Modul Ajar SMK

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik Kelas XI SMK

1 modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas XI SMK (Fase F) siap unduh — Gereja. RPM deep learning lengkap ATP, LKPD, asesmen — Word + PDF ber-kop.

1 modul siap pakaiFase FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 7 materi kelas XI & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Gereja, salah satu yang sudah jadi di sini — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Gereja selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas XI ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Pendidikan Agama Katolik Kelas XI SMK
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Gereja
Pendidikan Agama Katolik · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Gereja
Pendidikan Agama Katolik · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik
Fase / KelasF / XI
Materi PokokGereja
Alokasi Waktu2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami ajaran dasar iman Katolik dan pentingnya kebersamaan dalam beriman.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
  3. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Elemen / DomainPribadi Peserta Didik
Rumusan CP FasePada akhir Fase F, peserta didik memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah dan persekutuan yang terbuka, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam mewujudkan perannya sebagai anggota Gereja yang beriman dan bermartabat dalam masyarakat.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualGereja adalah komunitas orang-orang beriman yang berkumpul untuk merayakan Ekaristi dan melayani sesama.
KonseptualGereja dipahami sebagai Umat Allah, persekutuan yang terbuka, dan Tubuh Kristus yang memiliki misi kudus di dunia.
ProseduralPeserta didik akan menganalisis kasus nyata, berdiskusi, dan merumuskan langkah-langkah konkret partisipasi dalam kehidupan Gereja.
MetakognitifPeserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang Gereja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dalam komunitas dan masyarakat.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMenghayati keberadaan Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja dan beriman teguh pada ajaran Gereja Katolik melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan rohani.
2. Cinta IlmuMempelajari ajaran dan sejarah Gereja dengan tekun untuk memahami peran serta misinya dalam dunia, sehingga dapat berkontribusi secara cerdas dan kritis.
3. Cinta LingkunganMewujudkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari misi Gereja, dengan aktif terlibat dalam program-program sosial dan pelayanan kasih.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan diri sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas, serta berkolaborasi dengan sesama anggota Gereja untuk membangun persekutuan yang rukun dan harmonis.
5. Cinta Tanah AirMengamalkan nilai-nilai Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta turut serta dalam memajukan kesejahteraan umum melalui karya nyata sebagai anggota Gereja yang baik.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret.
  3. Dengan menganalisis teks Kitab Suci, peserta didik dapat menganalisis peran dan tugas anggota Gereja dalam mewujudkan misinya secara runtut.
  4. Melalui proyek pelayanan sederhana, peserta didik dapat merancang kegiatan partisipasi aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat sekitar dengan bertanggung jawab.
  5. Setelah melakukan refleksi, peserta didik dapat menyimpulkan makna Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi dunia dengan bahasa yang lugas.
Halaman 2 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Gereja bukan hanya bangunan fisik, melainkan komunitas orang beriman yang dipanggil untuk bersatu, melayani, dan mewartakan kasih Allah di tengah dunia, sehingga setiap anggota memiliki peran penting dalam persekutuan yang terbuka ini.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana peranmu sebagai seorang Katolik dalam mewujudkan Gereja yang hidup dan relevan di tengah masyarakat modern?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Memahami Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dan inklusif sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam Pancasila.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan laporan hasil diskusi tentang Gereja.
Sejarah: Menganalisis perkembangan Gereja dari masa awal hingga sekarang sebagai bagian dari sejarah peradaban manusia.
Kemitraan PembelajaranOrang tua mendukung peserta didik dalam berpartisipasi di kegiatan Gereja lingkungan atau komunitas Katolik di luar sekolah, serta memberikan contoh teladan hidup beriman.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dan kondusif untuk diskusi kelompok, serta akses ke perpustakaan sekolah atau sumber daya daring untuk mencari informasi terkait Gereja.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video dokumenter tentang kegiatan Gereja, artikel daring tentang isu Gereja kontemporer, dan platform kolaborasi daring untuk berbagi ide rancangan kegiatan.
Halaman 3 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa pembuka, dan memeriksa kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan gambar-gambar kegiatan Gereja lokal dan bertanya, 'Apa yang kalian rasakan saat melihat gambar-gambar ini? Apa makna Gereja bagi kalian?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana peranmu sebagai seorang Katolik dalam mewujudkan Gereja yang hidup dan relevan di tengah masyarakat modern?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat tentang tantangan Gereja di era modern (misalnya, kurangnya partisipasi kaum muda) dan meminta peserta didik mencatat poin-poin penting.
  2. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan studi kasus tentang sebuah komunitas Gereja lokal yang menghadapi isu tertentu.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik membaca dan menganalisis studi kasus dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah utama dan mencari tahu apa yang menjadi ciri khas Gereja sebagai Umat Allah dalam konteks kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok melakukan diskusi mendalam untuk mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah berdasarkan studi kasus dan materi ajar yang diberikan (misalnya, teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 2:41-47).
  2. Peserta didik mencatat temuan mereka mengenai ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dan contoh-contoh relevan dari studi kasus.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah di depan kelas, menjelaskan temuan mereka dari studi kasus.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan mengajukan pertanyaan konstruktif.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap presentasi dan meluruskan konsep yang kurang tepat mengenai Gereja sebagai Umat Allah.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri utama Gereja sebagai Umat Allah.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru mengajak peserta didik merenungkan peran mereka sebagai bagian dari Umat Allah dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif setiap kelompok.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan berikutnya dan memimpin doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru menanyakan kembali pemahaman peserta didik tentang Gereja sebagai Umat Allah dari pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan konsep persekutuan yang terbuka.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dan merancang partisipasi aktif dalam Gereja.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar atau video tentang kegiatan Gereja yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat (misalnya, bakti sosial lintas agama, kunjungan ke panti asuhan) dan menanyakan, 'Bagaimana Gereja dapat menjadi persekutuan yang terbuka bagi semua orang?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik duduk dalam kelompok yang sama dengan pertemuan sebelumnya dan menerima lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan pemicu tentang keterbukaan Gereja.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis teks Kitab Suci (misalnya, Yohanes 17:20-23 atau Mat 28:19-20) dan materi ajar untuk memahami hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka, mengidentifikasi minimal tiga contoh konkret keterbukaan tersebut.
  2. Peserta didik berdiskusi untuk merumuskan ide-ide partisipasi aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat sekitar, yang menunjukkan keterbukaan Gereja.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang Gereja sebagai persekutuan yang terbuka, memberikan contoh-contoh konkret, dan memaparkan rancangan kegiatan partisipasi aktif mereka.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik, mengevaluasi ide-ide yang diajukan, dan menyempurnakan rancangan kegiatan.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya keterbukaan Gereja dan peran aktif setiap anggota.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan makna Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dan pentingnya partisipasi aktif.
  2. Refleksi & Apresiasi: Guru mengajak peserta didik merenungkan komitmen mereka untuk terlibat dalam Gereja yang terbuka dan memberikan apresiasi atas kreativitas dan ide-ide yang telah dihasilkan.
  3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan memberikan motivasi untuk mewujudkan peran sebagai anggota Gereja yang bertanggung jawab.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dan contoh keterbukaan Gereja.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, spidol, gambar-gambar kegiatan Gereja

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 kegiatan Gereja di bawah ini dan diskusikan dalam kelompok apa saja ciri-ciri yang menunjukkan Gereja sebagai Umat Allah.
  2. Baca teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 2:41-47 dan Yohanes 17:20-23, lalu identifikasi nilai-nilai persekutuan dan keterbukaan yang terkandung di dalamnya.
  3. Diskusikan dalam kelompok, berikan minimal tiga contoh konkret bagaimana Gereja dapat menjadi persekutuan yang terbuka bagi semua orang di lingkungan sekitar Anda.
  4. Lengkapi tabel di bawah ini dengan hasil diskusi kelompok Anda.
  5. Buatlah sebuah peta pikiran yang menggambarkan 'Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan yang Terbuka' berdasarkan hasil diskusi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang 'Gereja'?
  2. Menurut Anda, apakah Gereja hanya terbatas pada bangunan fisik?
  3. Bagaimana peran orang beriman dalam sebuah komunitas Gereja?
  4. Pernahkah Anda mengikuti kegiatan di Gereja selain Misa? Kegiatan apa?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja.

Sumatif (akhir): Penilaian proyek rancangan kegiatan partisipasi aktif dalam Gereja dan masyarakat, serta tes tertulis esai.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat.Gereja sebagai Umat Allah3 JPpenalaran kritis
2Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret.Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka3 JPkolaborasi
3Dengan menganalisis teks Kitab Suci, peserta didik dapat menganalisis peran dan tugas anggota Gereja dalam mewujudkan misinya secara runtut.Peran dan Misi Gereja3 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Modul ini akan mengajak kita menyelami makna Gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai sebuah komunitas hidup yang dinamis. Kita akan memahami Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk bersatu dan menjadi terang bagi dunia, serta sebagai persekutuan yang terbuka, merangkul semua orang dalam kasih Kristus. Mari kita temukan peran kita dalam Gereja!

1. Gereja sebagai Umat Allah
Konsep Gereja sebagai Umat Allah adalah inti ajaran Konsili Vatikan II. Ini berarti Gereja bukan hanya hierarki atau bangunan, melainkan seluruh orang beriman yang dibaptis, dipersatukan oleh Kristus, dan memiliki martabat serta panggilan yang sama. Setiap anggota, dari Paus hingga umat awam, adalah bagian penting dari Umat Allah yang berziarah di dunia. Mereka dipanggil untuk hidup kudus dan menjadi saksi Kristus melalui kesaksian hidup, pewartaan, dan pelayanan. Contoh nyatanya adalah saat umat berkumpul dalam Misa, bergotong royong dalam kegiatan sosial, atau berdoa bersama di lingkungan.

2. Ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah
Gereja sebagai Umat Allah memiliki beberapa ciri fundamental. Pertama, ia adalah persekutuan yang berakar pada Kristus, di mana setiap anggota dipersatukan oleh iman dan sakramen. Kedua, ia memiliki panggilan universal untuk keselamatan, artinya Gereja hadir untuk semua orang. Ketiga, Gereja bersifat misioner, diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Keempat, Gereja adalah persekutuan yang berhierarki, dengan Paus dan para uskup sebagai pemimpin rohani, namun tetap menghargai peran serta karisma setiap anggotanya. Kelima, Gereja bersifat sakramental, menjadi tanda dan sarana keselamatan Allah di dunia.

3. Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka
Gereja dipanggil untuk menjadi persekutuan yang terbuka, tidak eksklusif atau membatasi diri. Ini berarti Gereja menyambut semua orang tanpa memandang latar belakang, suku, atau status sosial. Gereja juga terbuka untuk berdialog dengan budaya dan agama lain, mencari kebenaran, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Keterbukaan ini tercermin dalam kegiatan-kegiatan ekumenis, dialog antaragama, serta pelayanan sosial yang tidak membeda-bedakan. Contoh konkretnya adalah Gereja yang membuka pintu bagi pengungsi, mengadakan bakti sosial untuk masyarakat miskin tanpa memandang agama, atau bekerja sama dengan pemerintah dalam program kemanusiaan.

4. Peran Anggota dalam Gereja yang Terbuka
Setiap anggota Gereja memiliki peran penting dalam mewujudkan Gereja sebagai persekutuan yang terbuka. Ini mencakup partisipasi aktif dalam liturgi, terlibat dalam kegiatan paroki atau lingkungan, serta menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Anggota Gereja dipanggil untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat. Dengan keterbukaan hati dan tindakan nyata, umat Katolik dapat menunjukkan wajah Gereja yang ramah, inklusif, dan relevan bagi semua orang, sehingga dapat menjadi berkat bagi dunia.

Rangkuman: Gereja adalah Umat Allah, sebuah persekutuan dinamis yang dipersatukan oleh Kristus, bukan sekadar bangunan. Setiap anggota memiliki martabat dan panggilan untuk hidup kudus serta menjadi saksi Kristus. Gereja juga dipanggil untuk menjadi persekutuan yang terbuka, merangkul semua orang, berdialog dengan berbagai pihak, dan aktif melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Partisipasi aktif setiap umat sangat penting untuk mewujudkan misi Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan.

Halaman 9 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Umat AllahSeluruh orang beriman yang dibaptis, dipersatukan oleh Kristus.
HierarkiStruktur kepemimpinan Gereja (Paus, uskup, imam, diakon).
MisionerMemiliki tugas untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.
EkumenisUpaya untuk mencapai kesatuan antarumat Kristen.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Katolik · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Gereja" mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Gereja — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan

4 materi Pendidikan Agama Katolik SMK, urut mengajar dari Gereja Umat Allah hingga Ajaran Sosial Gereja.

Gereja Umat AllahSifat dan Tugas GerejaHierarki dan AwamAjaran Sosial Gereja

Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan

3 materi Pendidikan Agama Katolik SMK, urut mengajar dari HAM dalam Terang Iman hingga Panggilan Hidup.

HAM dalam Terang ImanDialog dan Kerja Sama AntarumatPanggilan Hidup

Materi lain yang tersedia1 modul

GerejaModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Pendidikan Agama Katolik Kelas XI SMK — Fase F

Kelas XI — ditulis juga kelas 11 — di SMK berada di Fase F, dan 7 materi Pendidikan Agama Katolik setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Di sekolah, Pendidikan Agama Katolik juga dipanggil katolik, pa katolik, dan agama katolik — sebutan yang berbeda untuk mata pelajaran yang sama. Peta materi di halaman ini berlaku untuk sebutan mana pun.

Yang disusun di sini perangkat ajar Pendidikan Agama Katolik kelas XI (kelas 11) SMK — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Pendidikan Agama Katolik kelas XI (kelas 11) SMK mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas XI (kelas 11) SMK yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Pendidikan Agama Katolik bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XIPeta Konsep
GerejaGereja sebagai Umat AllahCiri-ciri Gereja sebagai Umat AllahGereja sebagai Persekutuan yang TerbukaPeran Anggota dalam Gereja yang Terbuka
Dari sub-bab GerejaLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Katolik · Kelas XIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKewargaanPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Gereja Umat Allah1Sifat dan Tugas Gereja1Hierarki dan Awam1Ajaran Sosial Gereja2HAM dalam Terang Iman…+2 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDGereja Umat AllahSifat dan Tugas GerejaHierarki dan AwamAjaran Sosial Gereja
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik Kelas XI SMK

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Katolik ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Kelas XI (kelas 11) SMK masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase F. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase F beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Pendidikan Agama Katolik kelas XI SMK?

7 materi, urut mengajar dari Gereja Umat Allah hingga Panggilan Hidup. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Pendidikan Agama Katolik?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Pendidikan Agama Katolik sering disebut apa lagi?

Nama resminya Pendidikan Agama Katolik, tetapi di sekolah ia juga dipanggil katolik, pa katolik, agama katolik. Borang penyusunan modul mengenali sebutan-sebutan itu juga, jadi Anda boleh mengetik yang biasa Anda pakai — materinya tetap ditemukan.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.