Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas II
Membaca Lancar
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | A / II |
| Materi Pokok | Membaca Lancar |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal huruf-huruf alfabet dan mampu membaca beberapa kata sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Membaca dan Memirsa |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu membaca kata-kata yang dikenalinya sehari-hari, membaca lancar teks sederhana dengan intonasi yang tepat, serta memahami informasi tersurat dari teks yang dibaca atau dipirsa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Membaca lancar adalah kemampuan membaca teks tanpa mengeja, dengan intonasi yang benar, dan memahami isinya. |
| Konseptual | Konsep inti membaca lancar melibatkan pengenalan kata otomatis, kecepatan membaca yang wajar, dan pemahaman isi bacaan secara bersamaan. |
| Prosedural | Langkah-langkah untuk membaca lancar meliputi mengenali huruf, merangkai suku kata menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, dan membaca dengan intonasi yang tepat. |
| Metakognitif | Kesadaran bahwa membaca lancar membantu kita memahami banyak hal baru dan berkomunikasi lebih baik dengan dunia sekitar. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa kemampuan membaca adalah anugerah dari Allah SWT, menggunakannya untuk membaca Al-Qur'an dan buku-buku yang menambah keimanan. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat dalam mencari dan memahami kosakata baru, membaca berbagai jenis buku untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Membaca cerita-cerita tentang alam dan lingkungan, serta menggunakan kemampuan membaca untuk memahami pesan-pesan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membaca kisah-kisah yang mengajarkan empati dan kasih sayang, serta menggunakan kemampuan membaca untuk memahami perasaan orang lain dan berkomunikasi dengan baik. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membaca cerita-cerita kepahlawanan dan sejarah bangsa, serta menggunakan kemampuan membaca untuk memahami nilai-nilai luhur dan budaya Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik dapat mengidentifikasi kosakata baru dari teks sederhana yang dibaca.
- Peserta didik dapat membaca teks pendek dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.
- Peserta didik dapat menceritakan kembali isi teks sederhana yang telah dibaca dengan kalimat sendiri.
- Peserta didik dapat membuat poster sederhana berisi pesan dari teks yang dibaca.
Pemahaman bermakna: Membaca lancar membantu kita membuka jendela dunia, memahami informasi, dan mengekspresikan ide dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu membaca dengan lancar dan tidak mengeja lagi?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Menghargai ilmu sebagai bagian dari ibadah dan membaca kisah teladan para Nabi. Seni Budaya dan Prakarya: Membuat ilustrasi atau poster dari cerita yang dibaca, mengembangkan ekspresi saat membaca. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membacakan cerita kepada anak di rumah dan mendengarkan anak membaca setiap hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Sudut baca di kelas dilengkapi dengan buku-buku cerita bergambar yang menarik dan poster motivasi membaca. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi membaca cerita interaktif atau video dongeng edukatif untuk meningkatkan minat baca. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi kosakata baru dari teks sederhana yang dibaca. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dengan salam dan doa bersama, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar anak sedang membaca buku dan bertanya 'Apa yang sedang dilakukan anak ini? Mengapa membaca itu penting?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menemukan kata-kata baru dalam bacaan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mendengarkan guru membaca teks 'Kisah Semut dan Belalang' dengan intonasi yang jelas. Guru mengajak peserta didik mengidentifikasi kata-kata yang belum dikenal atau sulit diucapkan dalam teks tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mencari arti kata-kata baru menggunakan kamus bergambar atau bertanya kepada guru/teman. Mereka menuliskan kata-kata baru tersebut dan artinya di buku catatan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan beberapa kata baru yang mereka temukan beserta artinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya memahami kosakata untuk membaca lancar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik merangkum kosakata baru yang dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan mengumumkan tantangan untuk menemukan kata-kata baru di rumah. Pembelajaran diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik dapat membaca teks pendek dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik mengingat kembali kosakata baru dari pertemuan sebelumnya. Guru memutarkan rekaman audio anak membaca cerita dengan intonasi yang kurang tepat, lalu bertanya 'Apa yang membuat cerita ini sulit dipahami?'. Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu membaca dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menganalisis contoh teks sederhana yang disajikan guru. Guru menjelaskan pentingnya intonasi (tinggi-rendah suara) dan ekspresi (mimik wajah) saat membaca agar pesan tersampaikan dengan baik. Guru mencontohkan membaca teks dengan intonasi yang bervariasi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan berlatih membaca teks 'Liburan di Pantai' dengan memperhatikan intonasi tanda baca (titik, koma, tanda tanya, tanda seru) dan ekspresi yang sesuai. Mereka saling memberikan masukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan maju ke depan untuk mendemonstrasikan membaca teks dengan intonasi dan ekspresi. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan masukan konstruktif untuk perbaikan. Guru menguatkan bahwa intonasi dan ekspresi membuat membaca lebih hidup. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan tips membaca dengan intonasi dan ekspresi yang baik. Guru memberikan pujian atas keberanian dan usaha peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk membaca cerita favorit mereka di rumah dengan intonasi yang tepat. Pembelajaran ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok dan pesan moral dari teks yang dibaca.
Alat & bahan: Teks cerita pendek, pensil, penghapus, lembar LKPD, krayon/pensil warna
Langkah kerja:
- Bacalah teks cerita 'Si Kancil dan Siput' dengan saksama.
- Garis bawahi kalimat-kalimat yang menurutmu penting.
- Tuliskan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini.
- Tuliskan inti cerita ini dengan 3-4 kalimatmu sendiri.
- Gambarlah salah satu adegan favoritmu dari cerita ini dan tulis pesan moralnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Coba baca kalimat ini: 'Buku itu tebal sekali.'
- Kata apa yang paling sulit kamu baca?
- Apa yang kamu lakukan jika menemukan kata yang tidak kamu tahu artinya?
- Coba ceritakan apa yang kamu baca kemarin.
Formatif (proses): Observasi guru saat peserta didik berlatih membaca berpasangan dan saat diskusi kelompok tentang kosakata baru.
Sumatif (akhir): Penilaian performa membaca teks dengan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta penilaian poster dan kemampuan menceritakan kembali isi teks.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi kosakata baru dari teks sederhana. | Kosakata dan artinya dari teks. | 2 JP | Komunikasi, Penalaran Kritis |
| 2 | Membaca teks pendek dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. | Intonasi dan ekspresi saat membaca. | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
| 3 | Menceritakan kembali isi teks sederhana dengan kalimat sendiri dan membuat poster. | Ringkasan cerita dan poster pesan moral. | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas, Kolaborasi |
Membaca adalah salah satu kunci untuk membuka pintu ilmu pengetahuan. Dengan membaca, kita bisa tahu banyak hal baru, dari cerita seru sampai informasi penting. Tapi, membaca tidak hanya sekadar melihat huruf, lho! Kita harus membaca dengan lancar agar bisa memahami apa yang kita baca. Mari kita belajar bersama bagaimana membaca dengan lancar, intonasi yang pas, dan ekspresi yang menarik!
1. Mengenali Kata Baru
Saat membaca, kadang kita menemukan kata-kata yang belum pernah kita dengar atau baca sebelumnya. Itu wajar, kok! Kata-kata baru ini bisa menjadi teman baru kita dalam belajar. Cara terbaik untuk mengenali kata baru adalah dengan melihat gambar yang menyertainya, bertanya kepada guru atau orang tua, atau mencarinya di kamus. Setelah tahu artinya, coba ucapkan berkali-kali sampai lancar. Semakin banyak kata yang kamu kenal, semakin mudah kamu membaca lancar.
2. Pentingnya Intonasi Saat Membaca
Intonasi adalah naik turunnya suara kita saat berbicara atau membaca. Coba bayangkan, jika kamu membaca cerita tanpa intonasi, rasanya pasti datar dan membosankan, kan? Dengan intonasi yang tepat, kita bisa membuat cerita menjadi lebih hidup. Misalnya, saat bertanya, suara kita sedikit naik di akhir kalimat. Saat terkejut, suara kita bisa lebih tinggi. Latih intonasi dengan membaca kalimat yang berbeda-beda, seperti kalimat berita, kalimat tanya, atau kalimat seru.
3. Ekspresi Wajah Saat Membaca
Selain intonasi, ekspresi wajah juga penting saat membaca lho! Ekspresi adalah perubahan wajah kita yang menunjukkan perasaan. Jika cerita itu sedih, wajah kita bisa menunjukkan kesedihan. Jika ceritanya lucu, wajah kita bisa tersenyum. Ekspresi wajah membantu pendengar ikut merasakan apa yang kamu baca. Coba berlatih di depan cermin, baca cerita dengan berbagai ekspresi, pasti seru!
4. Menceritakan Kembali Isi Bacaan
Setelah selesai membaca sebuah cerita, coba ceritakan kembali isinya dengan bahasamu sendiri. Ini adalah cara yang bagus untuk tahu apakah kamu sudah memahami cerita itu dengan baik. Ingat-ingat siapa saja tokohnya, apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir cerita. Jangan lupa juga pesan atau pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari cerita itu. Menceritakan kembali juga melatih kemampuanmu berbicara di depan umum.
5. Membuat Poster dari Bacaan
Karya kreatif adalah cara lain untuk menunjukkan pemahamanmu tentang bacaan. Kamu bisa membuat poster sederhana yang berisi pesan moral atau bagian paling menarik dari cerita yang kamu baca. Gunakan gambar dan tulisan yang jelas dan berwarna-warni agar postermu menarik perhatian. Poster ini bisa kamu pajang di kelas atau di rumah untuk mengingatkanmu dan teman-teman tentang pelajaran penting dari cerita tersebut.
Rangkuman: Membaca lancar adalah kunci untuk memahami dunia. Kita belajar mengenali kata-kata baru, membaca dengan intonasi dan ekspresi yang tepat agar cerita lebih hidup, serta menceritakan kembali apa yang kita baca. Semua ini membantu kita menjadi pembaca yang lebih baik dan lebih percaya diri. Teruslah berlatih membaca setiap hari, karena membaca adalah petualangan tanpa batas!
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Intonasi | Nada atau lagu kalimat; naik turunnya suara saat berbicara atau membaca. |
| Ekspresi | Pengungkapan atau proses menyatakan maksud, gagasan, atau perasaan; perubahan wajah yang menunjukkan perasaan. |
| Kosakata | Perbendaharaan kata. |
| Teks | Naskah atau bahan tertulis. |
| Pesan Moral | Pelajaran berharga tentang kebaikan yang bisa diambil dari sebuah cerita. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Membaca Lancar" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Membaca Lancar yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Bahasa Indonesia Kelas II Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Mengenal PerasaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMenjaga KesehatanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerhati-hati di Mana SajaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeluargaku UnikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Berteman dalam KeragamanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBijak Memakai UangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSayang LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHobi yang Jadi PrestasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Bahasa Indonesia lain yang sudah tersedia
Membaca Nyaring dan Menyimak CeritaBahasa Indonesia Kelas II MIMembaca dan Menulis PermulaanBahasa Indonesia Kelas I MIMembaca PermulaanBahasa Indonesia Kelas I MIAku Bisa!Bahasa Indonesia Kelas I MILihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas II →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Indonesia kelas 2 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas II dan kelas 2 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Membaca Lancar pada Bahasa Indonesia MI, Fase A, elemen Membaca dan Memirsa.
Modul Membaca Lancar ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Bahasa Indonesia kelas II MI di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia materi Membaca Lancar ini gratis?
Ya. Modul Membaca Lancar untuk kelas II MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Membaca Lancar ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Indonesia kelas II ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Membaca Lancar ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Membaca Lancar dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas II di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas II ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Membaca Lancar ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase A untuk kelas II MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Membaca Lancar tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Membaca Lancar untuk Bahasa Indonesia kelas II di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Membaca Lancar ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Indonesia kelas II MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Membaca Lancar beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Indonesia kelas II berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Indonesia ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?
Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Membaca Lancar yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Bahasa Indonesia SD ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.