tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPPendidikan Agama Hindu › Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas VII
Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)

Modul ajar Pendidikan Agama Hindu SMP kelas VII materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas VII materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)
Ringkasan: Itihasa, khususnya Ramayana dan Mahabharata, adalah epos Hindu yang kaya akan ajaran moral dan etika. Ramayana mengajarkan tentang kesetiaan dan pengorbanan melalui kisah Rama dan Sita, sementara Mahabharata menyoroti konflik antara dharma dan adharma melalui perang Pandawa-Kurawa. Keduanya berfungsi sebagai sumber inspirasi untuk meneladani nilai-nilai luhur seperti kebenaran, keadilan, kejujuran, dan pengendalian diri, yang sangat relevan untuk membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Hindu · Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami nilai-nilai keagamaan dan moral dari ajaran Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud peningkatan sradha dan susila.

Acuan: Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal tokoh-tokoh utama dalam cerita Ramayana dan Mahabharata dari berbagai media.

Pemahaman bermakna: Memahami Itihasa bukan hanya tentang mengetahui cerita lama, tetapi juga menemukan relevansi nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya untuk membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kisah-kisah kepahlawanan seperti Ramayana dan Mahabharata masih relevan dan penting untuk dipelajari di era modern ini?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dan alur cerita Ramayana dan Mahabharata dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengetahuan awal peserta didik tentang tokoh-tokoh pewayangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tokoh dan alur cerita Itihasa, serta menanyakan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah mendengar kisah Rama dan Shinta atau Pandawa dan Kurawa?'.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber-sumber (buku, video pendek) tentang sinopsis Ramayana dan Mahabharata, mengidentifikasi tokoh-tokoh penting, dan mencatat alur cerita secara garis besar. Mereka mendiskusikan perbedaan dan persamaan kedua epos tersebut.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana yang berisi tokoh-tokoh utama, peran mereka, dan ringkasan alur cerita dari salah satu epos (Ramayana atau Mahabharata) yang mereka pilih.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran/infografis mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang garis besar cerita dan tokoh Itihasa.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan tokoh dan alur cerita Itihasa. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca lebih lanjut di rumah, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menjelaskan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam kisah Ramayana dan Mahabharata serta menganalisis relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menemukan nilai-nilai luhur dalam Itihasa dan mengaitkannya dengan kehidupan. Guru mengajukan pertanyaan: 'Menurut kalian, nilai kebaikan apa saja yang bisa kita pelajari dari tokoh-tokoh Itihasa?'

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus penggalan cerita dari Ramayana atau Mahabharata yang mengandung dilema moral (misalnya, kesetiaan Shinta, dharma Yudhistira, keberanian Arjuna). Mereka menganalisis tindakan tokoh dan nilai-nilai yang mendasarinya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mendiskusikan nilai-nilai moral dan etika yang ditemukan dalam penggalan cerita tersebut, kemudian mengidentifikasi contoh penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau keluarga. Mereka menuangkan hasil diskusi dalam bentuk presentasi singkat.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan analisis mereka tentang nilai-nilai dan relevansinya. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan penguatan tentang nilai-nilai dharma, satya, ahimsa, dan lainnya, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang aplikasi nilai-nilai tersebut.

Penutup: Peserta didik dan guru merangkum nilai-nilai penting dari Itihasa dan relevansinya. Guru memberikan motivasi untuk terus menerapkan nilai-nilai luhur, mengapresiasi kerja keras siswa, dan menutup dengan doa serta salam yang membangkitkan semangat.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menceritakan kembali salah satu penggalan kisah Ramayana atau Mahabharata dengan bahasa sendiri dan membuat karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang menggambarkan nilai-nilai luhur dari Itihasa.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas kembali nilai-nilai Itihasa. Guru menyampaikan tujuan proyek hari ini: membuat karya kreatif yang menginternalisasi nilai-nilai Itihasa. Guru memantik dengan pertanyaan: 'Bagaimana cara kita menyampaikan pesan moral Itihasa kepada teman-teman kita dengan cara yang menarik?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih satu penggalan kisah dari Ramayana atau Mahabharata yang paling berkesan. Mereka merencanakan ide karya kreatif (komik, poster, atau drama singkat) yang akan dibuat, berfokus pada penyampaian nilai moral.

Mengaplikasi: Peserta didik mulai membuat karya kreatif mereka (komik/poster/drama singkat) dengan bimbingan guru. Mereka menceritakan kembali penggalan kisah dengan bahasa sendiri dan secara eksplisit menampilkan nilai-nilai luhur yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.

Merefleksi: Peserta didik memamerkan atau menampilkan karya kreatif mereka kepada teman-teman. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai yang disampaikan dalam karya dan mengaitkannya dengan profil pelajar Pancasila.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang Itihasa dan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, menutup dengan refleksi pribadi, doa, dan pesan agar selalu berbuat dharma.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan kejelasan peta pikiran/infografis, serta presentasi hasil analisis nilai.

Akhir (sumatif): Penilaian karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang mencerminkan pemahaman cerita dan nilai-nilai Itihasa, serta esai reflektif.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dan alur cerita Ramayana dan Mahabharata dengan benar.Pengenalan tokoh dan alur Itihasa.2 JPpenalaran kritis
Menjelaskan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam kisah Ramayana dan Mahabharata.Analisis nilai-nilai moral dalam Itihasa.2 JPkeimanan dan ketakwaan
Menganalisis relevansi nilai-nilai Itihasa dalam konteks kehidupan sehari-hari.Relevansi nilai Itihasa dalam kehidupan.2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Membuat karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang menggambarkan nilai-nilai luhur dari Itihasa.Proyek kreatif Itihasa.2 JPkreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Itihasa adalah bagian penting dari sastra Hindu yang menyajikan kisah-kisah heroik dan ajaran moral dalam bentuk cerita sejarah atau epos. Dua Itihasa yang paling terkenal adalah Ramayana dan Mahabharata. Kisah-kisah ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebajikan. Melalui pembelajaran Itihasa, kita diajak untuk merenungkan makna kehidupan dan menemukan panduan dalam bertindak.

Pengertian dan Kedudukan Itihasa

Itihasa secara harfiah berarti 'demikianlah kejadiannya' atau 'sesungguhnya telah terjadi'. Dalam tradisi Hindu, Itihasa termasuk dalam Weda Smrti, yaitu bagian Weda yang disusun berdasarkan ingatan dan pengalaman para rsi (orang suci). Itihasa berfungsi sebagai media penyampaian ajaran dharma (kebenaran) dan etika melalui cerita-cerita yang mudah dipahami. Tujuannya adalah untuk memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai kebaikan dan keburukan berdampak pada kehidupan, sehingga umat manusia dapat meneladani kebaikan dan menjauhi keburukan.

Kisah Ramayana: Epos Cinta dan Pengorbanan

Ramayana adalah epos kuno yang mengisahkan perjalanan hidup Sri Rama, seorang pangeran dari Ayodhya, inkarnasi Dewa Wisnu. Cerita utamanya berpusat pada penculikan Dewi Sita oleh Rahwana, raja raksasa dari Alengka, dan upaya Rama bersama adiknya Laksmana serta bala bantuan pasukan kera pimpinan Hanoman untuk menyelamatkan Sita. Ramayana mengajarkan nilai-nilai kesetiaan, pengorbanan, kepemimpinan yang adil, keberanian, dan pentingnya berpegang pada dharma. Tokoh-tokoh seperti Rama, Sita, Laksmana, dan Hanoman menjadi teladan kebajikan.

Kisah Mahabharata: Epos Perang dan Dharma

Mahabharata adalah epos yang jauh lebih panjang, menceritakan konflik antara dua keluarga sepupu, Pandawa dan Kurawa, dalam perebutan takhta Hastinapura. Puncak dari kisah ini adalah Perang Bharatayuddha di Kurukshetra. Mahabharata kaya akan ajaran filsafat, etika, dan politik, terutama yang terkandung dalam Bhagavadgita, dialog antara Sri Kresna dan Arjuna. Epos ini menyoroti nilai-nilai keadilan, kebenaran, kesabaran, kebijaksanaan, dan konsekuensi dari keserakahan serta keangkuhan. Tokoh-tokoh seperti Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, dan Kresna memiliki peran sentral.

Nilai-nilai Luhur dalam Itihasa

Ramayana dan Mahabharata mengandung banyak nilai luhur yang relevan hingga saat ini. Beberapa di antaranya adalah dharma (kebenaran dan kewajiban), satya (kejujuran), ahimsa (tanpa kekerasan), tapas (pengendalian diri), brata (kesetiaan), dan karma (hukum sebab akibat). Nilai-nilai ini diajarkan melalui karakter tokoh, dialog, dan peristiwa dalam cerita. Misalnya, kesetiaan Sita, keteguhan Rama dalam dharma, kebijaksanaan Kresna, dan pengorbanan Pandawa, semuanya menjadi cerminan nilai-nilai yang patut diteladani untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan bermartabat.

Rangkuman: Itihasa, khususnya Ramayana dan Mahabharata, adalah epos Hindu yang kaya akan ajaran moral dan etika. Ramayana mengajarkan tentang kesetiaan dan pengorbanan melalui kisah Rama dan Sita, sementara Mahabharata menyoroti konflik antara dharma dan adharma melalui perang Pandawa-Kurawa. Keduanya berfungsi sebagai sumber inspirasi untuk meneladani nilai-nilai luhur seperti kebenaran, keadilan, kejujuran, dan pengendalian diri, yang sangat relevan untuk membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi tokoh, alur, dan nilai moral dalam penggalan cerita Itihasa.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, pensil warna/spidol, buku teks/sumber cerita Itihasa.

  1. Baca dengan saksama penggalan cerita Ramayana atau Mahabharata yang diberikan.
  2. Identifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dan perannya masing-masing.
  3. Jelaskan alur cerita singkat dari penggalan tersebut.
  4. Temukan setidaknya dua nilai moral atau etika yang terkandung dalam cerita.
  5. Berikan contoh nyata penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

8 Glosarium

ItihasaKarya sastra Hindu yang berisi cerita-cerita sejarah atau epos.
RamayanaEpos Hindu yang mengisahkan kehidupan Sri Rama.
MahabharataEpos Hindu yang menceritakan konflik Pandawa dan Kurawa.
DharmaKebenaran, kebajikan, kewajiban moral dan etika.
SmrtiBagian dari Weda yang disusun berdasarkan ingatan dan pengalaman rsi.
SradhaKeimanan atau keyakinan dalam ajaran Hindu.
SusilaPerilaku baik atau etika moral.

9 Materi Pendidikan Agama Hindu Terkait

Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa ) →
Atman dan KarmaphalaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Atman dan Karmaphala →
Penerapan Ajaran Tei HitakaranaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari Penerapan Ajaran Tei Hitakarana →
UPAKARA ( sarana upacara yajna )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari UPAKARA ( sarana upacara yajna ) →
UPAVEDAPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMP
Pelajari UPAVEDA →
Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa,Pendidikan Agama Hindu Kelas VIII SMP
Pelajari Aṣṭa Aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa, →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.