Modul ajar Matematika MI kelas V materi KPK dan FPB lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep bilangan prima, faktor prima, dan kelipatan bilangan.
Pemahaman bermakna: Peserta didik memahami bahwa KPK dan FPB bukan hanya konsep matematika abstrak, tetapi alat penting untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengatur jadwal atau membagi barang secara adil.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat dua lampu lalu lintas yang menyala hijau pada waktu berbeda, lalu ingin tahu kapan keduanya akan hijau bersamaan lagi?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dari dua bilangan atau lebih dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik tentang lampu lalu lintas dan meminta mereka menebak jawabannya, dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran hari ini dan aktivitas yang akan dilakukan, menumbuhkan kesadaran akan proses belajar.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi konsep kelipatan dan faktor persekutuan melalui permainan 'Tebak Kelipatan' dan 'Cari Faktor', menggunakan kartu bilangan untuk menemukan pola dan mendiskusikan hasilnya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk menemukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dari beberapa bilangan, mencoba berbagai cara untuk menemukan jawaban dan membandingkan hasilnya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka, kelompok lain memberikan tanggapan, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan, memastikan semua memahami perbedaan dan persamaan keduanya.
Penutup: Peserta didik dan guru membuat simpulan bersama tentang kelipatan dan faktor persekutuan, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas rumah ringan, dan menutup pelajaran dengan doa yang menggembirakan.
Tujuan: Peserta didik dapat menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima atau tabel dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan menyapa, doa, dan meninjau kembali materi kelipatan persekutuan, lalu menyajikan masalah kontekstual tentang jadwal piket atau jadwal minum obat yang memerlukan KPK, serta menyampaikan tujuan belajar hari ini untuk menemukan cara efisien mencari KPK.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis masalah yang diberikan guru, berdiskusi tentang cara-cara yang mungkin untuk menemukan KPK, kemudian guru memperkenalkan metode faktorisasi prima dan tabel sebagai alat bantu, mencontohkan penggunaannya dengan interaktif.
Mengaplikasi: Kelompok bekerja sama menyelesaikan beberapa soal cerita yang berkaitan dengan KPK menggunakan metode faktorisasi prima atau tabel, saling membantu dan membandingkan hasil, serta memastikan pemahaman setiap anggota kelompok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah dan proses penentuan KPK mereka, guru mengoreksi dan memberikan klarifikasi jika ada kekeliruan, serta mengulas kembali langkah-langkah penentuan KPK yang paling efektif.
Penutup: Bersama-sama, peserta didik dan guru merangkum kunci-kunci dalam menentukan KPK, guru memberikan penguatan positif dan motivasi, serta memberikan tantangan kecil untuk pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa yang menumbuhkan rasa ingin tahu.
Tujuan: Peserta didik dapat menentukan FPB dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima atau tabel dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, mengecek kesiapan belajar, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali konsep faktor persekutuan, lalu menyajikan skenario pembagian hadiah atau bahan makanan yang memerlukan FPB, menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menemukan cara mudah mencari FPB.
Memahami: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan mencoba menemukan FPB dari beberapa bilangan menggunakan pengetahuan faktorisasi prima yang sudah ada, lalu guru memfasilitasi diskusi untuk membandingkan temuan mereka dan memperkenalkan cara menentukan FPB yang sistematis.
Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan latihan soal yang beragam tentang penentuan FPB, baik secara individu maupun berpasangan, dengan menggunakan faktorisasi prima atau tabel, serta mempraktikkannya pada soal cerita sederhana.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta menuliskan langkah-langkah penentuan FPB di papan tulis atau mempresentasikan hasilnya, guru memberikan umpan balik konstruktif, dan menguatkan pemahaman tentang perbedaan mendasar antara KPK dan FPB.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dalam menentukan FPB, guru memberikan apresiasi atas usaha dan kemajuan belajar, serta memberikan petunjuk untuk persiapan proyek di pertemuan selanjutnya, ditutup dengan doa bersama yang penuh semangat.
Tujuan: Peserta didik dapat membedakan penggunaan KPK dan FPB dalam konteks soal cerita dengan benar dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ceria, doa, dan mengecek semangat belajar, kemudian mengingatkan kembali perbedaan KPK dan FPB, menjelaskan proyek 'Matematika dalam Kehidupan' yaitu membuat kartu soal cerita dan solusinya, menyampaikan tujuan akhir untuk menguasai aplikasi KPK dan FPB.
Memahami: Peserta didik dalam kelompok merancang kartu soal cerita yang melibatkan KPK dan FPB, mendiskusikan skenario yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan merumuskan pertanyaan yang jelas, mengintegrasikan pemahaman konseptual mereka.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat minimal dua kartu soal cerita (satu KPK, satu FPB) lengkap dengan kunci jawabannya, lalu kelompok lain akan mencoba menyelesaikan soal dari kelompok lain, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyek kartu soal ceritanya, menjelaskan mengapa soal tersebut termasuk KPK atau FPB, dan memverifikasi jawaban kelompok lain, guru memberikan umpan balik menyeluruh dan penguatan tentang aplikasi KPK dan FPB.
Penutup: Peserta didik dan guru merefleksikan keseluruhan pembelajaran KPK dan FPB, membahas manfaatnya dalam kehidupan, guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras peserta didik, dan menutup dengan pesan motivasi serta doa yang menggembirakan untuk terus belajar.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mempresentasikan hasil kerja.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai yang mencakup penentuan KPK, FPB, dan penyelesaian soal cerita.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan. | Kelipatan dan Faktor Persekutuan | 2 JP | penalaran kritis |
| Menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih. | Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| Menentukan FPB dari dua bilangan atau lebih. | Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB. | Aplikasi KPK dan FPB dalam Kehidupan | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Anak-anak hebat, pernahkah kalian melihat dua lampu lalu lintas yang menyala hijau pada waktu berbeda, lalu ingin tahu kapan keduanya akan hijau bersamaan lagi? Atau pernahkah kalian ingin membagi sejumlah kue kepada teman-teman secara adil tanpa sisa? Nah, dalam matematika, kita punya alat ampuh untuk memecahkan masalah seperti itu, yaitu KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar). Mari kita selami bersama serunya belajar KPK dan FPB!
Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli. Contoh, kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, dan seterusnya. Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih. Misalnya, kelipatan 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, ... dan kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, .... Maka, kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6, 12, dan seterusnya. Memahami kelipatan adalah dasar untuk menemukan KPK.
Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut tanpa sisa. Contoh, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. Faktor persekutuan adalah faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih. Misalnya, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12 dan faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, 18. Maka, faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6. Konsep ini penting untuk menemukan FPB.
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Contoh bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, dan seterusnya. Faktorisasi prima adalah cara menyatakan suatu bilangan dalam bentuk perkalian faktor-faktor prima. Misalnya, faktorisasi prima dari 12 adalah 2 x 2 x 3 atau 2^2 x 3. Pohon faktor atau tabel dapat digunakan untuk membantu proses faktorisasi prima. Penguasaan faktorisasi prima adalah kunci utama dalam menentukan KPK dan FPB secara efisien.
KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan atau lebih. Untuk menentukan KPK menggunakan faktorisasi prima, kita kalikan semua faktor prima dengan pangkat tertinggi yang muncul dari setiap bilangan. Contoh, KPK dari 6 (2x3) dan 8 (2^3) adalah 2^3 x 3 = 24. Metode lain adalah dengan membuat daftar kelipatan atau menggunakan tabel. KPK sangat berguna untuk masalah yang berkaitan dengan 'kapan lagi akan terjadi bersamaan'.
FPB adalah faktor persekutuan terbesar dari dua bilangan atau lebih. Untuk menentukan FPB menggunakan faktorisasi prima, kita kalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terendah yang muncul dari setiap bilangan. Contoh, FPB dari 12 (2^2x3) dan 18 (2x3^2) adalah 2 x 3 = 6. FPB sering digunakan dalam masalah yang berkaitan dengan 'membagi sama rata' atau 'jumlah kelompok terbanyak'. Membedakan penggunaan KPK dan FPB adalah keterampilan penting.
KPK dan FPB bukan hanya ada di buku pelajaran, tapi sangat berguna di kehidupan nyata. Misalnya, jika ada dua bus berangkat dari terminal setiap 15 menit dan 20 menit, KPK akan membantu kita mengetahui kapan kedua bus akan berangkat bersamaan lagi. Jika ada 24 permen dan 36 cokelat yang akan dibagi ke beberapa kantong dengan isi yang sama, FPB akan membantu kita menentukan jumlah kantong terbanyak yang bisa dibuat. Memahami konteks soal cerita adalah kunci sukses.
Rangkuman: KPK adalah kelipatan persekutuan terkecil, berguna untuk mencari waktu kejadian bersamaan. FPB adalah faktor persekutuan terbesar, berguna untuk membagi sesuatu secara adil. Keduanya dapat ditemukan menggunakan faktorisasi prima atau tabel. Memahami konsep bilangan prima dan faktorisasi prima adalah dasar penting. Dengan latihan, kita bisa mahir menggunakan KPK dan FPB untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan percaya diri.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan serta menentukan KPK dan FPB melalui eksplorasi terarah.
Alat & bahan: Kertas, pensil, spidol, kartu bilangan, tabel faktorisasi prima (opsional)
| Kelipatan | Hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli. |
| Faktor | Bilangan yang dapat membagi habis bilangan lain tanpa sisa. |
| Bilangan Prima | Bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. |
| Faktorisasi Prima | Menyatakan suatu bilangan dalam bentuk perkalian faktor-faktor prima. |
| KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) | Kelipatan yang sama dan paling kecil dari dua bilangan atau lebih. |
| FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) | Faktor yang sama dan paling besar dari dua bilangan atau lebih. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.