tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPendidikan Agama Hindu › Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa,
SMP · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas VIII
Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa,

Modul ajar Pendidikan Agama Hindu SMP kelas VIII materi Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas VIII materi Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa,
Ringkasan: Aṣṭa Aiśwarya adalah delapan manifestasi kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang meliputi kemakmuran, kekuatan alam, ilmu pengetahuan, keberuntungan, kesehatan, kepuasan, kecerdasan, dan ingatan. Memahami dan mengidentifikasi unsur-unsur ini dalam kehidupan sehari-hari akan menumbuhkan rasa syukur dan penghormatan yang mendalam kepada Sang Pencipta.
Model: Discovery Learning + Diskusi KelompokDimensi: Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis, KolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Hindu · Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan meyakini ajaran agama Hindu yang bersumber dari kitab suci, tradisi, dan kearifan lokal, serta mengamalkan nilai-nilai universalnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud penghormatan terhadap Hyang Widhi Wasa dan sesama makhluk ciptaan-Nya.

Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Pencipta.

Pemahaman bermakna: Memahami Aṣṭa Aiśwarya membantu kita menyadari betapa agung dan berkuasanya Hyang Widhi Wasa dalam menciptakan dan memelihara alam semesta, sehingga menumbuhkan rasa syukur dan hormat.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana delapan kekuatan luar biasa ini bisa muncul dari satu sumber kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan makna Aṣṭa Aiśwarya sebagai delapan manifestasi kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengaitkan materi dengan pengalaman siswa tentang keajaiban alam, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik.

Memahami: Siswa secara berkelompok mengamati gambar atau video tentang fenomena alam yang menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, kemudian mencari informasi tentang Aṣṭa Aiśwarya dari berbagai sumber.

Mengaplikasi: Peserta didik mendiskusikan makna Aṣṭa Aiśwarya dan mengaitkannya dengan sifat-sifat Hyang Widhi Wasa berdasarkan informasi yang diperoleh.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan temuan awal mereka, diikuti dengan tanya jawab dan penguatan dari guru mengenai konsep Aṣṭa Aiśwarya.

Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan makna Aṣṭa Aiśwarya, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menginformasikan kegiatan pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi delapan unsur Aṣṭa Aiśwarya beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi Aṣṭa Aiśwarya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan sebuah studi kasus tentang bagaimana memahami Aṣṭa Aiśwarya dapat membantu seseorang menghadapi kesulitan.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus dan mengidentifikasi kedelapan unsur Aṣṭa Aiśwarya yang relevan dengan kasus tersebut, serta mencari contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaplikasi: Kelompok menyusun daftar delapan unsur Aṣṭa Aiśwarya beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian didiskusikan dalam forum kelas.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, guru memberikan umpan balik dan mengklarifikasi contoh-contoh yang diberikan.

Penutup: Guru bersama siswa merangkum delapan unsur Aṣṭa Aiśwarya dan contohnya, memberikan apresiasi, serta menugaskan siswa untuk mencari contoh lain di lingkungan rumah.

Pertemuan 3 — Project Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyajikan hasil diskusi tentang Aṣṭa Aiśwarya dalam bentuk peta konsep atau presentasi sederhana.

Kegiatan awal: Guru mengulas kembali Aṣṭa Aiśwarya dan contohnya, menyampaikan tujuan akhir proyek, yaitu membuat karya yang menunjukkan pemahaman mereka tentang kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui Aṣṭa Aiśwarya.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merancang peta konsep atau slide presentasi yang memuat makna, delapan unsur, dan contoh Aṣṭa Aiśwarya, serta keterkaitannya dengan rasa syukur.

Mengaplikasi: Siswa menyelesaikan peta konsep atau presentasi mereka, dibimbing oleh guru, dan mempersiapkan diri untuk mempresentasikannya di depan kelas.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan karya mereka, mendapatkan apresiasi, dan memberikan umpan balik konstruktif kepada kelompok lain.

Penutup: Guru memberikan apresiasi tertinggi atas karya siswa, merangkum pembelajaran, menekankan pentingnya rasa syukur, dan memberikan motivasi untuk terus mengamalkan ajaran ini.

4 Asesmen

Proses (formatif): Guru melakukan observasi selama diskusi kelompok dan presentasi untuk menilai keaktifan, pemahaman konsep, dan kemampuan kolaborasi siswa.

Akhir (sumatif): Penilaian sumatif dilakukan melalui presentasi proyek peta konsep/slide dan tes tertulis (pilihan ganda dan esai) untuk mengukur pemahaman menyeluruh tentang Aṣṭa Aiśwarya.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan makna Aṣṭa AiśwaryaMakna Aṣṭa Aiśwarya2 JPKeimanan dan Ketakwaan
Mengidentifikasi 8 unsur Aṣṭa Aiśwarya dan contohnyaUnsur-unsur Aṣṭa Aiśwarya dan contohnya2 JPPenalaran Kritis
Menyajikan hasil diskusi Aṣṭa Aiśwarya dan mengaitkannya dengan rasa syukurPenyajian Karya dan Refleksi Rasa Syukur2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Hyang Widhi Wasa adalah sumber segala kekuatan dan kemahakuasaan yang tak terbatas. Dalam ajaran Hindu, kemahakuasaan ini sering diwujudkan dalam delapan aspek yang dikenal sebagai Aṣṭa Aiśwarya. Memahami Aṣṭa Aiśwarya membantu kita menyadari keagungan-Nya dan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas segala ciptaan-Nya.

Makna Aṣṭa Aiśwarya

Aṣṭa berarti delapan, dan Aiśwarya berarti kekuasaan atau keagungan. Jadi, Aṣṭa Aiśwarya adalah delapan manifestasi kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa. Ini bukan berarti Hyang Widhi Wasa terpecah menjadi delapan, melainkan delapan sifat atau kekuatan-Nya yang menakjubkan yang dapat kita amati dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kedelapan Aiśwarya ini menunjukkan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah penguasa tunggal alam semesta yang memiliki segala kesempurnaan.

Delapan Unsur Aṣṭa Aiśwarya

Kedelapan unsur Aṣṭa Aiśwarya meliputi: 1. Śrī (kemakmuran), 2. Bhūmi (kekuatan bumi), 3. Sarasvatī (ilmu pengetahuan), 4. Laksmi (keberuntungan), 5. Puṣṭi (kesuburan/kesehatan), 6. Tuṣṭi (kepuasan), 7. Medhā (kecerdasan), dan 8. Smṛti (ingatan). Masing-masing unsur ini mencerminkan aspek kekuasaan Hyang Widhi Wasa yang memberikan anugerah kepada seluruh makhluk.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Śrī adalah rezeki yang melimpah, Bhūmi adalah kekuatan alam yang menopang kehidupan, Sarasvatī adalah kemampuan kita untuk belajar dan mengajar, Laksmi adalah keberuntungan yang datang tak terduga, Puṣṭi adalah kesehatan yang baik dan hasil panen yang melimpah, Tuṣṭi adalah rasa cukup dan bahagia, Medhā adalah kemampuan berpikir jernih, dan Smṛti adalah kemampuan mengingat pelajaran penting. Semua ini adalah anugerah Hyang Widhi Wasa.

Aṣṭa Aiśwarya dan Rasa Syukur

Memahami Aṣṭa Aiśwarya mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Setiap anugerah yang kita terima, baik itu kekayaan, ilmu, kesehatan, maupun kebahagiaan, adalah manifestasi dari kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa. Dengan rasa syukur, kita akan lebih menghargai apa yang dimiliki dan tidak menjadi sombong, serta semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Rangkuman: Aṣṭa Aiśwarya adalah delapan manifestasi kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang meliputi kemakmuran, kekuatan alam, ilmu pengetahuan, keberuntungan, kesehatan, kepuasan, kecerdasan, dan ingatan. Memahami dan mengidentifikasi unsur-unsur ini dalam kehidupan sehari-hari akan menumbuhkan rasa syukur dan penghormatan yang mendalam kepada Sang Pencipta.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi delapan unsur Aṣṭa Aiśwarya dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, spidol, laptop (opsional), proyektor (opsional)

  1. Bacalah uraian singkat tentang Aṣṭa Aiśwarya.
  2. Diskusikan dengan kelompokmu, identifikasi delapan unsur Aṣṭa Aiśwarya.
  3. Carilah contoh konkret dari setiap unsur Aṣṭa Aiśwarya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tuliskan hasil diskusi dalam tabel yang disediakan.
  5. Siapkan presentasi singkat mengenai temuan kelompokmu.

8 Glosarium

AṣṭaDelapan
AiśwaryaKemahakuasaan, keagungan, kekayaan
Hyang Widhi WasaTuhan Yang Maha Esa dalam ajaran Hindu
ManifestasiPerwujudan atau penampakan
SyukurRasa berterima kasih

9 Materi Pendidikan Agama Hindu Terkait

Catur Purusa Artha ( empat tujuan Hidup manusia )Pendidikan Agama Hindu Kelas VIII SMP
Pelajari Catur Purusa Artha ( empat tujuan Hidup manusia ) →
DHARMAGITAPendidikan Agama Hindu Kelas VIII SMP
Pelajari DHARMAGITA →
PANCA YAJNAPendidikan Agama Hindu Kelas VIII SMP
Pelajari PANCA YAJNA →
Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa ) →
Atman dan KarmaphalaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Atman dan Karmaphala →
Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.