tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPMatematika › PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR
SMP · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar Matematika Kelas VIII
PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR

Modul ajar Matematika SMP kelas VIII materi PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Matematika kelas VIII materi PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR
Ringkasan: Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda '=' dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan solusi tunggal. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan himpunan penyelesaian berupa rentang nilai. Keduanya diselesaikan dengan manipulasi aljabar, dengan aturan khusus pada PtLSV saat perkalian/pembagian dengan bilangan negatif. Konsep ini vital untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan nilai pasti atau batasan tertentu.
Model: Problem-Based Learning (PBL) + praktikDimensi: penalaran kritis, kolaborasi, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISMatematika · PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, termasuk menerjemahkan situasi nyata ke dalam model matematika dan menyelesaikan model tersebut.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep bilangan bulat, operasi hitung, dan dasar-dasar aljabar seperti variabel dan konstanta.

Pemahaman bermakna: Memahami persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel memungkinkan kita untuk memodelkan dan menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari, dari keuangan hingga sains.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menentukan harga asli suatu barang jika kita hanya tahu harga setelah diskon dan persentase diskonnya?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (4 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel serta menyelesaikan persamaan linear satu variabel menggunakan berbagai metode.

Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa bersama, dan guru melakukan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali konsep variabel dan konstanta, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu: 'Apa perbedaan antara kalimat terbuka dan kalimat tertutup dalam matematika?'

Memahami: Peserta didik diajak mengamati beberapa contoh kalimat matematika, mengelompokkan mana yang merupakan persamaan, pertidaksamaan, atau bukan keduanya, lalu berdiskusi untuk menemukan ciri-ciri masing-masing. Mereka juga mencoba menyelesaikan persamaan sederhana dengan mencoba-coba nilai variabel.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk mengidentifikasi PLSV dan PtLSV serta menyelesaikan PLSV sederhana dengan metode substitusi dan eliminasi, kemudian membandingkan hasilnya.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian soal di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan konsep tentang definisi PLSV dan cara menyelesaikannya secara sistematis.

Penutup: Peserta didik dan guru membuat kesimpulan bersama tentang ciri-ciri PLSV dan PtLSV. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan soal pengayaan untuk di rumah, dan menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel dan menyelesaikannya.

Kegiatan awal: Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang penyelesaian PLSV. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyelesaikan masalah nyata dengan PLSV, dan memberikan contoh masalah: 'Jika umur ayah 3 kali umur anak, dan selisih umur mereka 24 tahun, berapa umur masing-masing?'

Memahami: Peserta didik disajikan beberapa masalah kontekstual yang berkaitan dengan PLSV. Secara berkelompok, mereka menganalisis masalah untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui, yang ditanyakan, dan bagaimana memodelkannya ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel.

Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama untuk menerjemahkan masalah-masalah kontekstual tersebut menjadi model matematika PLSV, kemudian menyelesaikan PLSV tersebut untuk menemukan solusi dari masalah nyata yang diberikan.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pemodelan dan penyelesaian masalah di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru menguatkan pemahaman tentang langkah-langkah memecahkan masalah kontekstual menggunakan PLSV.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya PLSV dalam memecahkan masalah sehari-hari. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok, memberikan tantangan soal serupa, dan menutup pelajaran dengan semangat.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (Mini-Project)

Tujuan: Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel dan menyajikan himpunan penyelesaiannya serta menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel.

Kegiatan awal: Siswa memulai dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengulas singkat tentang PLSV dan bertanya: 'Apa bedanya 'sama dengan' dengan 'lebih dari' atau 'kurang dari' dalam matematika?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami dan menyelesaikan PtLSV.

Memahami: Peserta didik diberikan kasus-kasus nyata yang melibatkan batasan atau rentang nilai (misalnya, batas minimum nilai kelulusan, batas maksimal kapasitas angkut). Mereka diajak untuk merumuskan kasus tersebut ke dalam bentuk pertidaksamaan dan mencoba menemukan beberapa solusi yang mungkin.

Mengaplikasi: Secara berkelompok, peserta didik membuat mini-proyek 'Desain Aturan Kelas' di mana mereka merumuskan 3-5 aturan kelas (misal: 'Waktu maksimal terlambat 10 menit') ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel, menyelesaikannya, dan menyajikan himpunan penyelesaiannya dalam bentuk grafik garis bilangan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Desain Aturan Kelas' mereka, menjelaskan pertidaksamaan yang dibuat, penyelesaiannya, dan makna dari himpunan penyelesaian tersebut. Guru memberikan umpan balik tentang keakuratan pemodelan dan penyelesaian PtLSV.

Penutup: Peserta didik dan guru merefleksikan perbedaan mendasar antara persamaan dan pertidaksamaan. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kolaborasi, memberikan tugas mandiri untuk mengidentifikasi PtLSV di sekitar mereka, dan mengakhiri pertemuan dengan motivasi.

Pertemuan 4 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi PLSV dan PtLSV. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mengaplikasikan kedua konsep tersebut untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks dan menantang.

Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus yang melibatkan kombinasi PLSV dan PtLSV (misalnya, 'Seorang pedagang membeli x kg apel dan y kg jeruk. Total berat tidak lebih dari 50 kg. Jika harga apel Rp15.000/kg dan jeruk Rp10.000/kg, dan ia membayar Rp400.000, berapa kemungkinan berat apel dan jeruk yang dibeli?'). Mereka secara mandiri mencoba menganalisis masalah tersebut.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik berdiskusi untuk mengembangkan strategi penyelesaian studi kasus tersebut, memodelkannya dengan PLSV dan PtLSV, serta mencari solusi yang paling masuk akal. Mereka didorong untuk mencoba berbagai pendekatan.

Merefleksi: Masing-masing kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka, termasuk langkah-langkah pemikiran dan alasan di balik setiap keputusan. Guru memfasilitasi diskusi, memberikan penguatan pada pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah. Guru juga melakukan penilaian formatif.

Penutup: Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum seluruh materi PLSV dan PtLSV serta aplikasinya dalam kehidupan. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan kolaborasi, memberikan informasi untuk materi selanjutnya, dan menutup pelajaran dengan doa dan harapan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan pemodelan masalah, dan kemampuan presentasi.

Akhir (sumatif): Tes tertulis yang mencakup soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan masalah PLSV dan PtLSV.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.Pengenalan PLSV dan PtLSV.2 JPPenalaran Kritis
Menyelesaikan persamaan linear satu variabel dan menerjemahkan masalah kontekstual.Penyelesaian PLSV dan aplikasi.2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi
Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel dan menerjemahkan masalah kontekstual.Penyelesaian PtLSV dan aplikasi.2 JPPenalaran Kritis, Kreativitas
Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan PLSV dan PtLSV.Aplikasi gabungan PLSV dan PtLSV.2 JPPenalaran Kritis, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Modul ini akan membawa Anda memahami salah satu konsep dasar dalam aljabar, yaitu persamaan linear satu variabel (PLSV) dan pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV). Konsep ini sangat penting karena sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghitung diskon belanja hingga merencanakan keuangan. Dengan menguasai materi ini, Anda akan memiliki kemampuan untuk memodelkan berbagai situasi nyata ke dalam bahasa matematika dan menemukan solusinya.

1. Mengenal Kalimat Terbuka dan Kalimat Tertutup

Dalam matematika, ada dua jenis kalimat: kalimat tertutup dan kalimat terbuka. Kalimat tertutup adalah kalimat yang nilai kebenarannya sudah pasti, bisa benar atau salah, tanpa perlu informasi tambahan. Contoh: 'Jakarta adalah ibu kota Indonesia' (benar) atau '2 + 3 = 7' (salah). Sementara itu, kalimat terbuka adalah kalimat yang nilai kebenarannya belum pasti dan masih mengandung variabel. Contoh: 'x + 5 = 10'. Nilai kebenarannya tergantung pada nilai x. Jika x=5, kalimat ini benar, tetapi jika x=2, kalimat ini salah. Variabel adalah simbol yang mewakili suatu bilangan yang belum diketahui nilainya.

2. Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)

PLSV adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel dengan pangkat tertinggi satu. Bentuk umum PLSV adalah ax + b = c, di mana 'a' dan 'b' adalah konstanta, 'x' adalah variabel, dan 'a' tidak boleh nol. Contoh PLSV: 2x + 3 = 7. Untuk menyelesaikan PLSV berarti mencari nilai variabel yang membuat persamaan menjadi benar. Metode penyelesaian PLSV meliputi penambahan/pengurangan kedua ruas dengan bilangan yang sama, atau perkalian/pembagian kedua ruas dengan bilangan yang sama.

3. Metode Penyelesaian PLSV

Ada beberapa metode untuk menyelesaikan PLSV. Metode pertama adalah substitusi, yaitu mencoba-coba nilai variabel hingga persamaan menjadi benar, namun ini kurang efisien untuk soal kompleks. Metode kedua adalah eliminasi, yaitu dengan melakukan operasi aljabar pada kedua ruas persamaan. Misalnya, untuk 2x + 3 = 7, kita bisa mengurangi 3 dari kedua ruas menjadi 2x = 4, lalu membagi kedua ruas dengan 2 sehingga x = 2. Penting untuk selalu menjaga keseimbangan kedua ruas.

4. Aplikasi PLSV dalam Kehidupan Sehari-hari

PLSV sangat berguna untuk memecahkan masalah kontekstual. Langkah-langkahnya adalah: 1) Baca dan pahami masalah. 2) Tentukan variabel yang akan digunakan untuk mewakili besaran yang tidak diketahui. 3) Susun model matematika (persamaan) berdasarkan informasi yang diberikan. 4) Selesaikan persamaan tersebut. 5) Periksa kembali jawaban Anda dan pastikan sesuai dengan konteks masalah. Contoh: 'Harga 3 buku dan 2 pensil adalah Rp20.000. Jika harga 1 buku Rp6.000, berapa harga 1 pensil?'

5. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV)

PtLSV adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan hanya memiliki satu variabel dengan pangkat tertinggi satu. Bentuk umum PtLSV mirip dengan PLSV, namun menggunakan tanda ketidaksamaan. Contoh PtLSV: 3x - 2 < 10. Penyelesaian PtLSV juga melibatkan operasi aljabar yang mirip dengan PLSV, namun ada satu aturan penting: jika kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif, maka arah tanda ketidaksamaan harus dibalik. Himpunan penyelesaian PtLSV biasanya disajikan dalam bentuk interval atau grafik garis bilangan.

6. Metode Penyelesaian PtLSV dan Representasinya

Penyelesaian PtLSV dilakukan dengan prinsip yang sama seperti PLSV, yaitu mengisolasi variabel. Misalnya, untuk 3x - 2 < 10, tambahkan 2 ke kedua ruas menjadi 3x < 12, lalu bagi 3 ke kedua ruas menjadi x < 4. Himpunan penyelesaian ini berarti semua bilangan yang kurang dari 4. Representasi himpunan penyelesaian dapat menggunakan notasi himpunan {x | x < 4, x ∈ R} atau dengan grafik garis bilangan, di mana sebuah lingkaran kosong diletakkan di angka 4 dan panah menunjuk ke kiri.

7. Aplikasi PtLSV dalam Kehidupan Sehari-hari

PtLSV sering digunakan untuk memodelkan situasi yang melibatkan batasan, kapasitas, atau rentang nilai. Contoh: 'Sebuah bus dapat mengangkut penumpang tidak lebih dari 50 orang.' Jika 'x' adalah jumlah penumpang, maka model matematikanya adalah x ≤ 50. Contoh lain: 'Untuk lulus ujian, nilai minimum yang harus dicapai adalah 70.' Jika 'y' adalah nilai ujian, maka y ≥ 70. Memahami PtLSV membantu kita membuat keputusan berdasarkan batasan yang ada.

8. Perbedaan Mendasar PLSV dan PtLSV

Perbedaan utama antara PLSV dan PtLSV terletak pada tanda penghubungnya. PLSV menggunakan tanda '=' yang menunjukkan satu nilai spesifik sebagai solusi. Sementara itu, PtLSV menggunakan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) yang menunjukkan rentang nilai atau himpunan nilai sebagai solusi. Konsekuensinya, penyelesaian PLSV umumnya menghasilkan satu nilai variabel, sedangkan penyelesaian PtLSV menghasilkan banyak nilai variabel yang memenuhi kondisi, yang dapat digambarkan pada garis bilangan.

Rangkuman: Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda '=' dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan solusi tunggal. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) adalah kalimat terbuka dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) dan satu variabel berpangkat satu, menghasilkan himpunan penyelesaian berupa rentang nilai. Keduanya diselesaikan dengan manipulasi aljabar, dengan aturan khusus pada PtLSV saat perkalian/pembagian dengan bilangan negatif. Konsep ini vital untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan nilai pasti atau batasan tertentu.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi, memodelkan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, penggaris, kalkulator (opsional), kartu soal

  1. Baca dan pahami setiap soal dengan saksama.
  2. Identifikasi variabel, konstanta, dan hubungan antarbesaran dalam soal.
  3. Rumuskan masalah ke dalam bentuk PLSV atau PtLSV yang tepat.
  4. Selesaikan persamaan atau pertidaksamaan tersebut dengan metode yang sesuai.
  5. Tuliskan kesimpulan dan periksa kembali jawaban Anda.

8 Glosarium

VariabelSimbol yang mewakili suatu bilangan yang belum diketahui nilainya.
KonstantaNilai tetap dalam suatu bentuk aljabar.
PersamaanKalimat matematika terbuka yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=).
PertidaksamaanKalimat matematika terbuka yang dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥).
Himpunan PenyelesaianKumpulan nilai-nilai variabel yang membuat suatu persamaan atau pertidaksamaan menjadi benar.

9 Materi Matematika Terkait

Sistem Persamaan Linear Dua VariabelMatematika Kelas VIII SMP
Pelajari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel →
FUNGSI LINEAR DAN GRAFIKMatematika Kelas VIII SMP
Pelajari FUNGSI LINEAR DAN GRAFIK →
PERSAMAAN LINERAMatematika Kelas VIII SMP
Pelajari PERSAMAAN LINERA →
Persamaan Linear Satu VariabelMatematika Kelas VII SMP
Pelajari Persamaan Linear Satu Variabel →
Barisan dan DeretMatematika Kelas VIII SMP
Pelajari Barisan dan Deret →
Bilangan berpangkat dan bentuk akarMatematika Kelas VIII SMP
Pelajari Bilangan berpangkat dan bentuk akar →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Matematika PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.