Modul ajar Seni Budaya SMP kelas IX materi Seni Lukis, Patung, dan Grafis lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai jenis karya seni rupa dua dan tiga dimensi serta mampu mengidentifikasi unsur-unsur dasarnya.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep, teknik, dan fungsi seni lukis, patung, dan grafis tidak hanya mengembangkan apresiasi estetika tetapi juga melatih kemampuan berpikir kreatif dan ekspresi diri melalui karya.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana sebuah goresan kuas, pahatan, atau cetakan dapat menceritakan kisah, mengekspresikan perasaan, atau bahkan mengubah cara pandang kita terhadap dunia?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai jenis dan gaya seni lukis, patung, serta grafis berdasarkan teknik dan medianya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menunjukkan beberapa gambar karya seni lukis, patung, dan grafis dari berbagai periode. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik yang akan membimbing eksplorasi materi.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati berbagai contoh karya seni lukis, patung, dan grafis (baik melalui gambar/video maupun contoh fisik), lalu mengidentifikasi ciri-ciri, teknik, dan media yang digunakan pada setiap karya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar temuan mereka tentang jenis-jenis seni lukis, patung, dan grafis, serta mengelompokkannya berdasarkan kesamaan karakteristik.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, diikuti diskusi kelas untuk mengklarifikasi dan memperkaya pemahaman tentang keragaman seni rupa tiga dimensi ini.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pertemuan ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan pengantar untuk materi pertemuan berikutnya dengan semangat berkarya.
Tujuan: Menganalisis konsep, unsur, dan prinsip seni rupa yang diterapkan dalam karya seni lukis, patung, dan grafis.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru menampilkan video singkat proses pembuatan sebuah karya seni dan meminta peserta didik untuk memperhatikan unsur-unsur di dalamnya. Tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik disampaikan untuk memantik rasa ingin tahu.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan menganalisis gambar-gambar karya seni lukis, patung, dan grafis yang disediakan, fokus pada identifikasi unsur (garis, bentuk, warna) dan prinsip (keseimbangan, irama) yang digunakan.
Mengaplikasi: Peserta didik mengisi lembar kerja analisis yang memandu mereka untuk menjelaskan bagaimana unsur dan prinsip seni rupa tersebut berkontribusi pada makna atau estetika karya.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membagikan hasil analisis mereka, dan guru memberikan umpan balik serta penguatan konsep tentang pentingnya unsur dan prinsip dalam penciptaan karya seni.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya unsur dan prinsip seni, memberikan pujian atas usaha analisis peserta didik, dan memberikan gambaran tentang langkah selanjutnya dalam membuat karya.
Tujuan: Merancang ide dan konsep sederhana untuk membuat karya seni lukis, patung, atau grafis.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas pentingnya ide dalam berkarya seni. Guru memberikan sebuah 'tantangan' untuk menciptakan karya yang menyampaikan pesan tertentu. Tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik disampaikan agar peserta didik siap berkreasi.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok berdiskusi tentang berbagai sumber ide (pengalaman pribadi, isu sosial, alam) dan bagaimana mengembangkan ide menjadi konsep yang jelas untuk karya seni.
Mengaplikasi: Setiap kelompok memilih satu jenis seni (lukis/patung/grafis) dan merancang ide serta konsep karya mereka, termasuk tema, pesan, dan sketsa awal.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan sketsa dan konsep mereka, menerima masukan dari teman dan guru untuk menyempurnakan rancangan. Guru menekankan pentingnya riset dan eksplorasi ide.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa ide adalah fondasi karya, memberikan apresiasi atas kreativitas mereka, dan mengingatkan untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk praktik di pertemuan berikutnya.
Tujuan: Menerapkan teknik dasar dalam pembuatan karya seni lukis dengan media pilihan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas kembali konsep yang telah dirancang. Guru menjelaskan tahapan praktik melukis dan demonstrasi singkat teknik dasar. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan jelas untuk memotivasi peserta didik.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang teknik dasar melukis (misalnya teknik basah, kering, gradasi warna) dan memahami cara penggunaan media lukis.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai mengerjakan karya seni lukis mereka berdasarkan konsep yang telah dirancang, dengan bimbingan guru dalam menerapkan teknik dasar dan eksplorasi media.
Merefleksi: Peserta didik saling memberikan masukan konstruktif terhadap proses pengerjaan karya teman, dan guru memberikan umpan balik individual untuk membantu mengatasi kesulitan.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan bahwa praktik langsung adalah kunci, memberikan semangat untuk melanjutkan karya, dan mengingatkan untuk menjaga kebersihan alat dan ruang kerja. Suasana kelas dibuat rileks dan positif.
Tujuan: Menerapkan teknik dasar dalam pembuatan karya seni patung dengan bahan sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas pekerjaan melukis yang telah dimulai. Guru memperkenalkan teknik dasar pembuatan patung dengan bahan sederhana seperti plastisin atau tanah liat. Tujuan pembelajaran disampaikan untuk memandu praktik.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang teknik memahat, membentuk, atau menempel dalam pembuatan patung sederhana, serta memahami karakteristik bahan yang digunakan.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai mengerjakan karya seni patung mereka sesuai konsep yang telah dirancang, dengan fokus pada eksplorasi bentuk dan tekstur menggunakan bahan sederhana.
Merefleksi: Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok saling mengobservasi dan memberikan saran perbaikan pada karya patung yang sedang dibuat, dengan bimbingan guru.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan tantangan dan kesenangan dalam membuat patung, memberikan dorongan untuk terus bereksperimen, dan mengingatkan untuk merapikan alat dan bahan.
Tujuan: Menerapkan teknik dasar dalam pembuatan karya seni grafis dengan teknik cetak sederhana (misalnya cetak saring/cukil).
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas kemajuan karya patung dan lukis. Guru memperkenalkan seni grafis dengan demonstrasi teknik cetak sederhana (misalnya cukil linoleum atau cetak saring sederhana). Tujuan pembelajaran disampaikan dengan antusias.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru tentang langkah-langkah pembuatan karya grafis dengan teknik cetak sederhana, memahami prinsip-prinsip cetak dan penggunaan alat.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai membuat karya seni grafis mereka, mulai dari mendesain klise (jika cukil) atau menyiapkan screen (jika cetak saring), hingga proses pencetakan.
Merefleksi: Peserta didik saling bertukar pengalaman dan tantangan selama proses cetak, serta memberikan umpan balik tentang hasil cetakan pertama. Guru memberikan arahan untuk perbaikan.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan bahwa seni grafis menawarkan keunikan tersendiri, memberikan apresiasi atas keberanian mencoba hal baru, dan mengingatkan untuk menyelesaikan karya-karya yang belum tuntas.
Tujuan: Mengevaluasi dan mengapresiasi karya seni lukis, patung, dan grafis dari segi estetika dan makna.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan mengulas kembali semua karya yang telah dibuat. Guru menjelaskan pentingnya apresiasi dan evaluasi karya seni. Tujuan pembelajaran disampaikan untuk memfokuskan kegiatan.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis dan mendiskusikan kriteria penilaian karya seni (estetika, makna, teknik, orisinalitas) berdasarkan contoh-contoh karya yang telah ada.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik saling bertukar karya dengan teman sebangku atau kelompok lain, kemudian menuliskan apresiasi dan evaluasi singkat terhadap karya teman mereka berdasarkan kriteria yang disepakati.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan hasil apresiasi dan evaluasi mereka. Guru memimpin diskusi tentang bagaimana memberikan umpan balik yang konstruktif dan menghargai keberagaman ekspresi.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan bahwa apresiasi adalah bentuk penghargaan, memberikan pujian atas kemampuan mereka mengevaluasi, dan mempersiapkan diri untuk presentasi final.
Tujuan: Mempresentasikan hasil karya seni lukis, patung, atau grafis secara lisan dan tulisan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, dan memberikan motivasi untuk presentasi final. Guru menjelaskan prosedur presentasi dan penilaian. Tujuan pembelajaran disampaikan sebagai puncak dari rangkaian kegiatan.
Memahami: Peserta didik mempersiapkan presentasi karya mereka, termasuk menjelaskan konsep, proses, teknik, dan makna di balik karyanya.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik mempresentasikan satu karya terbaiknya (lukis/patung/grafis) di depan kelas, menjelaskan ide dan proses pembuatannya, serta menjawab pertanyaan dari teman dan guru.
Merefleksi: Setelah presentasi, peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan konstruktif. Guru memberikan penguatan dan penilaian menyeluruh terhadap karya dan presentasi.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh karya dan proses belajar, serta menumbuhkan rasa bangga atas pencapaian mereka. Doa penutup disampaikan dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Proses (formatif): Observasi guru selama proses diskusi kelompok, praktik pembuatan karya, dan pemberian umpan balik pada setiap tahapan proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian portofolio karya (lukis, patung, grafis) dan presentasi lisan peserta didik disertai rubrik penilaian.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai jenis dan gaya seni lukis, patung, serta grafis | Konsep, jenis, dan gaya seni lukis, patung, grafis | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis konsep, unsur, dan prinsip seni rupa | Unsur dan prinsip seni rupa dalam lukis, patung, grafis | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Merancang ide dan konsep karya seni | Proses pencarian ide dan perancangan konsep karya | 2 JP | Kreativitas |
| Menerapkan teknik dasar pembuatan karya seni lukis, patung, dan grafis | Teknik dasar seni lukis, patung, grafis dan praktik | 6 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Seni rupa adalah jendela untuk memahami keindahan dan ekspresi manusia. Dalam modul ini, kita akan menjelajahi tiga cabang seni rupa yang kaya, yaitu seni lukis, patung, dan grafis. Setiap cabang memiliki keunikan dalam teknik, media, dan cara penyampaian pesan. Mari kita selami dunia kreatif ini dan temukan potensi seniman dalam diri kita.
Seni lukis adalah cabang seni rupa yang mewujudkan pengalaman estetis manusia melalui media dua dimensi seperti kanvas, kertas, atau dinding, menggunakan cat dan kuas. Berbagai gaya lukisan seperti realisme, impresionisme, abstrak, atau surealisme menunjukkan keragaman cara seniman dalam menafsirkan dunia. Contoh lukisan terkenal seperti 'Mona Lisa' karya Leonardo da Vinci atau 'Bunga Matahari' karya Vincent van Gogh menunjukkan bagaimana lukisan bisa menjadi abadi dan mempengaruhi peradaban.
Ada beragam teknik dalam melukis, mulai dari teknik aquarel (cat air transparan), plakat (cat tebal menutup), pointilis (titik-titik), hingga spray (semprot). Media yang digunakan juga bervariasi, seperti cat minyak yang memberikan efek tebal dan waktu kering lama, cat akrilik yang cepat kering dan serbaguna, atau cat air yang memberikan kesan ringan dan transparan. Pemilihan teknik dan media sangat bergantung pada efek yang ingin dicapai seniman.
Seni patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki volume dan dapat dinikmati dari berbagai arah. Patung bisa berupa figuratif (menggambarkan bentuk manusia atau hewan) atau non-figuratif (abstrak). Contoh patung seperti 'David' karya Michelangelo atau patung 'Liberty' di New York adalah ikon yang menunjukkan kekuatan ekspresi dalam ruang. Patung tidak hanya berfungsi sebagai keindahan, tetapi juga sebagai monumen, simbol keagamaan, atau benda pakai.
Bahan untuk patung sangat beragam, mulai dari bahan lunak seperti tanah liat, plastisin, lilin; bahan sedang seperti kayu; hingga bahan keras seperti batu, logam, atau gips. Teknik pembuatannya juga bervariasi, seperti memahat (mengurangi bahan), modeling (menambah/membentuk), casting (mencetak), atau konstruksi (merakit). Setiap bahan dan teknik memiliki tantangan dan karakteristik unik yang mempengaruhi hasil akhir karya.
Seni grafis adalah cabang seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya melibatkan teknik cetak. Kata 'grafis' berasal dari bahasa Yunani 'graphein' yang berarti menulis atau menggambar. Keunikan seni grafis terletak pada kemampuannya untuk menggandakan karya asli menjadi beberapa salinan (edisi) yang identik. Seni grafis sering digunakan untuk ilustrasi buku, poster, atau karya seni murni yang memiliki nilai estetika tinggi.
Seni grafis terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan teknik cetaknya, antara lain cetak tinggi (relief print seperti cukil kayu/linoleum), cetak dalam (intaglio print seperti etsa), cetak saring (screen printing/sablon), dan cetak datar (planography seperti litografi). Masing-masing teknik memiliki proses dan karakteristik visual yang berbeda, menghasilkan efek tekstur dan garis yang unik pada hasil cetakan.
Dalam setiap karya seni lukis, patung, dan grafis, terdapat unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan nilai. Unsur-unsur ini kemudian diorganisir menggunakan prinsip-prinsip seni rupa seperti keseimbangan, irama, kesatuan, penekanan, proporsi, dan harmoni. Pemahaman mendalam tentang unsur dan prinsip ini penting untuk menciptakan karya yang kuat secara visual dan memiliki makna yang mendalam.
Mengapresiasi karya seni berarti memahami, menghargai, dan menikmati keindahan serta makna yang terkandung di dalamnya. Kritik seni adalah kegiatan memberikan penilaian terhadap karya seni, baik secara objektif maupun subjektif, dengan mempertimbangkan aspek estetika, teknik, dan konteks. Keduanya penting untuk mengembangkan kepekaan estetika dan kemampuan berpikir kritis terhadap karya seni.
Rangkuman: Seni lukis, patung, dan grafis adalah tiga cabang seni rupa yang menawarkan beragam ekspresi melalui teknik dan media yang berbeda. Memahami konsep, unsur, dan prinsipnya membantu kita mengapresiasi keindahan dan makna di balik setiap karya. Praktik langsung dalam menciptakan karya melatih kreativitas dan kemampuan teknis, sementara apresiasi dan kritik mengembangkan kepekaan estetika dan kemampuan berpikir kritis.
Tujuan: Membimbing peserta didik dalam menganalisis unsur dan prinsip seni rupa pada karya lukis, patung, dan grafis.
Alat & bahan: LKPD, pensil, penghapus, gambar/foto karya seni lukis, patung, dan grafis.
| Aquarel | Teknik melukis menggunakan cat air dengan sapuan tipis dan transparan. |
| Plakat | Teknik melukis menggunakan cat tebal dan menutup, memberikan kesan solid. |
| Figuratif | Karya seni yang menggambarkan bentuk-bentuk yang dapat dikenali seperti manusia atau hewan. |
| Non-figuratif | Karya seni yang tidak menggambarkan objek nyata, sering disebut abstrak. |
| Cetak Tinggi | Teknik cetak di mana bagian yang menonjol dari permukaan cetak akan menghasilkan gambar (misal: cukil kayu). |
| Cetak Saring | Teknik cetak menggunakan screen atau saringan dengan lubang-lubang yang dapat ditembus tinta (sablon). |
| Komposisi | Penataan unsur-unsur seni rupa dalam suatu karya untuk mencapai kesatuan dan keseimbangan. |
| Estetika | Cabang filsafat yang mempelajari tentang keindahan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.