Modul ajar SKI MI kelas IV materi Nabi Muhammad Diangkat Menjadi Rasul lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami peristiwa penting dalam sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, termasuk pengangkatan beliau sebagai Rasul, serta mengambil hikmah dari peristiwa tersebut untuk meneladani sifat-sifat mulia.
Acuan: SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT dan nabi terakhir.
Pemahaman bermakna: Memahami peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul mengajarkan kita tentang kesabaran, keteguhan hati, dan pentingnya menyampaikan kebenaran, serta menumbuhkan rasa cinta kepada beliau.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membayangkan bagaimana rasanya menerima tugas yang sangat besar dari Allah SWT, seperti yang dialami Nabi Muhammad SAW?
Tujuan: Menjelaskan peristiwa awal Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dengan benar dan mengidentifikasi peran Malaikat Jibril dalam peristiwa turunnya wahyu pertama.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan presensi. Guru memulai apersepsi dengan pertanyaan 'Siapa yang tahu kapan Nabi Muhammad SAW menjadi nabi?' dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami awal mula kenabian Nabi Muhammad SAW, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana perasaan Nabi Muhammad SAW saat pertama kali bertemu Jibril?'.
Memahami: Peserta didik diajak membaca materi tentang latar belakang dan kronologi peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira, kemudian guru memfasilitasi diskusi tentang peran Malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja mengenai urutan peristiwa turunnya wahyu pertama dan peran Malaikat Jibril, serta mendiskusikan apa yang dirasakan Nabi Muhammad SAW saat itu.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan miskonsepsi mengenai peristiwa tersebut.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan untuk mempersiapkan diri pada pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama.
Tujuan: Menganalisis reaksi Nabi Muhammad SAW dan Khadijah RA setelah peristiwa wahyu pertama, serta menceritakan kembali kronologi pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul dengan urut dan jelas.
Kegiatan awal: Peserta didik memberi salam, berdoa, dan presensi. Guru melakukan review singkat materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami reaksi Nabi Muhammad SAW dan Khadijah RA, serta pertanyaan pemantik 'Bagaimana reaksi pertama Nabi Muhammad SAW setelah menerima wahyu, dan siapa yang pertama kali menenangkannya?'.
Memahami: Peserta didik membaca kisah tentang reaksi Nabi Muhammad SAW yang gemetar dan ketakutan setelah menerima wahyu pertama, kemudian bagaimana Siti Khadijah RA menenangkan beliau dan membawanya kepada Waraqah bin Naufal.
Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok menganalisis alasan di balik reaksi Nabi Muhammad SAW dan tindakan Siti Khadijah RA. Mereka juga diminta membuat alur cerita singkat dari peristiwa tersebut secara berurutan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok menceritakan kembali alur kisah tersebut dengan gaya bahasa mereka sendiri, kelompok lain memberikan masukan. Guru memberikan penguatan tentang keteguhan hati Nabi Muhammad SAW dan dukungan Siti Khadijah RA.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat simpulan tentang peran penting Khadijah RA dan Waraqah bin Naufal. Guru memberikan apresiasi dan motivasi, serta memberikan tugas awal untuk proyek infografis. Pembelajaran diakhiri dengan doa.
Tujuan: Menyimpulkan hikmah dari peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul dan membuat infografis sederhana tentang peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul.
Kegiatan awal: Peserta didik memberi salam, berdoa, dan presensi. Guru mengulas kembali materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan proyek yang akan dibuat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimpulkan hikmah dan membuat infografis, serta pertanyaan pemantik 'Apa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul?'.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengidentifikasi nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul, seperti kesabaran, ketabahan, dan amanah.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merencanakan dan membuat infografis sederhana yang berisi kronologi peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul dan hikmah yang dapat diambil, menggunakan alat dan bahan yang disediakan atau aplikasi sederhana.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan infografisnya di depan kelas, menjelaskan isi dan hikmah yang ingin disampaikan. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan nilai-nilai. Guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman akhir tentang pentingnya peristiwa tersebut dan hikmahnya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik, serta motivasi untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam penutup yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil infografis dan presentasi kelompok, serta tes tertulis singkat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan peristiwa awal Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dengan benar. | Latar belakang dan kronologi wahyu pertama di Gua Hira. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menganalisis reaksi Nabi Muhammad SAW dan Khadijah RA setelah peristiwa wahyu pertama. | Reaksi Nabi Muhammad SAW, peran Khadijah RA dan Waraqah bin Naufal. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| Menyimpulkan hikmah dan membuat infografis tentang pengangkatan Nabi Muhammad SAW. | Hikmah peristiwa, pembuatan infografis. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas, kolaborasi |
Kisah pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul adalah salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai dimulainya kenabian beliau dan turunnya wahyu yang membawa cahaya kebenaran bagi seluruh umat manusia. Mari kita pelajari bersama bagaimana awal mula Nabi Muhammad SAW menerima tugas mulia ini dari Allah SWT.
Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Al-Amin (orang yang terpercaya) di kalangan penduduk Makkah. Beliau sering menyendiri di Gua Hira, sebuah gua di Jabal Nur, untuk bertafakur dan merenungkan kebesaran Allah SWT. Beliau merasa prihatin dengan kondisi masyarakat Makkah yang menyembah berhala dan melakukan kebiasaan buruk. Kebiasaan bertafakur ini menjadi bagian dari persiapan Allah SWT untuk tugas besar yang akan diemban beliau.
Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 M, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun dan sedang bertafakur di Gua Hira, tiba-tiba Malaikat Jibril datang menghampirinya. Jibril memerintahkan beliau untuk membaca. Nabi Muhammad SAW menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Jibril mengulang perintah itu tiga kali, setiap kali Nabi menjawab hal yang sama. Akhirnya, Jibril memeluk beliau erat-erat dan membacakan wahyu pertama dari Allah SWT: iqra' bismi rabbikalladzii khalaq (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan).
Setelah peristiwa itu, Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dalam keadaan gemetar dan ketakutan. Beliau menceritakan apa yang dialaminya kepada istrinya, Siti Khadijah RA. Dengan penuh kasih sayang, Khadijah menenangkan beliau dan meyakinkan bahwa Allah SWT tidak akan pernah menghinakan orang sebaik beliau. Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad SAW kepada Waraqah bin Naufal, sepupunya yang seorang pendeta Nasrani. Waraqah menjelaskan bahwa apa yang dialami Nabi adalah wahyu kenabian.
Peristiwa di Gua Hira ini menandai pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT. Dengan turunnya wahyu pertama, resmilah beliau menjadi nabi dan memulai risalah Islam. Tugas beliau adalah menyampaikan ajaran tauhid kepada umat manusia, mengajak mereka menyembah Allah SWT semata, dan meninggalkan kemusyrikan. Perjalanan dakwah beliau dimulai dengan sembunyi-sembunyi, kemudian secara terang-terangan, menghadapi berbagai rintangan dan cobaan.
Dari kisah ini, kita bisa mengambil banyak hikmah. Pertama, kesabaran dan ketabahan Nabi Muhammad SAW dalam menerima tugas berat. Kedua, pentingnya dukungan orang terdekat, seperti Siti Khadijah RA. Ketiga, kebesaran Allah SWT dalam memilih utusan-Nya. Keempat, pentingnya membaca dan menuntut ilmu, sebagaimana perintah wahyu pertama. Kelima, kita harus meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkuman: Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun di Gua Hira melalui wahyu pertama yang disampaikan Malaikat Jibril. Peristiwa ini, yang diawali dengan perintah 'Iqra' (Bacalah), menandai dimulainya risalah Islam. Dukungan Siti Khadijah RA sangat penting dalam menenangkan Nabi. Kisah ini mengajarkan kita tentang kesabaran, ketabahan, dan pentingnya menuntut ilmu serta meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Tujuan: Memandu peserta didik untuk memahami kronologi dan hikmah dari peristiwa pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul.
Alat & bahan: Kertas gambar, pensil warna/spidol, lem, gunting, buku paket SKI
| Rasul | Utusan Allah SWT yang menerima wahyu untuk dirinya dan wajib disampaikan kepada umatnya. |
| Wahyu | Kalam atau firman Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. |
| Gua Hira | Gua tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, terletak di Jabal Nur, Makkah. |
| Al-Amin | Gelaran untuk Nabi Muhammad SAW yang berarti 'orang yang terpercaya'. |
| Tafakur | Merenung atau memikirkan kebesaran Allah SWT. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul SKI kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI & Bahasa Arab.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.