disajikan beberapa masalah kontekstual yang berkaitan dengan PLSV. Secara berkelompok, mereka menganalisis masalah untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui, yang ditanyakan, dan bagaimana memodelkannya ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel.
Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama untuk menerjemahkan masalah-masalah kontekstual tersebut menjadi model matematika PLSV, kemudian menyelesaikan PLSV tersebut untuk menemukan solusi dari masalah nyata yang diberikan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pemodelan dan penyelesaian masalah di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru menguatkan pemahaman tentang langkah-langkah memecahkan masalah kontekstual menggunakan PLSV.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya PLSV dalam memecahkan masalah sehari-hari. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok, memberikan tantangan soal serupa, dan menutup pelajaran dengan semangat.
Tujuan: Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel dan menyajikan himpunan penyelesaiannya serta menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel.
Kegiatan awal: Siswa memulai dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengulas singkat tentang PLSV dan bertanya: 'Apa bedanya 'sama dengan' dengan 'lebih dari' atau 'kurang dari' dalam matematika?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami dan menyelesaikan PtLSV.
Memahami: Peserta didik diberikan kasus-kasus nyata yang melibatkan batasan atau rentang nilai (misalnya, batas minimum nilai kelulusan, batas maksimal kapasitas angkut). Mereka diajak untuk merumuskan kasus tersebut ke dalam bentuk pertidaksamaan dan mencoba menemukan beberapa solusi yang mungkin.
Mengaplikasi: Secara berkelompok, peserta didik membuat mini-proyek 'Desain Aturan Kelas' di mana mereka merumuskan 3-5 aturan kelas (misal: 'Waktu maksimal terlambat 10 menit') ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel, menyelesaikannya, dan menyajikan himpunan penyelesaiannya dalam bentuk grafik garis bilangan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Desain Aturan Kelas' mereka, menjelaskan pertidaksamaan yang dibuat, penyelesaiannya, dan makna dari himpunan penyelesaian tersebut. Guru memberikan umpan balik tentang keakuratan pemodelan dan penyelesaian PtLSV.
Penutup: Peserta didik dan guru merefleksikan perbedaan mendasar antara persamaan dan pertidaksamaan. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kolaborasi, memberikan tugas mandiri untuk mengidentifikasi PtLSV di sekitar mereka, dan mengakhiri pertemuan dengan motivasi.
Tujuan: Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi PLSV dan PtLSV. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mengaplikasikan kedua konsep tersebut untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks dan menantang.
Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus yang melibatkan kombinasi PLSV dan PtLSV (misalnya, 'Seorang pedagang membeli x kg apel dan y kg jeruk. Total berat tidak lebih dari 50 kg. Jika harga apel Rp15.000/kg dan jeruk Rp10.000/kg, dan ia membayar Rp400.000, berapa kemungkinan berat apel dan jeruk yang dibeli?'). Mereka secara mandiri mencoba menganalisis masalah tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik berdiskusi untuk mengembangkan strategi penyelesaian studi kasus tersebut, memodelkannya dengan PLSV dan PtLSV, serta mencari solusi yang paling masuk akal. Mereka didorong untuk mencoba berbagai pendekatan.
Merefleksi: Masing-masing kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka, termasuk langkah-langkah pemikiran dan alasan di balik setiap keputusan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan penguatan pada pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah. Guru juga melakukan penilaian formatif.
Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum seluruh materi PLSV dan PtLSV serta aplikasinya dalam kehidupan. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan kolaborasi, memberikan informasi untuk materi selanjutnya, dan menutup pelajaran dengan doa dan harapan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan pemodelan masalah, dan kemampuan presentasi.
Akhir (sumatif): Tes tertulis yang mencakup soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan masalah PLSV dan PtLSV.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. | Pengenalan PLSV dan PtLSV. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyelesaikan persamaan linear satu variabel dan menerjemahkan masalah kontekstual. | Penyelesaian PLSV dan aplikasi. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel dan menerjemahkan masalah kontekstual. | Penyelesaian PtLSV dan aplikasi. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan PLSV dan PtLSV. | Aplikasi gabungan PLSV dan PtLSV. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Modul ini akan membawa Anda memahami salah satu konsep dasar dalam aljabar, yaitu persamaan linear satu variabel (PLSV) dan pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV). Konsep ini sangat penting karena sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghitung diskon belanja hingga merencanakan keuangan. Dengan menguasai materi ini, Anda akan memiliki kemampuan untuk memodelkan berbagai situasi nyata ke dalam bahasa matematika dan menemukan solusinya.
Dalam matematika, ada dua jenis kalimat: kalimat tertutup dan kalimat terbuka. Kalimat tertutup adalah kalimat yang nilai kebenarannya sudah pasti, bisa benar atau salah, tanpa perlu informasi tambahan. Contoh: 'Jakarta adalah ibu kota Indonesia' (benar) atau '2 + 3 = 7' (salah). Sementara itu, kalimat terbuka adalah kalimat yang nilai kebenarannya belum pasti dan masih mengandung variabel. Contoh: 'x + 5 = 10'. Nilai kebenarannya tergantung pada nilai x. Jika x=5, kalimat ini benar, tetapi jika x=2, kalimat ini salah. Variabel adalah simbol yang mewakili suatu bilangan yang belum diketahui nilainya.
PLSV adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel dengan pangkat tertinggi satu. Bentuk umum PLSV adalah ax + b = c, di mana 'a' dan 'b' adalah konstanta, 'x' adalah variabel, dan 'a' tidak boleh nol. Contoh PLSV: 2x + 3 = 7. Untuk menyelesaikan PLSV berarti mencari nilai variabel yang membuat persamaan menjadi benar. Metode penyelesaian PLSV meliputi penambahan/pengurangan kedua ruas dengan bilangan yang sama, atau perkalian/pembagian kedua ruas dengan bilangan yang sama.
Ada beberapa metode untuk menyelesaikan PLSV. Metode pertama adalah substitusi, yaitu mencoba-coba nilai variabel hingga persamaan menjadi benar, namun ini kurang efisien untuk soal kompleks. Metode kedua adalah eliminasi, yaitu dengan melakukan operasi aljabar pada kedua ruas persamaan. Misalnya, untuk 2x + 3 = 7, kita bisa mengurangi 3 dari kedua ruas menjadi 2x = 4, lalu membagi kedua ruas dengan 2 sehingga x = 2. Penting untuk selalu menjaga keseimbangan kedua ruas.
PLSV sangat berguna untuk memecahkan masalah kontekstual. Langkah-langkahnya adalah: 1) Baca dan pahami masalah. 2) Tentukan variabel yang akan digunakan untuk mewakili besaran yang tidak diketahui. 3) Susun model matematika (persamaan) berdasarkan informasi yang diberikan. 4) Selesaikan persamaan tersebut. 5) Periksa kembali jawaban Anda dan pastikan sesuai dengan konteks masalah. Contoh: 'Harga 3 buku dan 2 pensil adalah Rp20.000. Jika harga 1 buku Rp6.000, berapa harga 1 pensil?'
PtLSV adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan hanya memiliki satu variabel dengan pangkat tertinggi satu. Bentuk umum PtLSV mirip dengan PLSV, namun menggunakan tanda ketidaksamaan. Contoh PtLSV: 3x - 2 < 10. Penyelesaian PtLSV juga melibatkan operasi aljabar yang mirip dengan PLSV, namun ada satu aturan penting: jika kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif, maka arah tanda ketidaksamaan harus dibalik. Himpunan penyelesaian PtLSV biasanya disajikan dalam bentuk interval atau grafik garis bilangan.
Penyelesaian PtLSV dilakukan dengan prinsip yang sama seperti PLSV, yaitu mengisolasi variabel. Misalnya, untuk 3x - 2 < 10, tambahkan 2 ke kedua ruas menjadi 3x < 12, lalu bagi 3 ke kedua ruas menjadi x < 4. Himpunan penyelesaian ini berarti semua bilangan yang kurang dari 4. Representasi himpunan penyelesaian dapat menggunakan notasi himpunan {x | x < 4, x ∈ R} atau dengan grafik garis bilangan, di mana sebuah lingkaran kosong diletakkan di angka 4 dan panah menunjuk ke kiri.
PtLSV sering digunakan untuk memodelkan situasi yang melibatkan batasan, kapasitas, atau rentang nilai. Contoh: 'Sebuah bus dapat mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 orang.' Jika 'x' adalah jumlah penumpang, maka model matematikanya adalah x ≤ 50. Contoh lain: 'Untuk lulus ujian, nilai minimum yang harus dicapai adalah 70.' Jika 'y' adalah nilai ujian, maka y ≥ 70. Memahami PtLSV membantu kita membuat keputusan berdasarkan batasan yang ada.
Perbedaan utama antara PLSV dan PtLSV terletak pada tanda penghubungnya. PLSV menggunakan tanda '=' yang menunjukkan satu nilai spesifik sebagai solusi. Sementara itu, PtLSV menggunakan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) yang menunjukkan rentang nilai atau himpunan nilai sebagai solusi. Konsekuensinya, penyelesaian PLSV umumnya menghasilkan satu nilai variabel, sedangkan penyelesaian PtLSV menghasilkan banyak nilai variabel yang memenuhi kondisi, yang dapat digambarkan pada garis bilangan.
Rangkuman: Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda '=' dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan solusi tunggal. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan himpunan penyelesaian berupa rentang nilai. Keduanya diselesaikan dengan manipulasi aljabar, dengan aturan khusus pada PtLSV saat perkalian/pembagian dengan bilangan negatif. Konsep ini vital untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan nilai pasti atau batasan tertentu.
Tujuan: Mengidentifikasi, memodelkan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, penggaris, kalkulator (opsional), kartu soal
| Variabel | Simbol yang mewakili suatu bilangan yang belum diketahui nilainya. |
| Konstanta | Nilai tetap dalam suatu bentuk aljabar. |
| Persamaan | Kalimat matematika terbuka yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=). |
| Pertidaksamaan | Kalimat matematika terbuka yang dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥). |
| Himpunan Penyelesaian | Kumpulan nilai-nilai variabel yang membuat suatu persamaan atau pertidaksamaan menjadi benar. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.