Modul Ajar SMK

Modul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Kelas XI SMK

1 modul ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XI SMK (Fase F) siap unduh — Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran.

1 modul siap pakaiFase FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kop

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua mapel per kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas XI ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Kelas XI SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran
Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran
Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana
Fase / KelasF / XI
Materi PokokKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang lingkungan kerja dan pentingnya menjaga kebersihan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik menganalisis kasus kecelakaan kerja perkantoran untuk mengidentifikasi penyebab dan merumuskan solusi preventif.
  2. Kolaborasi — elemen: Kerja Sama Antarkelompok
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang prosedur K3 dan melakukan simulasi evakuasi darurat.
  3. Kemandirian — elemen: Regulasi Diri
    Peserta didik secara mandiri menyusun checklist K3 dan menerapkannya dalam lingkungan kerja simulasi.
  4. Kemandirian — elemen: Pemahaman Diri dan Situasi
    Peserta didik mengenali potensi bahaya di lingkungan perkantoran dan memahami pentingnya K3 untuk keselamatan diri dan orang lain.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana
Rumusan CP FasePeserta didik mampu mengelola sarana dan prasarana kantor secara efektif dan efisien, termasuk menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKecelakaan seperti terpeleset, tersandung, atau cedera akibat peralatan kantor sering terjadi jika prinsip K3 diabaikan.
KonseptualK3 perkantoran melibatkan prinsip-prinsip identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah identifikasi bahaya, penggunaan APD, dan prosedur evakuasi darurat di kantor.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya proaktif dalam menjaga K3 di lingkungan kerja dan berpikir kritis terhadap potensi bahaya.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko K3 di lingkungan perkantoran dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip K3 perkantoran sesuai standar yang berlaku secara runtut.
  3. Melalui simulasi, peserta didik dapat menerapkan prosedur penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) perkantoran dengan benar.
  4. Dengan praktik, peserta didik dapat menyusun rencana tindakan darurat dan prosedur evakuasi kebakaran di lingkungan kantor secara sistematis.
  5. Setelah menganalisis lingkungan kerja, peserta didik dapat merancang tata letak perabot kantor yang ergonomis dan aman dengan kriteria K3.
Halaman 2 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami dan menerapkan prinsip K3 perkantoran bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi penting untuk produktivitas, kesehatan, dan kesejahteraan seluruh individu di lingkungan kerja.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus peduli dengan posisi duduk saat bekerja di depan komputer, padahal itu bukan pekerjaan 'berat'?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuTeknologi Perkantoran: Penerapan K3 pada penggunaan perangkat lunak dan keras komputer untuk mencegah cedera akibat ergonomi yang buruk.
Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis prosedur dan laporan K3 yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami.
Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang tanggung jawab warga negara dan etika kerja dalam menjaga keselamatan bersama di lingkungan kantor.
Kemitraan PembelajaranPeserta didik dapat mewawancarai petugas K3 di kantor pemerintah atau perusahaan swasta untuk mendapatkan informasi praktis tentang penerapan K3.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas diatur agar menyerupai tata letak kantor dengan peralatan yang aman, sirkulasi udara baik, dan pencahayaan memadai untuk simulasi K3.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi desain tata letak kantor (misalnya: Floorplanner, SketchUp Free) untuk merancang denah kantor ergonomis dan aman.
Halaman 3 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko K3 di lingkungan perkantoran dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Gerakan K3: Guru memperagakan satu gerakan terkait K3 (misal: mengangkat barang berat dengan benar), peserta didik menebak dan menirukannya. Lakukan 3-4 gerakan.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan video singkat tentang insiden kecil di kantor (misalnya: terpeleset, tersandung kabel) dan bertanya 'Apa yang salah dari video ini? Apa dampaknya?'.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi bahaya dan risiko K3 perkantoran, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa membuat kantor menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk bekerja?'. Peserta didik menyimak dan memahami alur belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan beberapa gambar atau studi kasus singkat tentang potensi bahaya K3 di perkantoran (misalnya: kabel berserakan, kursi tidak ergonomis, penumpukan dokumen, tumpahan air).
  2. Guru meminta peserta didik mengamati gambar/studi kasus tersebut dan secara individu mencatat bahaya serta risiko yang mungkin timbul.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok menerima satu lembar kerja kasus yang berbeda.
  4. Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis studi kasus, mengidentifikasi bahaya, dan merumuskan potensi risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok dalam menganalisis studi kasus, memastikan mereka memahami perbedaan antara bahaya dan risiko.
  2. Kelompok menyusun daftar bahaya dan risiko yang teridentifikasi, serta mengusulkan tindakan pencegahan awal yang relevan.
  3. Setiap kelompok membuat peta pikiran sederhana (mind map) yang merangkum hasil identifikasi bahaya dan risiko dari studi kasus mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi bahaya dan risiko K3 dari studi kasus mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau menambahkan identifikasi bahaya yang mungkin terlewat dari studi kasus tersebut.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, mengoreksi miskonsepsi, dan memperkuat pemahaman tentang identifikasi bahaya dan risiko K3.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pentingnya identifikasi bahaya sebagai langkah awal K3 perkantoran.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menulis satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang ingin mereka terapkan di lingkungan sekitar. Guru mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta didik.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari informasi mengenai jenis-jenis APD perkantoran dan prosedur penggunaan yang benar untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip K3 perkantoran sesuai standar yang berlaku secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Susun Kata K3: Guru menuliskan huruf-huruf acak di papan tulis (misal: 'E-R-G-O-N-O-M-I'). Peserta didik berebut menyusun menjadi kata K3 yang benar. Lakukan 3 kata.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan hasil penelusuran peserta didik tentang APD perkantoran dari tugas sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya prinsip K3.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan prinsip-prinsip K3 perkantoran dan menerapkan prosedur penggunaan APD, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa memastikan setiap orang di kantor aman dari risiko yang sudah kita identifikasi?'. Peserta didik menyimak dan memahami alur belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menampilkan video atau gambar tentang penerapan K3 yang baik di perkantoran (misalnya: penggunaan APD, penataan meja kerja ergonomis, jalur evakuasi yang jelas).
  2. Guru meminta peserta didik mengidentifikasi prinsip-prinsip K3 yang terlihat dari tayangan tersebut.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali ke kelompok sebelumnya dan diberikan lembar kerja yang berisi skenario kasus di kantor yang membutuhkan penerapan prinsip K3 spesifik (misalnya: penanganan limbah elektronik, penempatan alat pemadam api).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mendiskusikan skenario kasus, merujuk pada informasi yang telah mereka kumpulkan dan bahan ajar, untuk menjelaskan prinsip K3 yang relevan dan prosedur penerapannya.
  2. Kelompok menyusun draf prosedur penggunaan APD perkantoran (masker, sarung tangan, kacamata pelindung jika relevan) berdasarkan jenis pekerjaan yang berbeda (misalnya: petugas kebersihan, teknisi IT).
  3. Setiap kelompok mempersiapkan demonstrasi singkat tentang penggunaan APD yang benar sesuai dengan prosedur yang mereka susun.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan penjelasan prinsip K3 dan prosedur penggunaan APD yang telah mereka susun.
  2. Setiap kelompok mendemonstrasikan cara penggunaan APD yang benar di depan kelas, dengan teman kelompok lain berperan sebagai pengamat dan memberikan masukan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan demonstrasi, mengklarifikasi prinsip K3 yang masih kurang tepat, dan memberikan apresiasi atas upaya kelompok.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pentingnya prinsip K3 dan penggunaan APD sebagai bagian integral dari budaya kerja aman.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru meminta peserta didik menuliskan satu komitmen pribadi untuk menerapkan K3 di mana pun mereka berada. Guru mengapresiasi kekompakan dan kerja keras kelompok.
  3. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mulai merancang denah kantor yang aman, termasuk jalur evakuasi dan penempatan alat K3 untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKDetektif K3: Temukan Bahaya di Kantor!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 40 menit

Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko K3 di lingkungan perkantoran serta mengusulkan tindakan pencegahannya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah aspek krusial di setiap lingkungan kerja, termasuk perkantoran. Meskipun sering dianggap kurang berisiko dibandingkan pekerjaan lapangan, kantor menyimpan berbagai potensi bahaya yang dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas karyawan.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, gambar lingkungan kantor

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234567Mendatar3. Sumber potensi cedera ataupenyakit5. Penyakit Akibat Kerja7. Kemungkinan terjadinya bahayaMenurun1. Proses pengungsian dari tempatberbahaya2. Alat Pemadam Api Ringan4. Alat Pelindung Diri6. Ilmu tentang penyesuaianlingkungan kerja dengankarakteristik pekerja
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati 'Situasi Kantor' dengan saksama. Perhatikan setiap detail di dalamnya.
  3. Identifikasi minimal 5 potensi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi berdasarkan pengamatanmu. Catat di tabel.
  4. Untuk setiap bahaya/risiko, usulkan minimal satu tindakan pencegahan yang realistis.
  5. Diskusikan hasil identifikasi dan usulanmu dengan kelompok.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa saja yang kamu ketahui tentang keselamatan di tempat kerja?
  2. Pernahkah kamu melihat atau mendengar tentang kecelakaan kerja di kantor? Ceritakan singkat!
  3. Menurutmu, apa bedanya 'bahaya' dan 'risiko' dalam konteks K3?
  4. Sebutkan 3 hal yang menurutmu penting agar lingkungan kantor aman.

Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi hasil identifikasi bahaya, dan demonstrasi penggunaan APD.

Sumatif (akhir): Asesmen sumatif dilakukan melalui penilaian proyek 'Rancangan K3 Kantor Aman' dan tes tertulis tentang konsep K3 perkantoran.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko K3Pengenalan Bahaya dan Risiko K3 Perkantoran3 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan prinsip-prinsip K3 perkantoran dan menerapkan prosedur penggunaan APDPrinsip K3 dan Penggunaan APD Perkantoran3 JPKolaborasi
3Menyusun rencana tindakan darurat, prosedur evakuasi, dan merancang tata letak kantor ergonomisRencana Tindakan Darurat dan Ergonomi Kantor3 JPKemandirian
Halaman 8 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah aspek krusial di setiap lingkungan kerja, termasuk perkantoran. Meskipun sering dianggap kurang berisiko dibandingkan pekerjaan lapangan, kantor menyimpan berbagai potensi bahaya yang dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas karyawan. Modul ini akan membimbing kamu memahami, mengidentifikasi, dan menerapkan prinsip-prinsip K3 perkantoran untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman bagi semua.

1. Pengertian dan Pentingnya K3 Perkantoran
K3 Perkantoran adalah upaya untuk melindungi pekerja dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di lingkungan kantor, serta memastikan kondisi kerja yang aman dan sehat. Pentingnya K3 di kantor bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi absensi, dan menciptakan suasana kerja yang positif. Contoh bahaya di kantor bisa berupa lantai licin, kabel berserakan, atau kursi yang tidak ergonomis.

2. Identifikasi Potensi Bahaya dan Risiko K3
Potensi bahaya K3 di kantor dapat dikelompokkan menjadi bahaya fisik (pencahayaan, kebisingan, suhu), kimia (pembersih), biologi (jamur, bakteri), ergonomi (posisi kerja), dan psikososial (stres kerja). Risiko adalah kemungkinan terjadinya bahaya tersebut. Contoh: Bahaya kabel berserakan memiliki risiko tersandung dan jatuh. Identifikasi bahaya adalah langkah awal untuk mengendalikan risiko.

3. Prinsip-prinsip K3 Perkantoran
Prinsip dasar K3 meliputi identifikasi, evaluasi, dan pengendalian bahaya. Ini melibatkan upaya preventif seperti penyediaan peralatan yang aman, pelatihan K3, penataan lingkungan kerja yang ergonomis, serta responsif seperti penyediaan P3K dan prosedur darurat. Kesadaran dan partisipasi aktif seluruh karyawan adalah kunci keberhasilan K3.

4. Alat Pelindung Diri (APD) Perkantoran
Meskipun tidak sebanyak di industri, APD juga relevan di kantor. Contoh APD perkantoran meliputi sarung tangan untuk penanganan bahan kimia pembersih, masker untuk membersihkan area berdebu, atau kacamata pelindung saat melakukan pekerjaan perbaikan kecil. Penggunaan APD harus sesuai dengan jenis pekerjaan dan potensi bahaya yang ada.

5. Ergonomi di Lingkungan Kerja Kantor
Ergonomi adalah ilmu tentang penyesuaian lingkungan kerja dengan karakteristik pekerja untuk mengurangi cedera dan meningkatkan kenyamanan. Ini mencakup penataan meja, kursi, monitor komputer, keyboard, dan mouse agar sesuai dengan postur tubuh. Posisi duduk yang benar dapat mencegah nyeri punggung, leher, dan pergelangan tangan. Ketinggian monitor yang tepat sejajar mata adalah contoh penerapan ergonomi.

6. Prosedur Keadaan Darurat dan Evakuasi
Setiap kantor harus memiliki prosedur jelas untuk menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi, atau ancaman keamanan. Ini meliputi jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang aman, alat pemadam api ringan (APAR), dan tim tanggap darurat. Latihan evakuasi secara berkala sangat penting untuk melatih kesiapan semua penghuni kantor.

7. Penanganan Limbah dan Bahan Berbahaya
Kantor juga menghasilkan limbah seperti kertas, toner printer, dan limbah elektronik (e-waste). Penanganan yang benar, termasuk pemilahan dan daur ulang, diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Bahan berbahaya seperti cairan pembersih harus disimpan di tempat yang aman dan diberi label yang jelas.

8. Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Kantor
PAK di kantor seringkali bersifat tidak langsung, seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS) akibat penggunaan keyboard/mouse berulang, Eye Strain (mata lelah) akibat paparan layar komputer terlalu lama, atau stres kerja. Pencegahan meliputi istirahat teratur, peregangan, dan manajemen stres. Lingkungan kerja yang sehat secara fisik dan mental mendukung kesejahteraan karyawan.

Rangkuman: K3 perkantoran adalah upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman. Ini mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, penerapan prinsip ergonomi, penggunaan APD yang sesuai, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat. Dengan menerapkan K3 secara konsisten, kita dapat mencegah kecelakaan kerja, mengurangi penyakit akibat kerja, dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan seluruh individu di kantor.

Halaman 9 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
K3Keselamatan dan Kesehatan Kerja
ErgonomiIlmu tentang penyesuaian lingkungan kerja dengan karakteristik pekerja
APDAlat Pelindung Diri
RisikoKemungkinan terjadinya bahaya
BahayaSumber potensi cedera atau penyakit
EvakuasiProses pengungsian dari tempat berbahaya
APARAlat Pemadam Api Ringan
PAKPenyakit Akibat Kerja
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran" mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Kelas XI SMK — Fase F

Kelas XI — ditulis juga kelas 11 — di SMK berada di Fase F.

Yang disusun di sini perangkat ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XI (kelas 11) SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XI (kelas 11) SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana kelas XI (kelas 11) SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XIPeta Konsep
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PerkantoranPengertian dan Pentingnya K3 PerkantoranIdentifikasi Potensi Bahaya dan Risiko K3Prinsip-prinsip K3 PerkantoranAlat Pelindung Diri (APD) PerkantoranErgonomi di Lingkungan Kerja Kantor
Dari sub-bab Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PerkantoranLembar tambahan
Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaOtomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana · Kelas XIProfil Lulusan
Penalaran KritisKolaborasiKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketPPT Bahan Tayang
Satu berkas per pertemuanTujuan, materi, kuisKesimpulan & refleksi
Siap tayang, bisa disunting
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana Kelas XI SMK

Apakah modul ajar Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap atas nama Anda: modul pertama Word + PDF, dua berikutnya PDF; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas XI (kelas 11) SMK masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase F. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.