tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPSeni Budaya › Seni Tari
SMP · Kelas VIII · Fase D

Modul Ajar Seni Budaya Kelas VIII
Seni Tari

Modul ajar Seni Budaya SMP kelas VIII materi Seni Tari lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Seni Budaya kelas VIII materi Seni Tari
Ringkasan: Seni tari adalah ekspresi melalui gerak ritmis yang indah. Ada tari tradisional dan kreasi baru, masing-masing dengan ciri khasnya. Unsur-unsur tari meliputi gerak, irama, ruang, waktu, dan tenaga yang saling berkesinambungan. Memahami unsur-unsur ini membantu kita mengapresiasi dan menciptakan karya tari. Proses merancang tari melibatkan penentuan tema, eksplorasi gerak, penyusunan, penyesuaian irama, latihan, dan evaluasi untuk menghasilkan karya yang kreatif dan ekspresif.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Kreativitas, Kolaborasi, KomunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISSeni Budaya · Seni Tari · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang gerak dan irama dalam kehidupan sehari-hari serta pernah melihat pertunjukan tari.

Pemahaman bermakna: Melalui pembelajaran seni tari, peserta didik akan memahami bahwa gerak adalah bahasa universal yang dapat menyampaikan pesan dan emosi, serta mampu mengapresiasi kekayaan budaya tari di Indonesia.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana sebuah gerakan tari sederhana dapat menceritakan sebuah kisah atau menyampaikan perasaan yang mendalam?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi berbagai jenis tari tradisional dan kreasi baru di Indonesia dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan potongan video tari daerah atau tari modern dan menanyakan 'Apa yang kalian rasakan saat melihat tarian ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis tari dan manfaatnya, serta menjelaskan bahwa kegiatan akan dimulai dengan eksplorasi video tari.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi berbagai video tari tradisional dan tari kreasi baru dari berbagai daerah di Indonesia melalui platform digital, mencatat ciri khas, asal daerah, dan makna dari setiap tarian yang mereka temukan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran atau poster digital yang mengelompokkan jenis-jenis tari yang mereka temukan berdasarkan ciri khas dan asal daerah, kemudian menyiapkan presentasi singkat mengenai hasil penemuan mereka.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang kekayaan jenis tari di Indonesia, serta mengaitkan bagaimana tarian mencerminkan identitas budaya.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis tari yang telah dipelajari, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan memberikan tugas untuk mencari satu contoh tari daerah dari lingkungan sekitar, lalu ditutup dengan doa dan harapan agar semangat belajar terus tumbuh.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menganalisis unsur-unsur dasar seni tari (gerak, irama, ruang, waktu, tenaga) dalam sebuah pertunjukan tari.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis tari. Guru menampilkan sebuah video tari yang lebih kompleks dan mengajukan pertanyaan 'Selain jenis tari, apa saja yang membangun sebuah tarian ini?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis unsur-unsur tari dan menjelaskan bahwa mereka akan bekerja dalam kelompok untuk memecahkan 'misteri' di balik sebuah tarian.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus analisis video tari, di mana mereka harus mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur tari (gerak, irama, ruang, waktu, tenaga) yang terlihat dalam video tersebut, serta mencari referensi tambahan dari buku atau internet.

Mengaplikasi: Setiap kelompok berdiskusi intensif untuk mengisi LKPD, menganalisis secara detail setiap unsur tari yang mereka amati, dan menyusun argumen pendukung untuk setiap identifikasi yang mereka buat. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan pancingan.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, kelompok lain memberikan sanggahan atau pertanyaan kritis, guru memfasilitasi diskusi, meluruskan miskonsepsi, dan memberikan penguatan konsep tentang pentingnya setiap unsur dalam membentuk keutuhan sebuah karya tari.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum kembali unsur-unsur seni tari yang telah dianalisis, guru memberikan apresiasi tinggi atas kemampuan analisis peserta didik, memberikan motivasi untuk terus peka terhadap seni, dan menutup dengan doa serta pesan untuk mempersiapkan ide tari sederhana untuk pertemuan berikutnya.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Merancang gerak tari sederhana berdasarkan tema tertentu secara kreatif dan kolaboratif dan Mempresentasikan hasil rancangan gerak tari sederhana di depan kelas dengan percaya diri.

Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan kembali tentang unsur-unsur tari yang telah dipelajari. Guru memutar musik instrumental dan meminta peserta didik untuk bergerak bebas mengekspresikan diri selama satu menit. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merancang dan mempresentasikan gerak tari sederhana, menekankan bahwa hari ini adalah kesempatan mereka untuk berkarya nyata dan menunjukkan kreativitas.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok kecil memilih tema sederhana (misalnya: persahabatan, lingkungan, semangat belajar) dan berdiskusi mengenai ide-ide gerak yang cocok untuk tema tersebut, mengacu pada unsur-unsur tari yang sudah dipelajari.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merancang urutan gerak tari sederhana, mencoba berbagai variasi gerak, eksplorasi ruang, dan penyesuaian dengan irama musik yang dipilih. Mereka berlatih secara berulang-ulang, saling memberikan masukan, dan memperbaiki gerakan hingga menjadi sebuah rangkaian tari yang utuh. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasil rancangan gerak tari sederhana mereka di depan kelas.

Merefleksi: Setelah setiap kelompok tampil, peserta didik dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai kreativitas gerak, kekompakan, dan kesesuaian dengan tema. Guru mengapresiasi setiap usaha dan keberanian, serta menyoroti poin-poin penting dalam pengembangan karya tari.

Penutup: Peserta didik bersama guru melakukan refleksi akhir tentang proses menciptakan tari dan nilai-nilai yang didapat, guru memberikan pujian dan tepuk tangan meriah untuk semua kelompok, menyemangati mereka untuk terus berkarya, dan menutup dengan doa serta senyum kebanggaan atas pencapaian hari ini.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kerja sama, dan kemampuan analisis selama mengerjakan LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian performa presentasi gerak tari sederhana (proyek) berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi berbagai jenis tari tradisional dan kreasi baru di IndonesiaJenis-jenis tari (tradisional, kreasi baru)2 JPKreativitas
Menganalisis unsur-unsur dasar seni tariUnsur tari (gerak, irama, ruang, waktu, tenaga)2 JPPenalaran Kritis
Merancang dan mempresentasikan gerak tari sederhanaPerancangan gerak tari, presentasi2 JPKreativitas, Kolaborasi, Komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Seni tari adalah salah satu cabang seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media utama untuk menyampaikan ekspresi, pesan, dan cerita. Indonesia kaya akan berbagai jenis tari yang mencerminkan keanekaragaman budaya. Mempelajari seni tari tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya.

Pengertian dan Fungsi Seni Tari

Seni tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah dan bermakna. Gerak ini diatur sedemikian rupa sehingga membentuk pola dan struktur yang dapat dinikmati. Fungsi seni tari sangat beragam, mulai dari upacara adat, hiburan, pertunjukan, hingga sebagai media pendidikan. Misalnya, Tari Kecak di Bali berfungsi sebagai tarian ritual, sementara tari kreasi baru seringkali berfungsi sebagai hiburan dan ekspresi pribadi seniman.

Jenis-jenis Seni Tari

Seni tari dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Tari tradisional adalah tari yang berkembang di suatu daerah dan diwariskan secara turun-temurun, memiliki aturan baku dan makna filosofis yang kuat, contohnya Tari Saman dari Aceh atau Tari Merak dari Jawa Barat. Tari kreasi baru adalah tari yang dikembangkan dari tari tradisional atau diciptakan baru, tidak terikat pada aturan baku, dan lebih bebas dalam berekspresi, contohnya tari kontemporer atau tari modern. Ada juga tari klasik yang berkembang di lingkungan keraton dan tari rakyat yang hidup di masyarakat umum.

Unsur-unsur Dasar Seni Tari

Sebuah tarian tidak bisa lepas dari unsur-unsur pembentuknya. Gerak adalah elemen utama tari, bisa gerak murni (tidak bermakna) atau gerak maknawi (memiliki arti). Irama adalah musik pengiring yang memberi jiwa pada gerak, bisa berupa alat musik atau tepukan. Ruang adalah tempat penari bergerak, bisa ruang pribadi atau ruang umum. Waktu adalah durasi dan tempo gerak tari. Tenaga adalah kekuatan yang dikeluarkan penari untuk melakukan gerak, menentukan dinamika tari. Keseluruhan unsur ini saling berkaitan membentuk keutuhan sebuah pertunjukan.

Gerak dalam Tari

Gerak merupakan inti dari tari. Gerak dapat dibagi menjadi gerak murni dan gerak maknawi. Gerak murni adalah gerak yang tidak memiliki arti spesifik, hanya mengutamakan keindahan estetika, seperti melambaikan tangan tanpa tujuan tertentu. Sementara gerak maknawi adalah gerak yang memiliki arti atau pesan tertentu, seperti gerak sembah yang berarti penghormatan. Setiap gerakan memiliki nilai estetis dan ekspresif yang berbeda, tergantung pada konteks dan tujuan tarian.

Irama dan Musik Pengiring Tari

Irama atau musik pengiring adalah jiwa dari sebuah tarian. Musik dapat menentukan suasana, tempo, dan dinamika gerak. Irama dapat berasal dari alat musik tradisional seperti gamelan, kendang, atau rebana, maupun alat musik modern. Bahkan, tepukan tangan, hentakan kaki, atau nyanyian juga dapat menjadi irama pengiring. Keselarasan antara gerak dan irama sangat penting untuk menciptakan tarian yang harmonis dan ekspresif.

Ruang, Waktu, dan Tenaga dalam Tari

Ruang dalam tari meliputi ruang yang digunakan penari untuk bergerak (misalnya maju, mundur, melingkar) dan juga arah hadap penari. Waktu berkaitan dengan tempo (cepat-lambat) dan durasi (panjang-pendek) sebuah gerakan atau keseluruhan tarian. Tenaga adalah kekuatan yang dikeluarkan penari, yang memengaruhi dinamika gerak (kuat-lemah, lembut-keras). Ketiga unsur ini saling berinteraksi untuk menciptakan variasi dan intensitas dalam tarian.

Proses Merancang Gerak Tari Sederhana

Merancang gerak tari sederhana melibatkan beberapa tahapan. Pertama, menentukan tema atau ide dasar. Kedua, eksplorasi gerak melalui improvisasi berdasarkan tema. Ketiga, menyusun gerak-gerak tersebut menjadi sebuah rangkaian yang berurutan dan logis. Keempat, menyesuaikan gerak dengan irama atau musik pengiring. Kelima, berlatih secara berulang-ulang untuk mencapai kekompakan dan penghayatan. Keenam, melakukan evaluasi dan perbaikan agar tarian menjadi lebih baik. Kreativitas dan kolaborasi sangat penting dalam proses ini.

Rangkuman: Seni tari adalah ekspresi melalui gerak ritmis yang indah. Ada tari tradisional dan kreasi baru, masing-masing dengan ciri khasnya. Unsur-unsur tari meliputi gerak, irama, ruang, waktu, dan tenaga yang saling berkesinambungan. Memahami unsur-unsur ini membantu kita mengapresiasi dan menciptakan karya tari. Proses merancang tari melibatkan penentuan tema, eksplorasi gerak, penyusunan, penyesuaian irama, latihan, dan evaluasi untuk menghasilkan karya yang kreatif dan ekspresif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis unsur-unsur tari dalam sebuah pertunjukan video.

Alat & bahan: Video pertunjukan tari, laptop/ponsel, proyektor, alat tulis, LKPD cetak.

  1. Saksikan video pertunjukan tari yang diputar oleh guru dengan seksama.
  2. Identifikasi setiap unsur tari (gerak, irama, ruang, waktu, tenaga) yang terlihat dalam tarian tersebut.
  3. Diskusikan dengan kelompok Anda bagaimana setiap unsur tersebut diwujudkan dalam tarian.
  4. Catat hasil analisis Anda pada tabel yang disediakan.
  5. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan temuan kelompok Anda.

8 Glosarium

Tari TradisionalTari yang diwariskan turun-temurun, terikat adat, dan memiliki makna filosofis.
Tari Kreasi BaruTari yang dikembangkan dari tradisi atau diciptakan baru, lebih bebas berekspresi.
Gerak MurniGerak tari yang tidak memiliki makna tertentu, hanya mengutamakan keindahan estetika.
Gerak MaknawiGerak tari yang memiliki arti atau pesan tertentu.
IramaMusik atau bunyi pengiring yang memberikan suasana dan tempo pada tari.
Dinamika TariPerubahan kekuatan atau intensitas gerak dalam sebuah tarian.

9 Materi Seni Budaya Terkait

Alat Musik TradisionalSeni Budaya Kelas VIII SMP
Pelajari Alat Musik Tradisional →
Gambar Model dan IlustrasiSeni Budaya Kelas VIII SMP
Pelajari Gambar Model dan Ilustrasi →
Gerak Tari (Ruang, Waktu, Tenaga)Seni Budaya Kelas VII SMP
Pelajari Gerak Tari (Ruang, Waktu, Tenaga) →
Seni Lukis, Patung, dan GrafisSeni Budaya Kelas IX SMP
Pelajari Seni Lukis, Patung, dan Grafis →
Seni MusikSeni Budaya Kelas VII SMP
Pelajari Seni Musik →
Seni RupaSeni Budaya Kelas VII SMP
Pelajari Seni Rupa →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Seni Budaya Seni Tari ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.