Modul Ajar SMA

Modul Ajar Bahasa Daerah Kelas X SMA

1 modul ajar Bahasa Daerah kelas X SMA (Fase E) siap unduh — Anggah Unggahing Basa Bali. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Anggah Unggahing Basa Bali, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Anggah Unggahing Basa Bali selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Bahasa Daerah Kelas X SMA
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Anggah Unggahing Basa Bali
Bahasa Daerah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Anggah Unggahing Basa Bali
Bahasa Daerah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Daerah
Fase / KelasE / X
Materi PokokAnggah Unggahing Basa Bali
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Bali sehari-hari dan beberapa ungkapan sederhana.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  3. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainBerbicara dan Mempresentasikan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan menggunakan berbagai ragam bahasa daerah sesuai konteks, tujuan, dan mitra tutur secara santun dan efektif dalam berbagai situasi komunikasi.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAnggah Unggahing Basa Bali adalah sistem tingkatan bahasa Bali yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
KonseptualKonsep inti Anggah Unggahing Basa Bali adalah penggunaan tingkatan bahasa berdasarkan status sosial, usia, dan hubungan antara penutur dan mitra tutur.
ProseduralMempelajari materi ini melibatkan identifikasi konteks, pemilihan tingkatan bahasa yang tepat, dan praktik penggunaan dalam dialog.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berbahasa yang santun dan relevan dengan budaya dalam berinteraksi sosial.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali berdasarkan konteks penggunaannya.
  2. Menganalisis perbedaan penggunaan Anggah Unggahin Basa Bali dalam situasi formal dan informal.
  3. Menyusun dialog sederhana menggunakan Anggah Unggahing Basa Bali yang tepat.
  4. Mempraktikkan percakapan dengan menggunakan Anggah Unggahing Basa Bali secara santun.
Halaman 2 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami Anggah Unggahing Basa Bali membantu peserta didik berkomunikasi secara efektif dan santun sesuai norma budaya Bali, memperkuat identitas lokal, serta menghargai keberagaman budaya.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita tidak bisa berbicara dengan semua orang menggunakan bahasa yang sama, terutama di Bali?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuSosiologi: Memahami struktur masyarakat Bali dan bagaimana status sosial memengaruhi interaksi verbal.
Seni Budaya: Menganalisis peran Anggah Unggahing Basa Bali dalam kesenian tradisional seperti drama atau pidato adat.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Menyadari pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat diajak untuk menjadi narasumber atau mitra praktik percakapan bahasa Bali di luar jam sekolah.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas dihias dengan poster-poster berisi contoh kalimat Anggah Unggahing Basa Bali dan dilengkapi area diskusi kelompok yang nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi kamus bahasa Bali daring, video percakapan berbahasa Bali di YouTube, atau platform kolaborasi daring untuk menyusun naskah dialog.
Halaman 3 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali berdasarkan konteks penggunaannya.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan video pendek percakapan dalam bahasa Bali yang berbeda tingkatan. Peserta didik diajak mengamati dan merumuskan pertanyaan awal tentang perbedaan tersebut. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, yaitu mengidentifikasi jenis anggah unggahing basa Bali.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik secara berkelompok mengamati contoh-contoh teks dialog atau video pendek yang menunjukkan berbagai tingkatan Anggah Unggahing Basa Bali. Mereka berdiskusi untuk menemukan pola dan ciri khas masing-masing tingkatan bahasa, mengaitkannya dengan siapa yang berbicara dan kepada siapa.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menyusun daftar jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali yang mereka temukan beserta ciri-ciri utamanya. Mereka juga mencoba mengklasifikasikan beberapa kalimat acak ke dalam tingkatan bahasa yang sesuai, dengan bimbingan guru.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan pemahaman yang keliru, memastikan semua peserta didik memahami jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali. Guru mengapresiasi semangat diskusi yang aktif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang pentingnya mengenali jenis Anggah Unggahing Basa Bali. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis perbedaan penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam situasi formal dan informal.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan 'Dalam situasi apa saja kita menggunakan tingkatan bahasa yang berbeda?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis perbedaan penggunaan bahasa dalam konteks formal dan informal.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitPeserta didik disajikan beberapa skenario masalah komunikasi dalam bahasa Bali (misalnya, berbicara dengan orang tua, teman sebaya, atau pejabat desa). Secara berkelompok, mereka menganalisis skenario tersebut untuk menentukan tingkatan bahasa yang paling tepat digunakan, mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, status sosial, dan hubungan kekerabatan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok memilih satu skenario dan mengembangkan analisis mendalam tentang mengapa tingkatan bahasa tertentu harus digunakan, serta konsekuensi jika menggunakan tingkatan yang salah. Mereka juga menyusun alternatif kalimat dengan tingkatan bahasa yang berbeda untuk skenario tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitKelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi kritis, meminta peserta didik untuk saling memberikan argumen dan contoh tambahan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya kesesuaian penggunaan bahasa dengan konteks. Guru mengapresiasi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru merangkum poin-poin penting tentang analisis penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam berbagai situasi. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan pemikiran kritis peserta didik, memberikan semangat untuk terus berlatih, dan memberikan informasi mengenai tugas di pertemuan selanjutnya. Kegiatan ditutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam berbagai konteks percakapan.

Alat & bahan: Teks dialog pendek, kartu skenario, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Baca dan pahami setiap teks dialog yang diberikan.
  2. Identifikasi tokoh-tokoh dalam dialog dan hubungan antar mereka.
  3. Tentukan jenis Anggah Unggahing Basa Bali yang digunakan dalam setiap percakapan.
  4. Berikan alasan mengapa tingkatan bahasa tersebut digunakan berdasarkan konteks.
  5. Tuliskan kesimpulan kelompok Anda mengenai pentingnya kesesuaian tingkatan bahasa.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bisakah Anda menyebutkan beberapa kata sapaan dalam bahasa Bali?
  2. Menurut Anda, apakah cara bicara kita ke orang tua sama dengan ke teman?
  3. Pernahkah Anda mendengar orang Bali berbicara dengan tingkatan bahasa yang berbeda?
  4. Apa yang Anda ketahui tentang 'sor-singgih basa'?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan analisis skenario, serta bimbingan saat menyusun dialog.

Sumatif (akhir): Penilaian performa praktik dialog dan ketepatan penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam naskah dialog.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali berdasarkan konteks penggunaannya.Jenis dan konteks Anggah Unggahing Basa Bali.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis perbedaan penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam situasi formal dan informal.Analisis konteks formal dan informal Anggah Unggahing Basa Bali.2 JPpenalaran kritis, komunikasi
3Menyusun dan mempraktikkan dialog sederhana menggunakan Anggah Unggahing Basa Bali yang tepat dan santun.Penyusunan dan praktik dialog Anggah Unggahing Basa Bali.2 JPkomunikasi, kewargaan
Halaman 8 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Anggah Unggahing Basa Bali adalah sistem tingkatan bahasa dalam bahasa Bali yang menunjukkan kesantunan dan penghormatan. Memahami sistem ini sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif dan menghargai nilai-nilai budaya Bali. Modul ini akan membimbing Anda untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mempraktikkan penggunaan Anggah Unggahing Basa Bali dalam berbagai situasi.

1. Pengertian Anggah Unggahing Basa Bali
Anggah Unggahing Basa Bali, atau sering disebut sor singgih basa, adalah aturan penggunaan tingkatan bahasa dalam berkomunikasi di Bali. Sistem ini mengatur pemilihan kata dan struktur kalimat berdasarkan hubungan penutur dengan lawan bicara, status sosial, usia, dan situasi. Tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan rasa hormat, kesantunan, dan etika berbahasa. Pemahaman yang baik terhadap sistem ini menjadi cerminan kepribadian dan penghargaan terhadap budaya Bali.

2. Jenis-jenis Anggah Unggahing Basa Bali
Secara umum, Anggah Unggahing Basa Bali dibagi menjadi beberapa tingkatan utama. Yang paling sering dikenal adalah Basa Alus (tingkat halus), Basa Madia (tingkat menengah), dan Basa Kasar (tingkat kasar). Basa Alus sendiri masih terbagi lagi menjadi Basa Alus Singgih (sangat halus, untuk orang yang sangat dihormati), Basa Alus Mider (halus umum), dan Basa Alus Sor (halus merendah). Setiap tingkatan memiliki kosakata dan pola kalimat yang berbeda, yang harus dipilih sesuai konteks.

3. Konteks Penggunaan dalam Komunikasi
Pemilihan Anggah Unggahing Basa Bali sangat bergantung pada konteks komunikasi. Misalnya, Basa Alus Singgih digunakan ketika berbicara dengan pemuka agama, raja, atau orang yang sangat dihormati. Basa Alus Mider cocok digunakan dalam pertemuan formal atau dengan orang yang baru dikenal. Sementara itu, Basa Madia sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yang lebih santai antar teman sebaya atau keluarga dekat, dan Basa Kasar dihindari kecuali dalam situasi yang sangat informal atau untuk mengekspresikan kemarahan.

4. Contoh Penerapan dalam Dialog
Untuk memahami lebih dalam, mari kita lihat contoh penerapannya. Jika kita ingin menyapa guru, kita akan menggunakan 'Suksma Bapak/Ibu guru' (terima kasih Bapak/Ibu guru) yang termasuk Basa Alus. Namun, jika menyapa teman sebaya, kita cukup mengatakan 'Suksma, bli/mbok' (terima kasih, kakak). Perbedaan ini menunjukkan bagaimana Anggah Unggahing Basa Bali mengatur interaksi sosial, memastikan kesantunan dan penghargaan tetap terjaga dalam setiap percakapan. Latihan praktik dialog akan memperkuat pemahaman ini.

Rangkuman: Anggah Unggahing Basa Bali adalah sistem tingkatan bahasa yang krusial dalam budaya Bali untuk menunjukkan kesantunan dan rasa hormat. Terdiri dari Basa Alus, Basa Madia, dan Basa Kasar, penggunaannya disesuaikan dengan konteks, status sosial, dan hubungan antar penutur. Menguasai sistem ini tidak hanya memperlancar komunikasi tetapi juga melestarikan warisan budaya dan etika berbahasa masyarakat Bali.

Halaman 9 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Anggah UnggahTingkatan atau tata krama
Basa AlusBahasa halus/sopan
Basa MadiaBahasa menengah/biasa
Basa KasarBahasa kasar/tidak sopan
Sor Singgih BasaSistem tingkatan bahasa
Mitra TuturLawan bicara
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Daerah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Anggah Unggahing Basa Bali" mata pelajaran Bahasa Daerah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Anggah Unggahing Basa Bali — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Bahasa Daerah Kelas X SMA — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di SMA berada di Fase E.

Yang disusun di sini perangkat ajar Bahasa Daerah kelas X (kelas 10) SMA — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Bahasa Daerah kelas X (kelas 10) SMA mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Bahasa Daerah kelas X (kelas 10) SMA yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Bahasa Daerah bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XPeta Konsep
Anggah Unggahing Basa BaliPengertian Anggah Unggahing Basa BaliJenis-jenis Anggah Unggahing Basa BaliKonteks Penggunaan dalam KomunikasiContoh Penerapan dalam Dialog
Dari sub-bab Anggah Unggahing Basa BaliLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaBahasa Daerah · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKomunikasiKewargaan
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Bahasa Daerah Kelas X SMA

Apakah modul ajar Bahasa Daerah ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas X (kelas 10) SMA masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Bahasa Daerah?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.