Modul Ajar SMK

Modul Ajar Menerapka desain brief Kelas X SMK

1 modul ajar Menerapka desain brief kelas X SMK (Fase E) siap unduh — Desain Brief. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Desain Brief, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Desain Brief selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Menerapka desain brief Kelas X SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Desain Brief
Menerapka desain brief · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Desain Brief
Menerapka desain brief · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranMenerapka desain brief
Fase / KelasE / X
Materi PokokDesain Brief
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis desain dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainProses Bisnis Menyeluruh Bidang Desain Komunikasi Visual
Rumusan CP FasePada akhir Fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan proses bisnis menyeluruh bidang Desain Komunikasi Visual, termasuk tahapan desain brief, riset, konsep, produksi, dan pascaproduksi, serta mengaplikasikannya dalam proyek sederhana.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDesain brief adalah dokumen penting yang menjadi jembatan komunikasi antara desainer dan klien dalam setiap proyek desain.
KonseptualDesain brief adalah dokumen tertulis yang berisi informasi lengkap mengenai tujuan, target audiens, lingkup, batasan, dan ekspektasi sebuah proyek desain.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam menyusun desain brief yang efektif dan menganalisis contoh-contoh desain brief yang ada.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya komunikasi yang jelas dan terstruktur dalam proyek desain melalui penyusunan desain brief.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati contoh desain brief, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen utama desain brief dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan fungsi dan manfaat desain brief dalam alur kerja desain dengan runtut.
  3. Dengan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis studi kasus proyek desain untuk menentukan informasi kunci yang diperlukan dalam desain brief secara cermat.
  4. Melalui praktik penyusunan, peserta didik dapat menyusun draf desain brief sederhana untuk proyek desain yang diberikan sesuai kaidah.
  5. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan hasil penyusunan desain brief dengan percaya diri.
Halaman 2 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami desain brief secara mendalam akan membantu peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan proyek desain dengan lebih terarah, menghindari miskomunikasi, serta menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa sebuah proyek desain, sekecil apapun, selalu membutuhkan 'panduan' sebelum dikerjakan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis efektif dan persuasif dalam menyusun deskripsi proyek pada desain brief.
Informatika: Pemanfaatan perangkat lunak pengolah kata untuk penyusunan dokumen desain brief yang terstruktur dan rapi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua/komunitas dapat berperan sebagai 'klien' fiktif untuk proyek penyusunan desain brief peserta didik, memberikan umpan balik dari sudut pandang pengguna.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas ditata untuk diskusi kelompok dan presentasi, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor untuk menampilkan contoh dan studi kasus.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi pengolah kata atau presentasi online (misalnya Google Docs/Slides) untuk menyusun dan mempresentasikan desain brief, serta pencarian referensi contoh desain brief di internet.
Halaman 3 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati contoh desain brief, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen utama desain brief dengan tepat dan melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan fungsi dan manfaat desain brief dalam alur kerja desain dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan beberapa contoh hasil desain (logo, poster, kemasan produk) dan bertanya, 'Menurut kalian, bagaimana proses awal pembuatan desain-desain ini?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi komponen desain brief dan fungsinya, serta pertanyaan pemantik: 'Seberapa pentingkah komunikasi yang jelas di awal sebuah proyek desain?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru menyajikan sebuah studi kasus sederhana tentang klien yang tidak puas dengan hasil desain dan meminta peserta didik mengidentifikasi akar masalahnya.
  2. Guru membagikan contoh desain brief dari berbagai jenis proyek (misalnya, desain logo, desain website) dan meminta peserta didik mengamati komponen-komponennya.
  3. Peserta didik secara individu mengidentifikasi komponen-komponen yang terdapat pada setiap contoh desain brief yang diberikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis komponen-komponen desain brief yang telah diidentifikasi dan menjelaskan fungsinya masing-masing.
  3. Kelompok membuat daftar komponen esensial desain brief dan manfaatnya dalam alur kerja desain menggunakan peta pikiran.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan peta pikiran mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terkait komponen dan fungsi desain brief.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah didiskusikan dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin timbul.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama tentang pentingnya desain brief dan komponen utamanya.
  2. Refleksi: Guru mengajak peserta didik untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini dan bagaimana hal tersebut bisa diterapkan dalam proyek desain.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi aktif dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan studi kasus, peserta didik dapat menganalisis studi kasus proyek desain untuk menentukan informasi kunci yang diperlukan dalam desain brief secara cermat dan melalui praktik penyusunan, peserta didik dapat menyusun draf desain brief sederhana untuk proyek desain yang diberikan sesuai kaidah.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang komponen dan fungsi desain brief dengan mengajukan pertanyaan singkat.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis studi kasus dan menyusun desain brief, serta pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa memastikan semua informasi penting dari klien tercakup dalam desain brief?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menyusun jadwal: Guru memberikan sebuah studi kasus proyek desain baru (misalnya, membuat poster promosi acara sekolah) dan menjelaskan skenario klien.
  2. Peserta didik dalam kelompok yang sama dari pertemuan sebelumnya, menganalisis studi kasus tersebut untuk mengidentifikasi tujuan proyek, target audiens, pesan kunci, dan batasan-batasan lainnya.
  3. Kelompok mencatat semua informasi kunci yang relevan untuk dimasukkan ke dalam desain brief.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Setiap kelompok mulai menyusun draf desain brief sederhana berdasarkan informasi kunci yang telah mereka identifikasi dari studi kasus.
  2. Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan masukan, dan memastikan setiap komponen desain brief terisi dengan baik dan logis.
  3. Kelompok saling bertukar draf desain brief dengan kelompok lain untuk mendapatkan masukan awal dan koreksi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan draf desain brief mereka, menjelaskan alasan pemilihan setiap informasi, dan menerima umpan balik dari kelompok lain serta guru.
  2. Peserta didik secara individu merefleksikan proses penyusunan desain brief, kesulitan yang dihadapi, dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dan kelengkapan dalam menyusun desain brief sebagai dasar proyek desain yang sukses.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan langkah-langkah efektif dalam menyusun desain brief.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atas kerja keras dan kreativitas mereka dalam menyusun desain brief.
  3. Guru memberikan tugas tindak lanjut untuk menyempurnakan desain brief dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan elemen-elemen penting yang harus ada dalam sebuah desain brief dari berbagai skenario.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Desain brief adalah salah satu dokumen paling krusial dalam dunia desain komunikasi visual. Ibarat peta, desain brief menuntun desainer dan klien menuju tujuan yang sama.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, gunting, lem

Langkah kerja:

  1. Dengan gambar kartu, guntinglah kartu-kartu berisi elemen desain brief yang disediakan oleh guru.
  2. Baca setiap kartu dengan cermat dan diskusikan dengan kelompok Anda.
  3. Kelompokkan kartu-kartu tersebut ke dalam kategori yang tepat (misalnya: Informasi Klien, Tujuan Proyek, Target Audiens, Batasan Teknis).
  4. Tempelkan kartu yang sudah dikelompokkan pada lembar kerja yang tersedia.
  5. Tuliskan satu kalimat penjelasan untuk setiap kategori mengapa elemen tersebut penting dalam desain brief.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang 'brief' dalam konteks proyek?
  2. Menurut Anda, mengapa seorang desainer perlu berkomunikasi dengan klien sebelum memulai proyek?
  3. Sebutkan satu informasi penting yang menurut Anda harus diketahui desainer dari klien.

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian terhadap draf desain brief yang disusun kelompok dan presentasinya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi komponen utama desain brief.Komponen Desain Brief2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan fungsi dan manfaat desain brief.Fungsi Desain Brief2 JPKolaborasi
3Menganalisis studi kasus untuk informasi desain brief.Analisis Studi Kasus2 JPPenalaran Kritis
4Menyusun draf desain brief sederhana.Penyusunan Desain Brief2 JPKreativitas
Halaman 8 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Desain brief adalah salah satu dokumen paling krusial dalam dunia desain komunikasi visual. Ibarat peta, desain brief menuntun desainer dan klien menuju tujuan yang sama. Tanpa desain brief yang jelas, proyek desain berpotensi tersesat, menghasilkan karya yang tidak sesuai ekspektasi, bahkan menyebabkan kerugian waktu dan biaya. Memahami dan menyusun desain brief adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai setiap desainer profesional.

1. Pengertian dan Fungsi Desain Brief
Desain brief adalah dokumen tertulis yang merangkum semua informasi esensial tentang proyek desain. Ini bukan sekadar daftar keinginan, melainkan panduan strategis yang menjelaskan tujuan proyek, target audiens, pesan utama, batasan teknis, anggaran, dan jadwal. Fungsi utamanya adalah memastikan keselarasan pemahaman antara klien dan desainer, mengurangi risiko miskomunikasi, dan menjadi dasar evaluasi hasil akhir. Desain brief membantu desainer fokus pada solusi yang relevan dan efisien.

2. Komponen Utama Desain Brief
Sebuah desain brief yang baik umumnya mencakup beberapa komponen kunci. Pertama, informasi klien dan latar belakang proyek, termasuk visi dan misi klien. Kedua, tujuan proyek yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART). Ketiga, target audiens dengan deskripsi demografi dan psikografi yang jelas. Keempat, pesan kunci atau _key message_ yang ingin disampaikan. Kelima, gaya visual atau referensi desain. Keenam, batasan teknis dan platform yang akan digunakan. Terakhir, anggaran dan jadwal proyek.

3. Manfaat Desain Brief dalam Alur Kerja Desain
Desain brief memberikan banyak manfaat di setiap tahapan alur kerja desain. Di awal, ia menjadi dasar riset dan pengembangan konsep. Selama proses desain, ia berfungsi sebagai filter untuk setiap keputusan kreatif, memastikan desain tetap pada jalurnya. Setelah desain selesai, desain brief menjadi kriteria objektif untuk evaluasi dan revisi. Dengan adanya desain brief, desainer dapat bekerja lebih efisien, klien mendapatkan hasil yang sesuai, dan kedua belah pihak merasa puas dengan proses dan hasilnya.

4. Tips Menyusun Desain Brief yang Efektif
Untuk menyusun desain brief yang efektif, mulailah dengan mengajukan pertanyaan terbuka kepada klien untuk menggali informasi secara mendalam. Jangan ragu meminta contoh atau referensi visual. Pastikan semua batasan (anggaran, waktu, teknis) tercatat dengan jelas. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari jargon teknis yang berlebihan. Libatkan klien dalam proses penyusunan atau validasi brief untuk memastikan kesepakatan bersama. Desain brief yang baik adalah hasil kolaborasi yang kuat.

Rangkuman: Desain brief adalah dokumen penting yang menjadi panduan komunikasi dan strategi dalam setiap proyek desain. Dokumen ini berisi informasi esensial seperti tujuan, target audiens, pesan kunci, batasan, anggaran, dan jadwal. Manfaatnya sangat besar dalam mencegah miskomunikasi, mengarahkan proses desain, dan menjadi kriteria evaluasi. Menyusun desain brief yang efektif memerlukan kemampuan bertanya, mendengarkan, dan merangkum informasi secara sistematis dari klien.

Halaman 9 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Desain BriefDokumen berisi informasi proyek desain antara klien dan desainer.
Target AudiensKelompok orang yang menjadi sasaran utama sebuah desain.
MiskomunikasiKesalahan dalam penyampaian atau penerimaan informasi.
RevisiPerbaikan atau perubahan pada desain yang telah dibuat.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Menerapka desain brief · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Desain Brief" mata pelajaran Menerapka desain brief Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Desain Brief — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Menerapka desain brief Kelas X SMK — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di SMK berada di Fase E.

Yang disusun di sini perangkat ajar Menerapka desain brief kelas X (kelas 10) SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Menerapka desain brief kelas X (kelas 10) SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Menerapka desain brief kelas X (kelas 10) SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Menerapka desain brief bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XPeta Konsep
Desain BriefPengertian dan Fungsi Desain BriefKomponen Utama Desain BriefManfaat Desain Brief dalam Alur Kerja DesainTips Menyusun Desain Brief yang Efektif
Dari sub-bab Desain BriefLembar tambahan
Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaMenerapka desain brief · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Menerapka desain brief Kelas X SMK

Apakah modul ajar Menerapka desain brief ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas X (kelas 10) SMK masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Menerapka desain brief?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.