Modul Ajar SMK

Modul Ajar Farmakognosi Kelas XII SMK

1 modul ajar Farmakognosi kelas XII SMK (Fase F) siap unduh — Pemisahan Senyawa Simplisia. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Pemisahan Senyawa Simplisia, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Pemisahan Senyawa Simplisia selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas XII ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Farmakognosi Kelas XII SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Pemisahan Senyawa Simplisia
Farmakognosi · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Pemisahan Senyawa Simplisia
Farmakognosi · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranFarmakognosi
Fase / KelasF / XII
Materi PokokPemisahan Senyawa Simplisia
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis simplisia dan kandungan senyawa kimia di dalamnya.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial
Elemen / DomainFarmakognosi
Rumusan CP FasePada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis berbagai metode pemisahan senyawa aktif dari simplisia, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemisahan, serta menerapkan teknik pemisahan yang sesuai untuk mendapatkan ekstrak dengan kualitas yang diharapkan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPemisahan senyawa simplisia dilakukan untuk mengisolasi metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, atau terpenoid dari bahan alam.
KonseptualPrinsip dasar pemisahan senyawa simplisia melibatkan perbedaan sifat fisik dan kimia senyawa target dengan matriks simplisia.
ProseduralProses pemisahan senyawa simplisia meliputi tahapan ekstraksi, fraksinasi, dan purifikasi menggunakan berbagai metode kromatografi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya pemilihan metode pemisahan yang tepat dan dampaknya terhadap kualitas senyawa aktif yang diperoleh.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia yang paling sesuai untuk jenis simplisia tertentu dengan tepat.
  2. Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi pada simplisia dengan prosedur yang benar.
  3. Setelah menganalisis data hasil praktikum, peserta didik dapat membandingkan efisiensi metode ekstraksi maserasi dan perkolasi berdasarkan rendemen dan kualitas ekstrak yang diperoleh secara kritis.
  4. Melalui eksplorasi literatur, peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar fraksinasi dan purifikasi senyawa simplisia menggunakan kromatografi dengan akurat.
  5. Dengan berdiskusi, peserta didik dapat merancang tahapan pemisahan senyawa flavonoid dari ekstrak simplisia menggunakan metode fraksinasi dan kromatografi secara logis.
Halaman 2 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami metode pemisahan senyawa simplisia penting untuk mendapatkan ekstrak dengan konsentrasi senyawa aktif tinggi, yang krusial dalam pengembangan obat tradisional maupun modern.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita tidak bisa langsung menggunakan simplisia utuh untuk membuat obat, melainkan harus memisahkan senyawanya terlebih dahulu?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuKimia: Konsep polaritas pelarut, sifat kimia senyawa aktif, dan reaksi kimia selama proses ekstraksi.
Biologi: Identifikasi bagian tumbuhan yang mengandung senyawa aktif, morfologi simplisia, dan biosintesis metabolit sekunder.
Matematika: Perhitungan rendemen ekstrak, konsentrasi, dan analisis data statistik hasil praktikum.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/komunitas dapat diajak berbagi pengalaman tentang penggunaan tanaman obat tradisional di lingkungan sekitar sebagai studi kasus awal.
Lingkungan PembelajaranLaboratorium farmakognosi yang bersih dan tertata rapi dengan ventilasi yang baik serta akses mudah ke sumber air dan listrik mendukung praktikum yang aman dan nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform e-learning untuk mengakses modul ajar, video tutorial ekstraksi, jurnal penelitian, serta mengunggah laporan praktikum secara daring.
Halaman 3 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia yang paling sesuai untuk jenis simplisia tertentu dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menampilkan gambar berbagai produk herbal dan bertanya, 'Bagaimana produk ini dibuat dari simplisia?' untuk mengaitkan pengalaman peserta didik dengan materi.
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik 'Mengapa kita tidak bisa langsung menggunakan simplisia utuh untuk membuat obat, melainkan harus memisahkan senyawanya terlebih dahulu?' untuk menumbuhkan kesadaran belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan studi kasus tentang permasalahan dalam mendapatkan senyawa aktif dari simplisia tertentu, misalnya 'Kesulitan mengisolasi kurkumin dari rimpang kunyit dengan kemurnian tinggi'.
  2. Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama dari studi kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan analisis masalah.
  2. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok melakukan diskusi untuk menganalisis studi kasus, mencari informasi dari berbagai sumber (buku, jurnal, internet) tentang berbagai metode ekstraksi simplisia (maserasi, perkolasi, sokletasi, dll.) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  3. Setiap kelompok mengidentifikasi metode ekstraksi yang paling sesuai untuk mengatasi masalah dalam studi kasus tersebut, dengan mempertimbangkan jenis simplisia dan senyawa target.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan rekomendasi metode ekstraksi di depan kelas.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, sementara guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan berbagai solusi dan mengevaluasi efektivitasnya.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan diskusi kelompok, serta menguatkan pemahaman konsep metode ekstraksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang metode ekstraksi senyawa simplisia.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi aktifnya dan mengumumkan persiapan untuk praktikum di pertemuan berikutnya, menciptakan suasana menggembirakan.
  3. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi pada simplisia dengan prosedur yang benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengingatkan kembali materi tentang metode ekstraksi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan kegiatan praktikum hari ini.
  3. Penyampaian tujuan & pertanyaan pemantik: Guru menjelaskan tujuan praktikum hari ini dan bertanya, 'Bagaimana perbedaan teknik maserasi dan perkolasi dapat memengaruhi hasil ekstrak yang kita peroleh?' untuk menumbuhkan kesadaran belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang proses ekstraksi maserasi dan perkolasi, kemudian meminta peserta didik untuk mengidentifikasi perbedaan prinsip kerja dari kedua metode tersebut.
  2. Guru menugaskan peserta didik untuk membaca Jobsheet Praktikum Ekstraksi Simplisia yang telah dibagikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali ke dalam kelompok praktikum yang telah ditentukan dan setiap kelompok menerima alat dan bahan sesuai Jobsheet.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok melakukan praktikum ekstraksi simplisia menggunakan metode maserasi dan perkolasi sesuai Jobsheet, dengan bimbingan guru. Peserta didik mencatat setiap langkah dan hasil pengamatan.
  3. Peserta didik mengumpulkan data rendemen ekstrak yang diperoleh dari kedua metode dan mengamati karakteristik fisik ekstrak.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun laporan praktikum yang berisi data hasil pengamatan, perhitungan rendemen, dan perbandingan efisiensi kedua metode.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Perwakilan kelompok mempresentasikan laporan praktikumnya, dan kelompok lain memberikan pertanyaan serta masukan terkait hasil dan kesimpulan.
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap laporan dan presentasi, serta menguatkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing metode ekstraksi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil praktikum dan perbedaan efisiensi antara metode maserasi dan perkolasi.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kerjasama peserta didik selama praktikum, menciptakan suasana menggembirakan dan memotivasi.
  3. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam, serta mengingatkan untuk membersihkan area praktikum.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajahi Ekstraksi SimplisiaNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi prinsip dan tahapan ekstraksi maserasi dan perkolasi.

Alat & bahan: ATK, lembar kerja, sumber belajar (buku, internet)

Langkah kerja:

  1. Perhatikan gambar 1 yang menunjukkan perbedaan prinsip dasar ekstraksi.
    MaserasiPerkolasiPerendamansimplisiaSuhu kamarWaktu lebihlamaEkstraksiAliranpelarutPerkolatorEfisiensilebih tinggi
    Gambar 1. Diagram Venn
  2. Diskusikan dalam kelompok, identifikasi perbedaan utama antara maserasi dan perkolasi berdasarkan gambar dan sumber belajar.
  3. Isilah tabel 1 dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode ekstraksi.
  4. Jawablah pertanyaan refleksi di akhir lembar kerja.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang simplisia?
  2. Sebutkan beberapa contoh senyawa aktif yang terkandung dalam simplisia!
  3. Menurut Anda, mengapa senyawa aktif perlu dipisahkan dari simplisia?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik saat diskusi kelompok dan praktikum, serta penilaian laporan praktikum.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia.Metode ekstraksi (maserasi, perkolasi, sokletasi).2 JPPenalaran Kritis
2Menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi.Praktikum ekstraksi maserasi dan perkolasi.2 JPKreativitas, Kolaborasi
3Menganalisis efisiensi metode ekstraksi.Perbandingan hasil ekstraksi.2 JPPenalaran Kritis
Halaman 8 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Pemisahan senyawa simplisia merupakan tahapan krusial dalam memperoleh metabolit sekunder dari bahan alam untuk berbagai keperluan, terutama di bidang farmasi. Proses ini melibatkan serangkaian teknik yang dirancang untuk mengisolasi senyawa target dari matriks simplisia yang kompleks. Pemahaman mendalam mengenai prinsip dan metode pemisahan akan sangat membantu dalam menghasilkan ekstrak atau isolat dengan kualitas dan kemurnian yang tinggi.

1. Pendahuluan Ekstraksi Simplisia
Ekstraksi adalah proses penarikan komponen kimia dari bahan alam menggunakan pelarut yang sesuai. Tujuan utamanya adalah untuk memisahkan senyawa aktif dari bagian tumbuhan yang tidak diinginkan. Pemilihan metode ekstraksi sangat bergantung pada jenis simplisia, sifat fisikokimia senyawa target, dan tujuan akhir ekstrak. Efisiensi ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel simplisia, jenis pelarut, suhu, waktu kontak, dan rasio pelarut-simplisia. Ekstrak yang dihasilkan dapat berupa ekstrak kental, ekstrak kering, atau ekstrak cair, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut.

2. Metode Ekstraksi Maserasi
Maserasi adalah metode ekstraksi sederhana dengan merendam simplisia dalam pelarut pada suhu kamar. Proses ini memungkinkan pelarut menembus dinding sel dan melarutkan senyawa aktif. Keunggulan maserasi adalah peralatan yang sederhana dan biaya yang relatif rendah. Namun, waktu ekstraksi yang lama dan kemungkinan pertumbuhan mikroba menjadi kekurangannya. Modifikasi maserasi meliputi maserasi kinetik (pengadukan) dan remaserasi (penggantian pelarut berkala) untuk meningkatkan efisiensi dan rendemen ekstrak. Maserasi cocok untuk simplisia yang tidak tahan panas.

3. Metode Ekstraksi Perkolasi
Perkolasi adalah metode ekstraksi yang melibatkan aliran pelarut secara terus-menerus melalui lapisan simplisia dalam perkolator. Pelarut baru yang murni akan selalu berkontak dengan simplisia, sehingga gradien konsentrasi tetap terjaga dan mendorong efisiensi ekstraksi yang lebih tinggi dibandingkan maserasi. Keuntungannya adalah waktu ekstraksi lebih cepat dan rendemen yang lebih baik. Namun, perkolasi membutuhkan peralatan khusus (perkolator) dan kontrol aliran pelarut yang cermat. Metode ini sangat efektif untuk simplisia yang memiliki struktur sel yang padat.

4. Prinsip Fraksinasi dan Purifikasi
Setelah ekstraksi, ekstrak kasar seringkali masih mengandung berbagai senyawa lain. Fraksinasi adalah proses pemisahan ekstrak menjadi fraksi-fraksi yang lebih sederhana berdasarkan perbedaan polaritas atau kelarutan menggunakan pelarut bertingkat. Tujuannya adalah memperkaya konsentrasi senyawa target. Purifikasi adalah tahapan lanjutan untuk mengisolasi senyawa tunggal dari fraksi yang telah diperkaya. Teknik umum untuk purifikasi meliputi kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis (KLT), dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Pemilihan teknik purifikasi bergantung pada sifat senyawa dan tingkat kemurnian yang diinginkan.

Rangkuman: Pemisahan senyawa simplisia adalah proses vital untuk mendapatkan metabolit sekunder dari bahan alam. Metode ekstraksi seperti maserasi dan perkolasi memiliki prinsip dan karakteristik berbeda yang mempengaruhi rendemen dan kualitas ekstrak. Pemilihan metode yang tepat, diikuti dengan fraksinasi dan purifikasi menggunakan teknik kromatografi, sangat penting untuk memperoleh senyawa aktif dengan kemurnian tinggi. Pemahaman komprehensif tentang tahapan ini mendukung pengembangan produk farmasi yang efektif dan aman.

Halaman 9 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SimplisiaBahan alam yang digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan kecuali pengeringan.
EkstraksiProses penarikan zat aktif dari bahan alam menggunakan pelarut.
MaserasiMetode ekstraksi dengan perendaman simplisia dalam pelarut pada suhu kamar.
PerkolasiMetode ekstraksi dengan mengalirkan pelarut secara terus-menerus melalui simplisia.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Pemisahan Senyawa Simplisia" mata pelajaran Farmakognosi Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Pemisahan Senyawa Simplisia — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Farmakognosi Kelas XII SMK — Fase F

Kelas XII — ditulis juga kelas 12 — di SMK berada di Fase F.

Yang disusun di sini perangkat ajar Farmakognosi kelas XII (kelas 12) SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Farmakognosi kelas XII (kelas 12) SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Farmakognosi kelas XII (kelas 12) SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Farmakognosi bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIIPeta Konsep
Pemisahan Senyawa SimplisiaPendahuluan Ekstraksi SimplisiaMetode Ekstraksi MaserasiMetode Ekstraksi PerkolasiPrinsip Fraksinasi dan Purifikasi
Dari sub-bab Pemisahan Senyawa SimplisiaLembar tambahan
Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaFarmakognosi · Kelas XIIProfil Lulusan
Penalaran kritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Farmakognosi Kelas XII SMK

Apakah modul ajar Farmakognosi ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas XII (kelas 12) SMK masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase F. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Farmakognosi?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.