Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Katolik Kelas XI
Gereja
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Gereja |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami ajaran dasar iman Katolik dan pentingnya kebersamaan dalam beriman. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
| Elemen / Domain | Pribadi Peserta Didik |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik memahami hakikat Gereja sebagai Umat Allah dan persekutuan yang terbuka, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam mewujudkan perannya sebagai anggota Gereja yang beriman dan bermartabat dalam masyarakat. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Gereja adalah komunitas orang-orang beriman yang berkumpul untuk merayakan Ekaristi dan melayani sesama. |
| Konseptual | Gereja dipahami sebagai Umat Allah, persekutuan yang terbuka, dan Tubuh Kristus yang memiliki misi kudus di dunia. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis kasus nyata, berdiskusi, dan merumuskan langkah-langkah konkret partisipasi dalam kehidupan Gereja. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bagaimana pemahaman tentang Gereja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dalam komunitas dan masyarakat. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menghayati keberadaan Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja dan beriman teguh pada ajaran Gereja Katolik melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan rohani. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari ajaran dan sejarah Gereja dengan tekun untuk memahami peran serta misinya dalam dunia, sehingga dapat berkontribusi secara cerdas dan kritis. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari misi Gereja, dengan aktif terlibat dalam program-program sosial dan pelayanan kasih. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan diri sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas, serta berkolaborasi dengan sesama anggota Gereja untuk membangun persekutuan yang rukun dan harmonis. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengamalkan nilai-nilai Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta turut serta dalam memajukan kesejahteraan umum melalui karya nyata sebagai anggota Gereja yang baik. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret.
- Dengan menganalisis teks Kitab Suci, peserta didik dapat menganalisis peran dan tugas anggota Gereja dalam mewujudkan misinya secara runtut.
- Melalui proyek pelayanan sederhana, peserta didik dapat merancang kegiatan partisipasi aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat sekitar dengan bertanggung jawab.
- Setelah melakukan refleksi, peserta didik dapat menyimpulkan makna Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi dunia dengan bahasa yang lugas.
Pemahaman bermakna: Gereja bukan hanya bangunan fisik, melainkan komunitas orang beriman yang dipanggil untuk bersatu, melayani, dan mewartakan kasih Allah di tengah dunia, sehingga setiap anggota memiliki peran penting dalam persekutuan yang terbuka ini.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana peranmu sebagai seorang Katolik dalam mewujudkan Gereja yang hidup dan relevan di tengah masyarakat modern?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dan inklusif sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam Pancasila. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi dan penulisan laporan hasil diskusi tentang Gereja. Sejarah: Menganalisis perkembangan Gereja dari masa awal hingga sekarang sebagai bagian dari sejarah peradaban manusia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua mendukung peserta didik dalam berpartisipasi di kegiatan Gereja lingkungan atau komunitas Katolik di luar sekolah, serta memberikan contoh teladan hidup beriman. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dan kondusif untuk diskusi kelompok, serta akses ke perpustakaan sekolah atau sumber daya daring untuk mencari informasi terkait Gereja. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dokumenter tentang kegiatan Gereja, artikel daring tentang isu Gereja kontemporer, dan platform kolaborasi daring untuk berbagi ide rancangan kegiatan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dan contoh keterbukaan Gereja.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, spidol, gambar-gambar kegiatan Gereja
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 kegiatan Gereja di bawah ini dan diskusikan dalam kelompok apa saja ciri-ciri yang menunjukkan Gereja sebagai Umat Allah.
- Baca teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 2:41-47 dan Yohanes 17:20-23, lalu identifikasi nilai-nilai persekutuan dan keterbukaan yang terkandung di dalamnya.
- Diskusikan dalam kelompok, berikan minimal tiga contoh konkret bagaimana Gereja dapat menjadi persekutuan yang terbuka bagi semua orang di lingkungan sekitar Anda.
- Lengkapi tabel di bawah ini dengan hasil diskusi kelompok Anda.
- Buatlah sebuah peta pikiran yang menggambarkan 'Gereja sebagai Umat Allah dan Persekutuan yang Terbuka' berdasarkan hasil diskusi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang 'Gereja'?
- Menurut Anda, apakah Gereja hanya terbatas pada bangunan fisik?
- Bagaimana peran orang beriman dalam sebuah komunitas Gereja?
- Pernahkah Anda mengikuti kegiatan di Gereja selain Misa? Kegiatan apa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek rancangan kegiatan partisipasi aktif dalam Gereja dan masyarakat, serta tes tertulis esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah dengan tepat. | Gereja sebagai Umat Allah | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan hakikat Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dengan minimal tiga contoh konkret. | Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka | 3 JP | kolaborasi |
| 3 | Dengan menganalisis teks Kitab Suci, peserta didik dapat menganalisis peran dan tugas anggota Gereja dalam mewujudkan misinya secara runtut. | Peran dan Misi Gereja | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
Modul ini akan mengajak kita menyelami makna Gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai sebuah komunitas hidup yang dinamis. Kita akan memahami Gereja sebagai Umat Allah yang dipanggil untuk bersatu dan menjadi terang bagi dunia, serta sebagai persekutuan yang terbuka, merangkul semua orang dalam kasih Kristus. Mari kita temukan peran kita dalam Gereja!
1. Gereja sebagai Umat Allah
Konsep Gereja sebagai Umat Allah adalah inti ajaran Konsili Vatikan II. Ini berarti Gereja bukan hanya hierarki atau bangunan, melainkan seluruh orang beriman yang dibaptis, dipersatukan oleh Kristus, dan memiliki martabat serta panggilan yang sama. Setiap anggota, dari Paus hingga umat awam, adalah bagian penting dari Umat Allah yang berziarah di dunia. Mereka dipanggil untuk hidup kudus dan menjadi saksi Kristus melalui kesaksian hidup, pewartaan, dan pelayanan. Contoh nyatanya adalah saat umat berkumpul dalam Misa, bergotong royong dalam kegiatan sosial, atau berdoa bersama di lingkungan.
2. Ciri-ciri Gereja sebagai Umat Allah
Gereja sebagai Umat Allah memiliki beberapa ciri fundamental. Pertama, ia adalah persekutuan yang berakar pada Kristus, di mana setiap anggota dipersatukan oleh iman dan sakramen. Kedua, ia memiliki panggilan universal untuk keselamatan, artinya Gereja hadir untuk semua orang. Ketiga, Gereja bersifat misioner, diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Keempat, Gereja adalah persekutuan yang berhierarki, dengan Paus dan para uskup sebagai pemimpin rohani, namun tetap menghargai peran serta karisma setiap anggotanya. Kelima, Gereja bersifat sakramental, menjadi tanda dan sarana keselamatan Allah di dunia.
3. Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka
Gereja dipanggil untuk menjadi persekutuan yang terbuka, tidak eksklusif atau membatasi diri. Ini berarti Gereja menyambut semua orang tanpa memandang latar belakang, suku, atau status sosial. Gereja juga terbuka untuk berdialog dengan budaya dan agama lain, mencari kebenaran, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Keterbukaan ini tercermin dalam kegiatan-kegiatan ekumenis, dialog antaragama, serta pelayanan sosial yang tidak membeda-bedakan. Contoh konkretnya adalah Gereja yang membuka pintu bagi pengungsi, mengadakan bakti sosial untuk masyarakat miskin tanpa memandang agama, atau bekerja sama dengan pemerintah dalam program kemanusiaan.
4. Peran Anggota dalam Gereja yang Terbuka
Setiap anggota Gereja memiliki peran penting dalam mewujudkan Gereja sebagai persekutuan yang terbuka. Ini mencakup partisipasi aktif dalam liturgi, terlibat dalam kegiatan paroki atau lingkungan, serta menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Anggota Gereja dipanggil untuk menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat. Dengan keterbukaan hati dan tindakan nyata, umat Katolik dapat menunjukkan wajah Gereja yang ramah, inklusif, dan relevan bagi semua orang, sehingga dapat menjadi berkat bagi dunia.
Rangkuman: Gereja adalah Umat Allah, sebuah persekutuan dinamis yang dipersatukan oleh Kristus, bukan sekadar bangunan. Setiap anggota memiliki martabat dan panggilan untuk hidup kudus serta menjadi saksi Kristus. Gereja juga dipanggil untuk menjadi persekutuan yang terbuka, merangkul semua orang, berdialog dengan berbagai pihak, dan aktif melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Partisipasi aktif setiap umat sangat penting untuk mewujudkan misi Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Umat Allah | Seluruh orang beriman yang dibaptis, dipersatukan oleh Kristus. |
| Hierarki | Struktur kepemimpinan Gereja (Paus, uskup, imam, diakon). |
| Misioner | Memiliki tugas untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. |
| Ekumenis | Upaya untuk mencapai kesatuan antarumat Kristen. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Gereja" mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Gereja yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
HAM dalam Terang ImanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDialog dan Kerja Sama AntarumatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPanggilan HidupBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Gereja pada Pendidikan Agama Katolik SMK, Fase F, elemen Pribadi Peserta Didik.
Modul Gereja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Gereja untuk Pendidikan Agama Katolik kelas XI.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Katolik materi Gereja ini gratis?
Ya. Modul Gereja untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Gereja ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Katolik kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Katolik kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Gereja ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Gereja dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Katolik kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Katolik kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Gereja ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Gereja tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Gereja untuk Pendidikan Agama Katolik kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Gereja ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Katolik kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Gereja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Katolik kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Katolik ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Gereja disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.