Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Hindu Kelas VII
Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal tokoh-tokoh utama dalam cerita Ramayana dan Mahabharata dari berbagai media. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sradha dan Susila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami nilai-nilai keagamaan dan moral dari ajaran Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud peningkatan sradha dan susila. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Cerita Ramayana dan Mahabharata adalah dua epos besar dalam sastra Hindu yang berisi kisah-kisah heroik dan ajaran moral. |
| Konseptual | Itihasa merupakan bagian dari Weda Smrti yang berfungsi sebagai media penyampaian ajaran dharma (kebenaran) melalui cerita-cerita sejarah atau kepahlawanan. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis alur cerita, mengidentifikasi tokoh dan karakternya, serta menemukan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Itihasa. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana memahami kisah-kisah kuno dapat membantu mereka mengembangkan karakter dan mengambil keputusan bijak dalam kehidupan modern. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mempelajari Itihasa untuk memahami dan menginternalisasi ajaran dharma sebagai wujud cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keyakinan spiritual. |
| 2. Cinta Ilmu | Menggali dan menganalisis secara mendalam kisah-kisah Itihasa untuk memperkaya pengetahuan tentang nilai-nilai luhur dan kebijaksanaan kuno. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan nilai-nilai kepedulian dan keharmonisan yang diajarkan Itihasa untuk menjaga lingkungan sosial dan alam sekitar tetap lestari. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Meneladani karakter mulia seperti kesetiaan, kejujuran, dan keberanian dari tokoh-tokoh Itihasa untuk mengembangkan diri dan berinteraksi positif dengan sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghargai warisan budaya bangsa berupa Itihasa sebagai bagian dari identitas nasional dan sumber kearifan lokal yang patut dilestarikan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dan alur cerita Ramayana dan Mahabharata dengan benar.
- Menjelaskan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam kisah Ramayana dan Mahabharata.
- Menganalisis relevansi nilai-nilai Itihasa dalam konteks kehidupan sehari-hari.
- Menceritakan kembali salah satu penggalan kisah Ramayana atau Mahabharata dengan bahasa sendiri.
- Membuat karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang menggambarkan nilai-nilai luhur dari Itihasa.
Pemahaman bermakna: Memahami Itihasa bukan hanya tentang mengetahui cerita lama, tetapi juga menemukan relevansi nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya untuk membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kisah-kisah kepahlawanan seperti Ramayana dan Mahabharata masih relevan dan penting untuk dipelajari di era modern ini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis unsur intrinsik cerita, menulis ringkasan, dan menceritakan kembali kisah Itihasa. Seni Budaya: Membuat karya seni visual (poster/komik) atau drama singkat yang terinspirasi dari Itihasa. Pendidikan Pancasila: Mengaitkan nilai-nilai moral Itihasa dengan nilai-nilai luhur Pancasila seperti keadilan dan persatuan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendiskusikan cerita rakyat atau kisah kepahlawanan dari daerah asal, mengaitkannya dengan nilai-nilai Itihasa yang dipelajari di sekolah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata nyaman untuk diskusi kelompok, tersedia sudut baca dengan buku-buku cerita Itihasa, dan akses ke perpustakaan sekolah atau digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Ramayana/Mahabharata, aplikasi pembuat komik digital, atau platform presentasi untuk memvisualisasikan cerita dan nilai-nilai. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dan alur cerita Ramayana dan Mahabharata dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengetahuan awal peserta didik tentang tokoh-tokoh pewayangan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tokoh dan alur cerita Itihasa, serta menanyakan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah mendengar kisah Rama dan Shinta atau Pandawa dan Kurawa?'. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber-sumber (buku, video pendek) tentang sinopsis Ramayana dan Mahabharata, mengidentifikasi tokoh-tokoh penting, dan mencatat alur cerita secara garis besar. Mereka mendiskusikan perbedaan dan persamaan kedua epos tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana yang berisi tokoh-tokoh utama, peran mereka, dan ringkasan alur cerita dari salah satu epos (Ramayana atau Mahabharata) yang mereka pilih. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran/infografis mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik, meluruskan miskonsepsi, dan menguatkan pemahaman tentang garis besar cerita dan tokoh Itihasa. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan tokoh dan alur cerita Itihasa. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca lebih lanjut di rumah, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam kisah Ramayana dan Mahabharata serta menganalisis relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menemukan nilai-nilai luhur dalam Itihasa dan mengaitkannya dengan kehidupan. Guru mengajukan pertanyaan: 'Menurut kalian, nilai kebaikan apa saja yang bisa kita pelajari dari tokoh-tokoh Itihasa?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan studi kasus penggalan cerita dari Ramayana atau Mahabharata yang mengandung dilema moral (misalnya, kesetiaan Shinta, dharma Yudhistira, keberanian Arjuna). Mereka menganalisis tindakan tokoh dan nilai-nilai yang mendasarinya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mendiskusikan nilai-nilai moral dan etika yang ditemukan dalam penggalan cerita tersebut, kemudian mengidentifikasi contoh penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau keluarga. Mereka menuangkan hasil diskusi dalam bentuk presentasi singkat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan analisis mereka tentang nilai-nilai dan relevansinya. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan penguatan tentang nilai-nilai dharma, satya, ahimsa, dan lainnya, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang aplikasi nilai-nilai tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum nilai-nilai penting dari Itihasa dan relevansinya. Guru memberikan motivasi untuk terus menerapkan nilai-nilai luhur, mengapresiasi kerja keras siswa, dan menutup dengan doa serta salam yang membangkitkan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi tokoh, alur, dan nilai moral dalam penggalan cerita Itihasa.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, pensil warna/spidol, buku teks/sumber cerita Itihasa.
Langkah kerja:
- Baca dengan saksama penggalan cerita Ramayana atau Mahabharata yang diberikan.
- Identifikasi tokoh-tokoh yang terlibat dan perannya masing-masing.
- Jelaskan alur cerita singkat dari penggalan tersebut.
- Temukan setidaknya dua nilai moral atau etika yang terkandung dalam cerita.
- Berikan contoh nyata penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa nama tokoh pahlawan utama dalam kisah Ramayana?
- Sebutkan salah satu tokoh antagonis dalam cerita Mahabharata!
- Menurutmu, apa itu Itihasa?
- Pernahkah kamu mendengar tentang nilai kebaikan dari kisah-kisah Hindu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan kejelasan peta pikiran/infografis, serta presentasi hasil analisis nilai.
Sumatif (akhir): Penilaian karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang mencerminkan pemahaman cerita dan nilai-nilai Itihasa, serta esai reflektif.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi tokoh-tokoh utama dan alur cerita Ramayana dan Mahabharata dengan benar. | Pengenalan tokoh dan alur Itihasa. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam kisah Ramayana dan Mahabharata. | Analisis nilai-nilai moral dalam Itihasa. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Menganalisis relevansi nilai-nilai Itihasa dalam konteks kehidupan sehari-hari. | Relevansi nilai Itihasa dalam kehidupan. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 4 | Membuat karya kreatif (komik/poster/drama singkat) yang menggambarkan nilai-nilai luhur dari Itihasa. | Proyek kreatif Itihasa. | 2 JP | kreativitas |
Itihasa adalah bagian penting dari sastra Hindu yang menyajikan kisah-kisah heroik dan ajaran moral dalam bentuk cerita sejarah atau epos. Dua Itihasa yang paling terkenal adalah Ramayana dan Mahabharata. Kisah-kisah ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebajikan. Melalui pembelajaran Itihasa, kita diajak untuk merenungkan makna kehidupan dan menemukan panduan dalam bertindak.
1. Pengertian dan Kedudukan Itihasa
Itihasa secara harfiah berarti 'demikianlah kejadiannya' atau 'sesungguhnya telah terjadi'. Dalam tradisi Hindu, Itihasa termasuk dalam Weda Smrti, yaitu bagian Weda yang disusun berdasarkan ingatan dan pengalaman para rsi (orang suci). Itihasa berfungsi sebagai media penyampaian ajaran dharma (kebenaran) dan etika melalui cerita-cerita yang mudah dipahami. Tujuannya adalah untuk memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai kebaikan dan keburukan berdampak pada kehidupan, sehingga umat manusia dapat meneladani kebaikan dan menjauhi keburukan.
2. Kisah Ramayana: Epos Cinta dan Pengorbanan
Ramayana adalah epos kuno yang mengisahkan perjalanan hidup Sri Rama, seorang pangeran dari Ayodhya, inkarnasi Dewa Wisnu. Cerita utamanya berpusat pada penculikan Dewi Sita oleh Rahwana, raja raksasa dari Alengka, dan upaya Rama bersama adiknya Laksmana serta bala bantuan pasukan kera pimpinan Hanoman untuk menyelamatkan Sita. Ramayana mengajarkan nilai-nilai kesetiaan, pengorbanan, kepemimpinan yang adil, keberanian, dan pentingnya berpegang pada dharma. Tokoh-tokoh seperti Rama, Sita, Laksmana, dan Hanoman menjadi teladan kebajikan.
3. Kisah Mahabharata: Epos Perang dan Dharma
Mahabharata adalah epos yang jauh lebih panjang, menceritakan konflik antara dua keluarga sepupu, Pandawa dan Kurawa, dalam perebutan takhta Hastinapura. Puncak dari kisah ini adalah Perang Bharatayuddha di Kurukshetra. Mahabharata kaya akan ajaran filsafat, etika, dan politik, terutama yang terkandung dalam Bhagavadgita, dialog antara Sri Kresna dan Arjuna. Epos ini menyoroti nilai-nilai keadilan, kebenaran, kesabaran, kebijaksanaan, dan konsekuensi dari keserakahan serta keangkuhan. Tokoh-tokoh seperti Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, dan Kresna memiliki peran sentral.
4. Nilai-nilai Luhur dalam Itihasa
Ramayana dan Mahabharata mengandung banyak nilai luhur yang relevan hingga saat ini. Beberapa di antaranya adalah dharma (kebenaran dan kewajiban), satya (kejujuran), ahimsa (tanpa kekerasan), tapas (pengendalian diri), brata (kesetiaan), dan karma (hukum sebab akibat). Nilai-nilai ini diajarkan melalui karakter tokoh, dialog, dan peristiwa dalam cerita. Misalnya, kesetiaan Sita, keteguhan Rama dalam dharma, kebijaksanaan Kresna, dan pengorbanan Pandawa, semuanya menjadi cerminan nilai-nilai yang patut diteladani untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan bermartabat.
Rangkuman: Itihasa, khususnya Ramayana dan Mahabharata, adalah epos Hindu yang kaya akan ajaran moral dan etika. Ramayana mengajarkan tentang kesetiaan dan pengorbanan melalui kisah Rama dan Sita, sementara Mahabharata menyoroti konflik antara dharma dan adharma melalui perang Pandawa-Kurawa. Keduanya berfungsi sebagai sumber inspirasi untuk meneladani nilai-nilai luhur seperti kebenaran, keadilan, kejujuran, dan pengendalian diri, yang sangat relevan untuk membentuk karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Itihasa | Karya sastra Hindu yang berisi cerita-cerita sejarah atau epos. |
| Ramayana | Epos Hindu yang mengisahkan kehidupan Sri Rama. |
| Mahabharata | Epos Hindu yang menceritakan konflik Pandawa dan Kurawa. |
| Dharma | Kebenaran, kebajikan, kewajiban moral dan etika. |
| Smrti | Bagian dari Weda yang disusun berdasarkan ingatan dan pengalaman rsi. |
| Sradha | Keimanan atau keyakinan dalam ajaran Hindu. |
| Susila | Perilaku baik atau etika moral. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)" mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Hindu Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Sradha dan BhaktiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPanca YadnyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAtman dan KarmaphalaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSusila dalam KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Modul Pendidikan Agama Hindu lain yang sudah tersedia
Asta Aiswarya ( Anima,Laghima,Mahima,Prapti,Prakamya, Isitwa, Wasitwa, Wasayitwa )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPPenerapan Ajaran Tei HitakaranaPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPUPAKARA ( sarana upacara yajna )Pendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPUPAVEDAPendidikan Agama Hindu Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) pada Pendidikan Agama Hindu SMP, Fase D, elemen Sradha dan Susila.
Modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) untuk Pendidikan Agama Hindu kelas VII.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini gratis?
Ya. Modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Hindu kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Hindu kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Hindu kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Hindu kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini mengikuti Keputusan Kepala BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) untuk Pendidikan Agama Hindu kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Hindu kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Hindu kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Hindu ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.