Modul Ajar & RPP Farmakognosi Kelas XII
Pemisahan Senyawa Simplisia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Farmakognosi |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Pemisahan Senyawa Simplisia |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis simplisia dan kandungan senyawa kimia di dalamnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial |
| Elemen / Domain | Farmakognosi |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis berbagai metode pemisahan senyawa aktif dari simplisia, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemisahan, serta menerapkan teknik pemisahan yang sesuai untuk mendapatkan ekstrak dengan kualitas yang diharapkan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pemisahan senyawa simplisia dilakukan untuk mengisolasi metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, atau terpenoid dari bahan alam. |
| Konseptual | Prinsip dasar pemisahan senyawa simplisia melibatkan perbedaan sifat fisik dan kimia senyawa target dengan matriks simplisia. |
| Prosedural | Proses pemisahan senyawa simplisia meliputi tahapan ekstraksi, fraksinasi, dan purifikasi menggunakan berbagai metode kromatografi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya pemilihan metode pemisahan yang tepat dan dampaknya terhadap kualitas senyawa aktif yang diperoleh. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia yang paling sesuai untuk jenis simplisia tertentu dengan tepat.
- Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi pada simplisia dengan prosedur yang benar.
- Setelah menganalisis data hasil praktikum, peserta didik dapat membandingkan efisiensi metode ekstraksi maserasi dan perkolasi berdasarkan rendemen dan kualitas ekstrak yang diperoleh secara kritis.
- Melalui eksplorasi literatur, peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar fraksinasi dan purifikasi senyawa simplisia menggunakan kromatografi dengan akurat.
- Dengan berdiskusi, peserta didik dapat merancang tahapan pemisahan senyawa flavonoid dari ekstrak simplisia menggunakan metode fraksinasi dan kromatografi secara logis.
Pemahaman bermakna: Memahami metode pemisahan senyawa simplisia penting untuk mendapatkan ekstrak dengan konsentrasi senyawa aktif tinggi, yang krusial dalam pengembangan obat tradisional maupun modern.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita tidak bisa langsung menggunakan simplisia utuh untuk membuat obat, melainkan harus memisahkan senyawanya terlebih dahulu?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Konsep polaritas pelarut, sifat kimia senyawa aktif, dan reaksi kimia selama proses ekstraksi. Biologi: Identifikasi bagian tumbuhan yang mengandung senyawa aktif, morfologi simplisia, dan biosintesis metabolit sekunder. Matematika: Perhitungan rendemen ekstrak, konsentrasi, dan analisis data statistik hasil praktikum. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berbagi pengalaman tentang penggunaan tanaman obat tradisional di lingkungan sekitar sebagai studi kasus awal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Laboratorium farmakognosi yang bersih dan tertata rapi dengan ventilasi yang baik serta akses mudah ke sumber air dan listrik mendukung praktikum yang aman dan nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform e-learning untuk mengakses modul ajar, video tutorial ekstraksi, jurnal penelitian, serta mengunggah laporan praktikum secara daring. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia yang paling sesuai untuk jenis simplisia tertentu dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi pada simplisia dengan prosedur yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi prinsip dan tahapan ekstraksi maserasi dan perkolasi.
Alat & bahan: ATK, lembar kerja, sumber belajar (buku, internet)
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar 1 yang menunjukkan perbedaan prinsip dasar ekstraksi.
Gambar 1. Diagram Venn - Diskusikan dalam kelompok, identifikasi perbedaan utama antara maserasi dan perkolasi berdasarkan gambar dan sumber belajar.
- Isilah tabel 1 dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode ekstraksi.
- Jawablah pertanyaan refleksi di akhir lembar kerja.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang simplisia?
- Sebutkan beberapa contoh senyawa aktif yang terkandung dalam simplisia!
- Menurut Anda, mengapa senyawa aktif perlu dipisahkan dari simplisia?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik saat diskusi kelompok dan praktikum, serta penilaian laporan praktikum.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi metode ekstraksi senyawa simplisia. | Metode ekstraksi (maserasi, perkolasi, sokletasi). | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menerapkan teknik ekstraksi maserasi dan perkolasi. | Praktikum ekstraksi maserasi dan perkolasi. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
| 3 | Menganalisis efisiensi metode ekstraksi. | Perbandingan hasil ekstraksi. | 2 JP | Penalaran Kritis |
Pemisahan senyawa simplisia merupakan tahapan krusial dalam memperoleh metabolit sekunder dari bahan alam untuk berbagai keperluan, terutama di bidang farmasi. Proses ini melibatkan serangkaian teknik yang dirancang untuk mengisolasi senyawa target dari matriks simplisia yang kompleks. Pemahaman mendalam mengenai prinsip dan metode pemisahan akan sangat membantu dalam menghasilkan ekstrak atau isolat dengan kualitas dan kemurnian yang tinggi.
1. Pendahuluan Ekstraksi Simplisia
Ekstraksi adalah proses penarikan komponen kimia dari bahan alam menggunakan pelarut yang sesuai. Tujuan utamanya adalah untuk memisahkan senyawa aktif dari bagian tumbuhan yang tidak diinginkan. Pemilihan metode ekstraksi sangat bergantung pada jenis simplisia, sifat fisikokimia senyawa target, dan tujuan akhir ekstrak. Efisiensi ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel simplisia, jenis pelarut, suhu, waktu kontak, dan rasio pelarut-simplisia. Ekstrak yang dihasilkan dapat berupa ekstrak kental, ekstrak kering, atau ekstrak cair, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut.
2. Metode Ekstraksi Maserasi
Maserasi adalah metode ekstraksi sederhana dengan merendam simplisia dalam pelarut pada suhu kamar. Proses ini memungkinkan pelarut menembus dinding sel dan melarutkan senyawa aktif. Keunggulan maserasi adalah peralatan yang sederhana dan biaya yang relatif rendah. Namun, waktu ekstraksi yang lama dan kemungkinan pertumbuhan mikroba menjadi kekurangannya. Modifikasi maserasi meliputi maserasi kinetik (pengadukan) dan remaserasi (penggantian pelarut berkala) untuk meningkatkan efisiensi dan rendemen ekstrak. Maserasi cocok untuk simplisia yang tidak tahan panas.
3. Metode Ekstraksi Perkolasi
Perkolasi adalah metode ekstraksi yang melibatkan aliran pelarut secara terus-menerus melalui lapisan simplisia dalam perkolator. Pelarut baru yang murni akan selalu berkontak dengan simplisia, sehingga gradien konsentrasi tetap terjaga dan mendorong efisiensi ekstraksi yang lebih tinggi dibandingkan maserasi. Keuntungannya adalah waktu ekstraksi lebih cepat dan rendemen yang lebih baik. Namun, perkolasi membutuhkan peralatan khusus (perkolator) dan kontrol aliran pelarut yang cermat. Metode ini sangat efektif untuk simplisia yang memiliki struktur sel yang padat.
4. Prinsip Fraksinasi dan Purifikasi
Setelah ekstraksi, ekstrak kasar seringkali masih mengandung berbagai senyawa lain. Fraksinasi adalah proses pemisahan ekstrak menjadi fraksi-fraksi yang lebih sederhana berdasarkan perbedaan polaritas atau kelarutan menggunakan pelarut bertingkat. Tujuannya adalah memperkaya konsentrasi senyawa target. Purifikasi adalah tahapan lanjutan untuk mengisolasi senyawa tunggal dari fraksi yang telah diperkaya. Teknik umum untuk purifikasi meliputi kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis (KLT), dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Pemilihan teknik purifikasi bergantung pada sifat senyawa dan tingkat kemurnian yang diinginkan.
Rangkuman: Pemisahan senyawa simplisia adalah proses vital untuk mendapatkan metabolit sekunder dari bahan alam. Metode ekstraksi seperti maserasi dan perkolasi memiliki prinsip dan karakteristik berbeda yang mempengaruhi rendemen dan kualitas ekstrak. Pemilihan metode yang tepat, diikuti dengan fraksinasi dan purifikasi menggunakan teknik kromatografi, sangat penting untuk memperoleh senyawa aktif dengan kemurnian tinggi. Pemahaman komprehensif tentang tahapan ini mendukung pengembangan produk farmasi yang efektif dan aman.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Simplisia | Bahan alam yang digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan kecuali pengeringan. |
| Ekstraksi | Proses penarikan zat aktif dari bahan alam menggunakan pelarut. |
| Maserasi | Metode ekstraksi dengan perendaman simplisia dalam pelarut pada suhu kamar. |
| Perkolasi | Metode ekstraksi dengan mengalirkan pelarut secara terus-menerus melalui simplisia. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pemisahan Senyawa Simplisia" mata pelajaran Farmakognosi Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pemisahan Senyawa Simplisia yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitMateri Farmakognosi Terkait
Sejarah Farmakognosi dan Simplisiafarmakognosi Kelas XI SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Farmakognosi kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pemisahan Senyawa Simplisia pada Farmakognosi SMK, Fase F, elemen Farmakognosi.
Modul Pemisahan Senyawa Simplisia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pemisahan Senyawa Simplisia untuk Farmakognosi kelas XII.
Apakah modul ajar Farmakognosi materi Pemisahan Senyawa Simplisia ini gratis?
Ya. Modul Pemisahan Senyawa Simplisia untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pemisahan Senyawa Simplisia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Farmakognosi kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Farmakognosi kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pemisahan Senyawa Simplisia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pemisahan Senyawa Simplisia dapat Anda sesuaikan dengan murid Farmakognosi kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Farmakognosi kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pemisahan Senyawa Simplisia ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 Lampiran Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pemisahan Senyawa Simplisia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pemisahan Senyawa Simplisia untuk Farmakognosi kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pemisahan Senyawa Simplisia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Farmakognosi kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pemisahan Senyawa Simplisia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Farmakognosi kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Farmakognosi ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pemisahan Senyawa Simplisia disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.